
Serangan dengan hawa pukulan yang luar biasa kuat menghantam kedepan. Lelaki yang menjadi sasaran pukulan dari Yan Guan nampak tidak berusaha menghindar, malahan tangannya terlihat didorongkan memapaki pukulan tersebut.
"Blaaaaar...!"
Suara seperti ledakan tercipta saat pertemuan tenaga dalam mereka. Angin pukulan akibat pertemuan tenaga tadi membuat beberapa dari orang yang yang mengurung Tan Liong dan Yan Guan terdorong kebelakang.
Yan Guan terlihat terpental kebelakang dan sebelum turun ketanah, dia melakukan salto diudara untuk meredam daya dorongan tenaga lawan.
Lelaki yang menjadi lawan Yan Guan ikut terhempas kebelakang dengan posisi masih berdiri.
Dari pertemuan tenaga mereka bisa diketahui, kekuatan tenaga dalam dari lawan Yan Guan masih menang seusap.
"Hajar merekaaaa....!"
Lelaki yang menjadi pemimpin orang-orang yang mengurung Tan Liong dan Yan Guan, memberi perintah untuk menyerang mereka berdua.
__ADS_1
Diserang oleh oleh banyak orang dari segala arah tidak membuat Tan Liong dan Yan Guan kebingungan. Mereka berdua dengan saling adu punggung menghadapi serangan demi serangan yang mengarah ketubuh mereka masing-masing.
Kebanyakan dari mereka yang menyerang Tan Liong dan Yan Guan memiliki tenaga dalam yang sudah tinggi tingkatannya , berselisih tipis dengan tenaga dalam yang dimiliki Yan Guan.
Lelaki yang menjadi pimpinan orang-orang ini, nampak berdiri tidak jauh dari pertempuran. Dia terlihat memperhatikan pertempuran untuk menilai perlu tidaknya bantuan dirinya membinasakan Tan Liong dan Yan Guan.
Semakin lama pertempuran, semakin meningkat penggunaan tenaga dalam dari mereka. Yan Guan nampak mulai penasaran, melihat para penyerangnya bermain petak umpet. Silih berganti mereka menyerang membuat mereka dapat leluasa menarik napas, sedangkan dia harus menahan serangan yang dibangun secara bergiliran sehingga menguras tenaganya lebih cepat.
Secara cepat dia mengubah cara bertarungnya. Setiap serangan lawan datang menyerang, dia langsung mencecar lawannya sebelum lawan tersebut sempat berganti posisi dengan temannya. Hal ini sebenarnya lebih beresiko, karena penjagaan pada tubuh sedikit berkurang.
Tan Liong yang menyaksikan kenekatan dari Yan Guan terkejut dengan perbuatan temannya. Dia yang tak ingin temannya mengalami luka berbahaya dari kenekatan yang dibuat, segera datang membantu.
Tidak menunggu lama Tan Liong berkelebat cepat melakukan serangan. Kecepatan dari gerakan yang dilakukan Tan Liong yang bagaikan siluman, membuat pengeroyoknya tidak mampu melihat dengan jelas tahu-tahu mereka tewas satu persatu dengan kepala pecah dalam sekejap mata.
Setelah semua terjungkal tewas dengan kepala hancur, yang tersisa cuma pemimpinnya yang terbelalak bengong ketakutan. Yan Guan yang menyaksikan perbuatan yang Tan Liong lakukan, tidak luput dari rasa terkejut luar biasa yang tidak bisa dia tutupi.
__ADS_1
"ini....! ini mustahil, manusia memiliki kemampuan mengerikan seperti ini " membatin Yan Guan dalam hati
"Kau...!' katakan cepat dimana kau sembunyikan paman Yan Guan" seru Tan Liong dengan sedikit mengancam ketika dia sudah berdiri didekat pemimpin orang-orang yang ia bunuh
"Sss..siapa yang tuan tanyakan ?" sedikit tersedat karena ketakutan yang teramat sangat, lelaki ini bertanya tentang orang yang tanya Tan Liong
"Paman yang aku cari itu, orang yang memiliki peta harta karun yang kau rampas" Tungkas Yan Guan, yang segera memberi tahukan tentang paman yang dicarinya
"Dia ada didalam ruangan itu " sembari tangannya menunjuk arah bangunan kecil paling pojok sebelah kiri mereka berdiri
"Awas kalau kau bohong....!" ancam Yan Guan yang segera melesat kearah yang ditunjuk
Sebentar saja terlihat Yan Guan sudah keluar, bersama seorang lelaki kurus dengan pakaian lusuh dari bangunan kecil, yang tadi Yan Guan masuki.
Saat mereka berdua sudah dekat dengan Tan Liong dan lelaki yang menyekap paman Yan Guan, kembali Tan Liong mengancamnya.
__ADS_1
"Kau dan para begundalmu ! telah menyengsarakan masyarakat desa dengan menutup aliran air sawah mereka, apa jawabanmu sekarang?"
"kkkami ...kami sebenarnya perlu air sungai ini untuk membuat danau, ditengah-tengahnya kami bermaksud membangun sebuah pulau, menjadikan markas untuk kami tempati, semua itu sedang kami kerjakan" jelas Lelaki ini, tentang maksud dan tujuan dia menutup aliran air kedesa