Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 5. Paniell Bergabung


__ADS_3

Paniell memerintahkan anak buahnya untuk mengambil 500 keping emas. Tidak lama kemudian anak buahnya membawa nampan dengan membawa lima ikat tali yang masing-masing ikatan berisi 100 keping.


Setiap keping emas ini memiliki lobang di tengahnya seperti donat. Jadi lubang itu di gunakan untuk mengikat kepingan sesuai jumlahnya. Satu ikat berisi 100 keping.


Lima ratus keping bukanlah jumlah yang sedikit. Paling tidak hanya orang kaya yang dapat mengeluarkan jumlah seperti itu. Bahkan untuk biaya lewat Lembah ini 5 keping per orang juga masih keberatan beberapa orang. Apa lagi rombongan ini terdiri 25 orang harus membayar 500 keping emas.


Binoang biasa nya hanya memasang harga 1 keping per orang untuk lewat di tebing ini. Dan Paniell serta rombongannya tidak pernah membayar setiap lewat tempat ini. Bahkan Binoang selalu menyediakan air untuk beristirahat.


Tapi sekarang Paniell harus membayar 500 keping. Bukan main rasa kesal kedua anak Paniell terhadap Ragil yang telah meremehkan mereka.


"Ayahhh.." Gemas Funuell melihat Ayahnya mengeluarkan jumlah besar keping emas tersebut.


Ayahnya tidak perdulikan kesal Puterinya. Bagi nya keselamatan Obat-obatan lebih penting dari pada 500 keping. Jadi sebisa mungkin mereka menghindari perselisihan yang nantinya akan merugikan diri sendiri.


"Tuan Ragil. Kami adalah orang sibuk yang harus mengobati rakyat kecil, jadi kiranya anda Sudi melepaskan kami untuk kembali tanpa harus menahan kami disini selama tiga hari."


"Baik. Karena kalian bersikap baik maka aku akan membebaskan kalian. Juga beserta ke empat murid Yakove. Karena kulihat semenjak tadi kalau murid Yakove yang berkumis itu sangat kuatir terhadap Puteri anda."


"Hahaha.... Tuan Ragil bisa saja. Murid tertua Yakove itu memang pernah di jodohkan dengan Puteri saya. Tapi Puteri saya keras kepala dan tidak mau menikah sebelum dirinya menerobos ke tingkat Atas."


"Wajah Puteri Tuan Paniell ini sangat mulus terawat. Dapat di pastikan karena mendapatkan pengobatan yang baik. Seperti ayahnya demikian juga anaknya yang kelihatan awet muda." Ragil Memuji. "Saya percaya kalau umur Puteri anda lebih tua dari wajahnya. Saya tidak bermaksud mencampuri, tapi saya sarankan untuk segera menikah. Apa lagi pasangannya sudah ada. Namun jika memaksa diri untuk menerobos... Saya kuatir. Puteri anda akan menjadi perawan tua."


"Apa maksudmu mulut jahat." Funuell mengambil pedangnya dan mengancam Ragil.


"Aku tahu kau awet muda karena perawatan ramuan seperti ayahmu. Tapi kau akan terus semakin tua dan dengan penyakit inti es dalam tubuhmu maka kau tidak akan menerobos ke tingkat berikutnya. Inti es itu telah menahan kapasitas sihirmu sehingga kau tidak dapat berkembang."


"Ba.. ba.. bagaimana Tuan tahu ... Penyakit anakku."


"Kemampuanku adalah dapat mengetahui apa yang terjadi pada tubuh seseorang jika aku menyentuh nya. Tadi aku telah menotok Puteri mu jadi aku tahu yang ada dalam tubuhnya. Selama ini kau pasti sering menyalurkan energi murnimu kepada Puterimu agar tidak mengalami kedinginan. Mungkin seminggu sekali Puterimu mengalami kedinginan yang parah."


"Anda benar sekali Tuan. Itulah sebabnya saya selalu mencari ramuan obat-obatan untuk meningkatkan kemampuan Puteri saya. Jika dia berhasil menerobos maka dia dapat meditasi mengatasi dingin dalam tubuhnya."


Paniell kembali bersemangat. selama ini tidak ada yang bisa mengetahui penyakit anaknya selain mereka yang memang ahli. Sekarang dia melihat ada orang yang tahu penyakit anaknya hanya dalam sekali sentuh. Paniell berharap Pemuda ini memiliki koneksi yang dapat menyembuhkan anaknya.


"Percuma... Percuma... Karena dia tidak akan menerobos." Ragil kembali ke tempat duduknya.

__ADS_1


Paniell berlutut di hadapan Ragil. "Jika Tuan mempunyai cara untuk menolong Puteri saya maka saya akan berhutang Budi kepada Tuan. Saya bersedia memberikan harta saya demi kesembuhan Puteri saya."


Funuell dan Lamuell merasa tidak senang melihat ayahnya berlutut dihadapan seorang penjahat


"Bagaimana denganmu nona cantik?" Ragil memandang Funuell.


"Cihh... " Funuell membuang muka. "Ayahku seorang tabib sakti saja tidak dapat melakukan apapun apalagi cuman penjahat sepertimu."


"Funuell." Bentak Ayahnya. "Bertahun-tahun ayahmu telah mencoba berbagai cara. Tapi tidak dapat menyembuhkanmu."


"Tuan. Tolong sembuhkan kakak saya." Lamuell berlutut di hadapan Ragil.


"Berdirilah kalian dan pulanglah. Aku tidak akan menahan kalian. Bawa juga semua murid Yakove ini." Ragil berdiri dari kursinya seperti hendak beranjak pergi.


"Tuan... " Funuell memanggil tampak ragu.


"Kenapa Nona? Saya tidak akan menghalangi rombongan kalian. Silahkan berangkat."


"Tuan. Saya terlalu bodoh. Mohon maafkan saya." Funuell kemudian berlutut. "Mohon sembuhkan saya."


Ragil menyungging senyuman liciknya. Dia mendekati Funuell. "Aku ini seorang penjahat. Jika aku dapat menyembuhkanmu, apakah untungnya bagiku?"


"Bagus. Kalau begitu jika aku dapat menyembuhkan penyakitmu maka kau akan jadi isteri saya yang ke empat." Ragil memukul meja.


"Mak... Maksudku... Bukan itu.. aku.. aku..." Funuell gelagapan. Sungguh jawaban Ragil sangat mengagetkan.


"Dasar penjahat keji. Mulut kotor. Penjahat cabul." Murid tertua Yakove memaki. "Adik Funuell. Jangan meminta pertolongan kepada penjahat keji itu.


Funuell meneteskan sebutir air mata. Hidupnya selama ini menderita. Sejak umur tujuh belas tahun, penyakitnya ini mulai menunjukkan sakitnya. Saat itu dia baru menerobos ke tingkat menengah. Semenjak itu Ayahnya berusaha mengobati tubuhnya yang sering diserang rasa dingin yang membeku. Ayahnya seminggu sekali menyalurkan energinya demi menolong agar dia tidak mati kedinginan. Kini sudah sembilan tahun dia mengalami sakitnya dan tidak ada obatnya. Dan selama sembilan tahun dia tidak pernah menerobos lagi.


Sekarang seorang penjahat akan membantu menyembuhkan dirinya. Tapi harga yang harus dibayar terlalu tinggi. Menikah dengan seorang penjahat. Apa artinya hidup sehat jika hidup bersama orang yang tidak di sukai nya.


Ragil tidak tahan melihat wanita itu semakin meneteskan air mata karena tidak dapat membuat keputusan. "Hua ha ha ha.... Sudahlah kalian berdiri. " Ragil tidak ingin menggoda lebih lama. "Aku tidak berjanji akan dapat menyembuhkan nya tapi aku akan mencoba sebisaku kalau kalian mau tinggal disini sebagai tamuku selama tiga hari dan membantu kami mengolah makanan untuk kawanan di lembah ini."


"Terima kasih Tuan." Ayah dan anak menyahut serempak.

__ADS_1


"Oh Iya... Di dalam gua masih ada pasukan Haduz yang terluka. Mohon uluran tangan Tabib Paniell untuk menyembuhkan mereka."


"Pasukan Haduz? Terluka?" Paniell sebelumnya menyangka bahwa semua pasukan Haduz di bantai habis.


"Mereka semua terkena luka tembakan." Arbakir menjelaskan kepada Paniell. "Tuan Ragil hanya melumpuhkan mereka supaya tidak beringas. Kecuali Pemimpinnya yang terpaksa di tembak mati oleh Tuan.


Sungguh sulit di tebak sosok Ragil dimata Paniell. Pemuda yang dianggapnya orang jahat tidak membunuh orang yang akan membunuhnya. Bahkan bersedia membantu menyembuhkan anaknya. Paniell bertekad untuk mencari informasi mengenai pemuda ini kepada para murid Yakove jika ada kesempatan.


"Arbakir. Tunjukan padaku dimana para penderita itu."


"Silahkan lewat sini Tuan." Arbakir mengantar Tabib itu ke gua di dekat situ sebagai tempat markas Binoang sebelumnya.


Setelah Tabib itu pergi ke gua bersama Arbakir, Ragil mendekati Sarr lalu berbicara perlahan. "Mengapa kau menantang mereka bertiga kalau kau tidak yakin menang. Tanpa harus melepaskan gelang besi mu. Apakah Informasi data milikmu tidak akurat?"


Naery Sarr mengambil sebuah batang pohon dan mencoret-coret di atas tanah.


"Ketika aku bertempur melawan Paniell satu lawan satu, aku dapat mengukur kekuatannya. Jadi aku yakin pasti menang melawan 3 Paniell sekaligus. Jadi aku menganggap melawan orang tua dan anak-anaknya yang dibawah kekuatan ayahnya pasti tidak tidak lebih hebat dari pada melawan 3 Paniell. Aku yakin pasti menang."


"Lalu kenapa hasilnya jadi berbeda sampai kau harus melepaskan Gelang besi mu. Ini tidak seperti dirimu yang selalu hidup dalam perencanaan."


"Dalam strategi perang ada faktor tak terduga. Ternyata setelah melawan mereka bertiga itu berbeda dengan melawan 3 Paniell. Meskipun kemampuan kedua anaknya lemah namun mereka saling mengisi dan menutupi kekosongan masing-masing. Itu membuat pertahanan mereka menjadi kokoh. Aku bisa saja mengalahkan mereka tapi membutuhkan waktu lama sampai mereka kehabisan nafas dan stamina."


"Satu hal lagi yang harus di masukkan dalam data mu yang tidak akan mungkin kau pikir dengan logika." Ragil menatap kedua bola mata Naery Sarr. "Kasih sayang seseorang merupakan kekuatan yang besar bahkan dia berani mengorbankan dirinya untuk menolong orang yang di sayangi. Keluarga itu saling menyayangi dan ingin melindungi orang yang mereka sayangi. Itulah sebabnya mereka menjadi semakin semangat dan semakin kuat."


Setelah melihat coretan yang dibuat Sarr, Ragil langsung melangkah menuju gua untuk bertemu Paniell.


Sarr sangat kesal. Walau demikian dia terus mengingat perkataan Ragil. Ada kekuatan yang lebih besar dan tidak dapat di cerna oleh logika. yaitu kasih sayang yang rela berkorban.


Demikianlah rombongan itu menetap di sana selama tiga hari. Seperti yang dikatakan Arbakir, ternyata semua yang terluka adalah bekas kena tembakan pistol. Jadi Ragil memang sengaja hanya melumpuhkan. Tidak bermaksud membunuh.


Paniell dan rombongannya saat itu mulai bekerja menyembuhkan mereka yang terkena luka tembak.


Funuell dan rombongan wanita juga menyibukkan diri di dapur mengurus makanan.


Bahkan rombongan murid Yakove juga memutuskan untuk menetap di lembah ini. Mereka sudah tidak di totok lagi. Tapi tetap saja mereka tidak dapat menggunakan kekuatan sihir .

__ADS_1


Melihat hubungan antara Ragil dan Naery Sarr jelas sangat aneh. Karena Sarr adalah seorang Komandan dan Ragil adalah bekas prajuritnya. Tapi yang terlihat sekarang Sarr menahan diri untuk membantah atau melakukan hal yang buruk kepada bekas prajuritnya.


Mengapa mereka bisa bersama? Tentunya ada cerita di balik semuanya itu. Sebagaimana kita tahu di akhir cerita sebelumnya, Ragil hanya bersama dengan Arbakir berdua saja.


__ADS_2