KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.76. Tugas dari Putra Mahkota


__ADS_3

"Siapa... ? "


Suara berseru terdengar diluar pintu istana kediamanan putra mahkota. Seorang melangkah mendekati pintu yang dijaga dua pengawal yang memiliki lingkaran tenaga dalam tahap roh akhir.


Salah satu pengawal yang berseru tadi melihat seorang pemuda melangkah tenang mendekati mereka.


"Maaf mengganggu tugas tuan pengawal berdua, aku atas perintah pangeran Luan mohon menghadap putra mahkota " ucap pemuda yang bukan lain Tan Liong sambil menunjukkan tanda pengenal yang diberikan pangeran Luan kepadanya.


Kedua pengawal itu mengambil tanda pengenal tersebut, meneliti sejenak untuk meyakini bahwa tanda pengenal khusus tersebut memang hanya dimiliki pangeran Luan seorang.


"Tunggu sebentar !"


Setelah mereka meneliti dan yakin bahwa tanda pengenal itu asli, salah satu dari pengawal terlihat melapor kedalam. Selang waktu beberapa menit kemudian pengawal tadi kembali dan mengajak Tan Liong memasuki kediaman putra mahkota.


Saat memasuki area dalam kediaman putra mahkota, Tan Liong melihat banyak pengawal berjaga disetiap tempat yang rata-rata memiliki kemampuan tinggi. Pandangan Tan Liong yang tajam dapat mengenali beberapa pengawal berpakaian preman yang memiliki lingkaran tenaga dalam tingkat roh jendral berada diantara mereka.


Dia yang tidak mau berpikir terlalu berat, melangkah mengikuti pengawal yang menghantarnya menemui putra mahkota.


"Menunjuk hormat pada yang mulia pangeran, orang yang menjadi utusan pangeran Luan sudah disini " seru pengawal itu sambil berlutut, saat mereka tiba dihadapan putra mahkota.

__ADS_1


"Terimakasih, silahkan kembali bertugas ! " ucap putra mahkota kepada pengawal yang menghantar Tan Liong menemuinya.


Setelah pengawal tadi pergi balik ketempatnya bertugas, putra mahkota mengajak Tan Liong menuju tempat yang biasa dia gunakan untuk menenangkan diri, sebuah tempat berupa bangunan kecil yang sekelilingnya berisi kolam air buatan.


"Ada berita apakah dari adikku sehingga saudara menemui diriku?" tanya putra mahkota setelah mereka sudah berada berdua saja ditempat itu.


Tan Liong segera mengambil surat yang di titipkan pangeran Luan lalu diserahkan kepada putra mahkota yang segera diambil untuk dibaca.


"Mmm....kurang ajar ! benar-benar sudah sampai begitu kelakuan pangeran Kiang, aku benar tidak menyangka dia berani melakukan perbuatan itu..! " desis putra mahkota yang tampak sangat geram setelah membaca, surat dari pangeran Luan.


"Saudara Liong, didalam surat ini menyebutkan bahwa adik pangeran Luan sangat percaya atas kemampuanmu, untuk itu aku menyerahkan tugas menyelidiki sampai dimana hubungan pangeran Kiang dengan pihak pejabat kekaisaran Ti Ming ! " ucap putra mahkota.


"Besok ! besok aku akan memperkenalkan dirimu ke seorang yang bisa memasukkanmu ke kediaman pangeran Kiang " ucap putra mahkota.


Mereka terlihat berbincang banyak, sebelum beranjak dari tempat tersebut untuk istirahat. Putra mahkota menyediakan kamar istirahat untuk Tan Liong dan mengutus seorang dayang untuk melayaninya.


******


"Semua harus dimulai segera mungkin ! firasatku mengatakan kalau kita mengulur waktu lagi, pekerjaan yang telah kita lakukan akan sia-sia "

__ADS_1


Suara seorang lelaki yang diduduk ditengah diantara beberapa orang yang mengelilingi meja terdengar lantang.


"Tapi pangeran, hanya dua dari desa itu saja yang belum kita dapatkan , entah mereka sembunyikan kitab itu dimana? mata-mata yang kita sebar belum balik untuk berkabar " ucap salah satu orang yang duduk dekat orang yang dipanggil pangeran.


"Apakah kamu tidak mengerti ! hal yang terpenting itu adalah kitab pembuatan senjata dan strategi perang itu yang sangat kita perlukan untuk membentuk pasukan militer dengan persenjataan yang hebat ! " ucap orang yang disebut pangeran terdengar sedikit nyaring.


Pangeran aku punya pendapat yang lebih baik ! bilamana kita tidak bisa mendapatkan kedua kitab tersebut secepatnya, ada baiknya kita bisa gunakan orang dari dua desa yang menguasai kitab tersebut " kata lelaki paruh baya disebelah orang yang dipanggil pangeran kiang berada.


"Ah...benar sekali ! mengapa tak terpikirkan olehku sebelumnya. Guru ! menurutmu siapa yang bisa kita utus untuk dapat menarik mereka bekerja sama dengan kita ? " tanya pangeran Kiang terdengar bersemangat.


"Kita bisa gunakan dua mata-mata yang sudah kita selundupkan untuk untuk merayu mereka dengan mengimingi mereka jabatan dan hadiah bila bisa membantu pergerakan kita " jawab lelaki paruh baya yang dipanggil guru memberi saran.


"Baik sekarang juga aku akan mengutus orang untuk memberi tahu pada mereka "


Pangeran Kiang terlihat bangkit dari tempat duduk, keluar dari ruangan menuju kearah seorang yang sedang duduk santai didepan halaman kediamannya.


"Paman Law Ki ...!" suara pangeran Kiang terdengar menyapa orang yang duduk tadi.


"Pangeran, apakah ada sesuatu yang ingin disampaikan ? " tanya lelaki yang dipanggil paman Law Ki

__ADS_1


Pangeran Kiang terlihat bisik-biaik kepada lelaki yang dia panggil bernama Law Ki. Lelaki tersebut terlihat meanggukkan kepala setelah pangeran Kiang selesai berbicara. Kembali pangeran Kiang berbalik ketempat pertemuan yang diikuti lelaki yang dipanggil paman Law Ki melesat pergi keluar dari kediaman pangeran Kiang.


__ADS_2