
"Apakah kedatangan mereka juga ada dalam data milikmu." Sebenarnya Ragil tahu ada alat di telinga bekas Komandannya ini yang juga merupakan alat penerima berita satu arah. Tapi dirinya pura-pura tidak tahu.
"Apakah kau idiot atau apa? Kejadian hari ini mana ada dalam data." Sarr sedikit emosi dipermainkan oleh bekas prajuritnya. "Aku mendapat laporan dari pesawat diatas melalui alat pengirim berita yang berada di telingaku."
"Owh... Jadi itulah sebabnya kau tahu gerakan kerajaan Haduz. Karena ada pesawat Militer di udara." Ragil melihat alis mata komandannya itu sudah mulai meninggi. Sebentar lagi emosinya akan meledak. "Apakah kau tahu semua data mengenai mereka.". mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Arch, 26 tahun, Penyihir Petir tingkat Atas Tahap Lanjutan dengan jurus andalan Lightning Punch. Pangeran Hammerdat, 24 tahun, tingkat Menengah Tahap Lanjutan dengan jurus andalan Giant Palm. Dupp, umur tidak di ketahui, Penyihir Tingkat Mahir, Jurus andalannya tidak di ketahui karena dia suka menduplikasi sihir orang lain. Bagaimana? Apa kau sudah puas?"
"Apakah kau tahu hubungan antara Arch dan Anchord Bald?"
"Mereka adalah orang tua dan anak angkat. Bald tidak memiliki kemampuan sihir. "
Maksud dari Sarr adalah Bald tidak mungkin memperanakan seorang yang memiliki bakat sihir.
"Bagaimana kau bisa yakin kalau Arch bukan anaknya Jendral Bald?" Sudah jelas dari namanya Anchord Bald dan Anchord Arch."
"Karena setiap anggota Militer yang memiliki jabatan harus masuk dalam kamar operasi dulu agar tidak boleh memiliki anak."
"Aku pernah dengar rumor itu. Ternyata benar seperti itu. Apakah termasuk dirimu?"
"Semua Assassin Valkirie tidak bisa melahirkan. Apa kau puas." Sarr mulai mematikan api. Dia berharap tidak ada pertanyaan lagi. "Kerja sama dengan orang rendahan memang menjengkelkan.
"Setelah urusan ini selesai, Aku akan cari kesempatan untuk membunuhnya." Batin Sarr dalam hati.
Bagi Naery Sarr hubungan kerja sama ini telah menempatkan dirinya yang secara terpaksa menjadi bawahan Ragil. Wanita ini harus komitmen dengan Perjanjian itu dan memperlakukan Ragil menjadi Bos nya selama enam hari. Selama enam hari ini suka atau tidak suka, dia tetap setia meskipun bos nya adalah orang yang tidak disukainya.
"Apakah menurutmu Arch bekerja sama dengan ayahnya.?"
"Tidak tahu dan itu tidak ada dalam data. Saya adalah bawahan Jendral Etuell jadi Sepak terjang dan kinerja Jendral lain dan divisi mereka bukanlah urusan saya.." Sarr sibuk mematikan api. "Kalau kita tidak pergi sekarang maka tidak sampai setengah hari mereka akan tiba di tempat ini."
"Mengapa kita tidak menghadapi mereka."
"Apakah kau pikir aku orang bodoh. Sudah jelas kita bertiga tidak akan mampu melawan mereka. Bahkan akupun belum tentu bisa menang melawan Arch. Aku tahu kau sering berada dalam keberuntungan tapi tidak selamanya kau beruntung."
"Kalau begitu Ayo kita berangkat menuju Lembah Phanouel." Ragil mempersiapkan diri.
"Kita keatas bukit naik pesawat. Aku meninggal kan pesawatku disana. Tinggalkan saja abdi mu disini."
"Tidak bisa. Aku harus membawanya serta."
"Pesawatku hanya menampung dua orang penumpang."
"Kita lewat jalur darat." Ragil mengambil Arbakir dan memanggulnya.
Dengan kekuatan yang dimiliki sekarang maka dengan mudah Arbakir di panggulnya. Dia tidak memperdulikan apakah Sarr setuju atau tidak.
"Mereka akan mengejar kita jika kita lewat darat. Sebaiknya kita lewat udara. Biar aku memikirkan caranya membawa abdi mu itu."
Sarr berjalan didepan menuntun jalan yang akan dilalui mereka. Jalan yang di ambil akan berada dalam tanjakan karena posisi pesawatnya berada di atas bukit.
Ragil membopong Arbakir yang besar menaiki bukit. Meskipun jalan menanjak namun tidak masalah baginya.
Setapak demi setapak Ragil berjalan meskipun tanjakannya agak curam. Langkah kakinya kokoh walaupun ada beban di pundaknya. Padahal postur tubuh Arbakir besar, berotot dan lebih berat dari manusia normal pada umumnya. Tampaknya Pria ini sangat menikmati dengan kekuatannya yang baru.
Ragil tersentak kaget. Tubuh Arbakir hampir saja terjatuh.
"Kenapa? Tidak kuat?"
__ADS_1
"Tidak... Tidak masalah. Hanya tergelincir." Ragil beralasan.
Sebenarnya apa yang membuatnya terkejut adalah Soul Watcher miliknya sudah semakin berkembang.
Kini dengan Soul Watcher miliknya, dia dapat melihat sampai kedalaman tubuh Arbakir. Kesan pertama memang sangat menakutkan. Melihat jantung yang berdetak, melihat nadi darah, melihat tulang-tulang, semua dapat dilihat didalam organ tubuhnya. Bahkan dia juga dapat melihat pancaran aura milik Arbakir.
Hanya dengan melalui sentuhan saja maka dia dapat melihat seluruh isi dalam tubuh seseorang.
Radius pelihatnya juga semakin jauh dalam mendeteksi. Burung yang bertenger diatas dahan, laba-laba yang merayap diatas jaringnya. Kerikil-kerikil yang berjatuhan akibat injakan. juga setiap daun yang jatuh terbawa angin.
Jangkauan pandangan Soul Watch nya juga semakin tajam. Meskipun pesawat milik Sarr itu tidak terlihat karena berada diatas bukit, bahkan tertutup oleh beberapa dahan dan ranting pohon namun Ragil dapat mengetahui postur bentuk ukuran dari pesawat kapsul itu.
Sepertinya Sarr sengaja menutupi pesawatnya dengan beberapa dahan untuk mengelabui pandangan orang lain.
Ragil menyimpan dalam hati perkembangan kekuatan yang dimilikinya.
Sampai di atas Bukit, Nafas Ragil memburu. Meskipun dia kuat namun stamina nya masih lemah. Hidungnya mengeluarkan darah lagi.
"Ada pembengkakkan di ulu hatiku." Ragil membatin dalam hati. Dengan kemampuan nya dia dapat melihat kondisi tubuhnya yang didalam. "Apakah karena melanggar hukum Gift."
Dewi Kumala pernah memberikan Aturan dalam melakukan Gift sebagai langkah Array Kuno. Ada ancaman di balik menggunakan Skill Gift.
Gift hanya dilakukan kepada manusia yang masih hidup dan menderita sakit atau terluka parah.
Gift dapat dilakukan jika manusia hidup itu menyetujui atau menerima Gift. Jika yang bersangkutan tidak sadarkan diri maka harus di setujui oleh keluarganya atau dari wali yang bertanggung jawab.
Skill ini hanya dapat dilakukan sebanyak tiga kali.
Dengan secarik kain yang dipegangnya di bersihkan nya hidungnya dari cairan merah.
"Sepertinya manusia berorotot ini akan bangun." Ucapnya ketika dirasakannya tubuh Arbakir mulai menggeliat diatas pundaknya.
Tak lama kemudian.
"Tuan? Apa yang kau lakukan?" Arbakir kaget melihat tubuhnya di panggul.
"Kau sudah bangun rupanya. Bagus." Sarr tersenyum sinis. "Kita akan terbang. Kau dan badan besarmu duduk berdua dengan tuan mu di kursi belakang. Kursi itu hanya satu jadi kalian atur agar muat."
Melihat wajah bingung yang kelihatan seperti orang bodoh itu, membuat Ragil menjelaskan duduk perkaranya dan alasannya kenapa mereka harus terbang.
"Aneh. Kenapa aku bisa tertidur begitu lama." Arbakir menggaruk kepalanya yang botak.
"Hah... Itu hebat. Saat aku melakukan Take n Gift pertama kali aku tertidur selama tiga hari." Ragil mengingat pengalamannya saat melakukan Gift kepada Puteri Vhestee.
"Sudah. Jangan banyak cakap, cepat masuk pesawat." Sarr membersihkan dahan-dahan batang pohon yang menyelimuti pesawat.
"Tidak perlu. Aku tidak naik pesawat." Arbakir menolak untuk ikut di pesawat.
"Hah? Badan besar begini takut ketinggian?" Ejek pemuda Ahli Array kuno itu.
"Orang Suku Naga selain memiliki kemampuan Transformasi, juga memiliki kemampuan Summon atau pemanggil. " Ujar Sarr sambil menaiki pesawat kapsul miliknya. "Jadi dia bisa terbang sendiri."
"Asalkan tidak melaju cepat, pasti dapat ku ikuti dari belakang kalian." Arbakir menyentuh Array yang ada di punuk lehernya.
__ADS_1
Wyvern Array
Dihadapan mereka muncul cahaya kekuningan dengan garis-garis array bercahaya membentuk lingkaran besar. Dari tengah lingkaran tersebut muncul seekor burung Wyvern besar berwarna ke abuan. Seekor burung tanpa bulu dengan ekor panjang meruncing.
"Kriiaaakkkk..." Teriakan burung itu senang di panggil oleh tuannya.
"Ayo Racko. Saatnya berangkat." Arbakir menunggangi Wyvern yang dipanggil dengan sebutan Racko.
"Apakah kau merasakan ada perubahan atau keanehan dalam tubuhmu atau kekuatanmu? Ada tambahan kekuatan? Kemampuan sihir atau apapun?" Ragil menyelidik mencari tahu efek dari Take and Gift terhadap abdi nya ini.
"Apa.... Apakah maksud Tuan?"
"Apakah kau merasakan ada kelainan?"
"Kelainan?"
"Sihir... Sihir.,." Pemuda itu berusaha memperagakannya.
"Sihir?" Masih bingung.
"Aahhh.... Sudahlah."
"Tidak ada yang aneh atau kekuatan apapun itu." Arbakir menggaruk kepalanya.
"Hei... Cepat kita berangkat." Teriak Sarr. "Kalian menunggu ketahuan oleh Arch dan kelompoknya?"
"Ya sudah nanti kita bicarakan lagi.Ayo berangkat." Ragil memasuki ke dalam pesawat di belakang Sarr. Terlihat dari wajahnya ada rasa tidak puas.
Selanjutnya mereka lepas landas dengan cara menukik ke dalam jurang supaya Arch dan rombongannya yang berada berlawanan arah tidak dapat melihat pesawat yang baru saja berangkat.
Arbakir mengikutinya dari belakang.
Yang dikuatirkan oleh Sarr adalah Vacuum Dupp yang dapat terbang. Dia nanti dapat melihat arah penerbangan ini.
Sarr membawa pesawatnya terbang merendah melewati aliran sungai. Setelah melewati gunung, barulah pesawat itu terbang ke angkasa, tertutup oleh gunung yang menjulang tinggi.
Penerbangan mereka berjalan dengan baik menuju ke arah Phanouel.
------- Catatan --------
Kondisi dan syarat melakukan Sihir Gift
Gift hanya dilakukan kepada manusia yang masih hidup dan menderita sakit atau terluka parah.
Gift dapat dilakukan jika manusia hidup itu menyetujui atau menerima Gift. Jika yang bersangkutan tidak sadarkan diri maka harus di setujui oleh keluarganya atau dari wali yang bertanggung jawab.
Skill ini hanya dapat dilakukan sebanyak tiga kali.
Tujuan Gift adalah menyelamatkan nyawa seseorang dengan mengorbankan sihir diri sendiri. Pengguna Gift biasanya kehilangan bagian kekuatan sihirnya untuk di berikan kepada si penderita.
__ADS_1