
"Arch sekarang telah kehilangan Lightning Explotion, Apakah itu berarti kau adalah penerima Lightning Explotion? "
"Seharusnya demikian tapi aku belum tahu bagaimana caranya mengaktifkan Lightning Explotion. Lagi pula hasilnya belum tentu saja seperti Lightning Explotion."
"Kalau begitu, Jika Arch menerima sihir save dari mu maka itu berarti kau juga adalah pemilik save. Benar? Berarti kau tidak memilikinya lagi sekarang? Apakah demikian cara kerja Sihir Gift?" Dupp berspekulasi.
"Semua yang kau katakan itu benar. Sihir Gift adalah memberikan sihir untuk orang lain dan menyembuhkan seseorang. Dan sihir Take adalah mengambil Sihir seseorang." Ragil menjawab semua pertanyaan. "Aku adalah penerima warisan dari beberapa Sihir Dewi Kumala. Sebenarnya di dalam sihir yang di wariskan Dewi Kumala sangat banyak dan hebat hebat. Hanya saja sihir hebat itu hanya bisa digunakan jika berada dalam tingkat tertentu. Seperti 'save' contohnya. Sayangnya tingkat sihirku tetap kecil dan tidak dapat berkembang. Seandainya saja Aku di tingkat Dewa maka aku menjadi sakti di Landria."
Ragil lalu menceritakan bagaimana Dewi Kumala mewariskan sebagian Pohon Kehidupannya kepada Ragil supaya bisa menjadi seorang Penyihir. Akibatnya Kapasitas milik Dewi semakin berkurang dan Tingkatnya juga turun sampai di tingkat Mahir.
Kondisi ini menjelaskan kepada Dupp, kenapa dia bisa menang dengan mudah ketika melawan Dewi saat berada di Arena Pertarungan di Blackmarket. Itu semata karena Dewi Kumala kehilangan sebagian Kapasitas Sihirnya saat menolong Ragil dengan memberikan Sebagian kapasitas sihirnya kepada Ragil.
Akhirnya Ragil memiliki kapasitas. Hanya saja staknan sampai tingkat Dasar dan belum berkembang. Itu sebabnya Sihir yang telah di wariskan untuk tingkat tinggi tidak dapat di gunakan Ragil.
Didalam benak Ragil memikirkan betapa hebatnya sihir yang di milikinya seandainya dia dapat menggunakan semua sihir yang di wariskan oleh Dewi Kumala. Dia menyesali keadaannya yang tidak dapat berkembang melakukan terobosan. Dia dapat membantu orang lain menerobos tapi dirinya sendiri tidak bisa melakukannya.
Jika dia bisa melakukan semua Sihir waktu seperti Forward, Rewind, Save, Slow motion dan Pause itu maka tidak lagi di butuhkan sihir Take n Gift. Juga tidak dibutuhkan Transformasi Arbakir, Switch Soul Vhestee, Lightning Explotion Arch dan Avatar. Cukup Sihir Cahaya saja sudah membuat dirinya malang melintang di Landria. Karena begitu sulitnya Pohon Kehidupan nya berkembang membuat Ragil memanfaatkan Take n Gift supaya ilmu sihirnya semakin berkembang.q
"Arch. Aku bisa memberikan kepadamu Array Critical Damage selama kau berjanji tidak akan pernah menjadi musuhku." Ragil menawarkan hal itu karena tidak ingin menjadikan bekas sahabatnya ini menjadi musuhnya.
Mengingat Damage yang dihasilkan Arch dan penggunaan mana yang dapat di buang sesuka hatinya itu sangatlah berbahaya bagi Ragil. Itu semua jenis unik yang diluar kewajaran
"Archie. Ambil kesempatan ini karena ini menjadikanmu tidak terkalahkan." Dupp juga membujuk. Selama ini Critical Damage lah yang di kejar Dupp.
"Tidak. Maafkan aku Ragil." Suara Arch terdengar rasa penyesalan. "Keinginanku memang ingin bersahabat denganmu. Tapi aku tidak bisa mengatur hidupku sendiri. Maafkan aku."
Ini adalah keputusan final Arch yang keras hati. Percuma Ragil membujuknya. Selama mereka masih menjadi sahabat di Pulau Harta, Ragil mengenal baik karakter sahabatnya.
Peran sebagai mata mata Militer terlalu merasuk kedalam jiwanya. Prioritas utama adalah misi yang harus diselesaikan dan hasilnya harus memuaskan.
Ragil juga tidak bisa memaksanya dengan alasan persahabatan. Bahkan sampai saat inipun Ragil merasa kalau Arch masih menganggap dirinya adalah musuh.
"Saat ini kau telah gagal mendapatkan Segel Kunci. Bagaimana kau menghadap kepada Ayahmu?"
"Menurut Dupp, Masih ada lain waktu. Jadi aku masih menunggu hasil dari pertemuan mu dengan Ratu Valkirie. Jika Ratu melepaskanmu maka aku akan mengejar mu lagi." Arch mengatakan hal itu dengan entengnya.
"Itu artinya kau Itu tetap jadi musuhku di masa akan datang selama Segel Kunci masih ada di dalam diriku."
"Aku dan Dupp akan memikirkan bagaimana cara nya agar Segel Kunci dapat di ambil dari dirimu tanpa mengorbankan nyawamu."
"Apakah kau berpikir aku selemah itukah. Kau pikir aku akan menyerahkan segel itu tanpa perjuangan." Ragil tersenyum tidak tersinggung sama sekali oleh ucapan seperti itu.
"Tentu saja tidak. Aku ingin kau menjadi hebat. Sekarang aku telah kehilangan Lightning Explotion. Apakah kau tidak mau mencoba sihirnya. Jika kita bertarung mungkin ini akan seru."
"Oh iya. Benar juga."
Mereka ngobrol seakan dirinya masih kecil.
__ADS_1
Dupp agak terpana mendengar obrolan dua sahabat lama yang juga musuh. Jelas di dalam diri mereka tidak ada rasa kebencian sama sekali. Hanya keadaan yang membuat mereka seperti itu.
Dengan benda yang bentuknya sama, Ragil mengeluarkan kotak kecil seperti dadu berwarna hitam. Dilemparnya benda kecil itu lalu berubah menjadi tembok kembali.
Tubuhnya kini juga sudah berubah dalam Wajud Si Jubah Hitam. Dia mengepalkan tinjunya dalam dalam. Sasarannya tinjunya adalah tembok itu.
"Thumbhhh..." Tinju si jubah hitam tepat pada sasarannya.
Tembok itu masih tetap utuh. Tidak ada yang berubah.
"Kau menggunakan 3000 mana. Damage mu 8600 Knot." Dupp menyampaikan hasil.
Entah bagaimana cara Dupp membaca hasil dari kekuatan seseorang. Itu juga masih misteri bagi Ragil. Kemudian lanjut Dupp lagi.
"Bagaimana kau bisa menggunakan sampai 3000 mana? Sedangkan seorang yang berada di tingkat Dasar, batas kapasitasnya hanya sampai 2000 mana."
"Aku memiliki Sihir Half Magic. Artinya menggunakan mana hanya 50% tapi dengan kualitas tidak berkurang sama sekali. yang kau lihat 3000 mana sebenarnya hanya 1500 mana yang ku keluarkan." Ragil menjelaskan. "Kapasitasku hanya sampai 1900 an. Jika kuhabiskan semuanya maka Aku akan lemas."
"Kapasitasmu hanya 1987 mana. Regennerasi mana mu cukup cepat juga." Dupp melihat mana di dalam diri Ragil meningkat cukup baik.
"Kalau ditambah dengan Array lagi bisa lebih cepat regenerasi mana nya."
"Paman Dupp. Lightning Explotion itu sifatnya Sentuhan (Touch). Bukan pukulan sihir." Arch bekas pemilik jurus itu meralat. Dia ingin Ragil juga berhasil mendapatkan sihir terbaik agar menjadi lebih tangguh.
"Sama saja Archie. Disentuh atau di pukul itu juga sama sentuhan (touch) "
"Apakah kau sudah menyalurkan energimu di telapak tangan?" Arch merasa tidak puas sihir miliknya hilang begitu saja."
"Lightning Explotion itu Sihir tingkat Atas." Ucap Arch.
"Tenang saja. Sihir Transformasi milik Arbakir saja merupakan Sihir khusus untuk di tingkat Menengah tapi aku bisa menggunakannya di tingkat Dasar."
"Dengarkan baik baik. Untuk membuat ledakan, Pertama sekali kau harus menaikan energimu dulu ke seluruh tubuh baru dipindahkan energi nya ke kedua tangan. Hanya saja ketika arus listrik berada di tangan maka tanganku merasa kesemutan seperti di tusuk tusuk."
"Secara teori aku sudah paham. Hanya saja elemen ku bukanlah Petir." Ragil menghadap ke Dupp. "Sudahlah Mari kita sudahi saja dulu. Masih ada tugas menungguku."
Tubuh hitam itu berubah dan kembali menjadi Ragil. Duduk kembali di kursi roda
"Bagaimana dengan keinginanmu untuk membuat duplikat sebagai hasil dari kemenanganmu. Apa yang harus kulakukan sebagai upah kemenanganmu." Dupp mengingatkan. "Kau harus tahu. Duplikat ciptaanku adalah bukan yang asli. Itu memiliki keterbatasan waktu dan penggunaannya."
"Aku mengerti. Mari kita membahas akan hal ini. sebentar." Ucap Ragil.
Selanjutnya mereka berbicara lebih kusuk
Dupp yang kalah taruhan harus menepati janjinya membuat duplikat untuk Ragil.
Selagi mereka sedang berbicara kusuk, tanpa di sadari oleh semua orang bahwa Tembok ciptaan Ragil mengalami perubahan. Tinju Ragil di tembok memang tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Tapi jika Ragil menyentuh tembok itu dan melihat dengan menggunakan Soul Watchernya maka akan terlihat retakan besar di dalam tembok. Hanya di butuhkan tenaga anak kecil yang mendorong tembok itu maka pasti tembok itu akan runtuh.
__ADS_1
-----------------
Funuell di lorong gua merasa bosan menunggu terlalu lama. Gadis cantik putih mulus ini hanya dapat berjalan mondar mandir seperti setrikaan di dalam lorong.
"Apa sih yang di bicarakan mereka sampai lama sekali." Umpatnya dalam hati.
Dirinya, Puteri seorang tabib yang terkenal di biarkan menunggu diluar cukup lama. Ini sangat menjengkelkan. Biasanya pasien lah yang di biarkan menunggu lama di luar.
Akhirnya karena tidak tahan dia pun berjalan menuju ke tempat Ragil.
Sesampainya di tempat Ragil, terlihat ketiga nya sedang asik mengobrol.
Saat itu ruang dimensi telah lenyap.
"Jadi kau bermaksud mengumpulkan para penjahat untuk menghadapi Militer." Dupp bertolak pinggang setengah menunduk.
Ragil di hadapannya yang masih menggunakan kursi roda menganggukkan kepala. "Itu salah satu bagian dalam rencana ku"
Rupanya setelah waktu berlalu ketika mereka selesai membicarakan upah kemenangan, Mereka keluar dari ruang dimensi lalu melanjutkan cerita tentang alasan Ragil mengumpulkan orang banyak.
"Apa kau yakin para penjahat menyetujuinya."
"Kita lihat saja nanti. Aku sendiri tidak yakin. Tapi biasanya penjahat akan lebih tertarik melakukan sesuatu jika memberi keuntungan untuk dirinya."
"Ayo Archie. Kita keluar. Tidak ada yang bisa kita lakukan disini." Dupp pun pergi.
Arch di belakang mengikutinya.
...\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Catatan.
Kualitas Sihir.
Setiap penyihir memiliki kualitas sihir yang berbeda. Yang satu memiliki damage yang besar sementara yang lain memiliki damage yang kecil. Tergantung Elemen miliknya
Beberapa sihir yang memiliki kualitas besar biasanya memiliki syarat penggunaannya dan jumlah mana yang dibutuhkan. Biasanya Sihir yang memiliki kualitas yang lebih besar harus menggunakan Tingkatan sihir yang besar pula.
contoh : Arch batu bisa menggunakan Sihir Lightning Eksplotion ketika berada di tingkat Atas.
__ADS_1