Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 34. Jurus Sihir Pedang Inti Es


__ADS_3

Permintaan yang aneh. Tapi Funuell sudah mengenal sedikit kepribadian tuan penolongnya yang suka bercanda. "Aku siap mentaati permintaan Tuan. " Tegas Funuell dengan cepat membuang keraguannya.


"Bagus." Ragil senang melihat jawaban cepat dari gadis yang memiliki kulit halus ini. "Setelah kau melakukan dua hal ini maka diantara kita tidak ada hutang piutang."


"Katakan saja Tuan.  Aku akan berusaha semampuku. " Funuell berpikir bahwa Ragil tidak mungkin akan meminta tubuhnya. Jadi dia agak tenang.


"Pertama. Jangan pernah berlutut kepadaku karena aku buka seorang Raja."


"Hah?? "


"Kedua.  Jangan pernah memanggilku Tuan karena kau bukan pembantu dan namaku bukan Tuan.  Tapi Namaku Ragil jadi panggil namaku. "


"Tetapi Tuan... "


"Kau berani membantahku? " Ragil mendekati wajahnya ke hadapan muka Funuell.


"Tidak.. Tidak Tu.. "


"Siapa namaku?." Ragil pura-pura memasang muka garang.


"Ragil,  Tu... "


"Berdiri... " Perintah Ragil.


"Terima kasih,  Ragil. " Tangannya menjura hormat, Funuell pun berdiri.


"Kau boleh meninggalkan tempat ini. " Ragil membalikan badannya dan kembali ke dipan pembaringan untuk melakukan meditasi kembali.


"Masih ada satu hal lagi. " Funuell masih belum keluar dari gua.


"Satu hal apa?


" Satu hal yang belum kau sampaikan yang apapun perintah mu itu bisa kutolaj atau ku terima. "


"Mengapa kau berpikir bahwa hal itu lebih penting dari pada memperlihatkan kondisimu kepada ayah dan adikmu. "


"Rasa penasaranku tinggi. Aku ingin tahu satu hal itu baru aku menemui mereka."


Sebenarnya di hati Funuell, dia kuatir melakukan hal bodoh lagi yang nanti nya akan merugikan dirinya lagi. Baginya, Pria di hadapannya penuh misteri dan penuh kejutan. Sesuatu yang baik ada di dalam dirinya.


Seperti sebelumnya dia pernah melakukan hal bodoh dengan meragukan kemampuan pemuda itu, yang akibatnya ayahnya tidak ada bersama dengan dirinya saat ini.. 


"Sebenarnya yang satu hal ini aku ragu untuk menyampaikan. Tapi karena kau sudah membuat keputusan mendengar maka akan kukatakan"


"Katakan saja. "


"Baik.  Apakah kau pernah dengar Jurus Pedang Inti Es. "


"Hah? Pedang Inti Es? Bagaimana kau tahu tentang Jurus Pedang Inti Es?"


"Aku anggap Kau tahu jurus tersebut."


"Tentu saja Aku Tahu. Itu cara mengatasi Tubuh Inti Es. Jurus itu sudah ada ratusan tahun lalu dan khusus garis keturunan Ibuku. Apakah Tu... Saudara Ragil Tahu dimana buku Jurus Pedang Inti Es?"

__ADS_1


"Tidak.  Aku tidak memilikinya. "


"Buku Jurus Pedang Inti Es telah hilang dalam beberapa generasi. Seandainya Buku itu ada tentunya Ibuku tak akan mati kedinginan. " Funuell teringat Ibunya yang memiliki penyakit yang sama dengan dirinya.


"Apakah kau tahu dengan nama Orpahh?  Htur Orpahh?"


Funuell tersentak kaget. Mendengar nama itu. Dia lebih terkejut dari sebelumnya ketika mendengar Jurus Pedang Inti Es.


"Katakan. Apa yang saudara Ragil ketahui tentang Orpahh." Wajah Funuell mendekati wajah Ragil.


"Jadi kau tahu nama itu yah..."


"Tentu saja aku tahu.  Dia adalah nenek moyangku yang hidup beberapa ratus tahun lalu. Dia adalah Wanita Terakhir pengguna Jurus Pedang Inti Es." Tanpa sadar Gadis itu telah duduk di hadapan Ragil.  "Bagaimana kau tahu tentang buku dan nenek moyangku?  Padahal kau adalah orang luar yang tidak tahu akan keberadaan warisan inti es. ?"


"Aku bertemu dengan Orpahh didalam alam jiwamu.?"


"Kau bertemu dengan dia? Di dalam alam jiwa? Bagaimana kau memasuki Alam Jiwa sementara tingkatanmu belum mencapai Dewa. "


"Pertanyaan yang sangat membosankan. Apa susahnya memasuki alam jiwa sekalipun belum menjadi Dewa. Kau pikir aku Tabib seperti ayahmu? Bagaimana aku menyembuhkanmu jika aku tidak masuk alam jiwamu. Ketika kau minta untuk menyembuhkan mu maka berarti kau mengijinkan aku memasuki alam jiwamu. Dan Aku juga sudah menjelaskan kalau aku akan memasang segel di alam jiwamu. "


"Baik. baik. Tidak masalah kau memasuki alam jiwa ku. " Funuell tidak menyangka pemuda didepannya dapat memasuki alam jiwa orang lain seenaknya. Sedangkan Orang Tingkat Dewa saja belum tentu dengan mudah dapat memasuki alam jiwa orang lain. "Sebenarnya bagi kami orang Kerajaan Timur adalah tabu memasuki alam jiwa milik orang lain seperti halnya seorang tamu memasuki kamar pribadi seseorang. "


"Maafkan aku. Tapi begitulah cara kerjaku untuk memasang segel di alam Jiwa. Karena dalam hukum Array Kuno, Aku tidak akan bisa masuk ke alam jiwa orang lain sebelum di ijinkan pemiliknya. Tapi karena kau meminta aku menyembuhkan dirimu maka secara Hukum Array Kuno itu adalah ijin."


"Sudahlah.... Sekarang hal apakah yang akan kau katakan yang terserah padaku untuk menerima atau tidak. Dan apa hubungannya dengan Orpahh."


"Apakah kau ingin belajar Jurus Pedang Inti Es? "


"Orpahh yang akan mengajarimu jurus itu di alam jiwamu. "


"Kalau permintaanmu untuk aku belajar pedang inti es dan memasuki alam jiwaku.  Aku pasti mau. "


"Tidak.  Bukan itu permintaanku." Ragil agak ragu mengatakannya. "Permintaanku adalah apakah kau membuka dadamu di hadapanku."


"Apa? " Funuell tersentak kaget dan tangannya melayang secara reflek akan menampar mulut kurang ajar pemuda itu. Ragil yang menyadari akan di tampar secara reflek menutup matanya. Ditunggunya beberapa detik tapi tangan gadis itu tidak pernah sampai ke pipinya. Di buka nya sebelah matanya. Wanita itu hanya memandangnya tanpa emosi. Tangannya yang mendekati pipi Ragil di tariknya lagi.


"Aku sangat sulit bicara jika mengenai tubuh wanita. Maksud dari perkataan ku. Aku harus membuat segel didada mu itu berarti kau harus ... Harus... membuka bajumu."


Funuell masih melotot karena gagal paham akan maksud dari Ragil.


"Nggg.. aku salah bicara lagi. Aku... Maksudku... Kalau kau tidak bersedia maka tidak usah saja."


"Aku akan coba mengulangi nya secara perlahan." Ucap Funuell lebih hati-hati. "Kau harus membuat segel didada ku yang artinya aku harus membuka bajuku."


"Iy..Iyahh.."


"Tujuan membuat Segel itu agar aku bisa berlatih kepada Nenek Orpahh..."


"Benar. Karena aku harus membuat Array di dadamu.  Jadi kalau kau tidak mau memperlihatkannya yah sudah tidak apa-apa. "


"Astaga... " Funuell memukul kepalanya sendiri. "Aku sudah menduga kalau kau bukanlah pria kurang ajar meskipun kata-katamu jahat. " Dipikirnya Funuell adalah untuk menerima jurus itu maka harus menyerahkan tubuh nya ke Ragil.  Ternyata dia salah duga.


"Yahh..  Aku juga tidak tahu. Dihadapanmu aku jadi sangat sulit berbicara. Jadi seperti anak kecil hingga di salah pahami maksud dari perkataanku. "

__ADS_1


"Aku setuju. " Tegas Funuell.


"Apa? Setuju apa? "


"Aku setuju melepaskan pakaianku dan memperlihatkan dadaku kepadamu untuk di pasangkan Array. " Funuell bersila di hadapan Ragil. 


Tangannya mulai melepaskan kancing bajunya. Ragil hanya memandang setiap gerakan tangan gadis itu dengan jantung berdegup kencang.


"Tidak perlu melotot seperti itu. " Wajah Funuell menjadi merah. "Cepat lakukan totokan. "


"Tidak.  Kali ini aku tidak menotokmu. "


"Kau tidak takut ku hajar kalau terjadi salah paham. "


"Justru sebaliknya.  Aku membiarkan kau menghajarku... Seperti tadi ketika kau hendak menamparku. "


"Apa maksudmu? "


"Tidak.  Aku hanya ingin menjelaskan kalau aku hanya seorang pria biasa. Seperti pria normal lainnya. "


"Lalu? "


"Jika aku tergoda oleh tubuh mulusmu maka kau punya kesempatan menghajarku. Asalkan tidak sampai membunuhku. "


Funuell terdiam sebentar. Lalu tertawa kecil.  Belum pernah dia melihat pria aneh seperti ini selama hidupnya. "Aku sangat percaya kepadamu.  Kau bukanlah pria kurang ajar seperti kebanyakan orang.  Hanya mulutmu saja yang kurang ajar."


Funuell sudah melepaskan baju hijaunya. Kini dada gadis itu hanya di tutupi secarik kain berwarna merah untuk menutupi dada nya, dengan sulaman halus bergambar burung phoenix.


Walaupun tertutup kain, Ragil tetap saja masih dapat melihat belahan nya, kulit mulusnya dan sedikit lipatan lancip di ujungnya. Pemandangan ini begitu dekat dihadapan Ragil. Dia hanya bisa menelan ludah dan menenangkan diri. Dirinya kuatir kalau tangannya gemetar lalu merusak Array yang dibuat.


"Aku dapat melihat kalau kau memang sama dengan laki-,laki lainnya." Funuell tampak melotot.


"Aku Paham." Ragil menggunakan Blackblood nya untuk membuat secarik kain sebagai penutup mata. Lalu ditutupnya matanya.


"Apakah kau bisa membuat Array dengan penutup mata seperti itu. Sudah kukatakan kalau aku tidak keberatan kau memandang tubuhku."


"Lebih aman begini. Karena kalau tidak, aku kuatir salah dalam membuat Array karena tidak dapat konsentrasi. Lagi pula aku memiliki kemampuan melihat sekalipun dengan mata terpejam."


Ragil selanjutnya membuat jemarinya bercahaya putih. Dia membuat beberapa goresan di udara. Funuell melihat semua gerakannya.


"Apakah kau bisa di ajak ngobrol sambil bekerja?"


"Apa yang ingin kau tanyakan?" Ragil menyadari kalau gadis di hadapannya banyak pertanyaan.


"Apakah ini pertama kalinya kau melihat seperti ini. "


"Seperti ini? Maksudku melihat tubuh wanita yang aku buatkan Array? Sebenarnya kau adalah wanita ke tiga yang kubuat Array didada. "


"Oh ya? " Funuell tidak menduga. Dipikirnya dirinya adalah wanita pertama.


"Jadi kau bersikap kurang ajar dan merusak kehormatan mereka. "


"Aku tidak berani.  Aku adalah penjahat terhormat yang mempertanggung jawabkan setiap perbuatan yang ku perbuat. Demikian kepadamu. Aku tidak melakukan apapun yang kurang ajar kepadamu selain mulutku. "

__ADS_1


__ADS_2