
"Archie jangan terlalu memaksakan diri. Kurangi efek ledakan petirmu." Dupp memperingatkan.
Dupp kuatir jika Arch akan semakin luka dalam jika terlalu memaksa. Pria setengah baya ini tahu kalau kelemahan Arch adalah jika dia menaikan efek ledakan di tangannya.
Itu seperti ion negatif dan ion positif yang akan menciptakan ledakan petir jika kedua ion itu beradu. Semakin besar kekuatan ion nya maka semakin besar ledakannya.
"Tenang Paman Dupp. Aku harus menjatuhkan orang lemah ini lebih cepat."
"Bbrrzzzzztttt,.." Suara percikan listrik berasal dari kedua tangan Arch.
Yang berbahaya dari Arch adalah tangannya yang dapat meledakkan setiap benda yang di sentuhnya (Touch). Jadi Ragil berusaha menghindar agar tidak bersentuhan dengan tangannya.
Demikian juga asab hitam terus bertebaran. Ragil bersembunyi didalam gulungan asap hitam. Dia tetap bisa melihat sekelilingnya dengan Soul Watcher sekalipun dalam gelap.
Arch tampak terlihat kesal. Tangannya mengebas hendak menyingkirkan asab yang mengganggu penglihatannya. Setiap selesai di kebas, asab itu menutup kembali. Dia mulai memukul secara sembarang. Dia hanya menduga-duga keberadaan Arch.
"Perlihatkan dirimu pengecut." Teriaknya kesal
Hingga di suatu saat Arch tidak dapat bergerak maju karena tanpa di sadari nya kaki nya telah tergulung oleh batu hitam. Batu hitam itu terus membungkus Arch sampai keperut dan kepala nya.
Stun
"Kau masih ingat skill Stun yang telah mengalahkanmu di arena Black Market Ulgar. Ini adalah pertarungan kita yang ke dua dan kau masih tidak bisa mengalahkan ku." Ragil menyindir.
"Kau pikir skill seperti ini masih efektif mengurungku." Arch meningkatkan kembali voltase listrik di tubuhnya.
Voltage
"Dhuarrrkk..." Semua batu sihir yang membungkus tubuhnya pecah hancur ber keping-keping.
Ini adalah kemampuan Arch dengan tubuh dipenuhi listrik tegangan tinggi. Seluruh tubuh nya di penuhi cahaya kuning sehingga tidak terlihat wajah dan tubuhnya.
"Waktu di Ulgar, Kau membungkus ku dengan batu seperti ini dan aku tidak berkutik." Ucap Arch bangga telah mematahkan jurus lawan. "Pada saat itu aku memikirkan kekalahan ku. Berkat bimbingan Dupp, kutemukan cara membuat tubuhku di aliri listrik agar dapat menghadapi tipe sihir sepertimu. "
Tangan Petir itu mengejar dimana suara Ragil berada. Ditambah lagi rasa kesal dan kemarahan karena lawannya selalu menghindar.
Emosi yang tinggi telah membuat Arch menambahkan kekuatan ledakannya di tangannya agar dapat menumbangkan Ragil hanya dalam satu kali pukul. Pikirannya membayangkan. wajah Ragil yang terkena tinju Ledakan Petir.
__ADS_1
"Hoeeekkkss... " Bukanlah Ragil yang mengalami musibah akibat dari petir, tapi justru Arch yang menumpahkan darah segar karena kelebihan beban listrik.
Itu salah satu strategi Ragil menyerang mental lawan dengan membuat marah musuhnya. Hingga akhirnya karena kemarahan, Arch menaikan kekuatan listriknya.
Sebenarnya ketika Arch menemukan skill ini, dia merasa tidak nyaman. Pasalnya semakin sering menggunakan skill ini maka perutnya semakin sakit. Sesuai dengan apa yang di katakan Ragil, dia juga menyadarinya. Tapi dia menjadi marah karena tidak pernah dapat menyentuh lawannya yang licik yang hanya bisa menghindar dan bersembunyi di kegelapan membuat Pemuda berkekuatan Petir ini menambahkan efek ledakan di tangannya yang mengakibatkan dirinya menderita luka dalam.
"Seperti sekarang ini. Perutmu sakit lagi kan." Kata Ragil. "kau telah kelebihan beban akan tegangan listrik membuat saluran Sirkulasi Kapasitas mu terbakar. Tubuhmu masih belum kuat untuk menampung tegangan listrik yang tinggi. Listrik itu terus menggulung di tubuhmu tanpa pernah dilepaskan. Sudah kukatakan tadi. Yang mengalahkanmu bukanlah diri ku tapi diri mu sendiri. Menyerah lah sebelum semakin parah.
"Archie ... Jangan memaksakan diri." Dupp masih memperingatkan.
"Kau benar-benar sangat menjengkel kan." Arch kembali hendak menyerang Ragil.
"Archie. Apakah kau tahu dinamo? Sebuah alat yang sering digunakan oleh Pihak Militer?" Hanya terdengar suara Ragil tapi tubuhnya masih bersembunyi didalam asab. "Dinamo itu alat untuk memperkuat arus listrik. Tapi tetap saja harus di keluarkan arusnya ke tempat mesin yang membutuhkan arus listrik. Arus itu tidak boleh terus berputar di dalam dinamo karena akan membakar dinamo itu sendiri."
Ilustrasi yang dikemukakan Ragil seharusnya dapat menyadarkan Si Pemuda Petir. Tapi sepertinya kemarahannya telah membuat pikirannya menjadi buntu.
Emosi Arch terus memuncak dan Serangannya justru semakin kuat.
Tapi serangannya kembali terhenti karena Avatar telah muncul di belakang Arch. Avatar mencengkeram lagi lalu mengangkatnya tinggi-tinggi kemudian Membantingnya ke tanah.
Ini sudah ke sekian kalinya dirinya diperlakukan seperti itu. Perbuatan Ragil yang memperlakukan Arch seperti mainan inilah yang membuatnya semakin naik pitam.
"Aku masih belum kalah manusia pecundang." Arch mencoba bangkit berdiri. "Dan jangan panggil Aku Archie."
Sebelum Arch benar-benar berdiri, sebuah tendangan menghujam ke perut Archie. Meskipun seluruh tubuhnya di penuhi listrik, tetap saja perutnya terasa nyeri. Apa lagi ditempat yang sudah terluka.
Yang di takuti Ragil bukanlah arus listrik yang ada di tubuh petir itu tapi tangan yang dapat membuat ledakan. Ragil telah membungkus kaki nya dengan Blackblood sebelum menendang Arch. Blackblood itu tidak membawa arus listrik jadi Ragil tidak tersetrum. Tapi kalau sentuhan tangan Arch, itu lain lagi ceritanya.
Jadi Ragil menendang ketika lawannya sedang tidak berdaya.
"Sudahi pertandingan hari ini Archie. Pertama, Aku tidak akan kesetrum oleh listrik tubuhmu karena Black Blood ku tidak membuat aku tersetrum. Kedua, kau hanya dapat menghancurkan aku dengan menggunakan Lightning Explotion. Tapi tubuhmu sudah semakin lemah. Jika kau gunakan skill itu maka Kapasitas mu akan meledak."
Arch tidak perduli dengan perkataan Ragil. Dia tetap bangkit berdiri.
Aku tahu kau masih dapat bangun. Tapi kalau kupukul perutmu terus, sekalipun kau mempunyai kemampuan menahannya tapi tetap saja akan merasa sakit. Karena sekarang perutmu adalah tempat kapasitas energi. Merupakan area terlemah.
Jika dalam kondisi tubuhnya di penuhi aliran listrik, Arch dapat menahan setiap serangan sihir lawan. Itu merupakan pertahanannya yang kuat. Tapi saat ini kapasitas energi nya terluka, meskipun dapat menahan serangan lawan namun memang terasa sakit perutnya. Sebuah Tendangan dari Ragil di perutnya terasa menyesak. Tapi dia masih bertekad untuk berdiri.
__ADS_1
Black Blood.
Skill ini adalah sihir menciptakan suatu benda dari darah hitam milik Ragil. Dengan Skill ini dia dapat mengeluarkan benda yang pernah di ciptakan nya.
Ditangan Ragil telah tercipta sebuah Godam. Sebelum Arch berdiri kokoh, Godam itu menyerang perutnya.
Godam menghajar perut Arch terlebih dahulu sebelum dihancurkan oleh ledakan tangannya. Pukulan Godam itu membuat Arch hampir terjatuh.
Avatar yang di belakang Arch juga menciptakan Palu besar dan langsung memukul punggungnya..
Avatar adalah boneka ciptaan Kirk dengan memiliki Black Blood atau darah dari Kirk sendiri. Sebagian kekuatan sihir Avatar itu di transfer langsung dari Kirk si Raja Kegelapan. Itulah sebabnya tingkatan Avatar lebih tinggi dari Ragil karena bukan Ragil yang menciptakannya.
Hanya karena Ragil masih belum kuat dalam sihir karena tingkatannya masih rendah, jadi dia tidak dapat memanfaatkan Avatar lebih maksimal. Avatar hanyalah sebuah alat yang penggunaannya di sesuaikan dengan kemampuan pemiliknya.
Ragil kemudian menciptakan pistol hitam seperti milik Militer. Tapi semua material nya terbuat dari Black Blood, termasuk dengan pelurunya.
Tembakannya di lakukan berkali-kali ke arah perut Arch.
Arch yang menyadari kalau serangan itu sengaja di tujukan ke arah perut maka dia menghadangnya dengan kedua tangannya untuk melindungi.
Tapi di belakang Arch masih ada Avatar yang suka bersembunyi di balik asab hitam yang suka muncul tiba-tiba. Avatar langsung menyerang lagi punggungnya dengan palu besar.
Arch menggunakan satu tangannya menyerang Avatar sambil mundur berkelok untuk menghindar tembakan Ragil. Kemudian di cengkeramnya Palu itu di buatnya hancur berkeping.
Tangan Ragil kini ditutupi black blood yang banyak Hingga menggumpal ditangannya. Dalam sekejap tangannya seperti di selimuti sarung tinju yang besar dan keras padat.
Arch mencoba menahan serangan tinju Ragil ke arah perutnya. Tapi Arch terkecoh karena Ragil membuat serangan tipuan. Ragil menyerang ke arah kepala Arch.
Tinju pertama tepat sasaran.
Tinju kedua huk kiri tepat sasaran.
Arch yang masih dalam kondisi lemah akibat luka dalamnya, tidak dapat menghalau pukulan-pukulan Blackblood.
Ketika langkahnya mulai goyah, Kembali tangan Avatar mencengkram pundaknya dan mengangkatnya tinggi-tinggi lalu membantingnya lagi.
"Kenapa aku juga selalu membanting punggungmu karena itu juga menjadi kelemahan mu. Aku akan membuat perut dan punggungmu sakit. Karena Sirkulasi Kapasitas mu telah terluka." Ragil kembali menendang perutnya Arch lagi.
__ADS_1
Avatar juga menendang punggungnya Arch. Jadi Avatar dan Ragil saling menendang membuat lawannya jadi bulan bulanan. di saat lawannya terbaring jatuh di bawah. Aliran listrik di tubuh Arch pun semakin memudar. Kemudian sampai tidak ada aliran listrik itu lagi.
Arch tidak berdaya. Perutnya benar-benar merasa sakit. Luka dalamnya semakin parah.