
"Sekarang saudara Tan Liong pasti mengerti, mengapa kami yang sebenarnya suka minum tapi tidak sampai mabuk, bukan ? "ucap Nie Shaw dengan wajah sedikit serius, masih teringat kejadian tadi.
"Tidak bisa dipungkiri kalau kakak bertiga harus selalu siap sedia, menimbang bakalan selalu mengalami kejadian seperti itu " jawab Tan Liong sedikit menghela napas, memikirkan betapa tidak enaknya hidup yang selalu was-was akan serangan dari orang yang menginginkan kematian mereka.
"Kalau begitu kami bertiga mengucapkan terimakasih kembali atas bantuan saudara Tan Liong dan juga kami mohon undur diri untuk beristirahat !" ucap Lu Sang sambil menyakupkan kepalan dan telapak tangannya didepan dada, memberi hormat ke Tan Liong dibarengi oleh Nie Shaw dan Yo Jin.
"Kakak bertiga terlalu sungkan, silahkan" ucap Tan Liong yang segera ikut mencangkupkan kedua tangannya didepan dada.
Sepeninggalan ketiga Iblis Langit bumi, Tan Liong juga kembali ke kamarnya untuk istirahat. Saat hari mulai beranjak malam Tan Liong terbangun, karena telinganya yang begitu peka mendengar suara langkah kaki yang sangat halus, berasal dari atas atap bangunan penginapan.
Dibukanya perlahan-lahan jendela kamar agar tidak terdengar derit suara jendela membuka, lalu Tan Liong meloncat terbang keatas atap bangunan. Di atas atap, beberapa meter didepannya, terlihat dua orang memakai pakaian hitam-hitam sedang bersembunyi seperti menunggu sesuatu.
Betapa terkejutnya Tan Liong, teringat bahwa deretan atap kamar didepannya, merupakan kamar yang ditempati tiga iblis langit bumi. Sekilas saja Tan Liong bisa menebak tujuan dari orang-orang tersebut terhadap tiga iblis langit bumi. Tanpa menunggu hingga kejadian buruk terjadi, Tan Liong segera melompat turun untuk memeriksa kebawah.
Sungguh apa yang diduga, benar-benar membuat darah Tan Liong seketika mendidih. Pintu kamar ketiga Iblis bumi terbuka, didepan matanya sekarang tergeletak tiga tubuh Yo Jin, Lu Sang dan Nie Shaw dalam keadaan berlumuran darah tak bernyawa ditempat yang berbeda.
Mata Tan Liong sekilas melihat sesuatu dari jendela yang terbuka, bergerak melesat menjauh dari tempatnya berada saat ini. Tidak ingin menunggu bayangan tersebut lenyap, Tan Liong meloncat terbang mengejar bayang tersebut.
Kecepatan lari dari bayangan yang dikejar Tan Liong begitu luar biasa. Dia yang mengejar dengan gerakan melangkah diudara harus menambah kecepatan. Tiba-tiba bayangan yang sudah beberapa waktu dikejar itu, mendadak berhenti berlari, membuat Tan Liong seketika menjadai heran dan langsung turun didepan orang tersebut.
__ADS_1
Belum berhenti rasa herannya, kembali dia dikejutkan dengan munculnya dua bayangan menyusul dari samping yang langsung berdiri beriringan disamping orang pertama, sambil menatap bengis kearah Tan Liong.
Ketiga orang didepan Tan Liong tampak diam sejenak dalam gelap dan sunyinya malam, memandang Tan Liong sebelum mereka mulai membuka pembicaraan.
"Anak muda, sebelum engaku terlambat dalam penyesalan lebih baik kembalilah ! " ujar salah satu orang yang pertama, terdengar menasehati Tan Liong.
"Kau menyuruhku kembali setelah kalian membunuh teman-teman yang kukenal ?, sungguh lucu ! " ejek Tan Liong.
"Bagus....! ku harap kau tidak menyesali tindakkan yang kau ambil, seraaaang !"
Setelah mengakhiri ucapannya, orang yang pertama mulai memberi aba-aba pada kedua temannya menyerang Tan Liong bersamaan.
Tan Liong tidak mau berhayal, melepaskan aura Naga Emas kesekeliling tubuh untuk menahan serangan mereka. Serangan dari kiri dia tahan dengan tenaga dalam inti es, menggunakan setengah tenaga dalamnya. Tangan kanan yang dialiri tenaga dalam inti api dilepaskan menghantam serangan dari kanan.
Sedangkan serangan dari depan yang datang lebih lambat beberapa detik, dikelit dengan cara melentingkan tubuhnya keatas secara cepat.
Semua gerakan serangan tolakan dan kelitan yang dilakukan oleh Tan Liong, terjadi begitu cepat dalam hitungan detik. Ketepatan dan kecermatan memaksimalkan kesempatan sangat dibutuhkan pada saat itu terjadi dan Tan Liong sukses melakukannya.
Saat serangan yang datang dari kiri ditahan oleh Tan Liong, orang yang menyerang dari kiri, seketika tertahan oleh tenaga dalam Tan Liong yang dialiri tenaga dalam inti es. Hawa yang sangat dingin dengan cepat merasuki tubuh dan dia merasakan aliran darahnya seketika terasa membeku, sehingga orang ini segera mundur untuk mengembalikan keadaan tubuhnya yang terluka.
__ADS_1
Orang yang menyerang Tan Liong dari kanan lebih tidak beruntung lagi, terkena tolakan dari pukulan tenaga dalam inti api yang panas menyengat, serangannya seketika membalik membuat dia menjerit kesakitan terpental jatuh kebelakang terlentang dengan tubuh setengah hangus.
Orang pertama yang menyerang dari depan, saat melihat pukulannya dikelit lawan hendak menyerang kembali sejenak berhenti, terkejut melihat keadaan kedua temannya yang dia lihat terluka.
Hampir orang ini tidak percaya melihat kejadian yang terjadi didepan mata, hanya dengan sekali serang pemuda yang menjadi lawannya mampu membuat kedua orangnya terluka seketika. Rasa kecut tanpa terasa menyerang isi hati orang ini, entah siapa pemuda yang menjadi lawannya saat ini sangat mengganggu keberaniannya.
"Kau.....kau siapa sebenarnya ? "
Tanpa sadar terdengar suara ketakutan dalam hati keluar dari mulutnya, bertanya kepada pemuda didepannya.
"Sudah terlambat untukmu bertanya, nyawa teman-temanku sudah menunggu dirimu menyertainya ! " ucap Tan Liong datar yang didengar begitu dingin menakutkan bagi orang ini.
Kedua tangan Tan Liong bergerak melakukan gerakan memukul selang seling menghantam kedepan. Gemuruh suara pukulan yang membawa hawa panas dan dingin langsung tertuju kearah lawannya. Orang yang menjadi lawannya yang sudah pecah nyali dari tadi hanya bisa berusaha melawan untuk menyelamatkan diri.
Begitu pukulan tenaga dalam mereka beradu, terdengar suara ledakkan disertai suara jeritan kematian seseorang diantara mereka.
Tubuh dari lawan Tan Liong hampir tidak bisa dikenali lagi, setengah atas terbakar hangus kebawah hancur beku menjadi pecahan dimana-mana, sungguh mengerikan hasil dari ilmu tenaga dalam gabungan dari inti es dan inti api yang dilepaskan oleh Tan Liong.
Mata Tan Liong tertarik melihat benda jatuh dari sisi tubuh lawannya, sebuah kotak kayu kecil tergeletak ditanah.
__ADS_1