Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 56. Pidato Si Jubah Hitam


__ADS_3

Suara ramai para pengunjung mendadak terhenti ketika sesosok hitam muncul dari dalam goa.


Ragil telah melakukan transformasi menjadi seorang yang mengenakan jubah hitam.


Semua mata mengikuti langkah kaki pria berjubah hitam sampai ke tengah lapangan.


Si Jubah Hitam menuju dimana Binoang berada. Meskipun disana tidak ada podium, namun semua orang tahu kalau di tempat Binoang berdiri adalah tempat yang terbaik untuk pidato.


"Kepada Para Petualang Landria yang saya hormati.." Si Jubah Hitam membuka suara. Dia menyebut kepada para penjahat sebagai para petualang. "Sebelumnya saya minta maaf karena telah membuat para petualang Landria menunggu terlalu lama. Terlebih lagi bukan Ragil yang menyambut kedatangan teman teman para petualang. Itu karena baru saja Ragil mengalami kelumpuhan dari penyakit yang di deritanya."


"Apa Ragil Lumpuh?" Suara dari seorang tamu.


"Kami jauh jauh kesini hanya untuk bertemu Ragil"


"Yah... Panggil Ragil. Pahlawan yang mengalahkan Militer."


"Tidak ada satu kerajaanpun yang dapat membuat Militer mundur selain dari Ragil"


"Ku Dengar Ragil dapat membuat sihir menjadi semakin hebat"


"Kami ingin bertemu Ragil."


"Tenang tenang teman teman Para Petualang." Si Jubah Hitam mencoba menenangkan pertemuan yang mulai ricuh. "Ragil akan keluar menemui kalian semua. Saya di utusnya untuk menyampaikan tujuan dari pertemuan ini setelah itu Ragil akan menemui kalian. Tapi saat ini biarkan dia istirahat dulu."


"Ada baiknya kita dengarkan rencana pertemuan ini dulu. Jangan membuat ke hebohan." Seorang dari tamu berwajah tua berwibawa. Meskipun cukup tua namun rambutnya masih hitam dan rapih di sisir ke belakang. Pakaian bersih dengan simbol Naga berkaki delapan. Memegang sebuah kipas yang juga ada gambar Naga Berkaki delapan.


Bagaikan sebuah komando, para tamu lainnya pun terdiam. Pria tua berambut hitam jelas tidak sederhana.


Beberapa tamu mulai berbisik membicarakan si pria tua itu.


"Ragil saat ini telah menjadi rekan seperjuangan dengan Binoang Pemimpin Lembah Phanouel." Jendral bah Hitam melanjutkan pidatonya. "Adapun alasan Ragil dan penghuni Lembah Phanouel mengundang Para Petualang Landria untuk bergabung bersama menjadi kesatuan yang kuat dan kokoh sehingga tidak mudah di hancurkan. Tujuannya adalah dengan membentuk persatuan maka kita akan menggempur musuh kita bersama para Militer."


"Seperti kita ketahui setiap kerajaan dan para bangsawan juga terlalu mementingkan dirinya sendiri. Memperkuat kerajaannya dan menjadikan kita para petualang menjadi buronan. Ini membuat pergerakan kita semakin tidak leluasa."


"Seandainya kita seluruh para petualang bergabung. Maka tidak ada kerajaan satupun berani menggangu kita. Bahkan kita bisa menghadapi Militer sekalipun."


"Benar." Ucap salah seorang tamu.


"Yah.. kita sudah lama tertindas."


"Saya juga semakin sulit merampok karena keamanan kerajaan di perketat Bagaimana jika menggempur kerajaan dulu lalu militer."

__ADS_1


"Itu kau hanya mementingkan dirimu sendiri."


Kembali para tamu mulai berisik berbicara sendiri.


"Tenang. Tenang." Jubah Hitam menghentikan keramaian lagi. "Para Petualang sekalian. Kerajaan-kerajaan saat ini saling bersaing. Ketika Kerajaan Noemis dihancurkan oleh Militer, kerajaan lain tidak ada yang membantu. Bahkan mereka senang karena kurangnya satu penguasa. Demikian juga saat Kerajaan Nebur di Selatan. Tidak ada yang saling perduli. Tidak bersatunya kerajaan membuat Militer dengan mudah membumi hanguskan dua kerajaan dari Selatan dan Timur."


"Itu masih permulaan. Selanjutnya Militer hendak memperluas ke Ulgar. Saat itu Saya, Ragil dan bersama para petualang bergabung dengan kerajaan Ulgar untuk menghalau serangan Militer. Dan akhirnya Kerajaan Ulgar dapat di cegah dari kehancuran. Itu adalah contoh dari kekuatan persatuan."


"Hanya masalahnya para kerajaan ini tidak mau bersatu hingga membuat mereka menjadi lemah dan dapat di hancurkan pihak lawan."


"Tujuan Militer adalah menghancurkan seluruh penguasa di Landria. Termasuk semua kerajaan. Selanjutnya Militer akan menjadi penguasa tunggal. Kemudian Militer akan membangun pemerintahan tanpa penyihir. Lalu bagaimana dengan kita para penyihir? Kita akan di masukan dipenjara khusus di selatan. Semua para ahli sihir akan dikuras energinya menjadi sumber daya tehnologi. Pilihan kita hanya dua. Mati atau ditangkap di jadikan budak."


"Ragil adalah bekas seorang yang tanpa memiliki sihir dan tergabung dalam Militer. Jadi tujuan mereka adalah menciptakan Landria bersih tanpa sihir. Karena anggapan Militer adalah Penyihir adalah penyebab seseorang menjadi jahat "


"Itu tidak boleh terjadi." Seorang tamu angkat bicara.


"Kakekku di tingkat Dewa pernah di tangkap dan tidak pernah kembali." Tamu lainnya menimpali.


Jubah Hitam melanjutkan pidato nya. "Jadi Ragil berencana menggalang para petualang untuk bersatu. Kuta akan menghancurkan penjara khusus yang telah menangkap orang tua kita, kakek kita, anak kita, teman kita dan semua yang kita kenal. Saatnya kita membebaskan mereka dari penjara."


"Iya Benar."


"Hancurkan Militer."


"Hancurkan Militer."


"Serang markasnya di selatan."


"Lalu bagaimana dengan Pihak Kerajaan."


"Iya. Kalau kita menghancurkan Militer maka yang senang adalah para kerajaan. Mereka akan menindas kita."


"Teman teman petualang." Jubah Hitam mengangkat kedua tangannya menginginkan mereka untuk tenang. "Jika Militer bisa kita hancurkan apa lagi cuman kerajaan. Itu cuman pekerjaan kecil. Kekuatan yang terbesar adalah persatuan. Kita sering mendengar peribahasa satu lidi mudah di patahkan tapi seribu lidi tidak terpatahkan."


"Benar."


"Kita para penjahat akan berjaya."


"Lalu siapa yang jadi pemimpinnya?" Seorang tamu berteriak.


"Apakah kau mengangkat dirimu menjadi pemimpin atau Ragil." Tamu yang lain menimpali.

__ADS_1


"Tenang. Tenang. Kita akan mendiskusikan masalah itu jika kita sudah membuat persatuan." Jubah Hitam kembali menghentikan keramaian. "Pertemuan ini hanyalah awal saja. Karena kami akan mengundang untuk pertemuan lagi di hadiri oleh para Penyihir Tingkat Maha Dewa. Pada saat itu kita bisa memilih Pemimpin yang tepat dan memiliki sihir yang paling kuat."


"Saya percaya para tamu di sini sebagian yang datang hanya karena sebagai utusan dari seseorang atasan ataupun dari kelompok tertentu. Jadi sampaikan kepada Pimpinan dan Ketua kalian tentang semua rencana ini. "


"Benar. Saya adalah utusan dari Sekte Teratai Darah. Beberapa sekte tetangga kami juga sudah rata dengan tanah atas ulah Militer. Seperti Sekte Bulan, Sekte Api Meteor dan sekte sekte lainnya. Pertemuan ini yang kami harapkan demi kelangsungan hidup sekte sekte di Landria." Seorang wanita umur tiga puluhan berdiri dan menjura hormat.


Seseorang berambut merah ikut berdiri. "Kami dari Sekte Api Meteor tapi saat ini sudah hancur oleh Militer sebelum Militer menyerang Ulgar. Kami datang untuk bergabung menumpas Militer melampiaskan dendam kami."


"Seorang pria dengan penampilan rapih mengenakan caping juga ikut berdiri. "Saya dari asosiasi penggali harta Karun. Beberapa teman kami pada saat menggali di bukit, mereka semua diculik oleh Militer. Kemudian Bukit itu di kuasai Militer untuk tambang dimana bukit itu mengandung biji besi. Kami juga menyewa orang ahli di guild untuk menyelidikinya. Mereka semua ditawan di markas Militer di selatan. Para ahli itu tidak bisa masuk lebih jauh karena tempat itu ada alat anti sihir yang membuat para penyihir tidak berkutik.


"Kami dari desa Bulangka yang berada di Selatan. Kini semua hancur diserang oleh Militer dan Semua ahli sihir di tingkat menengah dan tingkat atas itu di tangkap, termasuk kakak saya seorang tingkat Dewa."


Kemudian Manusia berkerudung hitam alias transformasi dari Ragil melanjutkan pidatonya. "Itulah sebabnya di butuhkan sebuah persatuan untuk menegakkan keadilan di Landria."


Jauh di belakang Jubah Hitam yang masih ber api api, Ada Funuell yang sedang menghampiri Naery Sarr.


"Kau seorang Militer kan? Namamu Naery Sarr?" Tanya nya.


Ketika Funuell mendengar pidato Jubah Hitam yang mengatakan Ragil bekas dari Militer, Membuatnya penasaran dan ingin mengorek latar belakangnya.


"Benar." Jawab Sarr tanpa memandang wajah Funuell.


"Bukankah yang di bicarakan si Jubah Hitam itu untuk menghancurkan Militer. Bagaimana tanggapanmu."


"Aku tidak perduli dan bukan urusanku. Tapi kejadian ini dapat menjadi bahan laporan ke atasan."


"Kau datang bersama Ragil dan membantu dia sampai saat ini padahal dia adalah musuhmu. Saling bermusuhan tapi saling membantu."


Sarr mendengar itu menjadi terdiam sejenak. Sarr juga tidak menyangka kalau Ragil mengumpulkan para petualang untuk menggulingkan Militer. Secara tidak langsung dirinya telah membantu menggulingkan Militer.


"Kau tidak mengerti. Apa yang ku perbuat tidak ada urusannya denganmu.." Sarr menjadi ketus.


"Tahukah kau tentang penyakit Ragil.?"


"Bukan urusanku." Meskipun Sarr sedikitnya tahu karena itu membuat Ragis sering mimisan. tapi dia enggan menjawab.


"Apakah kau tahu kalau umurnya hanya tersisa beberapa bulan?."


"Apa? Tidak. Aku tidak tahu." Sarr terkejut mendengarnya. Tapi itu bukan urusannya jadi dia tidak perduli asalkan tugasnya telah selesai. "Itu juga bukan urusanku." Tugasnya hanya melihat, mendengar dan menyimpan informasi tapi tidak turut terlibat dalam interaksi.


"Aku tahu kau terkejut mendengar sisa waktu kematian Ragil. Sekalipun tidak perduli. Aku adalah Tabib nya sekarang. Maukah kau menceritakan tentang Ragil dari awal pertemuan mu sampai kau bersama datang kesini?" Ini berguna untuk perawatanku ke depannya.

__ADS_1


"Kenapa aku harus memberikan informasi kepadamu. Apa perduli ku tentang urusanmu dengan Ragil."


"Begini saja. Salah satu kebiasaan Para Petualang adalah saling bertukar. Jika ada yang kau inginkan dariku maka akan kuberikan untuk sedikit informasi tentang perjalan kau dan Ragil. Dari awal pertemuan hingga saat ini. Karena tadi kudengar si Jubah Hitam mengatakan kalau Ragil bekas dari Militer."


__ADS_2