
"Cepp....! "
Dua buah senjata rahasia berbentuk paku panjang terbuat dari besi baja, terjepit disela jemari Tan Liong. Kecepatan serangan senjata rahasia ini begitu pesat mengarah ke kepala, datang dari arah samping posisi Tan Liong berada.
"Seraaaang ...! "
Tiba-tiba terdengar suara memberi perintah menyerang Tan Liong, dari arah yang ditempati lelaki tua tadi, saat melihat kegagalan serangan senjata rahasia temannya. Sekejap Tan Liong melirik lelaki tua tersebut, sebelum menghindari serangan dari segala arah menuju ketubuhnya.
Berhentiiiiiiii.....! kalau tidak akan kubunuh orang ini...!
Tampak Tan Liong yang sudah berada dibelakang lelaki tua ini, sambil bersuara keras memberi ancaman. Dengan kecepatan seperti siluman, Tan Liong menghindar dan bergerak dibelakang lelaki tua yang memberi aba-aba mengeroyok dirinya. Tangan kiri menotok tubuh sedangkan tangan kanannya sudah diatas kepala lelaki tua ini, yang sudah siap akan bergerak menghancurkan kepalanya.
Mereka yang mengeroyok Tan Liong, serta merta berhenti menyerang ketika melihat pimpinan mereka dengan mudah dipecundangi oleh pemuda asing yang memakai pakaian sastrawan.
"Siapa kalian ? apa maksudnya menyerang diriku yang tidak ada permusuhan dengan kalian ?" tanya Tan Liong sedikit kasar karena rasa penasaran atas penyerangan dirinya.
"Kau mata-mata dari desa Losien ! berani mati masuk kedaerah kami, lepaskan kakak tertua kami...!" seru seorang lelaki yang memiliki kumis agak tebal, tangannya menuding ke arah Tan Liong.
__ADS_1
"Desa Losien ? apa maksudmu mengatakan aku dari desa itu? " tanya Tan Liong yang bingung dengan omongan lelaki berkumis tebal ini.
"Kau jangan mencari alasan ! kakak tertuaku tadi mengatakan kamu datang dari arah desa losien, apa maksudmu kemari memata-matai desa kami ? " seru sikumis tebal lagi yang terlihat marah tetapi tidak berani menyerang.
"Dengar! kau bilang aku mencari alasan, alasan apa? dari tadi kami berbicara yang aku tidak mengerti, tapi bila kalian menyerang aku lagi, jangan salahkan aku membunuhnya ! " seru Tan Liong yang terlihat emosi
"Kamu....kamu berani..! " mereka nampak melangkah sedikit, mendekati Tan Liong
"Kalian maju selangkah lagi, jangan salahkan aku ! " seru Tan Liong, seraya menggerakan Tangannya seakan menghancurkan kepala lelaki dalam pegangannya.
"Aku seorang pengembara, tiada maksud melukai siapa pun, hanya minta kalian tidak menggangguku dan menyerang tanpa alasan yang jelas ! " kata Tan Liong dengan lantang.
"Baik, kami tidak akan mengganggumu atau menyerang lagi, bila kamu melepaskan kakak tertua kami, jaminannya adalah harga diriku ! " ucap lelaki berkumis dengan suara tegas.
Dengan cepat Tan Liong membuka totokan lelaki tua ini dan melangkah kemejanya kembali. Hanya mendengar kata-kata lelaki yang berkumis tadi Tan Liong berani membebaskan lelaki tua yang menjadi tawanannya, karena ada beberapa sebab, pertama dari cara bicara yang tegas lelaki berkumis tadi, bisa menjadi jaminan bahwa yang lain akan mengikuti omongannya.
Kedua andaikata mereka hendak ingkar janji, dia masih bisa meloloskan diri, juga untuk menilai kejujuran dari orang-orang ini dan yang terakhir dia ingin mengetahui tentang kesalah pahaman yang telah terjadi.
__ADS_1
Melihat kakak tertua mereka dilepaskan dengan mudah dan perkataannya dipercaya, lelaki kumis tebal mendekati meja Tan Liong.
"Kami mohon maaf bila kami salah dan menyerang anda secara membabi buta. Bila saudara tidak keberatan, bisakah saudara menjelaskan maksud dari saudara memasuki wilayah desa Tihuna kami ? " tanya Lelaki berkumis sambil membungkukkan sedikit badannya menjura kepada Tan Liong
"Mmm...coba kalian dari tadi berkata seperti ini, tidak akan mungkin ada kesalah pahaman tadi ! Aku ini seorang pengembara yang tersesat, ingin mencari sebuah desa atau kota yang bisa disinggahi. Kebetulan aku menemukan desa ini, sehingga aku mencoba mampir kemari. Tadi saat aku melewati jalanan menuju desa, aku berpapasan dengan kakak tertuamu....," jelas Tan Liong
"Apakah dia yang menyebarkan berita, hingga membuat kalian menyerangku secara bersamaan ? tanya Tan Liong menunjuk ke lelaki yang disebut kakak tertua itu, menyelidik.
"Benar....! atas kesalahan ini, kami meminta maaf kepada saudara muda, dengan setulus hati kami ! " jawab lelaki berkumis tebal
"Sudahlah! silahkan saudara duduk dimejaku! aku ingin mengetahui, mengapa saudara menyangka bahwa aku ini seorang mata-mata dari desa Losien yang kalian sebut tadi ? " jawab Tan Liong sambi mempersilahkan lelaki berkumis didepannya duduk bersama semeja dengannya.
"Terimakasih saudara muda atas kebesaran hatimu, Heiii semua silahkan kembali menikmati santapan kalian! ini semua adalah kesalah pamahan belaka !"
Setelah mengucapkan terimakasih, lelaki ini menyerukan kepada kawan-kawannya kembali ketempat makan mereka masing-masing.
"Saudara muda, perlukah aku ajak saudara tuaku untuk menjernihkan persoalan tadi ?" tanya lelaki ini lagi kepada Tan Liong
__ADS_1