KITAB NAGA EMAS

KITAB NAGA EMAS
CH.74. Pasukan bertopeng


__ADS_3

" Deeeessss..! "


Suara pertemuan tenaga yang saling bertolakan disaat Wan In menghadang pukulan telapak tangan Tan Liong yang menuju kearah sisi kiri dari tubuhnya.


Tubuh Tan Liong melenting keatas menyerang kembali dengan kecepatan menggiriskan, setelah pertemuan tenaga tadi. Wan In yang sehabis pertemuan tenaga, masih merasa getaran tenaga dalam lawan, Semakin terkejut tatkala serangan Tan Liong kembali datang kearah dirinya.


Tiada pilihan disaat yang sangat genting, dia mencoba dengan sekuat tenaga mengemposkan tenaga melakukan pertahanan untuk menerima serangan lawan.


Melihat jurus serangannya dihadapi dengan memaksakan adu tenaga dalam, Tan liong yang tidak ingin melukai lawan, mengubah serangan dengan berkelebat cepat kebelakang tubuh lawan melakukan totokan. Dengan cepat Tan Liong mengeluarkan jurus totokkan dari kitab Naga Emas yang merupakan jurus totokkan tubuh, tanpa perlu menyentuh tubuh lawan. Seketika dari ujung jari Tan Liong meletup gelombang tenaga dalam kecil tajam menghujam tubuh Wan In.


Wan In terperangah tanpa bisa berkutik ketika tubuhnya dirasa kaku tak bisa digerakan. Tadi saat bayangan lawan berkelebat menghilang dari pandangan, pada saat itu juga dia memutuskan menghadang serangan lawan yang mengarah kesisi kiri tubuh, tetapi tiba-tiba dirasa ada sesuatu menyentuh belakang tubuh, membuah dia kaku seketika dan dia pun tahu bahwa lawan telah mengalahkannya.


"Maafkan saya saudara In , Plaaak ! "


Seketika Wan In merasa tubuhnya sudah bebas dari rasa kaku, pada saat tangan Tan Liong menepuk badannya disertai ucapan permohonan maaf tadi. Dia pun sadar seketika atas kemampuan lawan yang masih muda ini jauh diatas dirinya.


"Tidak usah sungkan saudaraku, aku mengaku kalah, kemampuan yang engkau miliki sungguh luar biasa " ujar Wan In yang sudah merasa takluk dan merasa senang atas kerendah hatian pemuda tersebut yang memberi muka kepadanya.


"Bagaimana penilaian saudara Wan in, terhadap saudara muda Liong ini ? " tanya pangeran Luan ingin memastikan.


Pada saat pertandingan mereka, pangeran Luan sama sekali tidak melihat jelas apa yang terjadi, hanya nampak tangan Tan Liong menepuk tubuh Wan In dan pertandingan mereka pun selesai.

__ADS_1


"Pangeran tidak usah ragu lagi tentang kemampuan dari saudara Liong, saya bisa menjamin, dia sangat bisa diandalkan ! " jawab Wan In dengan tegas karena dia percaya pemuda itu memiliki kemampuan yang sangat hebat masih belum dikeluarkan.


Mendengar pendapat Wan In yang tidak seperti biasanya memuji seseorang, pangeran Luan tersenyum cerah mendapatkan seseorang yang sangat bisa diandalkan untuk menjalani tugas nantinya.


"Semua mari kita kedalam ! aku hendak ingin membicarakan sesuatu tugas penting untuk kalian kerjakan " seru pangeran Luan kepada semua orang kepercayaannya.


Tan Liong dan kelima pendekar termasuk dua orang dari gereja Cahaya Suci ikut bergabung menerima pengarahan dari pangeran Luan tentang tugas yang akan diamanatkan untuk mereka.


******


"Bunuh dia ! jangan biarkan dia sampai kabur "


Serentak dua orang yang bertopeng hitam menyerang lelaki itu dengan sengit tanpa membiarkan dia lepas untuk meloloskan diri. Mereka bertempur dengan sangat serunya, tetapi selama pertempuran berlangsung, terlihat lelaki yang dikeroyok dua orang bertopeng masih unggul.


"Manusia tak berguna ! melawan satu orang saja harus aku juga turun tangan. Minggir kalian...! biar aku saja yang menyelesaikannya, kalian jaga dipinggir!" seru orang yang bertopeng biru memerintah, melihat keduanya tidak mampu menyelesaikan lelaki lawannya untuk dibunuh.


Kedua orang bertopeng hitam segera meloncat kepinggir ketika orang yang bertopeng biru maju menghadapi langsung lelaki itu. Pertempuran kembali terjadi semakin seru dan semakin sengit dari yang tadi dilakukan oleh kedua orang bertopeng hitam.


Semakin lama tampak lelaki yang menjadi lawan orang bertopeng biru, mulai terdesak. Beberapa pukulan sudah mulai bersarang di tubuh lelaki itu tanpa sempat dihindari.


Menyadari kekalahan akan segera terjadi, lelaki itu mulai menyerang dengan sekuat tenaga untuk mencari celah meloloskan diri. Saat dirasa ada celah meloloskan diri, lelaki itu menghimpun tenaga dalam dan memukul sekuat tenaga untuk mengalihkan perhatian lawannya.

__ADS_1


"Jangan harap dapat meloloskan diri dariku...!" seru orang bertopeng biru ketika melihat lelaki lawannya setelah memukul dengan Tenaga dalam kemudian melompat kebelakang melarikan diri.


"Deesssss....! "


"Hoeeek..! "


Lelaki bertopeng melepaskan pukulan jarak jauh yang telak mengenai tubuh lelaki yang menjadi lawannya, hingga lelaki tersebut tersungkur jatuh memuntahkan darah dari mulutnya.


"Haaahaaa...mampuslah..!"


"Blaaaaar....! "


Terdengar suara pukulan beradu, lalu sebuah bayangan berkelebat cepat meninggalkan tempat pertempuran, bersamaan dengan lenyapnya tubuh lelaki yang tadi hendak dipukul mati.


Orang bertopeng biru yang terpental oleh pukulannya yang membalik, tidak mampu melihat kejadian tadi hanya merasakan kesiuran angin disisi tubuhnya dan pada saat dia berdiri lelaki yang menjadi lawannya sudah lenyap dari hadapannya.


"Sialan...siapa yang telah menolongnya dan membuatku terpental " batinnya dengan emosi


"Kalian berdua, aku suruh menjaga dipinggir, mengapa membiarkannya lolos !" bentak orang bertopeng biru penasaran.


"Kami tidak melihat apa-apa pimpinan !" ucap mereka bersamaan yang sama sekali tidak melihat apa yang telah terjadi didepannya, hingga lenyap tubuh lawan pun, mereka baru menyadari, setelah orang bertopeng biru yang menjadi pemimpinnya, membentak mereka.

__ADS_1


__ADS_2