Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 67. Cerita Dua Orang Tentang ... ke 5


__ADS_3

Cerita Orpahh


_______________


"Pada saat itu hampir saja aku mendapatkan kekuatan dari Madrakh yang membuatku dapat mencapai Jurus ke tujuh. Tapi entah kenapa aku menjadi kelelahan." Orpahh menarik nafas panjang dan Funuell masih mendengar dengan antusias ceritanya. "Seolah aku telah di racun. Padahal Aku sudah sangat waspada."


"Jadi maksud nenek, untuk menguasai Jurus ke tujuh maka kita harus berhubungan badan dengan orang yang memiliki kapasitas sihir yang besar." Funuell menjadi lesu dan berusaha untuk memastikan. "Apakah dengan manusia biasa tidak bisa?"


"Seperti nya begitu. Karena nenek moyangku semua mendapatkan pria setara dengan tingkat Dewa atau Maha Dewa dengan kualitas terbaik." Orpahh memberi penjelasan. "Tapi ketika aku berselingkuh dengan panglima perang kerajaan Noemis yang sama tingkatnya dengan Pangeran di tingkat Dewa, maka saat itu aku pun menjadi tingkat Maha Dewa dan menguasai jurus ke tujuh. Aku juga tidak mengerti mengapa bersama Pangeran tidak dapat menghasilkan Jurus ke Tujuh."


"Selingkuh...?" Funuell tidak menyangka bahwa nenek moyangnya adalah orang berakhlak rendah. Gadis ini pun menjadi ragu apakah dia hendak mengejar Jurus ke Tujuh atau tidak. Jika tidak mendapatkan Jurus ke Tujuh maka Energi es dalam tubuhnya terus berkembang tanpa dapat di hentikan. Ini dapat menyebabkan kematian di usia muda.


Tetapi selama ada Ragil disisinya maka dia tidak akan mengalami ke bekuan. Hanya saja cita-citanya untuk mencapai tingkat Maha Dewa sirna sudah. Kecuali jika dia menyerahkan tubuhnya...


'Tidak. tidak. memikirkan sampai disana saja sudah membuat jijik'. Funuell tidak dapat membayangkannya.


Keinginannya memang harus mencapai tingkat tinggi. Tubuh Inti Es merupakan batu loncatan untuk mencapai Tingkat Maha Dewa dengan cara instan. Hanya saja persyaratannya tidak sesuai dengan nurani.


Funuell tenggelam dalam kegelisahan, sementara Orpahh terus bercerita.


"Setelah aku menguasai jurus ke 7 maka aku sering keluar dari kerajaan untuk mencari lawan tanding. Hasrat ingin bertarung begitu besar." Nenek Orpahh melanjutkan ceritanya. "Semua lawanku yang berada di tingkat Maha Dewa mati menggenaskan. Aku menjadi tidak terkalahkan di Landria Timur."


Satu per satu para penjahat di kejarnya. Akhirnya beberapa menyembunyikan diri. Orpahh lalu mulai keluar dari Timur untuk mencari lawan yang kuat. Tapi akhirnya kembali ke Timur karena tidak ada lawan yang dapat di ajak bertarung.


Karena tidak ada lawan, Orpahh mulai gelisah. Orpahh mulai berpikir untuk berlatih tanding dengan Raja. Dia teringat perkataan Madrakh bahwa Raja yang membunuh Ratu memiliki ilmu sihir terlarang. Sihir hitam. Destruction Palm.


Orpahh pun meminta ayah mertuanya yang juga seorang Raja untuk latih tanding. Awalnya sang raja menolak. Tapi karena bujuk rayu nya akhirnya sang Raja setuju.


Dalam latih tanding dengan Raja di saksikan oleh para pembesar kerajaan, Termasuk Pangeran yang menjadi suaminya itu.


Raja yang selalu berlatih sihir di ruang tertutup ternyata memang sangat ahli. Orpahh tidak berdaya di buatnya. Dalam waktu sebentar saja, Orpahh sudah kewalahan.

__ADS_1


Terpaksa Orpahh membangkitkan Jurus ke tujuh : Bersama. Keadaan menjadi terbalik. Orpahh menang di atas angin. Jurus ketujuh merupakan penggabungan dari jurus satu sampai ke enam dengan kekuatan yang lebih besar dan dahsyat.


Orpahh mulai kehilangan kendali masuk dalam kondisi barserker. Tekanan dan kekuatannya membuat nyawa Raja terancam. Tapi tidak ada yang bisa melerai atau memisahkan para tingkat Maha Dewa bertarung. Lapangan pertandingan mulai hancur terkena serangan sihir yang nyasar. Para penonton mengambil jarak menjauh agar tidak terkena serangan tak bermata itu.


Orpahh tidak dapat mendengarkan teriakan suaminya dan juga ayah mertuanya yang memintanya berhenti. Bagaikan kesetanan Orpahh terus menerjang. Dia tidak dapat dihentikan sebelum lawannya mengalami kematian rasanya tidak akan puas.


Ketika Raja tidak berdaya dan mulai terpojok maka dengan terpaksa di keluarkan nya sihir terlarang yang selama ini dia pelajari di ruangan tertutup. Entah dari mana dia belajar sihir terlarang itu.


Aura Raja berubah menjadi ungu kehitaman. Tangannya dari siku sampai ke jarinya berubah berwarna merah.


Pemandangan ini seperti yang dilihat oleh Pangeran saat ibunya mati. Hanya saja yang memiliki tangan menyeramkan saat itu adalah Madrakh. Pangeran tidak menyangka kalau ayahnya juga memperdalam ilmu sihir seperti itu. Bahkan para pengawal kerajaan tingkat tinggi juga dibuatnya terheran. Mereka semua tidak menyangka kalau Selama ini Raja Meraka sudah termasuk di dalam golongan hitam.


Orpahh pernah bercerita kepada Pangeran kalau ayahnya juga menguasai kekuatan sihir hitam tapi Pangeran tidak pernah mempercayainya. Kali ini Pangeran menyaksikannya secara langsung Jurus yang dapat membuat lawan menjadi debu.


Orpahh tidak menjadi gentar ketika melihat raja mengeluarkan sihir Destruction Palm. Malahan dia semakin bersemangat.


Tubuh Orpahh yang telah tertutup es kristal membuat dirinya semakin kebal dan cepat. Semua serangannya kelihatan berantakan tapi sesungguhnya semua serangannya sangat mematikan. Tidak ada satupun gerakan yang sia sia.


Sampai pada di saat Orpahh dan Raja berada di jarak 3 meter, keduanya saling mengeluarkan sihir jarak jauhnya. Dua kekuatan besar berpadu ditengah tengah. Imbasnya Warna di tengah pertarungan itu menjadi degradasi Merah dan Putih.


Masing masing masih sama kuat. Keduanya melangkah maju saling mendekat sambil mengeluarkan sihir tingkat tinggi. Mereka berdua saling mendorong satu sama lain.


Tidak ada seorang penonton pun yang berani mendekat. Karena efeknya dapat membuat yang mendekati akan menjadi debu atau menjadi kristal.


Sampai akhirnya tangan Kiri Orpahh saling menggenggam dengan tangan Kanan Raja. Kedua nya tidak ada yang menjadi kristal atau melebur menjadi debu. Ini bukan genggaman dua sejoli tapi genggaman maut.


Tangan kanan Orpahh yang memegang pedang segera menghunuskan senjatanya. Tapi dapat ditangkap dengan dengan tangan kiri Raja. Keduanya salung melancarkan kekuatan sihir tingkat tinggi. Urat wajah keduanya semakin tegang. Siapapun yang mengendurkan kekuatannya akan tewas secara langsung. Pemandangan ini sangat menegangkan dan menentukan.


Biji mata Orpahh sudah tidak kelihatan. Yang tampak hanya warna putih keseluruhannya. Kekuatan inti es nya selalu semakin menguat dan tidak pernah mengendur seolah kekuatan sihirnya tidak pernah habis, malahan semakin bertambah kuat.


Sang Raja baru menyadari kalau kekuatan Orpahh ini bukanlah berasal dari kapasitas miliknya tapi dari inti es yang selalu mengeluarkan energi secara terus menerus seperti keran yang terbuka dan tak dapat ditutup. Raja mulai gentar melihat Sihir Orpahh menjadi tak terbatas. Sedangkan Kapasitas energi milik raja semakin terkuras.

__ADS_1


Yang terjadi kemudian kedua tangan Raja mulai di selimuti Es Kristal. Raja yang menyadari bahwa dia kalah dalam kekuatan kapasitas sihir tidak dapat menghindari atau meloloskan diri.


Raja berteriak agar Orpahh menghentikan serangannya dan dia mengakui kekalahannya. Tapi Orpahh sudah tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. Keinginannya cuman satu yaitu membunuh lawannya. Bibirnya menyungging setengah senyuman penuh hawa membunuh.


Tidak ada satupun dari para penonton yang dapat membantu. Malahan kaki mereka bergetar menyaksikan kesaktian Orpahh.


Tidak membutuhkan waktu lama, Raja telah menjadi patung Kristal es. Setelah itu muncul retakan pada patung itu dan berakhir menjadi pecahan kecil batu batu Kristal. Saat itu juga Raja telah mati.


Ketika Raja mati, barulah kekuatan Orpah mulai surut secara perlahan. Transformasi tubuh kristalnya mulai kembali ke wujud normal kembali. Kesadaran Orpahh pun mulai kembali.


"Tangkap pembunuh Raja." Teriak Tetua yang juga berada di tingkat Maha Dewa. Selama Ratu tiada, Tetua itu menjadi penasehat Raja.


"Hentikan semua." Pangeran berteriak hendak membela isterinya. "Raja telah membunuh Ratu dengan kekuatan sihir gelap tadi. Aku yang menyuruh isteriku untuk membuktikannya."


"Tidak perduli. Siapapun pembunuh Raja harus dibunuh." Teriak Penatua itu.


Orpahh tertawa, "Kalian ingin membunuhku. Apa kalian sanggup. Mengapa tidak kau saja yang datang membunuh hai penghianat tua."


Jurus ke enam : Bumi


Dalam radius lima belas meter di sekitar Orpahh menjadi dingin. Tanah pun berubah menjadi es. Siapapun yang berada di atasnya akan berubah menjadi es.


"Selama beberapa tahun kebelakang aku telah mencurigai Tetua ini berkomplot dengan Militer. Tapi memang tidak ada bukti. Tapi dalam pertempuran dengan Raja tadi, kau bisa saja membantu Raja mu. Tetapi kau diam menunggu sampai dia tewas. Sekarang kau bermaksud membunuhku agar tidak ada lagi orang kuat di kerajaan ini. " Ucap Orpahh. "Sekarang aku tidak perlu bukti lagi. Dengan tidak turun tangannya dirimu membela rajamu dapat dikatakan kau adalah penghianat.


Jurus ke tujuh : Bersama.


Orpahh kembali merubah tubuhnya menjadi bertubuh Kristal melesat ke arah Tetua. Tubuhnya melesat bagai anak panah lepas dari busur. Pedang di depannya terhunus dengan mengeluarkan air yang melingkar berputar bagai spiral mengelilingi Orpahh. Dibelakangnya bertebaran salju seperti roket yang mengeluarkan api di belakangnya. Tanah yang di lewati saat terbang melesat cepat, berubah menjadi bongkahan es.


Magic Triangle


Tetua Kerajaan yang mengetahui serangan itu ditujukan kepadanya, segera membuat pertahanan dengan sihir tingkat tinggi. Cahaya coklat membentuk segi tiga didepannya, kemudian di depan segitiga ada segi tiga lainnya. Demikian perisai itu berlapis tiga perisai.

__ADS_1


__ADS_2