
"Bagaimana kau bisa tahu semua itu." Argoo seakan tak percaya akan pengetahuan Ragil.
"Aku belajar Array Kuno. Didalam Array Kuno terdapat tiga hal yang dipelajari. Susunan Tubuh Manusia, Array Areal dan Array Segel. Didalam Array Susunan tubuh manusia terdapat susunan sihir tubuh manusia. Antara lain tentang kapasitas mana. Sembilan Titik Kekuatan. Akar Sihir, Alam Jiwa dan lainya. Artinya kekuatan sihir atau elemen qbersumber dari dalam diri manusia (Intern Body.) Tujuannya adalah untuk menyembuhkan tubuh manusia."
"Lantas bagaimana dengan Array Naga?" Arbakir butuh penjelasan."
"Array Naga merupakan perkembangan dari Array kuno. Array Naga melingkupi 3 dasar juga, yakni Transformasi, Spirit atau roh binatang dan Rune. Hanya saja lebih bersifat tubuh fisik dan lebih spesifik kepada binatang. Array Naga memiliki pemahaman bahwa Kekuatan Sihir bersumber dari Luar tubuh manusia yaitu fisik (Extern Body), Ada Tubuh Rune, Transformasi, Kekebalan, Jantung yang kuat, Kutuk dan lainya. Tujuannya adalah untuk kekuatan yang dapat menghancurkan, membunuh, merusak susunan tubuh."
"Bagaimana dengan Array Raja." Sarr juga ikut bertanya.
"Array Raja berpendapat bahwa kekuatan sihir itu dari alam. Bagaimana menyerap energi dari alam. Membuka gerbang elemen dari alam. Tiga hal yang di pelajari dari Array Raja, Summon Elemen, Area, Mantra.
"Bagaimana kau bisa tahu semua itu?" Sarr juga tidak menyadari kalau bekas prajuritnya memiliki pengetahuan luas mengenai Array.
"Dewi Kumala yang mengajari. Aku tidak menguasai dua array lainnya selain Array Kuno."
"Sekarang kembali ke tubuhku. Seperti yang kau katakan semua itu benar. Nyeri di perutku juga semakin sakit. Lalu apa yang harus ku lakukan." Suara Argoo mulai merendah.
"Aku akan membuat Array untuk perutmu agar kembali normal. Lalu kau harus berhenti menggunakan Cambuk mu." Ragil langsung membuat Array di udara dengan jari telunjuk yang menyala di udara.
Array yang tertulis di udara terlihat seperti Array yang tertulis di sebuah kaca polos. Selanjutnya telapak tangan Ragil mendorong Array itu ke arah perut Argoo.
Ragil membuat dua Array lagi, lalu Array itu juga diarahkan menggunakan kedua telapak tangan Ragil ke arah kedua tangan Argoo.
"Apa yang kau rasakan?" Tanya Ragil.
"Aku merasakan perut dan tanganku hangat."
"Array itu mengembalikan kondisi titik energimu kembali ke bentuk semula atau bentuk normal." Ujar Ragil. "Selanjutnya Jangan pernah melakukan jurus cambuk lagi atau kerusakan mu semakin fatal. Nanti akan aku buatkan senjata cambuk khusus untukmu."
"Lalu bagaimana aku bertarung jika tidak menggunakan sihir cambuk?"
"Coba salurkan energimu ke tanganmu, tanpa harus menciptakan cambuk (Created)."
Argoo melakukan sesuai perintah Ragil. Dia mengumpulkan energinya di kedua tangannya.
"Coba kau tinju batu besar itu dengan tanganmu."
Argoo melangkah ke batu besar yang di tunjuk Ragil. Kemudian dia mencoba memukul batu besar itu."
"Dhuarrrkk..."
Batu itu hancur berkeping-keping.
"Astaga... Bagaimana bisa terjadi... Selama ini tidak pernah seperti ini." Argoo mengaggumi kekuatannya sendiri. Bahkan tidak kalah hebatnya dengan kekuatan cambuk sihir.
Karena kau sudah memusatkan kekuatanmu di cambuk, jadi titik di perutmu mengecil membuat kekuatan (Defense) pertahananmu melemah maka otomatis tinjumu jadi lemah. Kau dan Arbakir adalah tipe yang sama sebagai orang yang bertahan (Defender). Jadi kekuatan sihir pertahananmu akan kuat. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, kau pasti akan naik tingkat."
"Bagus... Bagus.... Suatu pertunjukan yang hebat Saudara Ragil." Binoang begitu senang Ragil membantu anak buahnya.
"Terima kasih Tuan Ragil atas bantuannya" Argoo menjura hormat. Kini dia memakai kata 'Tuan' dalam memanggil Ragil.
"Gadisku, Aku membutuhkan bantuan mu?"
"Bisa kah kau tidak menggunakan kata-kata yang tidak pantas." Sarr membalikan badannya.
"Tolong sebarkan bendera Array ini kesekitar bukit dalam jarak 10 sampai 20 meter." Ragil meletakkan bendera kecil se ukuran sejengkal tangan. "Aku lebih percaya kepadamu. Ini untuk menghadapi prajurit Kerajaan Haduz."
Ragil memang pandai membujuk. Jika sesuatu yang membahayakan nyawa nya pasti Sarr akan melakukan apapun.
__ADS_1
"Baik Kapten." Sarr terpaksa kembali mengambil satu karung bendera kecil.
"Jangan lupa urutan bendera nya."
"Siap Kapten." sindir nya lagi.
"Kapten?"
Panggilan itu terasa aneh bagi Ragil. Dimana sebagai seorang Komandan Pasukan Perang dan juga seorang Pasukan Khusus Pembunuh Valkirie No 1, tingkat tertinggi dari pembunuh lainnya yang kemudian memanggil dirinya 'Kapten' seorang bekas prajurit biasa saja.
Sekalipun dirinya pernah masuk dalam Squad khusus dengan tujuan sebagai pengintai di suatu tempat, tapi belum pernah diangkat menjadi Kapten.
Ragil hanya merenung sesaat kemudian mulai mengatur strategi dengan Binoang.
Demikianlah Ragil memasuki hari ke dua bersama Sarr. Pada hari itu Ragil banyak membantu anak buah Binoang. Dia juga menyuruh anak buah Binoang untuk menanam bendera Array di sekitar Lembah itu.
Sejak saat itu semua anak buah Binoang menghormati Ragil.
...-----------------...
Keesokan harinya di hari ke tiga Ragil bersama Sarr. Cuaca sangat cerah di Lembah Phanouel. Rombongan Burung-burung beterbangan diatas lembah dengan bebas.
Dibelakang dari kumpulan burung terdapat perahu yang di terbangkan dengan kekuatan sihir. Perahu itu berpenumpang tiga pemuda dan seorang gadis. Mereka semua adalah murid terkasih dari Yakove.
Yang tertua berkumis tipis dipundaknya terpanggul sebuah pedang tipis dan panjang. Murid Kedua adalah Pemuda serius gemar menulis Array, jadi dia selalu membawa koas. Murid ketiga Yakove adalah Pemuda yang riang dan berotot lebih besar dari kakak-kakaknya. Dia selalu mumbuka kancing dada nya untuk memamerkan bentuk otot dada nya yang bidang. Murid ke empat Yakove yang juga termasuk cucu langsungnya.
Mereka ber empat menggunakan Perahu terbang itu hendak melintasi Lembah Phanouel. Yakove memerintahkan ke empat muridnya untuk bertemu dengan Ragil secara langsung.
"Kakak. Bukankah biasanya disini biasanya ada penjagaan anak buah Binoang? Kenapa sekarang tidak ada seorangpun." Seorang gadis yang paling muda merasakan ke anehan.
"Coba gunakan mantra pelihat." Pria berkumis tipis yang paling tua memberikan saran.
semua saudaranya mengeluarkan kertas mantra lalu menulis sesuatu di kertas itu menggunakan jari telunjuk.
Kertas mantra terbakar habis tanpa membakar kulit wajah mereka karena api nya merupakan api sihir jadi dapat di kendalikan dan tidak menimbulkan panas.
Sekarang semua dapat melihat hal yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa. Diatas Lembah Phanouel terdapat kubah bercahaya warna warni menutupi lembah itu.
Kubah itu seperti perisai kota pada umumnya. hanya saja kalau perisai kota itu hanya memiliki satu warna. Nah, kubah yang menyerupai perisai ini mengeluarkan berbagai warna-warni.
"Berputar..." Teriak si kumis tipis. "Itu Array."
Kakak tertua itu menyadari kalau kubah itu berbeda dan terkesan berbahaya.
Pemuda gondrong yang mengendarai perahu terbang itu menggunakan Telekinetic hendak memutar perahunya.
"Terlambat. " Si gondrong merasa seperti perahu yang jatuh ke air terjun.
Karena perahu terbang itu sudah memasuki wilayah yang telah di batasi oleh Array Tiang Tujuh Warna milik Ragil.
Saat itu juga perahu itu kehilangan kemampuan terbangnya. Secara spontan mereka semua terjatuh dari udara. Mereka semua berteriak.
"Keluarkan pedang terbang." Perintah si kumis tipis.
"Aku tidak bisa menggunakan sihir." Kata pemuda yang memegang koas.
Mereka semua baru menyadari ternyata kubah yang menyerupai perisai itu ber efek menghilangkan kemampuan sihir. Jadi mereka semua terjatuh dari udara seperti batu.
Keempat anak muda itu terjatuh diatas bukit. Untung saja jatuhnya di dataran tinggi jika tidak nyawa mereka akan melayang kalau jatuhnya ke bawah. Tanpa kekuatan sihir maka mereka hanyalah manusia lemah biasa.
__ADS_1
Array Tujuh warna buatan Ragil dapat membuat penyihir kehilangan kekuatan sihirnya selama dalam segel Array Tujuh Warna.
Perahu milik ke empat pemuda itu awalnya terjatuh di atas bukit. Lalu terguling kemudian jatuh ke bawah. Ketika sampai dibawah yang jaraknya lumayan tinggi itu membuat perahu itu pecah terbelah dua.
"Apakah ini yang di katakan oleh kakek. Array yang dapat membuat orang tidak dapat menggunakan kekuatan sihirnya." Gadis itu mengomentari sambil berdiri bangkit dari jatuhnya.
"Apakah maksud Adik Patave kalau ini adalah Array buatan Ragil." Pemuda pemegang koas yang merupakan murid kedua Yakove bertanya.
"Kakak Dawave, jangan panggil aku dengan nama itu." Bentak Gadis itu.
"Jika benar ini Array Ragil, berarti dia di sekitar sini. Artinya kita tidak perlu mencari dia ke Barat." Si Rambut gondrong menggaruk dagu."
"Bagus. Aku tidak sabar ingin bertemu pemuda Array Kuno itu." Gadis lincah itu tampak senang.
"Jika kita tidak dapat menggunakan sihir berarti kita tidak dapat menguji kemampuan Array Kuno." Ucap Kakak tertua si kumis tipis.
"Tidak kakak Tamave." Si Rambut gondrong menimpali. " Hanya di areal ini saja yang ada Arraynya. Kalau kita keluar dari Array ini maka kita dapat menggunakan sihir lagi."
"Kalau begitu, Ayo kita keluar dari areal ini." Si pemuda pengguna koas yang bernama Dawave berjalan menjauh dari Phanouel.
"Bukan begitu kakak Dawave." Si gondrong mengikuti pemuda koas itu menjauh." Maksudku. Jenis Array Area ini hanya dapat dilakukan dua cara."
"Kakak Tagave. Dua cara yang kau maksud adalah cara membuat Array Central dan Array Pembatas." Gadis berusia itu memegang pemuda gondrong itu.
"Benar Adik. Membuat Array Central berarti berarti si pembuat Array berada di tengah diameter titik Central maka Area nya akan berbentuk bulat. Jika Array pembatas maka si pembuat Array memasang Array nya di pinggir atau di setiap sudut." Balas pemuda gondrong yang di panggil Tagave.
"Aku mengerti maksudmu." Tamave si kumis tipis amat senang. "Untuk membuat Array seluas ini tidak mungkin menggunakan Array Central. Pasti dia menggunakan Array Pembatas."
Memang benar. Array Tujuh warna ini menggunakan pembatas. Pembatasnya itu adalah Array bendera yang ditanam di sekeliling Lembah ini oleh Naery Sarr dan anak buah Binoang.
...----------------...
Catatan. ;
Ada beberapa pembuatan Array Area
Array Area Central/Pusat
Pembuat Array berdiri di tengah dan efek Area nya hanya berada di sekelilingnya.
Array Area Pembatas.
Array Area yang dibuat dengan menggunakan media pembatas, seperti Kertas Mantra, Array Bendera atau Array yang di tulis di atas batu dan pohon.
Array Area Jebakan /Trap
Array yang di buat untuk menjebak lawan. Jika Array pembatas menggunakan beberapa Array yang digunakan untuk membatasi Area, maka Array Jebakan hanya menggunakan satu Array saja yang di tanam atau menggunakan media batu dan pohon. Jika seseorang melewati Array tersebut maka dapat mengaktifkan Array jebakan tersebut
__ADS_1