Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 9. Pil Beracun


__ADS_3

Setelah melakukan Perjanjian Array, Ragil merasa ada sesuatu yang membasahi hidungnya. Ternyata hidungnya mengeluarkan darah lagi seperti orang sedang mimisan. Ini kedua kalinya dia mengalami pendarahan.


Detak jantungnya normal namun dia merasa ada yang sakit di dada nya. Memang Tidak seberapa parah karena dapat ditahan perihnya.


"Mengapa kau mengeluarkan darah lagi? Apa ada yang salah." Sarr melempar gombal yang sama seperti sebelumnya.


"Sepertinya terjadi sedikit pembengkakkan di hati. Tapi tidak apa-apa. Tidak ada yang parah." Ragil membersihkan hidungnya kemudian dia mencoba mengubah pembicaraan yang lain. "Aku tadinya sungguh tidak percaya kau mau menyetujui untuk sepakat bersamaku selama enam hari."


"Menurutmu apa ada pilihan yang lebih baik dari itu?" Gadis itu mengambil belatinya lalu membuat gambar yang aneh di tanah tempat dia duduk. "Pilihan yang ada adalah, pertama, Jika aku tidak setuju dan memaksa menculik mu dengan cara paksa yakni membuatmu tidak sadarkan diri terlebih dahulu dan selanjutnya seperti katamu kalau kau akan bunuh diri di Alam Jiwamu. Berarti Misi ku gagal total karena aku tidak dapat membawamu dalam keadaan hidup. Pilihan kedua adalah menyetujuinya dengan kemungkinan fifty-fifty. Kita melakukan sesuai perjanjian dengan berjalan mulus atau Jika kau menghianati janjimu lalu kabur maka kau akan mati oleh Array mu sendiri dan aku tetap menerima hukuman atas kegagalanku. Jadi dengan pilihan ini Kemungkinan kita berdua tetap mati. Atau pilihan yang ketiga yaitu kau bersedia ikut bersamaku secara suka rela sekarang juga. Pastinya kau akan menolak."


"Baiklah jika memang cara berpikirmu seperti itu. Artinya keputusan yang kau ambil adalah pilihan kedua, antara berjalan mulus atau kita berdua akan mati." Ragil memuji logika gadis itu. "Tapi mengapa kau tidak menanyakan apa yang akan kulakukan?. Apa rencana ku? Dan apa tugas yang akan kuberikan kepadamu?"


"Kenapa aku harus memperdulikannya? Aku bekerja untukmu selama enam hari dengan bayaran misi ku dapat selesai dengan baik. Tugasku adalah membunuh dan Kau tinggal perintahkan siapa yang akan kubunuh. Titik. Sisanya aku tidak perduli. Anggap saja pekerjaan ku adalah menjadi algojo mu selama enam hari. Setelah itu kau ikut aku ke Ratu Valkirie. Atau kau punya rencana untuk melarikan diri. Berarti jika aku dan harus mati maka harus dipastikan bahwa kau juga harus mati."


Bagi Sarr adalah melaksanakan Perintah dan membawa hasil memuaskan. Misi apapun yang di berikan akan dilakukan tanpa memperdulikan berat atau ringannya misi tersebut. Baginya lebih baik menyelesaikan misi lebih penting dari pada nyawanya sendiri. karena mang sudah terdidik demikian semenjak kecil.


Demikian misi yang diberikan pada saat ini. Dia harus membawa Ragil dalam keadaan hidup ke pada Valkirie. Bahkan dia rela jika harus berkorban nyawa asalkan misi nya dapat dilaksanakan.


Dalam sebuah gerakan cepat Sarr melempar benda se kecil kancing ke dalam mulut Ragil. Benda itu langsung tertelan ke dalam perutnya. Kejadian itu begitu cepat dan dalam jarak yang sangat dekat hingga membuat Ragil tidak sempat menalar maupun mengelak. Bahkan warna benda yang ditelannya juga tidak di ketahui nya.


"Apa yang kau lakukan? Pil apa yang kau masukan kedalam perutku."


"Memangnya yang kau tahu Pil apa saja yang di produksi dari Pihak Militer."


"Tentu saja aku tahu." Ragil menjawab sedikit meninggi suaranya. "Ada tiga Pil yang di produksi Pihak Militer. Pil Putih untuk membunuh dalam waktu cepat dan dapat dilakukan untuk bunuh diri sendiri. Kematian cepat tanpa rasa sakit. Pil Hijau untuk merangsang kekuatan otot dan tenaga dalam beberapa waktu. Digunakan untuk melawan musuh yang lebih kuat. Tapi memiliki efek samping tubuh menjadi lemas dan linu setelah pengaruh obat habis. Aku pernah meminum pil ini dan sekarang bukan pil ini yang kutelan. Yang ke tiga Pil kuning adalah pil kejujuran agar orang yang meminumnya berbicara dengan jujur. Semua prajurit pernah meminum pil ini saat wawancara ataupun membuat laporan. Aku yakin bukan pil kuning yang kau berikan padaku."


"Masih ada satu Pil lagi. Pil warna abu-abu."


"Pil Abu-abu? Aku tidak pernah mendengarnya?"


"Karena Pil ini tidak di berikan kepada prajurit rendahan sepertimu. Sebuah Pil beracun yang baru terasa gejalanya setelah tiga hari. Jadi kau harus minum penawarnya Harus minum penawarnya sebelum 3 hari." Sarr mengeluarkan beberapa pil dari saku nya kemudian di hancurkan pil itu di tangannya hingga bubuk pil itu bertebaran di bawa angin." Dan yang ku hancurkan ini adalah Pil ke lima, pil Abu-abu bergaris merah berfungsi untuk menekan racun dan menetralisir Racun Pil Abu-abu. Bukan untuk menghilangkan racun. Tapi hanya penekan racun agar tidak menyebar. Aku hanya menyisahkan 2 pil penawar berarti waktu untukmu bertahan selama 6 hari. Sedangkan untuk menghilangkan racun itu hanya terdapat di Laboratorium Valkirie."

__ADS_1


"Kau...! Kenapa kau lakukan itu? Bukankah kalau aku tidak mengikutimu setelah enam hari berarti aku tetap akan mati."


"Untuk berjaga-jaga jika kau memberikan tugas padaku dalam tugas yang sangat berbahaya yang mengakibatkan kematianku. Aku tidak mungkin menolak tugas yang kau berikan selama enam hari ini. Jika sampai aku mati maka berarti kau harus datang sendiri ke Valkirie." Sarr terus menikmati sup daging buatan nya kembali seolah tidak ada hal yang terjadi.


Jalan pikiran Komandan Sarr ini memang terlihat penuh logika. Melihat dari berbagai kemungkinan ke gagalan dan bagaimana cara mengantisipasinya. Itulah sebabnya Pembunuh Valkirie tidak menerima alasan kegagalan dalam tugas.


"Kau Gila. Kau itu Manusia atau Robot. tidak punya hati. Hanya taat dan tidak pernah percaya kepada siapapun." Meskipun bibirnya memaki namun di hatinya dia memuji akan kecerdikan Pembunuh wanita ini. Para pembunuh Valkirie memang sudah di latih untuk tidak pernah percaya kepada siapa pun selain dari pemimpinnya sendiri. Dan harus taat kepada perintah atasan.


"Saat ini aku mempunyai dua misi. Pertama misi dari Valkirie untuk membawamu hidup dalam waktu yang tersisa enam hari. Kedua menjadi algojo mu selama enam hari." Gadis manis ini memberikan dua pil Abu-abu bergaris merah kemudian menyeruput sup panas dengan santai. "Sebaiknya sekarang kau membuat rencana untuk menghadapi Pasukan Haduz dari Selatan yang akan mencari mu."


Sikapnya seperti orang acuh tak acuh ini membuat Ragil semakin greget dalam menghadapinya. Pil itu di terimanya.


"Hah? Mengapa mereka mencariku dan bagaimana kau bisa tahu?" Ragil mencoba bersikap tenang dan tidak tegang agar tidak di remehkan oleh bekas Komandannya.


"Kau tidak perlu tahu bagaimana caranya aku tahu. Pokoknya selama enam hari ini sebagai bawahanmu, aku mencoba membantumu sebisa mungkin. Meskipun kulakukan dengan terpaksa."


"Yah aku tahu. Demi misi mu yang pertama. Membawa aku hidup-hidup ke pemimpinmu."


Ragil tidak menjawab melainkan dia hanya mengambil batok kelapa bekas Sarr untuk di gunakan menyiduk sup. Kemudian dia meniup sup yang masih panas lalu di seruput perlahan.


"Ini nikmat sekali. Tidak di sangka eehh... No 1 hebat memasak." mencoba mencairkan suasana.


Sarr hanya terdiam.


"Aku berencana ke Lembah Phanouel." memulai pembicaraan baru.


"Disana ada Bandit Lembah Phanouel bernama Binoang. Memiliki pasukan sekitar seratus orang."


"Benar. Apa saja yang kau ketahui tentang Binoang? Karena kau dan Arbakir rencananya akan menghadapi orang itu dan pasukannya."


"Binoang berumur 45 tahun dan berada di tingkat Akhir Tahap Lanjutan. Dia menggunakan senjata dua Kampak dan memilki sihir elemen tanah. Jurus andalannya adalah Stone Jail. Wakilnya bernama Agroo berumur 48 tahun berada dalam tingkat Atas Tahap Akhir dengan senjata dua buah sabit. Sihirnya ber elemen api dengan jurus andalannya Flyng Sun. Binoang memiliki tiga anak buah yang berada di tingkat menengah bernama Shagarr, Gumoo dan Kakhii. Mereka Berumur..."

__ADS_1


"Cukup... Cukup... Bagaimana kau bisa tahu semuanya secara mendetail."


"Aku telah membaca semua data mereka. Bukankah aku pernah mengajarimu. Jika kita harus bertarung maka kenalilah lawan mu. Kemenangan lebih mudah di raih jika kita mengetahui kelemahan lawan. Jadi jangan pernah mengabaikan data.


"Baik... Baik... Komandan... Ehh. Data.. Maksudku No 1."


"Tunggu dulu. " Sarr berdiri sambil memegang telinga nya. "Ada tiga orang dalam jarak 30 kilo meter sedang menuju ketempat ini. Mereka Arch, Dupp dan Pangeran Hammerdat."


...----------...


Catatan.


Beberapa Pil produksi Militer yang telah di ketahui Ragil.


1. Pil berwarna Putih. Pil untuk membunuh, tanpa rasa, tanpa warna, tanpa menderita sakit. Mati dalam sekejap. Bubuk obatnya dapat di segelas air dan langsung larut tanpa di kocok. Para Prajurit atau Para Pembunuh Valkirie juga dapat menggunakan untuk bunuh diri jika berada dalam posisi tidak menguntungkan atau di tahan oleh pihak musuh. Bentuknya yang seperti gigi dapat di pasang diantara gigi untuk mempermudah bunuh diri.


2. Pil warna hijau untuk perangsang otot. Memberikan kekuatan dan kecepatan sementara waktu, juga sebagai penahan rasa sakit tapi setelah pengaruh obat hilang maka tubuh menjadi lemas dan rasa kantuk. Pil ini juga dapat di gunakan sebagai penangkal racun biasa atau racun binatang berbisa. Bubuk pil ini juga dapat digunakan sebagai obat luka luar, cukup di taburi ditempat yang terluka. Pil ini dapat menyebabkan seseorang kecanduan jadi beberapa prajurit rendahan tidak di berikan pil ini kecuali dalam kondisi perang.


3. Pil warna kuning. Pil kejujuran, biasa di gunakan untuk interogasi dalam penyelidikan atau wawancara . Pil ini menyerang saraf kesadaran seseorang. Dapat membuat orang berhalusinasi sesaat. Jika pil ini sering di konsumsi maka akan menjadi candu dan sulit di hilangkan. Beberapa prajurit rendahan tidak di berikan pil ini. Pil ini di berikan kepada Kapten atau ditingkat atasnya yang lebih tinggi.



Pil Abu-abu. Pil membunuh dalam jangka waktu tiga hari. Digunakan sebagai ancaman memaksa atau menekan musuh. Kadang di gunakan oleh Pembunuh Valkirie atau prajurit lainnya jika mereka menerima misi sangat berbahaya yang kemungkinan keberhasilannya fifty-fifty. Jika mereka gagal dalam tiga hari maka mereka lebih baik mati dari pada ditahan oleh pihak lawan. pil ini di berikan kepada tingkat kapten atau diatasnya.



5. Pil Abu-abu strip merah. Pil untuk mencegah penyebaran pil Abu-abu selama tiga hari kedepan.


6. Pil Abu-abu strip putih. Untuk menghilangkan racun dari pil Abu-abu.


7. Jarum pelemas otot. Digunakan pihak militer untuk menyerang lawan yang kuat agar mudah di kalahkan. menggunakan jarum ini harus dengan senjatanya

__ADS_1


__ADS_2