Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 59. Pertarungan Tingkat Maha Dewa


__ADS_3

Sarr punya pengalaman dimana Si Jubah Hitam pernah menyelamatkan dirinya ketika kapal miliknya meledak. Ketika jatuh dari kapal pun masih sempat dia di selamatkan dengan menggunakan parasut buatan Blackblood. Saat itu Sarr masih menganggap Si Jubah Hitam adalah musuh.


Ketika dia melindungi Ragil dari serangan Binoangpun, Si Jubah Hitam muncul lagi melindungi nya.


Jika dikatakan Sarr bertindak seperti itu karena untuk balas budipun masih kurang tepat. Karena Sarr selalu bertindak atas dasar perintah bukan karena kemauannya sendiri atau perasaan nya.


"Paman. Rasanya kurang pantas membuat kekacauan dalam pertemuan ini. Mengingat Paman adalah Tingkat Maha Dewa." Funuell rupanya tidak tinggal diam meskipun harus berhadapan dengan salah satu pelanggan ayahnya.


Sementara Harimau buatan sihir yang menyerang si Jubah Hitam ini pun di patahkan sihirnya dengan tampilnya Funuell.


"Jurus Pertama : Penghancur.


Jurus pedang Inti Es yang menghancurkan semua jenis sihir.


Harimau buatan itupun lenyap.


Kedua Pisau terbang Naery Sarr juga ditangkap oleh seekor monyet buatan sihir juga. Kini monyet yang mengeluarkan cahaya merah di tubuhnya sedang duduk di pundak orang tua yang di panggil Shimron


Dua burung Phoenix merah keluar dari tubuh Shimron lalu menyerang ke dua wanita itu. Kecepatan Burung itu sangat luar biasa hingga sulit untuk di hindari dalam jarak yang dekat.


"Kau seharusnya tidak menggangguku, Puteri Paniell." Geram si Tua Shimron.


Kedua burung sihir ciptaan itu terbang dengan cepat dan mengenai ke dada dua gadis itu.


Kejadian itu begitu cepat sehingga tidak dapat dicegah. Funuell dan Naery Sarr terlempar jauh kebelakang


Sebelum kedua gadis itu membentur tebing, lilitan hitam menyerupai batang pohon menyelamatkan mereka dengan cara melilit di pinggang kedua gadis itu.


Ternyata Si Jubah Hitam yang telah menyelamatkan Funuell dan Sarr dengan cara meniru skill pengguna sihir pohon, memulurkan kedua tangannya membentuk seperti batang pohon.


"Aku tidak perduli dengan tabib itu jika Puterinya tidak punya sopan santun. Berani melawanku padahal dia cuman perawatnya Ragil." Lanjut perkataan Shimron.


Sebelum Shimron melancarkan serangan lagi, Sekelebat sosok tubuh telah menyerang ke arah si tua itu.


Itu adalah Dupp yang melesat bagai angin menerjang. Kedua tangannya di rentangkan hendak mencengkeram.


Shimron pun tidak mau kalah. Dia juga merentangkan tangannya hingga kedua orang ini saling mencengkeram. Kedua tangan mereka saling memegang tangan lawan masing-masing hingga terlihat seperti saling mendorong.


Shimron dan Dupp, keduanya tidak bergerak. Bukannya mereka sedang mematung tapi sebenarnya mereka saling menyalurkan sihir besar di kedua telapak tangan.

__ADS_1


Tubuh Shimron mengeluarkan aura cahaya merah. Sedangkan Dupp mengeluarkan cahaya Kuning. Tangan Dupp juga sudah di aliri listrik tegangan tinggi.


"Lightning Explotion." Seru Si Jubah Hitam ketika melihat Dupp menggunakan skill milik Arch.


Tapi anehnya tidak terjadi ledakan yang seharusnya terjadi ketika tangan Lightning Explotion bersentuhan. Sepertinya Shimron mempunyai cara dalam meredakan ledakan itu.


Kini kedua gadis cantik, Sarr dan Funuell berada dalam pelukan Si Jubah Hitam. Kedua nya berada dalam rangkulan dan tidak satupun yang melepaskan diri. Bukannya karena terlalu asik dipeluk olah Si Jubah Hitam, tapi karena pandangan mata mereka tertuju pada pertarungan tingkat Maha Dewa.


Tanah yang di pijak oleh Dupp dan Shimron bergetar membuat retakan seperti handak terjadi gempa.


Bandana Dupp pun terlepas begitu saja terbang terbawa angin.


Kedua pakar sihir itu sedang mengukur kekuatan masing-masing.


Shimron juga tidak menyangka ada yang bisa mengimbanginya. Kini dia menyadari bahwa lawannya tidak berada di tingkat rendah. Bisa jadi justru lebih tinggi darinya.


Aura sihir yang semakin menyebar membuat para tamu meninggalkan kursinya lalu mengambil langkah mundur menjauh. Tapi tidak ada seorangpun yang meninggalkan tempat itu. Mereka semua tertegun menyaksikan pertarungan dahsyat secara gratis. Pertunjukkan ini jarang jarang bisa mereka lihat dalam kehidupan sehari hari.


"Kalau didiamkan lembah ini akan hancur." Seru Si jubah Hitam seraya melepaskan kedua gadis dari pelukannya. "Kalian tunggu disini sebentar. Hanya Ragil yang dapat menghentikan pertarungan ini."


"Biar aku saja yang memanggil." Funuell hendak berdiri


Si Jubah Hitam menunjuk ke pipi kedua gadis itu. Dibawah bibir Funuell dan Sarr telah menetes setetes darah tanpa mereka sadari. Itu menandakan kalau kedua gadis itu mengalami luka dalam meskipun masih ringan.


Funuell mengeluarkan obat dari sakunya untuk di berikan kepada Sarr juga.


Jubah Hitam meninggalkan pertarungan itu. Dia berlari ke arah goa. Setelah berada di dalam goa, dia berhenti lalu menggunakan Soul Watch untuk melihat sekeliling.


Jubah Hitam kembali berubah menjadi Ragil dengan kursi rodanya.


Tiba tiba Ragil merasa tubuhnya menjadi sangat lemah seperti seorang yang habis berlari 5 km.


Kini baru dia menyadari kalau jumlah mana nya terkuras. Untung saja mana nya tidak sampai kehabisan. Dia berpidato kurang lebih setengah jam-an tapi mana nya sudah terkuras sedemikian rupa. Satu pembelajaran baru agar tidak menggunakan transformasi lebih dari 40 menit.


Kali ini Ragil beristirahat sebentar untuk mengembalikan mana nya yang terkuras. Paling tidak terisi sampai 10% saja sudah cukup.


Ragil membuat Array area untuk mempercepat regenerasi mana.


Kembali dalam pertarungan Dupp dan Shimron. Rupanya Shimron baru terkena batu nya mendapat lawan yang lebih tinggi kekuatan sihirnya. Shimron teringat yang dikatakan Dupp sebelumnya bahwa diatas gunung Rakkas masih ada Gunung Simeyon yang lebih besar dan lebih perkasa.

__ADS_1


Shimron juga tidak dapat melepaskan genggamannya begitu saja dari tangan Dupp, karena akan berefek terjadi serangan balik. Kemungkinan yang terjadi adalah dirinya mengalami kematian secara perlahan atau Dupp terlebih dahulu mengendorkan kekuatan sihirnya.


Sebenarnya Dupp dapat mengeluarkan kekuatan sihir lebih besar lagi dan mengalahkan Shimron dalam waktu cepat. Hanya saja jika dia melakukannya maka akan membuat heboh para tamu lalu namanya akan semakin besar. Dupp memiliki alasan tertentu untuk tidak menonjolkan dirinya. Jadi dia hanya mengimbangi kekuatan lawan.


Kini dari tubuh Shimron mengeluarkan berbagai binatang untuk mengacaukan sekitar lembah ini. Shimron telah kewalahan menghadapi kekuatan sihir Dupp yang besar, jadi dia menggunakan cara licik dengan menciptakan banyak binatang untuk menyerang orang yang ada di sekitar itu.


Ular, singa, beruang, gryphon, Babi liar, serigala, dan lainnya.


Para tamu menyadari bahwa mereka akan bertarung melawan sihir binatang itu. Para binatang itu bukanlah mahkluk lemah. Mereka berada di tingkat menengah sampai tingkat Mahir. Jika yang di lawan hanya satu dua mungkin bukan masalah tapi jika yang dihadapi jumlahnya ratusan. Ini sangat berbahaya.


Ini adalah salah satu kemampuan Shimron yang hebat. Meskipun kekuatan sihirnya terbagi namun tidak membuat cengkraman nya kepada Dupp melemah. Ini adalah sihir andalan Shimron yang dapat mengeluarkan ratusan binatang dari tubuhnya tanpa menggunakan mana yang besar. Hanya saja binatang yang di keluarkan tidak dapat di kendalikan karena banyaknya. Binatang itu akan menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.


Ini adalah kemampuan Summon Tingkat Tinggi. Satu kali Summon membuka gerbang dimensi untuk mengeluarkan ratusan binatang. Jika Shimron mengeluarkan mana yang lebih besar maka dapat membuka gerbang dimensi lebih besar lagi untuk mengeluarkan binatang yang lebih besar lagi dalam jumlah besar.


Perintah Shimron hanya satu. Hancurkan semua orang tanpa pandang bulu.


Dupp juga menyadari akan hal itu. Dia juga pernah mengetahui akan kekuatan sihir seperti ini. Orang-orang menyebutnya Beast Master. Dapat melakukan Summon membuka gerbang mengeluarkan binatang sebanyak banyaknya.


Dupp tidak tinggal diam. Tubuhnya juga perlahan mulai berubah cahaya dan aura nya. Perlahan di sekitar tubuh Dupp berubah bercahaya merah dan ber aura merah.


Sungguh luar biasa. Dari tubuh Dupp sekarang mengeluarkan berbagai binatang yang sama banyaknya seperti Shimron. Dupp telah membuat duplikat sihir menyerupai milik Shimron. Dupp membuka gerbang yang lebih besar lagi untuk ukuran binatang yang lebih besar.


Perintah Dupp hanya satu. Dan memang untuk Summon binatang ini hanya dapat memberikan satu perintah. Perintah Dupp adalah membunuh semua binatang.


Binatang binatang bercahaya merah kini saling bertarung satu dengan yang lainnya. Justru binatang milik Dupp lebih banyak dari binatang buatan Shimron.


Tentu saja apa yang di perbuat Dupp membuat Shimron gemetar. Baru kali ini dia menghadapi ketakutan luar biasa. Didasar hatinya Shimron meyakini satu hal bahwa hari ini adalah akhir dari hidupnya.


Retakan semakin tanah semakin besar. Getarannya juga semakin kuat. Jika di biarkan ini berlanjut maka akan menyebabkan kehancuran dimana tanah mereka berpijak.


Kekacauan di sekitar area itu semakin jadi. Anak buah Binoang kelabakan mencari perlindungan dari binatang liar.


Dalam waktu satu tepukan suasana dan aura berubah. Tidak ada lagi cahaya merah. Semua binatang menghilang. Getaran dan retakan tanah berhenti.


Kekuatan sihir para tingkat Maha Dewa itupun lenyap. Mereka menjadi manusia biasa. Genggaman kedua orang itupun spontan terlepas.


"Ragil?" Dupp memutar kepalanya mencari seseorang. "Apa yang kau lakukan." Dupp yang merasa akan memenangkan pertarungan sedikit kecewa atas tindakan Ragil


Lima meter dari belakang Dupp terlihat Ragil duduk di kursi roda serba hitam dan. Avatar memegang kursi roda itu dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2