
Lelah dan dahaga mulai dirasakan Tan Liong, menyusuri bukit-bukit berbatu didepannya. sudah setengah hari dia habiskan waktu hanya berjalan tanpa tujuan. Tenaga dalamnya banyak terbuang digunakan untuk terbang dari tiga hari yang lalu.
Didepan bukit berbatu sekitar ratusan meter, dia melihat cekungan agak dalam yang diperkirakannya adalah sebuah goa. Langkahnya segera ditujukan kearah goa tersebut. Setibanya didepan goa, pandangan matanya hanya dapat melihat beberapa depa saja, selanjutnya hanya kegelapan yang ada.
Tan Liong yang memiliki pembawaan yang selalu penasaran, melangkahkan kakinya masuk kedalam goa. Semakin dalam dia melangkah, semakin panjang goa yang harus dia tempuh.
"Entah sampai dimana ujung goa ini " membatin dia dalam hati
Sampai saat dia hampir putus asa dan memaki diri sendiri, yang terlalu penasaran untuk memasuki goa, Tan Liong melihat ada cahaya didepannya.
"Akhirnya, ketemu juga ujung goa" desis Tan Liong lega
__ADS_1
Diikutinya sumber cahaya didepan lorong goa hingga sampailah dia disumber cahaya goa tersebut. Tetapi betapa terkejut hatinya, apa yang dibayangkan bertolak belakang dengan apa yang menjadi kenyataan. Di depannya sekarang tertampak ular besar, yang tubuhnya sedang melingkar memandang kedatangan Tan Liong. Cahaya yang dilihat tadi ternyata berasal dari mata ular ini.
Kesal, lelah dan gemas dengan diri sendiri menjadi satu menciptakan emosi dalam diri Tan Liong. Ular yang memandang kedatangan Tan Liong segera mendekat bermaksud menjadikannya mangsa untuk santapannya. Begitu tubuh ular ini mulai bergerak, membuat perangkap kepada Tan Liong agar bisa dia lilit, Tan Liong sudah membuat gerakan menebas dengan jurus pedang Naga Emas.
Seberkas cahaya keemasan berbentuk pedang bergerak menebas beberapa kali tebasan, menimbulkan suara mengaung sangat keras.
"weeesss,....wessss.....wessss"
Sungguh terkejut bukan main Tan Liong, mendapatkan tebasan jurus pedang Naga Emas tidak melukai bahkan seperti tidak menyakiti ular tersebut.
Peluh mulai menetes membasahi baju sastrawannya, beberapa gerakan sudah dilakukan untuk menghindar dan memukul dengan jurus-jurus dari Naga Emas tetapi semua sia-sia, seperti memukul sebuah logam baja yang sangat keras.
__ADS_1
"Mampus aku sekarang" membatin Tan Liong yang mulai mengalami jalan buntu.
Ular besar ini mulai menyerang dengan moncong kepalanya yang segera dihindari Tan Liong hingga dia jatuh terduduk. Ruang dia untuk menghindar sudah semakin sempit, ditambah dibelakangnya adalah dinding goa. Tangan Tan Liong mulai meraba-raba kebelakang tubuhnya, mencari batu untuk ditimpukkan bila ular itu kembali menyerang.
Pada saat meraba-raba, tangannya bersentuhan dengan logam berbentuk panjang, begitu ular besar itu mulai menyerang lagi dengan moncongnya, segera dia melakukan gerakan menebas dengan logam panjang yang ditemukannya dengan sekuat tenaga.
"Ceeeessssssss"..., " bluuug..!"
Alangkah terkejut Tan Liong, melihat logam panjang yang dia gunakan untuk menebas ular tadi, telah memotong kepala ular besar tersebut dengan sangat mudah, sampai dia diam sesaat, tanpa suara.
Perlahan-lahan tubuh yang tegang dan lelah mulai terasa lemas, dengan duduk berselojor kaki, Tan Liong mengistirahatkan tubuh sampai tertidur pulas. Hingga malam berganti pagi Tan Liong baru bisa mendusin dari tidur lelap yang lumayan panjang.
__ADS_1
Pertama-tama yang dirasakan, tubuhnya yang lelah sudah terasa agak nyaman, hanya haus dan lapar yang belum terobati. Tan Liong beringsut dari tempatnya, melangkah kearah kepala ular yang dia potong kemarin. Dibawanya kepala ular tersebut bersama logam panjang yang dia gunakan menebas kepala ular dan dia mulai melanjutkan lagi langkahnya menyusuri goa.
Ketika akhirnya, perjuangannya membuahkan hasil, ujung goa dapat dia temukan dengan menghabiskan waktu setengah hari. Didepan ujung goa ternyata sebuah hutan lebat, yang dihalangi oleh sebuah danau yang berair sangat jernih. Tan Liong yang melihat air, tanpa pikir panjang segera meraup dengan kedua tangan untuk melepas dahaganya.