
Sebagai mantan prajurit tentu saja Ragil mengetahui tentang Penjara Khusus Para Penyihir. Dimana disana semua penyihir dapat di kuras energi nya dengan tehnologi buatan Valkirie. Para tawanan itu tidak dapat membunuh diri karena tubuh mereka lemas dan setiap hari mereka dipasang alat penguras di kepala, tangan dan kakinya. Di penjara para penyihir, hidup itu bagaikan di neraka.
"Aku Tahu. aku tahu apa itu Penjara Khusus Para Penyihir." Bisik Ragil kepada Sarr. "Tapi yang Arch tidak tahu kalau aku dapat membunuh diriku sendiri sekalipun dalam keadaan cacat. Yang artinya dia tidak akan mendapatkan apapun dariku. Hanya saja kerugian di pihak kita akan sangat begitu besar."
Ragil maju tiga langkah mendekati Arch.
"Aku tidak mengerti akan maksudmu." Ragil berbicara lantang kepada lawannya. "Yang aku tidak mengeri kenapa kau dan Sarr saling bertentangan padahal kalian masih dalam satu kubu."
"Hahahaha.,. " Arch tertawa. "Kami mengabdi kepada Jendral yang berbeda. Assassin No 1 hanya melaksanakan tugas penyerangan dan penculikan yang di pimpin Jendral Etuell sedangkan tugas Jendral Bald adalah memaksimalkan sumber daya energi."
"Sudahlah.,. Tidak perlu membahas yang tidak perlu." Dupp mendekati Arch. "Sekarang kita bertempur atau kau memberikan skill mu untuk kubuat Duplikat."
"Array Kuno banyak jenisnya. Lantas Array yang mana kau inginkan?"
"Tentu saja Array Absoulut Critical." Dupp bertolak pinggang. "Jangan tanya aku tahu dari mana, Skill Absolute Critical yang kau gunakan kepada Vhestee sempat membuat Raja Argag, Hammard kewalahan. Padahal tingkat Vhestee lebih rendah Dari Raja Argag, tapi dapat membuat sang Raja mengalami luka dalam." (*)
(Peristiwa itu dapat di lihat di Landria 1, Bab 26, Absolute Critical.)
"Benar sekali." Hammerdat mendukung perkataan Dupp. "Oleh sebab itu Ayahku ingin mengundangmu sebagai Tamu Kehormatan. Itulah sebabnya saya datang secara khusus menjumpai mu."
"Hanya saja untuk menguasai Array Kuno harus memiliki Elemen Cahaya."
"Hahh!! Aku adalah Vacuum Dupp Sang Duplicator maka semua Elemen dapat ku buat Duplicat. Termasuk Elemen Kegelapan milik Raja Kegelapan."
"Baiklah kalau begitu..." Jawab Ragil.
"Apa nya yang baik?. Apa kau akan menyerah begitu saja. Jangan melakukan hal yang Bodoh lalu menyesali kemudian." Bentak Sarr.
Ragil melanjutkan perkataannya tanpa memperdulikan peringatan Sarr. "Aku akan melakukannya dengan cara ku yakni dengan cara bertaruh."
"Bertaruh?" Arch mencoba mencerna akan maksud lawannya.
"Kalau kau tidak setuju maka kita bisa bertempur habis-habisan sampai titik darah terakhir. Percayalah, kalaupun kami kalah kau pasti tidak akan mendapatkan diriku dalam keadaan hidup. Tapi kau bisa membawa mayatku ke ayahmu. Yang artinya kau tidak akan mendapat apa-apa.."
"Jadi kalau kau kalah dalam bertaruh maka kau akan melakukan kehendak kami semua?" Arch memburu.
"Hanya untuk melepaskan Segel Kunci harus ke Aramaa Land. atau kau bisa bawa diriku ke ayahmu."
"Tidak masalah." Dupp memutuskan. "Bertaruh apa yang kau inginkan? Apakah dengan pertarungan seperti kebiasaan mu. Duel.?"
"Boleh juga. Tapi bukan kau Pak Dupp yang bertarung. Karena kekuatanmu terlalu besar itu berarti tidak seimbang." Ragil membuat persyaratan.
"Baik. Kalau begitu biar Arch yang bertanding tapi lawannya tidak boleh Funuell, Paniell dan Arbakir." Dupp juga mengajukan syarat. "Kalau kau mempunyai keberatan maka kami juga mempunyai nya."
__ADS_1
Ragil berpikir sejenak, siapa yang akan menjadi lawan buat Arch. Bahkan Dawave dan Sarr saja tidak dapat mengalahkannya.
"Baik. Mari kita membicarakan kondisi persyaratannya, Yakni aku akan menyetujui Tiga permintaan kalian. Bertamu ke kerajaan Argag, Memberikan Array Absoulut Critical dan memberikan tubuhku untuk di bawa ke Penjara Penyihir tetapi setelah pertemuanku dengan Ratu Valkirie. Untuk itu Aku juga mengajukan Tiga kondisi persyaratan jika kami memenangkan pertandingan."
"Aku tidak setuju." Sarr maju di hadapan Arch. "Nyawa Ragil adalah milik Ratu Valkirie. Apakah kau mau menentang sang Ratu."
"Untuk hal ini biar Jendral Bald yang mengkonfirmasi kepada Ratu Valkirie." Tegas Arch. "Jika memang sang Ratu punya rencana terhadap nyawa Ragil maka saya yakin Jendral Bald akan melakukan perintah Ratu."
"Katakan tiga persyaratan mu." Dupp tidak sabaran.
"Saya tidak setuju." Funuell memprotes. "Disini selain Aku, Ayahku dan Arbakir tidak ada yang sanggup melawan mu. Ini tidak adil. Paling tidak kau harus ijinkan dua lawan satu."
"Tenang Funuell. Yang akan bertanding melawan Arch adalah Raja Penjahat, Murid dari Raja Kegelapan." Ragil menenangkan.
"Tunggu Ragil." Dupp memotong. "Jika yang kau katakan Si Raja Penjahat itu adalah orang yang sama dengan orang yang ada di Arena Black Market di Ulgar maka saya tidak setuju. Aku sudah mendeteksi kalau Pria berjubah hitam itu bukan manusia. Mungkin dia mahkluk abadi salah satu bawahan Raja Kegelapan. Karena dia bukan manusia maka dia tidak dapat terlibat dalam pertarungan ini. Dia sama sekali tidak punya stamina. Pertarungan ini adalah pertarungan antara mahkluk hidup."
Ragil cukup terperanjat mendengar penuturan Dupp. Karena memang saat itu yang digunakan adalah boneka dari Kirk, Avatar. Si Raja Kegelapan. Dengan menggunakan Skill Switch Body (*). Bagaimana Dupp bisa mengetahuinya.
(Dapat dilihat di Landria 1 Bab 32, Pertarungan Raja Kegelapan)
"Kalau begitu, Aku sendiri yang akan bertarung dengan Arch" Ragil meyakinkan. "Tapi karena aku ingin berbicara secara khusus dengan Arch maka pertarungan itu harus di ruangan tertutup."
"Ruangan Tertutup? Tidak masalah." Dupp meyakinkan.
Tangannya Dupp membuat gerakan kecil. Sebuah cahaya putih muncul dari tangan Pria Setengah baya itu. Cahaya itu dengan cepat membesar.
Sebuah ruangan tercipta namun hanya Dupp, Arch dan Ragil saja yang berada di ruangan Dimensi ini.
"Sejak kapan kau melakukan Duplikasi Dimension Space ini." Ragil tidak menyangka kemampuan Skill Dewi Kumala dapat di buat duplikat juga oleh Dupp.
"Kau ingat pertarungan antara Raja Kegelapan dan Arch? Setelah itu kau menyuruh Dewi membuat Dimension Space untuk melihat ilusi buatan Dewi dimana Arch dengan cara licik membunuh Dewi? Pada saat itu Aku dapat berubah bentuk didalam keramaian dan menyempatkan diri naik ke arena dan menyentuh Dewi yang masih mengaktifkan Ruangan Dimensi.*"
(Kisah ini dapat dilihat di Landria 1 Bab 32, Pertarungan Raja Kegelapan.)
Kemampuan Vacuum Dupp adalah membuat duplikat dengan cara menyentuh tubuh orang yang melakukan sihir.
"Bagaimana? Apakah kau bisa berbicara secara pribadi dengan Arch disini dan juga melakukan pertarungan di tempat ini?"
"Baik. Kau boleh keluar sekarang karena aku akan berbicara dengan Arch."
"Aku berikan waktu 10 menit kemudian aku akan membawa Naery Sarr untuk masuk ke tempat ini sebagai saksi dari pihak mu, demikian juga aku sebagai saksi dari Pihak Arch. atas pertarungan ini." Dupp melangkah hendak keluar dari Ruangan Dimensi."
"Jangan. Sebaiknya masukkan saja Arbakir sebagai saksinya."
__ADS_1
"Baik." Dupp kemudian menghilang dari balik pembatas ruangan itu.
"Kenapa Dupp? kenapa kau sangat membenciku sekarang padahal dulu kita bersahabat." Yang di maksud Ragil adalah ketika mereka bersama di Pulau Harta.
"Tidak ada gunanya membahas masa lalu. Aku adalah mata-mata Militer dan akan melakukan apapun demi tugas yang di embankan kepadaku."
"Benarkah seperti itu Arch? Kau yang selalu memberikan semangat kepadaku. Kau yang selalu membantu ku ketika aku di buli. Kau juga menanggung semua penderitaan bahkan hampir mati karena dendam para orang tua pembuli itu. Apakah itu merupakan bagian dari misimu Arch.?"
"Cukup. Hentikan. Aku tidak akan menjawab akan masa lalu. Semua yang kulakukan demi misi. titik.
-------------------
Peristiwa 12 tahun yang lalu
Sebuah Puri tempat tinggal seorang bangsawan, terdengar bunyi teriakan-teriakan. Para penghuni Puri nya panik saling berlarian tak menentu.
Dari atas atap ada beberapa orang sedang memutar seutas tali dengan bola pemberat di kedua ujungnya. Tali itu di putar seperti baling-baling kemudian dilemparkan ke arah penghuni Puri yang berlari. Ketika tali yang di berikan pemberat itu mengenai tubuh mereka yang berlarian, maka langsung melilit tubuh sampai ke kaki membuat mereka terjatuh dan tidak dapat berlari lagi.
Begitulah para penghuni Puri dilumpuhkan.
Diatas dari Puri itu ada sebuah kapal sihir dengan bendera gambar dua Kampak salin silang. Itu adalah lambang dari Pembajak Pulau Harta.
Para pembajak ini saat ini sedang merampok di tempat seorang bangsawan tinggal. Itu sebabnya para penghuni berlarian sambil teriak.
Para penghuni yang tidak berlarian keluar adalah para penyihir yang siap melakukan pertarungan. Jadi para penyihir dari Pembajak melawan para penyihir Puri.
Pemimpin para pembajak itu adalah Dev Ravalard. Ayah dari Dev Ragilard, atau yang sering dipanggil dengan nama Ragil.
Ravalard adalah penyihir tingkat S dengan senjata sihirnya dua Kampak panjang sepanjang tubuhnya. Mata kampaknya juga sangat besar sebesar dua kepala manusia.
Ravalard memiliki elemen udara sehingga setiap sabetan anginnya saja dapat membelah baja. Jika kampaknya di jatuhkan ke bumi maka daratan pun terbelah. Belum lagi dengan kemampuan telekinetic nya yang dapat menerbangkan kedua kampaknya.
Beberapa lawannya di dalam Puri di buat tidak berdaya menghadapinya.
Didapur ada pria tua dan seorang anak bersembunyi sambil mengintip dari celah di balik tembok. Kemudian Pria tua sedang berbisik kepada kepada anaknya.
"Seperti yang di katakan mata-mata kita, bahwa pembajak Dev Ravalard akan menyerang Puri ini."
"Apakah paman pengguna Kampak itu yang bernama Ravalard?" Si anak memperhatikan orang yang di sebut kepala pembajak.
"Benar Arch. Inilah saatnya kau bertindak. Menurut informasi Ravalard tidak pernah melawan anak kecil ataupun wanita tua, jadi kau jangan takut menghadapinya karena dia tidak akan melukaimu. Dia juga suka menampung anak-anak berbakat seperti mu." Ucap si pria tua itu.
"Baik Ayah. Aku akan keluar sekarang." Anak yang di panggil Arch hendak keluar dari dapur.
__ADS_1
"Jangan lupa targetmu adalah Dewi Kumala yang saat ini berada di Pulau Harta." Pria tua yang bernama Bald itu mengingatkan.
"Aku mengerti."