
Ruangan menjadi sedikit gelap, setelah pintu batu tadi tertutup. Didepannya sekarang, terbentang ruangan berupa kamar batu yang lengkap dengan segala perabotan pendukungnya.
Ranjang tidur yang tertata rapi, berikut lemari juga meja dan tempat duduk. Sebuah lampu minyak tempel diletakkan tergantung didinding yang segera dinyalakan Tan Liong dengan tenaga dalam inti api, yang segera membuat kamar batu ini menjadi jelas dan terang.
Ada baju warna hitam tergantung disebelah lemari yang yang terlihat baru. Sebuah peti kayu besar, diletakkan disudut dekat bawah ranjang yang terlihat agak berdebu.
Tan liong melangkah mendekat dan mencoba membuka peti kayu yang membuatnya sedikit curiga dengan keberadaan, peti kayu tersebut.
Betapa terkejut hati Tan Liong yang mendapati sebuah tubuh terbaring didalam peti kayu, dalam keadaan sudah menjadi mayat. Wajah mayat ini persis menyerupai wajah tetua Ryu Shen yang membuat Tan Liong bengong sejenak, memikirkan keanehan dari keberadaan mayat ini.
"Aaah..., bisa jadi ini mayat tetua Ryu Shen yang asli !, lalu tetua Ryu Shen yang aku lihat tadi siapa .... ? " batinnya setelah memikirkan kemungkinan yang bisa terjadi tentang keberadaan mayat dipeti kayu.
"Lebih baik aku keluar dulu dari tempat ini dan menyelidiki gerak gerik tetua Ryu Shen yang aku lihat tadi "
Mempertimbangkan kemungkinan yang bisa terjadi, Tan Liong segera membuka pintu batu dengan tombol yang menonjol yang terlihat di tembok batu. Pintu batu mulai membuka, dihadapan Tan Liong sekarang tertampak sebuah Goa yang terang menuju arah keluar.
Diluar Goa ternyata adalah hutan larangan perguruan Teratai Hati Suci. Sedikit mulai terkuak misteri yang terjadi diperguruan ini.
__ADS_1
Rencana sekarang menyamar kedalam perguruan agar memudahkan dirinya melakukan penyelidikan. Berbekal pakaian pengganti yang didalamnya berisikan pakaian penyamaran, Tan Liong melepaskan pakaian sastrawan mengganti dengan pakaian seorang orang dusun. Wajahnya dan kulitnya dipolesi warna agak gelap, agar dilihat seperti orang dusun yang biasa kulitnya terpapar matahari.
Saat dirasa semua terlihat sempurna, bekal pakaian serta pedang Naga Biru disembunyikan di tempat yang mudah diambil suatu waktu, Tan Liong lalu melangkah memutar menuju arah depan perguruan.
Demi menyempurnakan penyamaran, langkah kaki dibuat seperti orang biasa, yang tidak menguasai ilmu meringankan tubuh.
"Heeeeiii berhenti.... ! siapa kamu ? apa maksudmu memasuki perguruan ini ? "
Seorang murid penjaga pintu perguruan, menghadang langkah Tan Liong, sewaktu dia melangkah mendekati pintu perguruan Teratai Hati Suci.
"Maaf tuan pendekar, saya Shu Gi dari dusun dibawah, hendak mohon pekerjaan diperguruan ini " jawab Tan Liong yang merubah cara bicara seolah benar-benar seperti orang dusun.
Bergegas dia berbalik kedalam untuk melapor. Beberapa saat kemudian, dia sudah mengajak seorang lelaki berjalan menuju kearah Tan Liong berada.
" Anak muda, aku dengar dari adik perguruanku kamu hendak memohon pekerjaan, apa itu benar?" tanya lelaki yang baru datang kepada Tan Liong.
"Benar tuan pendekar, saya butuh pekerjaan disini, apapun pekerjaan yang tuan pendekar berikan saya akan menerimanya "
__ADS_1
"Kebetulan sekali kamu datang hari ini, paman Guto tukang masak perguruan kami, butuh pembantu, kamu kalau mau silahkan ikuti aku !"
"Terimakasih banyak tuan pendekar"
Setelah Tan Liong diperiksa dan dinyatakan bisa masuk perguruan, maka dia melangkah mengikuti lelaki yang mengajaknya kedalam kearah dapur perguruan.
"Paman Guto, kemarin paman membutuhkan seorang pembantu didapur, ini saya bawakan orang yang bernama Shu Gi agar bisa membantu paman didapur " kata lelaki yang mengantarnya, saat mereka sudah dalam dapur perguruan dan bertemu tukang masak perguruan yang dipanggil nama Guto
"Bagus..., sekarang tinggalkan dia disini untuk membantuku, terimakasih atas bantuanmu, sudah mencarikan pembantu untukku "
"Baik paman ! saudara Shu Gi silahkan disini, aku harus balik untuk berjaga kembali "'ujarnya seraya berbalik badan meninggalkan Tan Liong dan Paman Guto.
"Terimakasih tuan pendekar atas bantuannya " seru Tan Liong cepat
Orang yang dipanggil paman Guto ini adalah seorang yang sudah berumur setengah abad, memiliki tinggi tubuh yang sedang dan sedikit gemuk. Wajahnya tidak begitu banyak tersenyum tetapi dia sangat ramah. Dia bekerja sebagai tukang masak perguruan sudah hampir tiga puluh tahun, semua anak murid sangat mengenal paman Guto dan sangat akrab dengan mereka.
"Namamu Shu Gi ? mulai sekarang apa yang aku ingin ambil, tolong kamu bantu aku " sapa Paman Guto mengawali pembicaraan mereka
__ADS_1
"Baik paman, silahkan paman perintah saya bila paman butuh bantuan saya "