Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 43. Masa Kecil : Arch, Ragil dan Badut


__ADS_3

Hari-hari berikutnya Arch selalu ikut dengan Ragil kalau hendak ke rumah Dewi untuk pemulihan Sihir. Ragil memang mempunyai jadwal rutin untuk bertemu Dewi berkenaan dengan perjanjian Dewi dengan Ravalard. Karena Ragil selalu datang ke tempat Dewi baik untuk meditasi, atau hanya di buatkan Array atau hanya menyalurkan energi cahaya bahkan untuk mengajarkan kepada Ragil cara pembuatan Array Kuno. Jadi kesempatan itu tidak dilepas Arch untuk mencari informasi dan kesempatan.


Kalau kita membaca kisah Ragil di Landria 1 maka disana telah di jelaskan bahwa Dewi Kumala memiliki perjanjian dengan Ravalard untuk membangkitkan kemampuan sihir Ragil.


Tiga kali dalam seminggu, Ragil selalu datang ke tempat Dewi untuk di buatkan Array sihir. Namun selalu hasilnya nihil. Karena Ragil tidak memiliki pohon kehidupan. Ragil sama sekali tidak berbakat dalam ilmu sihir.


Tapi Dewi tidak putus asa, selalu mengajarkan Array Kuno kepada anak itu. Karena ada beberapa Array Kuno sederhana yang tidak perlu kekuatan sihir.


Dewi telah menanam kan Array kuno kedalam tubuh Ragil agar dapat menyerap energi cahaya. Dewi juga selalu mentransferkan energi cahaya ke tubuh Ragil agar dapat menyerap energi cahaya di tubuh Ragil yang telah di buat Array oleh Dewi.


Hasil dari perawatan Dewi sungguh luar biasa. Kemampuan pertama yang dimiliki Ragil adalah Saul Watcher. Meskipun Pelihat jiwa milik Ragil masih dalam radius dua meter namun ini memberikan rasa suka cita besar bagi Dewi maupun Ragil.


Ini adalah kemampuan awal milik Ragil. Anak itu girangnya bukan main. Berkali-kali menceritakan kepada Arch dan Badut bahwa dirinya adalah seorang penyihir.


Tapi ayahnya yang di beritahu akan kemampuan Ragil itu menganggap kemampuan itu adalah Skill sampah yang tidak berguna karena tidak dapat di gunakan untuk menyerang. Dev Ravalard adalah pengagum Sihir Serangan Jarak jauh (Long Range).


Semenjak pertempuran terakhir dengan ketiga anak nakal itu membuat Arch tidak pernah lagi meninggalkan Ragil jika ingin ke pantai.


Jadi mereka selalu berdua di pinggir pantai meskipun hanya sekedar memandang laut. Hubungan Ragil dan Arch pun semakin akrab.


Ketiga anak nakal itupun tidak pernah lagi mengganggu Ragil. Karena Arch selalu berada di samping Ragil saat mereka ke pantai.


Sekali waktu ketika Arch dan Ragil tiduran di pantai. Tiba-tiba badut datang dan ikut tiduran di samping Ragil.


Ragil dan Arch awalnya sempat kaget karena badut yang selalu sendiri kini mau bergabung bersama mereka. Selanjutnya mereka membiarkan Badut bergabung untuk tidur di pantai.


Sejak saat itu mereka sering bertiga berada dipantai. Mereka saling bercerita akan kehidupan masing-masing. Tapi mereka tidak pernah bertanya akan urusan pribadi masing-masing.


Seperti hal nya Badut yang selalu memakai wajah badut dan kegemarannya hanya bercerita di pendopo. Atau alasan Arch yang selalu mengajak Ragil ke rumah Dewi Kumala. Atau alasan mengapa Ragil selalu datang kepantai menatap ke arah Landria.


Semenjak itu mereka semakin akrab bertiga. Selalu tiduran di pantai bersama. Dan selalu Ragil berada di posisi tengah ketika tiduran di pantai karena Badut tidak mau bersebelahan dengan Arch.


Ragil pun tidak pernah menyadari kalau Badut sebenarnya adalah seorang perempuan. Dalam pengertiannya Badut adalah seorang laki-laki.


Suatu hari Badut dan Ragil sedang bersama di pantai. Sementara Arch tidak ada bersama mereka. Mereka hanya berpikir bahwa Arch sedang ada urusan.


"Ini sudah ke tiga kalinya Arch tidak bersama kita selama sebulan ini." Badut menyampaikan kegelisahannya. "Minggu kemarin dan Minggu sebelumnya juga tidak bersama kita. Dia datang dan hilang dan datang lagi lalu menghilang."

__ADS_1


"Minggu kemarin katanya akan menemui Dewi. Mungkin hari ini juga. Aku tidak peduli dengan urusannya ke Dewi." Jawab Ragil Sekenanya.


"Ragil. Kau harus berhati-hati dengan Arch. Karena kulihat dia seperti nya punya maksud terselubung." Saat itu Badut memberanikan diri untuk membicarakan tentang Arch.


"Apakah kau pikir Arch berniat buruk terhadapku?" Ragil menyelidik.


"Aku tidak tahu. Aku juga masih dalam taraf belajar dengan kemampuan skill pendengaranku. Saat itu kudengar detak jantungnya berubah ketika Arch memandang Dewi Kumala. Dan aku tidak menyukai melihat sorot matanya saat memandang Dewi. Seperti hendak menelan hidup hidup "


"Ahhh... Siapa tahu dia jatuh cinta dengan Dewi, jadi detak jantungnya berubah." Ragil tetap tidak menaruh curiga. "Setiap kami ngobrol berdua, kami sering berbicara dari hati ke hati. Bahkan aku melihat dia menitikan air mata tatkala sedang berbicara tentang ibunya yang samar samar dalam ingatannya."


"Aku memang merasakan ketulusannya saat bersama denganmu. Bahkan saat dia melindungi mu dari serangan para anak nakal. Melalui detak jantungnya aku dapat merasakan kebencian dan dendam kepada ketiga anak pembuli itu. Hanya saja..."


"Hanya saja apa?" Ragil penasaran.


"Hanya saja ketika kau di kerjai oleh ketiga anak nakal itu, Arch tidak langsung keluar untuk membela mu. Tapi malah sembunyi di balik batu. Pada saat kau terluka barulah dia keluar. Menurutku ini aneh dan mencurigakan."


"Mungkin dia sedang ketakutan."


"Tidak... Aku mendengar detak jantungnya. itu bukan perasaan takut. Aku tahu apa itu detak ketakutan. Ketika kedatangan tiga anak nakal, kau merasa takut. Ketika berbicara dengan ayahmu, kau juga takut. Jantung mu baru bisa tenang ketika bersama Dewi. Seolah Biarawati itu adalah sumber ketenangan batin mu." Badut menggerakkan punggungnya untuk duduk dan menatap Ragil yang masih tiduran di pasir putih. "Tapi Arch. Dia menahan diri saat kau di kerjai oleh ketiga anak itu. Jantungnya penuh amarah. Tangannya mengeluarkan cahaya petir seolah ingin memukul. Tapi dia hanya memandang menahan emosi. Saat sebuah batu mengenai kepalamu hingga membuatmu tersungkur, barulah Arch keluar dari persembunyiannya.""


"Apakah menurutmu, selama ini Arch berpura pura bersahabat denganku?"


"Hehehe... kau bisa saja." Ragil salah tingkah karena terbaca oleh Badut. Dia juga menggeser punggungnya dan duduk di pasir putih. "Aku senang kau bicara jujur denganku. Sekarang bagaimana ketulusanku kepadamu Badut dan bagaimana ketulusanmu juga kepadaku."


"Sama. Kau terpaksa bersahabat denganku. Karena itulah aku memberanikan diri yang datang mendekatimu terlebih dahulu Seandainya tidak maka kau akan terus menjauh dariku." Wajah badut itu menyeringai menampilkan gigi putihnya. "Setiap bertemu denganku, aku dapat mendengar detak jantungmu seperti terhentak. seolah tak mau bertemu denganku. Jadi aku juga selalu menjauh darimu."


"Maafkan aku badut. Aku tidak membencimu. Hanya saja kalau aku melihatmu seperti melihat orang aneh dengan pakaian badut sepanjang hari." Ragil merasa mungkin seperti itulah yang dilihat oleh ketiga anak nakal itu ketika melihat dirinya yang tak memiliki sihir.


"Yahh... Kau melihatku seperti melihat orang gila kan." Nada badut meninggi.


Tiba-tiba perasaan iba Ragil muncul. Dari ayahnya Ragil tahu kalau Badut tidak memiliki orang tua. Dia sebatang kara lalu ketika masih kecil di pungut oleh seorang badut yang mencari nafkah dengan membuat cerita di kampung kampung. Hingga suatu ketika Badut ini di undang oleh seorang bangsawan untuk menghibur di puri milik bangsawan itu. Diwaktu yang sama Ravalard menyerang Puri itu. Badut tua itupun langsung mati karena penyakit jantung. Saat itulah Ravalard memungutnya.


Mengingat akan hal itu, Ragil merasa tingkah laku badut selama ini karena penderitaan yang dia alami. Ragil langsung memeluk Badut.


"Maafkan aku dan mohon jangan sakit hati. Semenjak kau bersama kami, aku tidak melihatmu sebagai orang aneh. Aku dapat memaklumi keadaanmu. Aku sekarang tahu kalau kita berdua adalah sama. Sama sama orang aneh di pulau ini. Yang seorang tidak memiliki sihir dan yang lainnya seorang badut."


Badut yang kaget dipeluk oleh Ragil, awalnya mau meronta tapi di urungkannya. Toh selama ini semua orang menganggapnya seorang laki-laki. Demikian juga dengan Ragil. Jadi dia membalas pelukan Ragil dengan hangat tanpa ada rasa bersalah. Bahkan bisa lebih bebas lagi memeluknya.

__ADS_1


"Aku senang bisa bertemu denganmu di pulau ini. Kau dengan segala ke unikan sihirmu dan kebaikan hatimu." Ucap Ragil lagi.


"Ragil. Berjanjilah satu hal kepadaku. Kalau kau hendak lari meninggalkan pulau ini, ajaklah aku serta."


"Pasti. Karena kita adalah sahabat." Ragil melepaskan pelukannya.


"Jangan lepaskan pelukanmu." Badut meraih lagi dan memeluk Ragil. "Kau adalah sahabatku satu satu nya di pulau ini."


Ragil tidak menyadari kalau detak jantung badut berdegup kencang. Ini pertama kalinya Badut di peluk oleh seorang laki-laki.


Selama ini Badut berada di bukit bukanlah untuk menyendiri meratapi kesedihan. Tapi dia datang hanya datang untuk melihat Ragil. Dia memiliki perasaan kepada anak Ravalard ini. Tapi disembunyikannya rapat-rapat. Hatinya sedih ketika Ragil menatapnya seperti orang aneh.


Salah satu penyebab dia tidak ingin melepas penampilan badutnya karena berharap dapat menghibur Ragil.


Kedua orang tua Badut meninggal karena wabah penyakit ketika dia masih kecil. kesedihannya tidak seberapa di bandingkan dengan Ragil yang masih memiliki orang tua tapi seperti tidak memilikinya. Bahkan melihat wajah ayahnya saja membuat jantung Ragil berdetak kencang ketakutan. Seorang anak yang takut dengan ayahnya sendiri.


Badut sering memikirkan Ragil. Dari rasa iba sampai ingin dekat. Begitu di lihatnya Ragil dan Arch berada di pantai sambil tiduran di pasir putih, Badut pun memberanikan diri untuk mendekatinya.


Akhirnya Badut senang dapat sesering mungkin mendengar detak jantung pria yang di sukainya ini. Detak jantung Ragil sering berubah ubah, saat sedang bercerita. Ketika sedang tertawa karena cerita lucu, ketika sedih bercerita tentang ibunya, ketika sedang memandang kekosongan. Ketika sedang berpengharapan saat melihat Landria di kejauhan. Badut mempelajari setiap perubahan detak jantungnya.


Kini Ragil memeluknya. Hatinya sangat bahagia. Bahkan sebuah janji untuk meninggalkan pulau bersama. Tanpa terasa pelukan Badut semakin erat karena terharu.


"Badut leherku sakit." Ragil berusaha merenggangkan pelukan dengan sopan.


"Maafkan aku. karena begitu senangnya kau mau mengajakku untuk pergi meninggalkan pulau neraka ini bersama.


"Yahh... Aku ingin kita berpetualang bersamamu."


Belakangan Ragil baru menyadari kalau ke tidak beradaannya Arch bersama mereka ternyata sedang mendatangi Dewi Kumala dan mencari kesempatan untuk mencuri Segel kunci.


Ketika Dewi sedang menyembuhkan orang desa di rumah mereka, saat itulah Arch menggeledah rumah Dewi dengan hati-hati. Tapi tidak pernah ditemukan benda yang dicarinya. Sampai berkali kali pun tetap tidak menemukan.


Ketika waktu penyerangan Militer, Saat itu Arch mengatakan kepada Dewi kalau Ragil sedang dalam bahaya. Tanpa curiga Dewi mengikuti Arch.


Selanjutnya cerita itu kita ketahui melalui Kisah Landria Sesion satu.


Setelah kejadian penghianatan Arch, kemudian mereka menjadi saling membenci. Lebih tepatnya setelah Arch sudah terbongkar rahasianya sebagai mata-mata Militer bahkan juga telah bermaksud membunuh Dewi Kumala.

__ADS_1


Karakter dan sifat Arch berubah 180 derajat. Ini sangat sulit diterima oleh Ragil. Dahulu mereka akrab karena memiliki kesepian bersama. Bersenda gurau bersama. Tapi sekarang sudah menjadi lawan yang berusaha saling membunuh.


...--------------------...


__ADS_2