KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.31. Tenaga Ular Naga


__ADS_3

Betapa lega rasa hati, ketika tenggorokan yang begitu kering, telah basah sudah terbayar lunas. Senyum bahagia luar biasa pun muncul, sebagai tanda bentuk syukur yang tanpa dibuat-buat.


Tan Liong yang baru bisa berlega hati, teringat dengan barang yang dibawa dari dalam goa. Saat matanya memandang kedua benda yang dipegang tersebut, alangkah terkejutnya dia, kepala ular yang ditebas ternyata kepala ular yang menyerupai kepala naga. Menurut kata orang-orang, ular yang sudah hidup ribuan tahun, kepalanya akan menyerupai kepala naga dan dikepalanya terdapat benda yang dapat dimakan, berbentuk bulat yang berkhasiat kebal terhadap racun, juga dapat menambah kekuatan. Sedangkan benda logam panjang yang mampu menebas ular, adalah sebuah pedang panjang yang berwarna biru tua, dengan ukiran naga dibadan pedang.


Tan Liong mengamati dengan seksama, seluruh permukaan pedang yang dia pegang. Dicobanya menyalurkan tenaga dalam, Begitu disalurkan tenaga dalam, perlahan ukiran Naga pada badan pedang menampakkan cahaya biru.


"Sungguh pedang luar biasa " batin Tan Liong

__ADS_1


Dengan segera Tan Liong menggunakan pedang tersebut membelah kepala ular dan dia mendapati benda berbentuk bulat agak kenyal, didalam kepalanya. Tanpa pikir panjang, apakah benar tidaknya perkataan orang mengenai khasiat benda tersebut, Tan Liong tidak mau tahu, dengan cepat dia menelannya.


Setelah menunggu beberapa saat, tidak terjadi reaksi apa-apa pada tubuhnya, Tan Liong memutuskan mencari bahan makanan untuk pengisi perut. Segera dijejakan kedua kakinya melompat terbang melewati danau menuju kedepan hutan. Hanya butuh beberapa saat Tan Liong sudah nampak memegang ayam hutan untuk dimakan.


Sehabis membersihkan bulu-bulu ayam dan mencuci dipinggir danau, Tan Liong membakar ayam itu dengan tenaga dalam Naga Emas inti api. Seperti main sulap, sekejap saja ayam yang dipegang Tan Liong sudah matang.


Dorongan dan tekanan semakin menguat membuat Tan Liong mulai gelisah tak tenang. Dicobanya menahan, hingga peluh sebesar biji jagung menetes keluar. Sakit yang dirasakan semakin menjadi-jadi membuat Tan Liong sampai berguling-guling menahannya. Tulang-tulang dipersendian berbunyi berkerotokan membuat dia merasakan nyeri, yang akhirnya karena tidak kuat lagi, dia pun pingsan.

__ADS_1


Dua hari dua malam Tan Liong baru siuman dari pingsan panjangnya. Begitu tersadar, dia berniat untuk duduk, tetapi betapa kaget hatinya, tubuhnya melejit seperti terbang ketika akan jatuh sangat perlahan sekali seperti kapas.


"Apa ini..? kenapa dengan diriku ! " desisnya dalam hati


Denga hati-hati sekali, Tan Liong mencoba mengatur tenaga, setiap dia ingin melakukan suatu gerakan. Beberapa kali dia hampir menabrak pohon, sampai akhirnya dia mengerti cara menggunakan tenaga didalam tubuhnya yang luar biasa itu.


Reaksi yang ditunggu, tadinya dia pikir tidak jadi terjadi, saat menelan mustika yang ada didalam kepala ular, kenyataannya membuat Tan Liong memiliki kekuatan yang luar biasa mengerikan. Tulang-tulang ditubuh, dia rasakan sangat berbeda, dari sebelum dia menelan mustika ular tersebut.

__ADS_1


Tujuh hari sudah Tan Liong berada depan hutan. Setelah terbiasa dengan tenaga baru yang dimiliki sekarang, Tan Liong berniat melanjutkan perjalanan lagi. Pedang biru berukir Naga sudah dibuatkan wadahnya, walau sederhana. Sebelum berangkat, Tan Liong mandi didanau untuk terakhir kalinya.


__ADS_2