Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 1. Lembah Phanouel


__ADS_3

Lembah Phanouel


Sebuah lembah yang di apit oleh dua bukit terjal yang curam dan tajam. Lembah ini sering digunakan sebagai jalur perdagangan.


Lembah ini dijadikan tempat jalur perjalanan bagi mereka yang akan melintasi menuju ke Landria bagian Timur ataupun mereka yang keluar dari Timur.


Tidak heran jika banyak pedagang yang akan menuju ke kerajaan bagian Timur pasti akan melewati lembah ini. Demikian juga sebaliknya, mereka yang akan keluar dari Timur akan selalu lewat tempat ini.


Oleh karena strategis nya tempat ini maka tempat ini sering di manfaatkan oleh para bandit yang akan menahan para pedagang yang akan melalui tempat ini.


Beberapa pedagang yang menghindari para bandit terpaksa mengambil jalan berputar mengelilingi perbukitan. Meskipun lebih jauh tapi mereka tidak bertemu dengan para bandit.


Beberapa kali penguasa dilembah ini sering berganti-ganti. Siapa yang lebih kuat akan berkuasa di lembah ini sebagai Bandit Lembah Phanouel. Tiga tahun terakhir Lembah Phanouel di kuasai oleh bandit bernama Binoang.


Tapi beberapa yang memiliki ke ahlian dan kemampuan pasti tetap akan melewati lembah Phanouel ini tanpa gentar. Mereka siap beradu kekuatan dengan para Bandit itu.


Jika sang ahli dapat mengalahkan Bandit Lembah Phanouel, maka Bandit itu akan memberi penghormatan untuk mereka yang di anggap ahli sihir.


Demikian juga dengan rombongan pedagang yang satu ini. Mereka adalah pedagang obat yang habis melakukan perjalanan ke pugunungan selama satu bulan dalam rangka mencari tumbuh-tumbuhan langka untuk dijadikan bahan obat-obatan.


Rombongan ini berasal dari kerajaan Timur yakni kerajaan Rachacci. Kedai Pengobatan Paniell sudah terkenal di daerah Timur. Bahkan dari kerajaan lain kadang datang ke timur hanya untuk berobat ditempat ini.


Paniell adalah seorang ahli sihir tingkat Dewa yang juga ahli dalam bidang pengobatan. Umurnya sekitar lima puluhan, tapi perawakannya tampak seperti masih berumur empat puluh saja.


Pria gagah berjanggut terawat ini memang tampak awet muda. Mungkin karena obat-obatan khusus yang di konsumsi nya sehingga dirinya tampak awet muda.


Meskipun dirinya sudah di tingkat Dewa namun sangat di kagumi beberapa tokoh sihir di tingkat Maha Dewa. Bukan karena dia sebagai ahli obat-obatan tapi karena sihirnya tidak kalah hebat dengan penyihir tingkat Maha Dewa.


Paniell dapat meningkatkan kekuatan sihir dirinya melalui obat-obatan sehingga setiap serangannya dapat menghasilkan damage yang luar biasa. Itulah sebabnya dia di segani oleh kawan ataupun lawan.


Paniell sebelumnya pernah bertanding dengan Bandit Lembah Phanouel yang bernama Binoang. Paniell sekarang bisa lewat dengan leluasa melewati Lembah Phanouel Semenjak Binoang di kalahkan oleh Paniell.


Kini Paniel sudah selama 30 hari meninggalkan kerajaan Timur hanya untuk mencari bahan obat-obatan yang dapat meningkatkan kekuatan sihirnya. Setelah mendapatkan ramuan yang di butuhkan nya, Dia bersama rombongannya akan kembali ke Kerajaan Timur.


Sebenarnya Paniell sendiri dengan kemampuan sihirnya, bisa saja lewat udara melakukan perjalanannya, tapi tidak mungkin dia meninggalkan rombongannya yang terdiri dari 25 orang ini. Jadi dia melakukan perjalanan lewat darat. Belum lagi ada tiga gerobak yang diangkut oleh dua kuda yang kuat di masing-masing gerobak besarnya.


Gerobak yang paling depan di gunakan untuk menyimpan bahan-bahan obat-obatan yang di butuhkan nya. Gerobak kedua dan ketiga di gunakan untuk tempat peristirahatan dan penyimpanan makanan.


Sekarang Rombongan ini dalam perjalanan memasuki bibir lembah Phanouel ini terpaksa berhenti sejenak. Pasalnya ada sebuah papan besar yang tertancap di atas bukit.


Papan itu bertuliskan :


[Lewat Lembah Phanouel harus membayar 5 keping emas per orang. Atau lewat jalur lain


Tertanda


Ragil]


"Ayah. Bukankah para bandit lembah Phanouel ini di pimpin oleh Binoang, Penyihir yang hanya di tingkat Mahir." Seorang gadis berpakaian serba hijau menegur Paniell. "Kenapa sekarang papan itu di tandai oleh Ragil. Siapa dia?"


"Entahlah, anakku. Bahkan setahuku seharusnya disini ada dua penjaga, anak buah dari Penyihir Binoang." Jawab Paniell, Ayah dari gadis itu. "Para anak buah Binoang pasti menyambut kalau melihat kedatangan kita."


"Ayah. Biar kuhancurkan papan di bukit itu." Seorang pria yang mengenakan baju hijau itu sudah melompat ke arah bukit tempat dimana papan itu terpampang.

__ADS_1


"Jangan gegabah Lamuell." Paniell mencegah, tapi sudah terlambat. Pria itu sudah melompat.


Pria yang di panggil Lamuel ini juga termasuk ahli sihir tingkat menengah. Dalam sekejap saja dia sudah di udara setinggi sepuluh meter. Tangganya di gerakkah lalu meninju ke depan.


Tinju Es.


Dengan kekuatan sihirnya, pemuda itu mengeluarkan jurus Tinju Es dengan menciptakan tinju yang terbuat dari es untuk meninju papan itu.


Dua meter sebelum mengenai papan itu, tinju es itu sudah pecah. Papan itu masih tetap kokoh tanpa tersentuh.


Lamuell yang sudah berdiri dibatas bukit melancarkan jurus kedua.


Seribu Tinju Es.


Kembali puluhan kepalan tinju yang terbuat dari es di lancarkan untuk menghancurkan papan itu. Kembali semua jurus itu hancur sebelum mengenai papan itu.


"Cukup Lamuell." Perintah Paniell.


"Ayah. Aku penasaran ingin mencobanya juga." Tanpa menunggu jawaban, gadis berbusana hijau itu melompat juga.


"Funuell jangan." Cegah Paniel, tapi tidak di Gubrisnya.


Dari tangan gadis yang mungil itui muncul sebuah pedang es ciptaannya.


Tusukan Inti Es.


Sebuah pedang es meluncur ke arah papan itu. Tapi seperti sebelumnya, pedang es itu pecah sebelum mencapai papan itu.


Rasa penasaran gadis itu mulai mencoba jurusnya ke sebuah batu besar.


Tusukan Inti Es


Batu besar yang terkena tusukan Inti Es langsung menancap dalam. Kemudian muncul beberapa retakan di batu itu. Retakan itu semakin meluas. Sebentar saja Batu besar itu terpecah belah jatuh ke tanah.


Funuell menyadari, bukan lah kekuatannya yang menjadi lemah tapi papan itu telah di segel dengan Array yang kuat.


"Percuma saja kalian mencoba menghancurkan papan itu karena papan itu sudah di bungkus perisai Array." Paniell menegur ke dua anaknya.


"Ayah. Segel itu begitu kuat. Apakah ini pekerjaan dari murid-murid Yakove" Funuell tampak emosi.


Bagi pembaca yang telah membaca Landria sebelumnya mungkin masih ingat dengan Kakek Yakove, seorang penyihir dari Timur dengan tingkat Maha Dewa yang memiliki kemampuan mengubah elemen. Pria tua yang mengagumi janggutnya ini pernah ingin menjadi murid dari Ragil. Tapi Ragil dengan terpaksa menolaknya karena syarat mendalami Array Kuno adalah memiliki elemen cahaya.


"Ohh... Orang tua yang selalu berkata 'hebat' itu. Yang ingin menjodohkan mu dengan murid tertua nya itu." Lamuell menggoda kakaknya.


"Sudahlah kalian berdua turun kesini. Kita akan tetap melangkah maju." Seru ayahnya. "Ini bukanlah pekerjaan Pak Tua Yakove. Karena orang tua itu tidak pernah mengganggu orang lain."


"Tapi ayah, apakah ayah bermaksud membayar 5 keping per orang dan kita semua ada 25 orang. Berarti membayar 125 keping?" Funuell bertanya kepada ayahnya ketika sudah berada di sebelah ayahnya.


"Mana mungkin Ayah mau membayar kepada penjahat kacangan begitu." Lamuell membalas kakaknya. "Ayah akan menghancurkan penguasa lembah ini seperti saat ayah menghancurkan Binoang dan kelompoknya."


"Setelah Binoang pernah dikalahkan oleh Ayah maka semenjak itu kita selalu lewat Lembah ini tanpa di ganggu oleh mereka." Funuell menimpali. "Bahkan mereka selalu menjamu kami seperti tamu terhormat."


"Bulan kemarin sewaktu kita melewati tempat ini, penguasa tempat ini masih Binoang. Mungkin sekarang sudah diganti menjadi penguasa baru yang bernama Ragil." Paniell menjelaskan kepada anaknya sambil berjalan maju hendak melewati tebing lembah Phanouel. Rombongan yang di belakang juga ikut

__ADS_1


Gadis putih mulus berlesung Pipit ini menghadang ayahnya sambil mengerutkan alisnya.


Paniell mengerti sifat Puterinya ini, dia tidak akan puas sebelum mendapat penjelasan ayahnya.


"Ayah tidak akan membayar sebelum bertanding." Tegas Paniell membuat Puterinya tersenyum puas. "Meskipun Ragil ini lebih kuat dari Binoang sekalipun."


"Tentu saja, Ayah Bahkan tidak akan kalah dengan Pak Tua Yakove sekalipun. Apalagi cuma penjahat kelas teri." Lamuell bangga akan Ayahnya.


Lamuell teringat saat ayahnya tiga tahun lalu bertanding persahabatan melawan Pak Tua Yakove selama tiga jam dan hasilnya berimbang. Sekalipun mereka berbeda tingkatan. Yakove di tingkat Maha Dewa dan Paniell di tingkat Dewa.


"Bukan tidak kalah. Hanya saat itu Pak Tua Yakove mengalah jadi kami berimbang."


Rombongan merekapun terus berjalan melalui tebing. Sudah lima ratus meter mereka berjalan namun tidak menemui apapun.


"Biasanya para pengawal Binoang berjaga di pinggir tebing. Tapi sekarang tidak ada orang sama sekali." Funuell lebih waspada.


Persis di sebuah tikungan, rombongan itu berhenti lagi. Karena di hadapan mereka ada papan yang lain lagi.


Papan itu bertuliskan :


[Dengan melewati tempat ini berarti anda setuju untuk membayar 5 keping per orang.]


"Kurang ajar."Lamuell mengepalkan tangannya.


"Ayah. Sepertinya orang bernama Ragil ini tidak sesederhana yang kita bayangkan."


...-----------------...


Keterangan Tambahan :


Tingkatan Kekuatan di Landria adalah sebagai berikut


SS – Maha Dewa


S – Dewa


A – Tingkat Mahir


B – Tingkat Atas.


C – Tingkat Menengah


D – Tingkat Dasar


E – Tingkat Pemula


Setiap tingkatan juga terbagi 3 bagian.


- Awal


- Lanjutan


- Akhir

__ADS_1


__ADS_2