
Sembari berbaring di sebuah batu datar yang lumayan agak panjang, Tan Liong teringat dengan ayah dan ibunya. Rasa sedih tak terhingga terlihat dari kelopak matanya yang mulai digenangi air mata.
"Aku harus kuat,,,,,akan kuhancurkan orang-orang yang telah merenggut nyawa orang tuaku,,,,!!!! " , desis kemarahan keluar dari bibir Tan Liong.
************
Ruangan goa yang ditempati Tan Liong nampak bercahaya terang keemasan. Suhu udara disekitar ruangan sangat panas membara, aura yang menggidikan terpapar sangat luar biasa memenuhi ruangan yang ada digoa. Sudah 3 tahun Tan Liong menempati goa tersebut untuk melatih Kitab Naga Emas.
__ADS_1
"Cahaya Naga Emas" Teriakan Tan Liong menggema memenuhi ruangan.
Kedua tangannya nampak melakukan dua kali putaran dari dalam menuju arah keluar. Seketika terbit angin mendesis, berhawa panas keluar dari seputar tubuhnya, bergemuruh menerbangkan batu-batu hingga hancur luruh menjadi debu.
Tan Liong menyudahi latihannya hari ini, setelah dia menghabiskan waktu 5 jam untuk menyempurnakan jurus ke lima dari Kitab Naga Emas, yaitu jurus "Cahaya Naga Emas".
Ada dua jurus lagi yang belum dilatih Tan Liong yaitu Auman "Naga Emas" dan " Perisai Pelindung Naga Emas" . Keseluruhan jurus ini kalau dilatih dengan sempurna, akan menjadikan Tan Liong Pendekar yang mencapai tingkat roh pendekar dewa.
__ADS_1
Perlahan-lahan, suasana panas berangsur-angsur sejuk seperti kondisi biasa di ruangan goa. Tan Liong bangun dari tempat dia berlatih. Rasa lelah dirasakan, setelah melatih diri dengan banyaknya tenaga dalam yang dia gunakan, Tan Liong berencana untuk istirahat dan menghentikan latihannya hari ini.
Usianya sekarang 15 tahun, tapi tubuhnya terlihat tinggi seperti orang dewasa. Otot-otot di lengannya terlihat kekar, dadanya bidang dan otot perutnya berbentuk kotak-kotak sempurna.
Melangkah dengan santai, arahnya ditujukan ke ujung goa mendekati lembah yang ada sungainya, Tan Liong bermaksud menyegarkan tubuh, dengan berendam disungai.
Sehabis balik dari sungai, Tampak tangannya penuh buah dan ikan yang ditangkapnya dari sungai. Dengan santai Tan Liong menikmati buah sambil menunggu ikan yang dipanggangnya matang. Matanya menerawang, teringat dengan paman The Han yang sudah dia anggap sebagai orang tua, pengganti ayah ibunya yang telah tiada.
__ADS_1
"Tunggulah paman Han, setelah aku menamatkan pelajaran dari Kitab ini, aku akan memohon maaf kepada mu yang telah pergi tanpa permisi" gumamnya dalam hati.