
"Benar. Aku Puteri Tabib Paniell. Aku sengaja menghadang paman gempal karena paman berada di tingkat Dewa. Tidak pantas rasanya menurunkan tangan kepada tingkat yang lebih rendah." Funuell mendarat dengan halus.
"Hahahah... Tidak baik... tidak baik... Aku datang kesini untuk bersenang senang. Tidak disangka Puteri dari Tabib Paniell ada disini. menghadangku" Si gendut pun kembali ke tempat duduknya dengan manis. Dia yang di panggil tambun ini adalah langganan berobat dari Paniell. "Hilang sudah gairah bertarungku. Minggu depan Aku masih ada janji ketemu dengan ayahmu."
"Hahahah... Elemen Karet dan Elemen Es." Kakek tongkat ular tertawa. "Elemen unik lainnya. Menarik. Sangat menarik. Ditempat ini masih dapat bertemu Elemen elemen unik."
Sebutan untuk elemen unik adalah pemilik elemen yang tidak umum.
Elemen Dasar terdiri dari Angin, Api, Air, Tanah. Elemen Khusus terdiri dari Elemen Bayangan dan cahaya. Elemen Unik adalah elemen yang tidak tergabung dalam kedua tipe elemen diatas.
Biasanya elemen unik memiliki damage yang lebih besar dari elemen dasar dan elemen khusus.
"Hahahah..." Dupp tertawa.Tubuhnya mengeluarkan aura yang sangat besar. Meskipun dia masih menggunakan Bandana penahan kapasitas tapi masih tetap memiliki aura besar. "Sekte Kayu Jati telah turun gunung. Apakah gerangan yang telah menggerakkan penghuni gunung jati sampai disini."
"Seorang tingkat Mahir memiliki aura yang sangat besar. Sepertinya kau juga bukan lawan yang mudah. Disini banyak generasi baru yang hebat. Entah bagaimana masa depan Landria akan datang." Ucap kakek tongkat kayu. "Aku dan kedua adikku sengaja turun gunung untuk belajar kenal dengan pemuda yang bernama Ragil. Tapi di tengah jalan kami mendengar Ragil ada di Lembah Phanouel, jadi kami datang kesini."
"Ragil saat ini sedang mengalami serangan lumpuh akibat Array Kuno yang di buatnya secara berlebihan." Si Jubah Hitam berucap.
"Siapakah nama Tuan berjubah hitam ini. Jika ingin mengajak kerja sama tapi menyembunyikan wajahnya. Bukankah ini tidak sopan namanya." Ucap kakek ular lagi.
"Maafkan aku jika bersikap kurang sopan kepada Tuan Petualang. Panggil saja aku Jubah Hitam." Si Jubah Hitam tidak mungkin mengatakan sebagai Raja Penjahat ataupun Ragil. "Aku akan menunjukan wajahku di pertemuan mendatang. Karena wajahku sangat menyeramkan maka aku masih belum berani menunjukkannya. Sekali lagi mohon dimaafkan.
Funuell yang mendengar itu hanya tertawa. Funuell tidak tahu bahwa si Jubah Hitam itu transformasi dari Ragil. Dalam sangkaannya itu adalah Summon dari Ragil.
"Atas dasar kelayakan apakah yang membuat kami harus mendengar ucapanmu? Secara tingkat, kau masih tidak layak berbicara dengan kami. Apalagi mengumpulkan tokoh tokoh petualang yang sudah memiliki nama. Ragil sendiripun masih dianggap tidak layak mengumpulkan kami semua. Beberapa diantara kami mau datang adalah karena kami memandang muka kepada Binoang Penjahat Lembah Phanouel. Sekarang pun dengan Arogan tidak menunjukkan wajahmu. Biarkan orang tua ini memberikan sedikit pelajaran untuk orang muda yang tidak tahu diri."
Seorang pria berumur lima puluhan namun rambutnya tetap berwarna hitam disisir dengan rapih. Kumis dan janggutnya pun hitam terawat. Pakaiannya bersih serba putih terdapat lukisan naga merah berkaki delapan.
__ADS_1
Pria yang berpakaian putih ini membawa kipas dengan lukisan naga berkaki delapan sama persis dengan lukisan di baju nya.
Kipas yang tadinya terbuka kini di lipatnya. Dengan tenaga sihir yang besar, kipas yang telah di lipat itu di pukul ke tangan yang satunya.
Seketika itu juga angin berhembus dari bawah kaki si jubah hitam. Semua jubah dan kerudungnya terangkat keatas karena angin tersebut.
Saat itu terlihat wajah dari si jubah hitam. Wajah berwarna biru dengan urat urat warna hitam. Ramput panjang berwarna hitam.
Pemandangan itu hanya sekelebat saja. Detik berikutnya kerudung dan jubahnya kembali menutupi tubuhnya. Jadi tidak semua orang dapat melihat wajah si jubah hitam. Tapi beberapa orang yang melihat, memang wajah itu terlihat mengerikan.
Sarr yang menyaksikan pada saat itu juga merasa tidak puas dengan waktu yang pendek. Dia sangat ingin melihat pria berjubah hitam yang pernah di sangka nya adalah Raja Kegelapan.
Semua orang jelas jelas melihat kalau orang tua ini menggunakan sihirnya yang di tujukan ke tangannya sendiri. Tapi Jubah Hitam yang berada beberapa meter didepannya yang terkena efeknya.
"Bagaimana dia dapat memindahkan kekuatan sihirnya seolah-olah berada di tanah tepat dimana Ragil berdiri diatasnya." Arch berbisik kepada Dupp.
"Jangan berbisik. Kita tidak tahu kemampuan sihir semua pengunjung. Aku kuatir ada yang memiliki sihir pendengaran." Balas Dupp. "Aku tahu orang tua itu."
Semua yang menyaksikan ini terdiam. Ini adalah sikap intimidasi secara tidak langsung. Meremehkan Si Jubah Hitam di depan umum."
"Tetua Kerajaan Rachacci tingkat Maha Dewa ada disini. Kalau kau mau macam macam disini biarkan aku yang akan menjadi lawanmu." Dupp tampaknya tidak senang dengan perbuatan orang tua ini.
"Ternyata ada yang mengenal diriku" Pria tua berkipas memandang Dupp dengan seksama. "Tapi aku yang sudah tua ini masih tidak mengenal dirimu. Kau juga tidak layak untuk mengotori tanganku."1
Semua para tamu dibuatnya tercengang. Tidak menyangka. Bukan saja ada tingkat Dewa tapi tingkat Maha Dewa juga ada disini. Bukan hanya itu saja. Ternyata orang tua ini juga bagian dalam golongan orang kerajaan yang menjadi musuh para petualang.
"Paman. apa kabarmu. Aku lihat Paman sangat sehat " Funuell membungkuk hormat setengah badan.
__ADS_1
"Puteri dari tabib Paniell ada disini. Sekarang kau sudah Dewasa. Terakhir kulihat kau masih remaja." Balas Pria tua itu. "Tapi sayang nya kau berpihak pada posisi yang salah. Kau masuk dalam golongan hitam. Ini akan mempermalukan ayahmu."
"Paman salah paham." Gadis Inti Es ini membantah dan masih bersikap sopan. "Ragil adalah pasien ku. Kami dalam mengobati tidak memandang bulu dari golongan manapun. Ayahku yang mengutusku untuk mengobati Ragil. Tadi terpaksa aku turun tangan karena tidak suka melihat penyihir tingkat tinggi menyerang orang yang tingkatnya lebih rendah." Perkataan ini seperti sindiran tajam.
"Begitu rupanya. Sepertinya Penyakit Inti Es mu sudah disembuhkan terbukti tingkatanmu sudah tinggi sekarang. Tidak percuma ayahmu menyandang Nama Besar sebagai Tabib yang luar biasa."
Paniell orang tua dari Funuell adalah Tabib ternama di Timur. Jadi tidak heran kalau Kerajaan Timur dan tabib bisa saling mengenal. Termasuk Penasehat Kerajaan Rachacci ini merupakan langganan dari Tabib Paniell juga.
"Sekali lagi Paman salah paham. Saya bisa seperti ini semua berkat pertolongan Ragil semata. Bahkan Dia juga yang membantu saya mendapatkan Jurus Sihir Pedang Inti Es." Funuell sengaja mengangkat Nama Ragil agar tidak ada pihak lain yang merendahkan nya.
"Kita tidak perlu saling unjuk gigi disini." Si jubah hitam melerai. "Di pertemuan mendatang kita boleh saling menantang. Aku akan melayani Paman dengan senang hati di pertemuan yang akan datang. Disana akan di sediakan arena besar tanpa membuat kehancuran lingkungan."
"Hahaha... Anak muda jaman sekarang terlalu besar kepala. Hanya memiliki sedikit kemampuan tapi sudah berani menggertak gunung. Hanya saja gunung Sakkar tidak suka membuang laharnya sia sia kepada batu karang di pantai"
Sebutan Gunung Sakkar adalah gunung berapi yang menjulang tinggi berada di dekat kerajaan Rachacci. Perumpamaan diatas jelas hendak meninggikan diri sendiri dan menganggap rendah Si Jubah Hitam yang dianggap sebagai batu karang di pantai.
"Aku datang kesini karena mendengar bahwa Ragil akan menyerang Kerajaan Rachacci. Sungguh tidak di sangka pasir lautan berani naik ke atas gunung Sakkar. Bahkan sekarang sudah lumpuh pula."
"Hahaha Sungguh bualan yang besar menganggap Gunung Sakkar adalah Gunung yang perkasa. Sungguh lupa akan daratan kalau diatas gunung masih ada gunung, diatas langit masih ada langit. Masih ada Gunung Simeyon di Selatan Yang lebih tinggi dan lebih kuat apinya." Dupp tidak tahan mendengar ocehan orang tua ini. "Lagi pula sungguh aneh jika Gunung Sakkar mau turun gunung ke pantai bertemu dengan pasir di laut."
Permainan perumpamaan ini untuk saling merendahkan satu dengan yang lain.
"Jangan kuatir Paman. Karena masih ada tiga Minggu, Ragil akan datang berkunjung ke kerajaanmu."
"Apakah karena kau berdiri disitu berarti layak berbicara denganku. Enyahlah dari sana dan panggil Ragil keluar untuk bersujud kepadaku."
Baru saja Tetua dari kerajaan Rachacci ini selesai berbicara, keluar dari dalam tubuhnya seekor harimau mengeluarkan cahaya merah. Sihir harimau ciptaan penyihir tua itu langsung menyerang si Jubah Hitam. Tubuh tua itu masih dalam sikap tenang tidak bergerak. Seolah ilmu yang dikeluarkan adalah ilmu yang biasa saja.
__ADS_1
Tiga pisau terbang melesat cepat ke arah kepala penyihir tua tingkat Maha Dewa itu.
Ternyata Naery Sarr bertindak untuk melindungi Si Jubah Hitam. Biasanya Assassin No 1 ini tidak pernah turun tangan jika tidak di perintah. Bahkan jika seseorang di bunuh dihadapannya, dia tetap diam. Tapi kali ini ada sesuatu yang menggerakkan hatinya untuk melindungi si Jubah Hitam.