
Cucu Yakove sedang di genggam oleh tangan sihir berbentuk raksasa. Sedangkan Tagave sedang di tinju oleh tangan raksasa yang satu sehingga membuat Tagave terlempar membentur dinding tebing. Tagave dan Patave adalah petarung di udara. Jadi mereka melawan Hammerdat yang bisa terbang.
Ciri khas keturunan kerajaan Argag adalah memiliki sayap untuk terbang dan juga tangan sihir raksasa yang di sebut Telapak Dewa atau Hand Of God
Tepat di bawah Hammerdat terdapat Vacuum Dupp yang mengeluarkan sihir berwarna hijau dan bercabang lima. Setiap cabang sihir itu memerangkap lawan bagaikan kurungan yang mengikat. Korban yang terkena cahaya Hijau dari Dupp tidak dapat berkutik. Kekuatan Sihir Dupp begitu kuat hingga lawan yang tidak lebih tinggi dari Dupp kekuatan sihirnya maka akan terkurung dalam cahaya Hijau tanpa dapat mengeluarkan Sihir. Tapi jika kekuatan Sihirnya lebih besar dari Dupp maka mereka dapat membebaskan diri dari kurungan sihir cahaya hijau. Sihir itu di sebut,
Green Light Bridle
Mereka yang terperangkap oleh sihir cahaya hijau itu adalah Agroo, Khakii, Shagarr, Gumoo dan Lamuell Ke lima orang itu terikat oleh sihir dan tidak dapat berkutik. Kekuatan mereka tidak dapat melepaskan diri dari ikatan tersebut. Sementara Binoang masih bertarung dengan salah satu cabang sihir hijau itu yang dapat menggeliat seperti seekor ular. Namun terkadang Cabang Sihir Hijau itu membelah lagi menjadi dua cabang menyerang dua arah ke Binoang.
Tapi Binoang dapat mengatasi serangan tersebut dengan lihay. Kedua kapak nya menari-nari di udara terus melawan sihir tali hijau itu.
Menurut Informasi yang diterima Ragil, bahwasanya tingkat Vacuum Dupp hanyalah tingkat Mahir tahap akhir atau Level A. Tapi kalau melihat pertarungan ini sepertinya informasi itu salah. Masa kan Empat orang petarung Lembah Phanouel dan seorang anak Paniell, dapat di buat kepayahan hanya menghadapi seorang Dupp.
Belum lagi munculnya kabut putih dari sekitar Dupp. Ini adalah Kabut sihir yang mirip seperti sihir wanita anak buah Arch yang tewas saat bertarung di arena kerajaan Ulgar. Kabut itu nantinya dapat mengeluarkan ilusi.
Seperti di ketahui bahwa Vacuum Dupp dapat menduplikasi sihir orang lain .
Disisi lain terlihat Naery Sarr sedang sibuk menghindar tinju kilat nya Arch. Dibantu oleh Dawave, murid Yakove. Namun Arch si Pemilik Sihir Petir ini tidak kewalahan menghadapinya. Bahkan masih dapat dikatakan berada diatas angin.Tubuh Arch juga dipenuhi oleh aliran listrik membuat kedua lawannya kesulitan menyerang jarak dekat dengan menyentuh tubuhnya.
Tangannya Arch yang satu sedang memegang tali tinta sihir milik Dawave serta menghancurkannya seperti meremas kerupuk. Tali tinta itupun buyar muncrat ke tanah begitu saja.
Secara kecepatan memang Sarr sangat cepat dan tidak mudah di jangkau tinju kilat, Tapi Sarr juga tidak dapat menembus pertahanan milik Arch. Hasilnya hanya berkelat kelit tanpa hasil.
Meskipun Arch di keroyok oleh Sarr dan Dawave, tetap saja Arch tidak terdesak. Malahan sebaliknya, setiap serangan Dawave membentur dengan tangan Arch, maka akan terasa aliran listrik menyetrum tubuh murid Yakove ini.
Dari tiga pertarungan ini tidak ada yang menunjukkan kemenangan berada di Pihak Ragil. Pemuda Pengguna Array Kuno ini mencoba berpikir mencari jalan keluar untuk menyelesaikan nya tanpa ada korban di pihak nya.
Melihat kondisi Naery Sarr kewalahan, maka Arbakir berlari hendak membantunya. Tanpa terduga Dari udara sebuah tangan raksasa datang mendekati Arbakir.
"Arbakiiirrr... " Teriak Ragil memperingati.
Arbakir tidak melihat serangan dari udara. Dalam sekejap tubuh Arbakir sudah di cengkeram oleh tangan sihir buatan Hammerdat.
__ADS_1
Hand of God.
Hammerdat langsung terbang ke tempat yang lebih tinggi sambil membawa Arbakir dalam cengkraman di tangan sihir raksasa yang kanan dan di tangan kirinya masih mencengkram Patave cucu Yakove.
Arbakir yang di bawa terbang, terus mencoba meronta. Awalnya cengkraman itu yang hanya lima jari itu terasa menyakitkan. Kepala Arbakir saja yang terlihat sementara seluruh badannya berada dalam cengkraman tangan sihir ciptaan Hammerdat. Membuatnya sesak untuk bernafas. Tapi tubuhnya dapat ber evolusi ber mutasi menyesuaikan keadaan yang di hadapinya. Otot-ototnya mulai berkembang, baik otot tangan, otot kaki dan otot dadanya. Bukan hanya itu saja. Duri-duri tajam mulai muncul dari tubuhnya. Duri itu semakin memanjang.
Hammerdat merasa tangan aslinya seperti di tusuk. Meskipun tangan sihir yang tertusuk tapi tangan asli Hammerdat yang merasakan kesakitan. Karena mulai terasa menyakitkan, akhirnya Arbakir di lempar ke arah langit menjadi semakin jauh dari daratan.
Patave juga akhirnya di lemparkan ke arah langit. Kedua orang itupun melambung tinggi. Cucu Yakove sebenarnya dapat bertarung di udara, tapi masalahnya gadis itu dalam kondisi pingsan karena sejak tadi di cengkeram oleh tangan sihir membuat dia kesulitan bernafas.
Setelah mencapai titik tertinggi dari lemparan, kedua orang itu terjatuh dengan cepat. Selama melayang di udara, Arbakir kesulitan untuk melakukan sihir pemanggil melakukan Summon memanggil Wyvern. Jadi dia hanya pasrah melihat keadaan buruk yang di hadapi. Harapannya ada orang yang dapat menolongnya.
Dalam kondisi terjatuh, Arbakir melakukan evolusi lagi tanpa disadarinya. Punggungnya mulai terasa menyakitkan. Ternyata secara perlahan mulai muncul sayap berbentuk sayap kalelawar. Ketika itu tubuhnya akan membentur bukit di dataran tinggi,
Arbakir dapat menukik tajam melakukan penerbangan menjauh dari tebing di bukit. Dengan cepat dia juga menyambar Patave yang pingsan.
Nyawa gadis itu dapat di selamatkan. Arbakir menjadi begitu gembira setelah menyadari kalau dirinya dapat terbang lepas. Kemampuannya yang dapat evolusi bermutasi membuat dia semakin bersemangat.
Semua kejadian itu di saksikan oleh Ragil. Awalnya dia begitu kuatir tapi begitu melihat Arbakir dapat terbang, membuat dirinya tersenyum puas akan perkembangan kemampuan Abdinya. .
Di sisi lain Naery Sarr juga menyaksikan pertarungan itu dan mencari kesempatan untuk melawan Dupp
Sihir-sihir Dupp terlalu berbahaya. Beberapa jurus cahaya hijaunya nya mengenai tebing lalu meledakkan tebing itu. Jika di biarkan maka akan menghancurkan tempat ini. Belum lagi kabut ilusi yang di keluarkan.
Sarr sekarang membantu Binoang menghadapi Vacuum Dupp. Cahaya Hijau yang menggeliat seperti ular itu juga mengejar Sarr, tapi Sarr dengan lincah dapat berkelit menghindari serangan tersebut. Bahkan sesekali pisau terbangnya melayang ke Arah Dupp.
Tubuh dan kecepatan Naery Sarr memang tidak mudah untuk dikejar. Dupp dibuatnya kelabakan dalam mengejarnya. Meskipun Sihir Cahaya Hijau nya cepat tapi masih tidak bisa mengimbangi Sarr.
Arch yang masih penasaran dengan Sarr, juga mulai mengejar untuk menyerang Si Pembunuh No 1 dari Valkirie ini.
Tapi sesosok manusia bersayap menghadang jalannya Arch.
Tanpa berkata satu patah katapun, Arch langung menyerang pria berotot yang bersayap kalelawar.
__ADS_1
Lightning Punch
Sebuah tinju beraliran listrik mengarah ke Arbakir.
Arbakir tidak menghindar, tapi juga membalas tinju itu.
"Dhuarrrkk.." Sebuah ledakan akibat beradu nya dua kekuatan tinju.
Arbakir terlempar kebelakang. Jari-jarinya seperti ada yang patah. Tubuhnya kesakitan oleh aliran listrik.
Arbakir berusaha untuk bangkit kembali. Awalnya dia memang mengalami kekalahan. jemari nya yang patah mengeluarkan bunyi gemeretak. Perlahan tangannya melakukan regenerasi. Jemari nya yang patah kembali akhirnya kembali normal. Sayapnya juga sudah mulai susut menciut. Sampai akhirnya sayap itu menghilang dari punggungnya. Tubuhnya semakin lama semakin mengkilap seperti habis di siram minyak.
Arbakir merasa kalau tubuhnya ada keanehan. Biasanya keringat yang keluar dari pori-pori. Tapi ini cairan minyak yang keluar di pori-pori membuat tubuhnya menjadi licin. Pria bertato ini juga merasakan kalau kulitnya semakin keras dan tebal.
Arbakir menyadari kalau tubuhnya mengalami proses evolusi untuk menghadapi tinju petir nya Arch.
Arbakir hendak mencoba kemampuan baru nya. Dia berlari hendak menyerang Arch. Dan Arch pun tidak tinggal diam. Dia menyalurkan energi listriknya di tangan kanannya.
"Dhuarrrkk..." Sekali lagi ledakan terjadi akibat beradu nya dua tinju.
Tapi kali ini Arch yang terlempar, sementara Arbakir masih berdiri kokoh. Seluruh tubuhnya yang terlihat sangat licin itu ternyata kegunaannya adalah sebagai penangkal petir. Setiap listrik yang menyengat ke Tubuh berkulit hitam itu, ternyata langsung turun ke kaki dan tertanam di tanah. Jadi Arbakir tidak lagi menderita setrum dari petir itu.
Yah... Tubuh Arbakir kini menjadi penghantar listrik menuju ke tanah. Sejak saat ini tubuh Arbakir tidak mempan terhadap gelombang listrik.
Kondisi Arch kini tergeletak di tanah. Dia tidak menyangka akan keanehan tubuh lawannya. Sebelumnya dirinya menang diatas angin. Tapi selanjutnya dirinya menjadi kalah kalah. Arch hanya menduga kalau tingkatan Arbakir semakin bertambah.
Tangannya yang tadi beradu pukulan terasa sangat menyakitkan. Meskipun tidak ada yang patah namun semua tulang tangannya sangat menyakitkan.
Tapi pemuda Petir ini tidak mau mengakui kekalahan. Dia bangkit berdiri dan menyalurkan seluruh tubuhnya dengan energi listrik. Tegangan Listrik di tubuhnya semakin meningkat. Voltase nya pun semakin bertambah.
Kembali dua orang itu berlari saling menyerang. Terjadi saling pukul dua kekuatan besar. Percikan percikan listrik terjadi setiap benturan dua kekuatan tersebut.
Arch merupakan Penyihir Petir Level A, sedangkan Arbakir masih di Level B. Tapi Arch menyadari kalau Arbakir tidak mudah di kalahkan. Bahkan kekuatan dari pemuda yang berbadan berubah Hitam ini semakin lama semakin kuat. Bukan hanya itu saja, dia juga tidak mempan terhadap sengatan Listrik.
__ADS_1
Tapi memang demikianlah tubuh Arbakir yang dapat melakukan Evolusi cepat. Setiap tekanan dari luar membuat tubuhnya melakukan proses bertahan dari serangan lawan.