Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 64. Cerita Dua Orang Tentang... ke 2


__ADS_3

Cerita Dupp


"Aku akan memulai ceritaku tentang sejarah Sekte Gunung Es." Dupp di tempat yang berbeda juga sedang bercerita.


"Sayang nya tidak ada tuak. Seandainya saja ada, pasti akan menarik mendengar cerita sambil minum tuak." Ragil menghibur diri.


Tanpa memperdulikan ocehan Ragil, Dupp memulai ceritanya. "Pada jaman dahulu ada seorang wanita bertapa selama 100 tahun. Setelah 100 tahun di tempat dimana dia bertapa, terjadi fenomena yang aneh. Disekitar itu menjadi dingin seperti es. Salju lokal mulai turun dan tiada berhenti."


Tanah di daerah itu mulai berubah kondisinya menjadi gumpalan tanah yang membeku. Alampun berubah menjadi aneh seakan areal tersebut sudah menjadi areal dingin meskipun tidak berada di kutub. Di daerah panas matahari yang terik tapi ada salju yang turun. Anehnya adalah salju dan es itu hanya ada di sekitar wanita itu saja. Seolah wanita itu adalah sumber dingin tersebut dan mengalahkan alam.


Setelah berpuluh puluh tahun dalam pertapaan itu, puncak gunung menjadi tempat daerah salju yang dingin. Tidak ada orang yang berani menaiki gunung sampai ke puncak nya. Hanya menjejakan kaki di pinggirannya saja sudah dapat membunuh seseorang. tidak heran jika di sekitar itu tidak ada hewan yang hidup. Semua hewan yang memasuki daerah itu pasti menjadi beku.


Wanita pertapa itu ternyata memiliki tubuh Inti Es. Hasil dari pertapaannya, Dia menciptakan Jurus Inti Es. Tapi hanya sampai enam jurus.


Wanita itu bertapa selama puluhan tahun lagi hanya untuk mendapatkan jurus ke tujuh. Tapi tidak pernah di dapatkan.


Sampai suatu ketika datanglah seorang tabib pria sedang mencari bahan untuk obat. Menurut tabib itu ada bunga Cristal Rose di daerah itu. Jadi dia datang ke Gunung Es itu.


Awalnya dia terkejut melihat cuaca dingin yang tidak normal. Tabib ini selain memiliki ilmu pengobatan juga memiliki kemampuan sihir. Jadi bukan masalah baginya memasuki daerah bersalju itu.


Di puncak gunung itu, dia menemui beberapa hewan yang sudah mengkristal menjadi es. Ternyata ada juga beberapa manusia yang terjebak disana yang juga sudah membeku.


Sesampainya di ujung puncak gunung, bukan Kristal Rose yang di temukan melainkan Wanita pertapa itu sendiri.


Sang pertapa menyadari ada orang yang memiliki kemampuan tingkat tinggi dan tidak berpengaruh dari salju es miliknya, maka si pertapa itu melakukan serangan hendak membinasakan si tabib.


Selama tiga hari tiga malam mereka bertarung dan hasilnya seimbang dengan keadaan masing masing terluka dalam. Beruntungnya Tabib itu memiliki pil yang dapat menyembuhkan dirinya. Setelah memulihkan diri sendiri, Tabib itu juga menolong si wanita pertapa tanpa menganggap wanita itu adalah lawannya.


Wanita pertapa dan Tabib pun akhirnya saling mencintai. Merekapun memutuskan untuk tinggal bersama. di puncak gunung es.


Sejak berhubungan dengan si tabib itu, Wanita pertapa menemukan Jurus ke tujuh dari pedang Inti Es. Secara instan wanita itu menjadi semakin kuat. Serangan sihir nya menjadi sangat dahsyat. Dua petarung seperti sang tabib pun belum tentu bisa mengalahkannya.


Ternyata untuk membangkitkan jurus ke tujuh, si wanita harus bersetubuh dengan pria yang kuat. Itulah sebabnya jurus ke tujuh itu dinamakan 'Bersama'. Dua kekuatan bagaikan bersatu untuk menciptakan sebuah jurus yang maha dahsyat.

__ADS_1


Sejak saat itu sifat wanita Pertapa menjadi berubah. Dia haus akan latihan untuk memperkuat Sihir Inti Es miliknya. Dia menjadi ambisi untuk bertarung. Keinginannya untuk mencapai no 1 dalam dunia sihir.


Awalnya sang tabib melayaninya untuk berlatih bertarung bersama. Namun hasilnya Si Tabib selalu berakhir terluka parah hingga nyaris tewas. Untungnya saja Tabib itu mempunyai kemampuan untuk mengobati penyakit.


Setelah kakinya patah tertebas pedang wanita es itu maka semenjak itu mereka tidak pernah latihan bersama lagi. Sang Tabib mengalami cacat dengan kaki yang terputus. Tabib itupun sering di abaikan karena tak sanggup melayaninya bertarung. Hubungan mereka menjadi renggang.


Sifat wanita perrtapa mulai berubah secara perlahan menjadi kejam tidak berperasaan. Mesipun mereka berdua saling mencintai tapi si Wanita lebih menekan perasaannya dan mengutamakan gairah bertarungnya.


Karena Sang Tabib merasa tidak di butuhkan lagi, maka dia keluar dari gunung itu, dengan harapan wanita pertapa yang dicintainya ini mencarinya untuk memperbaiki hubungan yang telah retak.


Tabib itu membuat rumah di gunung sebelah gunung es. Tujuannya agar dapat memantau wanita pertapa itu. Kalau si wanita itu mau kembali kepadanya maka dia tahu harus kemana.


Hari demi hari dan bulan demi bulan, sang tabib hidup sendiri dan wanita yang di cintainya tidak kunjung datang.


Setelah satu tahun barulah si pertapa wanita itu datang dengan membawa bayi kecil berumur 3 bulan.


Pertapa itu mengatakan akan turun gunung dan menitipkan Puterinya. Anak dari hasil hubungan mereka berdua.


Sang tabib tidak bisa melakukan apapun selain membesarkan Puterinya dengan kasih sayang. Pertapa itu pun meninggalkan mereka begitu saja


Dua belas tahun kemudian si pertapa wanita datang lagi untuk mengambil Puterinya. Saat itu sang tabib sudah menikah dengan gadis lain dan memiliki dua orang anak lagi.


Setelah si Tabib menyerahkan anak gadisnya kepada ibunya, Sejak saat itu tabib tidak pernah bertemu anak gadisnya lagi. Ibu dan anak kembali ke gunung es.


Tiga ratus tahun berlalu Gunung Es sudah berpenghuni 30 orang. Mayoritas disana adalah wanita. Tidak semua penghuni wanita disini memiliki tubuh Inti es. Maka wanita yang tidak memiliki tubuh Inti es dijadikannya seperti pelayan dan wanita yang memiliki tubuh Inti es dijadikannya seperti nyonya besar.


Pria yang datang ke sana biasanya hanya sebentar saja, tidak bertahan lama lalu kembali turun gunung. Rata rata pria yang datang adalah orang yang memiliki kemampuan tinggi. Para pria hanya datang untuk menabur benih lalu kembali turun gunung.


Di Gunung Es itu hanya ada satu marga, Marga Htur. Marga dari pertapa wanita pertama kali. Penghuninya tidak ada satupun yang menikah namun mereka mempunyai keturunan. Semua keturunannya adalah wanita. Jika mereka memiliki keturunan pria maka anak itu akan di kirim ke Sekte Obat di gunung sebelah.


Saat itu pemimpin dari Sekte Gunung Es itu adalah Htur Orpahh. Orpahh yang pada waktu itu masih di tingkat Dewa.


Orpahh sering sekali turun ke gunung hanya untuk bertarung mencari lawan yang seimbang. Keinginannya bertarung sangat kuat. Orpahh akhirnya oleh para penyihir dimasukan kedalam kelompok para pahlawan. Karena kegiatannya yang selalu mencari penjahat penjahat yang kuat.

__ADS_1


Pada waktu itu Ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Noemis. Kerajaan itu berani membayar tinggi untuk sebuah kepala penjahat yang sakti. penjahat itu bernama Madrakh. Pasalnya penjahat ini telah membunuh sang Ratu dengan menyusup ke kerajaan.


Yang menjadi saksi akan hal itu adalah Sang Raja dan putera nya sendiri.


Berita itu menyebar luas dan Raja dari Kerajaan Noemis mengumumkan untuk mencari Madrakh antara hidup atau mati. Dia juga memasang gambar Madrakh di beberapa kerajaan dengan memasang harga tinggi untuk kepala Madrakh. Dikabarkan penjahat itu berada di tingkat Dewa.


Jadi banyak petualang yang mencari Madrakh termasuk Orpahh. Seolah Orpahh adalah seorang golongan putih yang mencari penjahat. Namun sebenarnya Tujuan Orpahh hanya satu untuk berlatih tanding dengan penjahat itu.


Meskipun Orpahh masih di tingkat Dewa namun tidak sedikit penjahat di tingkat Maha Dewa yang telah di taklukkannya. Jadi dalam soal adu kekuatan sihir maka tidak diragukan lagi akan ke piawaiannya.


.


.


Cerita Orpahh :


_________________


"Akhirnya aku bertemu dengan penjahat yang bernama Madrakh itu." Ucap Orpahh sambil membayangkan wajah yang tidak pernah bisa dia lupakan.


Ketampanannya, getar suara basnya, senyumnya yang selalu ceria. Kenangan Orpahh kembali ke masa hidupnya.


"Apakah nenek menghajarnya?" Funuell membuyarkan lamunan neneknya


"Selain sangat tampan pria itu juga memiliki kekuatan yang tidak ada tandingannya."


Orpahh bertemu dengan Madrakh secara tidak sengaja saat dia hendak turun gunung. Wajah Madrakh terpampang di mana mana. Jadi tidak sulit ketika melihat wajah itu saat berpapasan.


Tanpa banyak bicara Orpahh langsung menyerang. Pertarungan sengit terjadi namun Orpahh dapat dikalahkan dengan mudah. Padahal Selama ini dia tidak pernah kalah. Peristiwa kekalahannya membuat dia tidak bisa melupakan pria yang mengalahkannya.


Tidak berapa lama datanglah seorang pria muda yang memang sedang mencari Madrakh. Pemuda yang berada di tingkat Dewa. Ketika pemuda itu melihat Orpahh kewalahan maka pemuda itu membantu Orpahh melawan Madrakh. Pemuda itu adalah seorang berbakat yang saat itu berada di tingkat Dewa juga.


Meskipun dua lawan satu, Madrakh tidak kewalahan dan tidak mudah dikalahkan. Hingga akhirnya Madrakh meloloskan diri dan keluar dari pertarungan. Bukan karena kalah. Tapi karena malas bertarung lagi lalu dia pergi begitu saja.

__ADS_1


Setelah Madrakh melarikan diri, Orpahh dan pemuda yang menolongnya saling memperkenalkan diri. Ternyata pemuda itu seorang Pangeran dari kerajaan Noemis.


__ADS_2