
Setelah tertotok, Funuell hanya dapat bersemedi seperti patung. Dia dapat merasakan jika tubuhnya di sentuh dan dapat mendengar ucapan seseorang. Juga dapat mencium bau sekitar. Tapi yang tidak dapat dilakukan adalah bergerak.
Ragil mendekatkan kepalanya ke dekat telinga Funuell dari balik punggungnya. Nafas Ragilpun terdengar jelas di telinga gadis yang mematung itu.
Awalnya hanya perasaan yang aneh. Tapi kemudian muncul perasaan berkecamuk dalam hati gadis itu. Perasaan lebih terancam. Tapi dia tidak bisa bergerak. Bahkan tidak bisa menyalurkan energi miliknya. Kali ini dia benar-benar tidak berkutik.
"Tubuh mu sangat mulus. Pria mana yang tidak tergoda melihatmu" Suara Ragil terdengar menakutkan.
Ragil mulai meraba pundak mulus itu sambil menyalurkan energinya. "Kau tahu apa yang ada di otakku saat ini? Setelah kau meremehkan kemampuan ku maka akan semakin ku tunjukkan kepada. Tapi karena rasa kecewaku kepadamu maka aku akan menikmati tubuhmu terlebih dahulu sebelum aku menyembuhkanmu."
Funuell yang tidak berdaya tak ada yang bisa dilakukan selain hanya menahan penderitaannya. Bagaimana pun usahanya untuk berteriak tetap saja tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.
Funuell dapat merasakan kalau punggungnya diraba-raba begitu saja.
"Yang menutupi tubuhmu hanya tinggal secarik kain ini. Jika aku melepaskannya maka aku akan melihat maha karya buatan tangan Tuhan. Suatu keindahan tiada Tara."
Secarik kain yang di maksud adalah penutup dada nya. jika itu dilepaskan maka sama saja dada nya telanjang.
"Bersiaplah... Aku akan menelanjangiku."
Gadis ini kembali hanya menggigit bibirnya. Amarah, benci dan dendam menjadi satu. Entah kelakuan bejad seperti apa yang akan di tunjukkan saat ini. Setelah ditunggu-tunggu ternyata secarik kain itu tetap tidak di buka pemuda jahanam ini.
"Aku sengaja membuat taruhan dengan tunangan mu. Supaya kamu yakin akan kemampuanku dalam menyembuhkanmu dan menyerahkan tubuhmu kepadaku." Bisiknya lagi dengan desahan nafas di buat-buat seperti orang terangsang. Tapi jemari nya sudah mulai menggores Array.
"Akhirnya tubuhmu jatuh juga ke tanganku. Mau menyesalinya juga sudah terlambat. Tadinya aku tidak tertarik dengan tubuhmu. Tapi karena tingkah tunangan mu dan kesombongan mu membuat aku harus memberi mu pelajaran. "
Si gadis hanya dapat menggigit bibir. hatinya berpikir kalau kehidupan nya akan hancur sebentar lagi karena di rusak oleh penjahat tidak bermoral ini.
Bagi Funuell tidak masalah jika tidak jadi menikah dengan Tunangannya, Tamave. Karena jika dirinya telah ternodai. Tapi masalahnya Nama baik keturunan dari Peracik Obat Keturunan Boazze akan rusak melalui dirinya. Itu yang paling menyakitkan. Akan lebih baik dirinya mati dari pada hidup membuat malu keluarga.
"Jika Ayahmu marah padaku, maka aku hanya tinggal menikahimu. Pasti Ayahmu sangat senang mendapatkan mantu Ahli Array. Tapi kau akan menderita hidup bersama seorang penjahat di atas satu atap. Dan selamanya kau akan melihat wajah orang yang kau benci di rumahmu."
Saat Ragil mengatakan perkataan itu, Jemarinya telah selesai menggores Array. Pada saat itu juga Ragil telah memasuki alam jiwa milik Funuell.
Funuell yang tidak bisa bicara apa-apa hanya mendengarkan semua perkataan menjijikan dari Ragil. Sekalipun dirinya tidak ingin mendengar tetap saja dia tidak bisa menutup telinganya. Jadi dia dengan terpaksa mendengar semua perkataan pelampiasan dari kemarahan Pemuda yang bernama Ragil ini.
Nama Ragil membekas begitu dalam didalam sanubarinya. Dengan niat dan dendam. Kalau dirinya harus mati maka akan mati bersama. Dia berpikir keras bagaimana cara membunuh atau meracuni pemuda kurang ajar ini.
Beberapa menit berlalu, tapi tidak terdengar sesuatu suara atau desahan nafas yang menjijikan lagi. Ada apa ini. Bahkan dia merasakan ada yang aneh di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Saat itu juga konsentrasinya mulai fokus terhadap tubuhnya. Dia merasakan ada energi masuk ke dalam tubuhnya. Suatu Energi yang murni. Persis seperti ketika orang tua nya menyalurkan energi murni ke dalam tubuhnya.
Gadis ini tidak lagi mendengar desahan dari Ragil, tidak ada lagi suara-suara jahat. Tidak ada lagi goresan-goresan di punggung. Yang di rasakan saat ini ada telapak tangan sedang bersandar di punggungnya. Tangan dari Ragil.
Saat ini dia merasa senang telah terlewat dari siksaan intimidasi. Bukan hanya itu saja. Dia juga merasakan kalau Ragil sedang berusaha menyembuhkan dirinya.
Lantas, bagaimana dengan perkataan-perkataan kotor yang di dengarnya. Itu tidak pernah terjadi. Apa sebenarnya maksud dari pemuda yang baru di kenalnya ini.
Apakah pemuda itu sedang mengerjai dirinya? menggoda dirinya? Semua kata-kata jahat hanya untuk menguji hati nya. tidak ada satu kata jahat pun yang telaksana. Apa sebenarnya maksud dari Pemuda itu.
Disuatu saat dia merasakan intimidasi jahat dari pemuda ini, namun disaat yang lain juga dia merasakan kehangatan dari pria yang sama. Semakin dipikirkan maka semakin sulit di tebak Pemuda misterius ini.
Didalam Alam Jiwa Funuell.
"Bagaimana bisa ada alam jiwa seperti. Ini begitu dingin" Ragil berbicara setengah berteriak melawan suara desauan angin dingin..
"Gunakan Black Blood untuk menjadi mantel menahan dingin." Kirk yang sudah berada di situ Memberikan sebuah solusi mengatasi dingin.
Ragil melakukan seperti yang di katakan Kirk. Dengan Blackblood nya dia membuat mantel tebal menutupi tubuhnya.
Di tengah terdapat Pohon Kehidupan yang membeku di selimuti es. Ini membuat Ragil kesulitan menyalurkan energinya atau menggores Array di Pohon itu. Karena semua akar, pohon dan daun telah tertutup oleh es yang membeku mengkristal.
"Sebelum kau mencairkan es itu maka kau tidak bisa menyembuhkan Puteri Peracik Obat itu." Ucap Kirk.
"Aku tidak punya api bagaimana mungkin mencairkannya. Hanya Array Raja yang dapat mengeluarkan Elemen api."
"Seharusnya Elemen Cahaya memiliki panas tersendiri seperti hal nya Elemen Kegelapan juga mengandung dingin meskipun tidak memiliki Es." Balas Kirk. "Jika tidak bisa maka bersiaplah kau berlari telanjang keluar dari lembah Phanouel."
"Siapa yang berani mengacau di tempat ini." Terdengar suara seorang wanita.
"Bagaimana ada penghuni lain di tempat ini. Apakah ada orang tersegel seperti dirimu?" Ragil penuh selidik.
"Keluar dari tempat ini atau kubunuh kalian semua." Suara wanita itu lagi di susul dengan bongkahan es yang runcing mengarah ke Ragil.
Serta Merta Kirk mengeluarkan Black Blood nya membuat perisai melindungi Ragil.
Terjadi benturan benda keras antara Black Blood yang sudah mengeras dan berbentuk perisai dengan bongkahan es.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa begitu cepat membentuk Black Blood mu menjadi Perisai. " Ucap Ragil tak habis pikir dengan kecepatan Kirk memahat sebuah perisai dari Black Blood.
"Latihan terus hingga menjadi Expert. Jadi semuanya mudah setelah mendarah daging. Seperti Green Lantern. "
"Green Lantern? "
"Siapa kalian? Kenapa kalian memasuki Alam Jiwa cucuku. " Seorang wanita melayang dari atas turun kebawah sambil meluncurkan tombak es ke arah Ragil dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa. "
Menyadari serangan ini lebih kuat dari serangan sebelumnya maka Kirk membentangkan sayap jubah hitamnya semakin besar. Jubah itu bagaikan bernyawa dan hidup dapat membesar dan melindungi Ragil dari serangan itu.
Sepuluh tombak es itu masuk ke dalam sayap jubah hitam dan menghilang di dalam kegelapan jubah itu seperti tenggelam dalam air begitu saja.
"Raja Kegelapan? "Seru wanita itu terperangah.
"Kau mengenaliku? "
"Tentu saja aku tahu. Penguasa hutan kegelapan yang dapat menyerap semua kekuatan sihir. Ternyata kau masih hidup. " Wanita berambut putih dan bermuka pucat ini mengeluarkan jurus yang lebih mematikan. Dia mengeluarkan ratusan tombak yang lebih kuat dari sebelumnya.
"Aku adalah salah satu orang yang menyerang di Hutan Kegelapan. Katanya kau sudah tewas. Ternyata masih bersembunyi disini. Aku harus membunuhmu disini.
"Huh.. ternyata hanya roh yang gentayangan terikat di tubuh hidup ini. dasar nenek peyot." Kirk membalas serangan wanita berambut putih itu.
"roh Dewi Penyihir mohon hentikan serangan mu. Kalau tidak cucumu akan mati " Ragil berteriak.
Ternyata benar, teriakan Ragil menghentikan serangan wanita bermuka pucat itu.
"Apa maksudmu? "
"Aku datang kesini untuk menyembuhkan penyakit Puteri mu dari kebekuan di Pohon Kehidupannya. "
"Lakukanlah apa yang harus kau lakukan. Anak muda. Kulihat sepertinya kau bukanlah orang jahat. " Wanita ini tidak mengurangi kekuatannya. "Tapi Manusia kegelapan ini sangat jahat dan membunuh banyak orang. Dia harus di binasakan. Saat ini adalah kesempatan baik dimana manusia jahat ini tidak sekuat dulu lagi.
Ratusan tombak es mengarah kepada satu titik di dada Kirk.
"Tidak usah perdulikan aku Ragil. Aku bermain-main sebentar dengan nenek peyot ini. " Kirk memutar-mutarkan sayap jubah nya hingga berbentuk seperti pusaran air dan menyedot semua tombak es yang di arahkan kepadanya. "Nenek peyot itu menyangka kalau dirinya masih sakti. Dia lupa kalau sudah dalam bentuk roh "
"Nenek Peyot? " Ragil berbicara sendiri dengan suara pelan.
Kalau wanita ini di bilang 'nenek' memang masuk akal karena pernah hidup di jaman ratusan tahun yang lalu ketika menyerang Hutan Kegelapan. Tapi kalau melihat paras nya wanita pucat berambut putih ini jelas tidak seperti nenek-nenek. Bahkan terlihat seperti seorang Dewi yang baru turun dari kayangan. Cantiknya bukan kepalang.
__ADS_1