
Didepan pintu rumah obat Phang yang cukup besar, Tan Liong berdiri sejenak sebelum masuk kedalam. Keadaan rumah obat Phang pada saat ini, tidak begitu ramai pengunjung yang membeli obat. Hanya ada terlihat tiga orang yang sudah menunggu untuk pembayaran, setelah mengambil obat yang diperlukan.
Tan Liong yang tidak ingin mengganggu kesibukan pemilik rumah obat yang pada saat dia tiba, duduk dikursi tunggu yang ada dirumah obat tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu tuan ? "
Tiba-tiba terdengar suara merdu seorang wanita dari arah samping, pada saat Tan Liong yang sedang bengong menunggu. Seorang gadis sangat cantik yang begitu anggun dengan tinggi semampai muncul dari samping kanan Tan Liong.
"Eh..anu...! "
Terkejut dan terpesona Tan Liong melihat kemunculan gadis yang datang menghampirinya, membuat dia tanpa sadar terbelalak memandang tanpa bisa menjawab pertanyaan gadis itu dengan lancar.
"Kiik kiiik kiik.... !"
Melihat Tan Liong yang tergagap melihat kemunculannya, gadis cantik ini tertawa ngikik melihat keterkejutan pemuda yang disapanya.
"Tuan muda..! heii..tuan muda ! mau mencari obat apa ? " tanya gadis cantik yang melihat pemuda itu masih bengong memandang dirinya.
"Eh.... maaf..! maaf nona ...! aku hendak mencari tabib Phang, bisakah aku bertemu dengan beliau ? " jawab Tan Liong yang sudah bisa menguasai diri dari rasa terkejutnya.
__ADS_1
"Oh..tuan hendak mencari ayahku, tolong tunggu sebentar !" jawab gadis cantik itu yang lalu meninggalkan Tan Liong kedalam bangunan rumah obat sendirian.
Sesaat dari dalam terlihat keluar gadis cantik tadi bersama seorang lelaki setengah abad yang masih terlihat gagah walaupun mengenakan pakaian biasa sebagai seorang tabib.
"Maaf Anak muda ! dari anakku Ro Wei ini bilang, engkau hendak mencariku, apakah ada yang bisa aku bantu ? " tanya orang tua ini begitu sampai didepan Tan Liong.
"Benar paman ! maaf mengganggumu, aku kemari atas perintah dari ketua Su Han dari Lembah Langit dan dia menitipkan sebuah surat. Ini suratnya paman, silahkan paman ambil " jawab Tan Liong kemudian menyerahkan sebuah surat kepada tabib Phang.
Setelah menerima surat dan membaca isi surat tersebut, tabib Phang terlihat tersenyum lalu mengajak Tan Liong kebelakang rumah obat yang merupakan rumah kediaman Tabib Phang.
"Nah, disini kita paling baik untuk kita berbicara, bolehkah aku tahu namamu anak muda ? " tanya tabib Phang
"Namaku Tan Liong paman ! menurut paman apa yang harus aku lakukan, minta petunjuk dari paman tabib " jawab Tan Liong
"Apakah pangeran yang paman ingin perkenalkan kepadaku itu, ada dipihak kita ? " tanya Tan Liong ingin kepastian.
"Jangan khawatir, dia adalah pangeran yang sangat dipercaya oleh putra mahkota " ucap tabib Phang memberi jaminan.
"Baiklah paman Phang! aku akan tinggal disini sementara waktu, sambil menunggu berita dari paman Phang" ucap Tan Liong.
__ADS_1
"Anak Liong boleh istirahat dulu didalam kamar yang sudah disiapkan oleh anakku Ro Wei, silahkan ikuti aku !"
Tabib Phang memberikan sebuah kamar yang untuk sementara bisa digunakan oleh Tan Liong untuk istirahat. Sebuah kamar yang sangat bersih dan nyaman untuk melepas penat tubuh yang kurang dapat tidur selama ini.
Dua hari kemudian atas petunjuk paman Phang, Tan Liong diantar untuk diperkenalkan dengan pangeran yang dia sebutkan sebelumnya.
Sebuah rumah mewah yang besar di jaga Empat prajurit jaga berdiri diluar lingkungan istana. Rumah ini ditempati oleh seorang pangeran yang terlahir dari selir namun sangat terkenal dengan kebaikan hatinya. orang orang memanggilnya dengan sebutan pangeran Luan.
Tan Liong saat ini sudah tiba dirumah kediaman pangeran Luan, bersama tabib Phang sebagai penunjuk jalan. Mereka segera melapor tujuan mereka keprajurit jaga yang segera melaporkan kedalam.
Prajurit yang melapor kedalam, kemudian tampak sudah keluar lagi dan mempersilahkan mereka masuk kedalam yang sudah ditunggu oleh pangeran Luan itu sendiri.
"Selamat pagi paman Phang ! angin apa yang membuat paman Phang pagi -pagi sudah berkunjung kemari " sapa pangeran Luan yang segera bangkit dari tempat duduknya ketika melihat kedatangan tabib Phang bersama pemuda.
"Selamat pagi yang mulia pangeran...!" jawab tabib Phang yang segera hendak berlutut kepada pangeran Luan.
"Paman Phang ,bangunlah ! aku tidak suka paman berlutut begitu didalam rumahku " ucap pangeran Luan yang segera membantu tabib Phang bangun.
"Terimakasih pangeran ! saya kemari hendak memperkenalkan pemuda yang saya ajak kemari untuk membantu pangeran" ucap tabib Phang yang langsung memperkenalkan Tan Liong kepada pangeran Luan.
__ADS_1
"Eh....kita sudah bertemu tiga hari yang lalu bukan ? " sapa pangeran Luan disertai senyum senang bertemu pemuda didepannya lagi.
"Benar pangeran ! ingatan pangeran sangat kuat walaupun hanya kepada seorang biasa seperti saya ini " ucap Tan Liong yang ikut tersenyum melihat keramahan pangeran itu.