Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 60. Phua Shimron Dari Selatan


__ADS_3

Karena penampilan Avatar sama seperti penampilan si Jubah Hitam maka orang banyak itupun menyangka kalau Avatar itu adalah si Jubah Hitam.


Ragil hanya berharap tidak ada seorangpun disini yang memiliki mata seperti Dupp yang dapat melihat kalau Avatar bukanlah sosok mahkluk hidup.


Sementara Shimron yang merasa kekuatan sihirnya lenyap begitu saja juga terkejut hebat. Tidak perlu menggunakan kepintaran, dari keadaan saja sudah di ketahui kalau Ragil lah yang menyebabkan kekuatan sihirnya lenyap. Dia hanya pernah mendengar rumor kalau Ragil memiliki Array Kuno yang berbeda dengan Array Raja ataupun Array Naga. Tapi tidak menyangka Array nya dapat melenyapkan kekuatan sihir.


Kini di dalam batin Shimron tidak lagi memandang rendah Ragil sekalipun masih berada di tingkat dasar. Ragil dan Dupp merupakan lawan berbahaya bagi Kerajaan Rachacci.


Shimron kini hanya diam seribu bahasa tidak berkutik. Tidak bisa lagi omong besar seperti sebelumnya semenjak dikalahkan oleh Dupp.


Tapi para tamu tidak mengerti apa yang terjadi di tengah lapangan itu. Karena sihir mereka tidaklah lenyap seperti para penyihir yang berada di tengah lapangan. jadi mereka tidak tahu apa apa dan tidak mengerti kenapa pertarungan berhenti secara mendadak.


Hanya Tamu yang berada di tingkat dewa keatas yang dapat memahami akan keadaan. Seorang tingkat dewa memiiki kemampuan untuk mendengar percakapan orang lain dalam jarak 10 - 20 meter. Jadi mereka dapat menyimak pembicaraan yang terjadi di tengah lapangan itu.


"Bukankah aku telah mencabut beberapa benderamu. Bagaimana bisa kau melakukan Array penghilang sihir ini." Tanya Dupp.


"Kau terlalu asik bertarung hingga tidak melihat Sarr memasang bendera di sekitar kalian." Ragil tersenyum. "Lagi pula apa kalian berdua mau menghancurkan tempat ini."


"Sekarang giliran ku menghajar mu Phua Shimron. Dewa Naga dari Selatan. Penghianat Kerajaan Ivel." Sarr melompat menghadapi Si orang tua.


Rupanya Sarr mengetahui tentang orang tua yang di panggil Phua Shimron. Tidak seorangpun yang memanggil orang tua itu dengan marga Phua, Juga Gelar nya, Bahkan tentang penghianatan dari kerajaan Ivel.


Lagii pula Gadis berambut pendek ini masih menyimpan dendam sewaktu sebelumnya dirinya di lempar oleh sihir binatang Phoenix.


Orang tua yang di panggil Phua Shimron itu menyambut serangan Sarr. Ternyata orang tua ini juga memiliki sedikit kebolehan dalam beradu gerakan meskipun tidak menggunakan sihir. orang tua itu mengimbangi serangan Sarr.


Pertarungan Sarr dan Shimron adalah pertarungan tanpa kekuatan sihir. Namun pertarungan itu tidak kalah asiknya dengan pertarungan sebelumnya.


Kekuatan mereka berimbang. Hanya dalam hal stamina, Pak Tua Shimron harus menyadari kalau dia sudah cukup umur dan kalah cepat. Sebuah tendangan Sarr mendarat di perut Shimron.


"Ternyata anak muda sekarang hanya tahu main keroyokan." Shimron terbaik batuk menahan sakit.


Sebelum nya Shimron bertarung dengan Dupp lalu dilanjutkan dengan Sarr. Jadi ada alasan untuk mengatakan main keroyokan. Tujuannya supaya di berikan sedikit kelonggaran. karena dalam dua pertarungan dirinya terdesak hebat.


Belum pernah Si tua Shimron di permalukan seperti ini. dua kali kalah. Baru selesai bertarung dengan Dupp kini masuk pertarungan baru lagi.


"Cukup Sarr" Ragil setengah berteriak.


Pertarungan pun terhenti.

__ADS_1


"Apa maksudmu tadi mengatakan dia penghianat." Tanya Ragil lagi.


"Sebelumnya Si Tua Shimron ini melayani kerajaan Ivel si selatan. Namun 3 tahun lalu dia sudah berada di Timur dan melayani kerajaan Rachacci.


"Aku melayani kerajaan manapun bukan urusan kalian dan tidak ada hubungannya dengan penghianatan." Shimron tidak senang dikatakan penghianat. "Jadi kau yang namanya Ragil."


"Yah. Akulah dia. Apakah kau menyuruhku untuk menyembahmu." Ragil mengingatkan perkataan Shimron sebelumnya kepada si Jubah Hitam.


"Tidak... Kau dan pasukanmu ku anggap layak menjadi lawan Kerajaan Rachacci. Aku telah mengukur kekuatan kalian." Shimron mengubah pandangannya ke Dupp. "Aku mengetahu dan mengenal sebagian para Maha Dewa di Landria. Tapi Aku tidak mengenalmu."


"Aku bukan siapa siapa." Dupp mengikat kembali bandana nya. "Aku juga tidak ada hubungannya dengan rencana penyerangan ke Rachacci."


Shimron sedikit senang mendengar kalau Dupp tidak turut dalam penyerangan ke Rachacci. "Baik. Kalau begitu aku mengundurkan diri membuat laporan kepada Raja "


"Sudah membuat kekacauan sekarang mau pergi begitu saja." Arch tampaknya tidak senang.


"Apakah kalian pikir bisa membunuhku meskipun aku tidak menggunakan kekuatan sihir."


"Gtrroooaarr... " Suara dari arah langit.


Di atas langit terdapat awan yang bergerak-gerak. Seekor naga merah menyala muncul dari balik awan. Seekor naga yang panjangnya tujuh puluh meter dan berkaki delapan itu meraung di udara.


"Aku masih dapat memerintahkan Naga itu menghancurkan lembah ini."


"Itu adalah Naga sungguhan." Salah seorang tamu mengucapkan.


Ratusan tahun lalu Naga berkaki delapan sudah punah. Kini muncul dihadapan mereka semua.


"Pergilah. Sampaikan salam ku kepada Raja Rachacci. Katakan padanya kalau aku pasti datang jika masih hidup." Ragil memberi kode agar Sarr mencabut bendera kecil di tengah Lembah itu.


Para tamu hanya saling memandang seakan tidak percaya oleh pendengaran mereka. Ragil akan menyerang kerajaan Rachacci. Kerajaan yang kuat bahkan di takuti oleh kerajaan Nulubez.


Begitu dapat mengaktifkan sihirnya, Shimron pun melayang ke udara menuju ke arah Naga.


"Puteri Paniell. Aku tidak menyangka kau berani menurunkan tangan kepadaku. Bahkan Ayahmu pun akan berpikir dua kali untuk menghadapi ku. Ku harap kau bijaksana dalam memilih kawan ataupun lawan." Bagaimanapun juga Shimron memiliki hubungan baik dengan Tabib Paniell. " Sampaikan salam ku untuk ayahmu.


Paniell dan keluarganya tergolong golongan putih atau orang yang berada di pihak orang baik dan membela keadilan. Sedangkan Ragil dan semua para tamu berada dalam golongan hitam atau disebut para penjahat.


"Pak tua Shimron Sampaikan salam ku juga kepada Bridle Rahl."

__ADS_1


"Yah... Aku baru ingat sekarang. Rahl pernah bercerita tentang Ayahnya yang memiliki kemampuan menduplikat kekuatan sihir. Tapi aku tidak menyangka jika kau berada di tingkat Maha Dewa, Vacuum Dupp. Senang bertemu denganmu Tuan Dupp. Salammu pasti akan kusampaikan. Kuharap kita bisa bertemu di Rachacci untuk minum bersama."


"Tidak. Aku tidak akan ke Rachacci. Anak itu sangat membenciku.."


"Anak muda. Kuharap kakimu sudah pulih saat pertemuan di Rachacci." Teriak Pak tua yang sudah semakin menjauh.


Semua mata pengunjung mendongak ke udara menyaksikan Naga Terbang itu. Tubuh tua itupun menjatuhkan dirinya ke punggung Naga.


Si Jubah Hitam yang mendengar pembicaraan antara Dupp dan Shimron hanya dapat menyimpan dalam hati. Selain Vhestee, ternyata Dupp mempunyai anak lagi bernama Bridle Rahl. Juga masih ada anaknya lagi yang memegang Liontin yang dipegang oleh Arch. Benar benar petualang cinta.


"Apakah kau tahu mengenai ini, Nona Sarr?" Setelah Pak Tua itu pergi dengan naga nya, Funuell mulai mengorek informasi.


"Mengenai Ragil yang akan menyerang Rachacci?.. Itu juga karena salah satu perjanjian yang di buat dengan Raja Nulubez." Sarr mengetahuinya karena pada saat itu dia masih mendengar dari alat penyadap yang berada di Ragil.


"Apakah Ragil sudah gila. Ini tidak bisa di diamkan. Apa sebenarnya yang ada dalam pikirannya."


"Bukankah selama ini hanya tindakan gila yang di lakukan oleh orang aneh itu."


Sarr tidak terlalu memperdulikan.


Tentu saja hal ini membuat Funuell khawatir. Tanpa di sadari Funuell kalau dirinya masuk terlalu dalam akan urusan Ragil. Baginya, Ragil bukan hanya Dewa Penolongnya yang telah membuat dirinya menerobos, tetapi juga menjadi Dewa Keselamatan baginya karena telah menyelamatkan dia dari penyakitnya dan juga memperpanjang umurnya. Tidak seperti yang di alami ibunya dan angkatan diatasnya yang mengalami mati muda karena pembekuan inti es.


Demi menyelamatkan Ragil, Funuell rela mengorbankan nyawanya. Itulah sebabnya Gadis Tabib ini sangat memperhatikan kesehatan keselamatan pemuda yang telah menolongnya ini.


Avatar memutar kursi Roda Ragil untuk kembali ke Goa.


"Ragill... " Funuell memanggil.


"Aku mau bermeditasi dulu. Jangan ganggu aku dulu." Ragil menghilang ke dalam gua.


Gadis manis berkulit putih itupun terdiam membiarkan Dewa penolongnya memasuki goa. Dia hanya bisa menggigit bibirnya lembut menahan rasa sedih di hati. Ragil telah mengabaikan dirinya.


Funuell menyangka kalau dia mengerti tentang sifat dan karakter Ragil. Tapi ternyata masih banyak yang tidak diketahuinya.


Di pintu goa berdiri Arbakir menghadang. Pria ini memang di tugaskan untuk menjaga pintu goa.


Tidak lama kemudian, Si Jubah Hitam keluar dari gua melewati Funuell begitu saja. Dia langsung menuju ke tengah pertemuan.


"Maafkan aku samuanya atas gangguan yang terjadi. Semoga kalian senang menyaksikan pertarungan gratis tadi."

__ADS_1


Semua mulai bersorak lagi. Suasana kembali seperti semula. Si Jubah Hitam kembali melanjutkan pidatonya yang sempat terputus.


__ADS_2