Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 2. Bandit Lembah Phanouel


__ADS_3

"Lihat. Ada seseorang yang datang kesini." Paniell melihat seseorang pria tegap bertato datang dari arah berlawanan keluar dari balik kelokan tebing.


"Bukankah itu dari suku Naga? Kalau dilihat dari array di tubuhnya." Lamuell menanggapi.


"Dia adalah salah satu Putera kepala suku." Funuell menyiapkan pedang es nya. "Sejak kapan suku Naga menjadi pembegal."


"Kalau dilihat dari Array di dahi nya berarti dia telah mengabdi kepada seseorang." Paniell yang tahu seluk beluk Suku Naga sudah tahu kebiasaan Suku Naga yang suka mengabdi kepada yang terkuat, terutama yang haus akan pertempuran.


"Salam kepada Rombongan Tetua Paniell, Saya Arbakir memberi hormat." Pria bertato Array itu menjura memberi hormat.


"Sejak kapan Suku Naga bisa bersikap hormat seperti itu." Ketus Funuell yang siap mengenakan pedangnya. Tapi di tahan oleh Ayahnya.


"Maaf Nona Funuell, saya hanya diperintah oleh Tuan saya untuk bersikap hormat kepada mereka yang datang ke tempat ini.


"Kami akan lewat di tempat ini. Saya ingin lihat siapakah yang berani menghalangi jalan umum ini." Lamuell juga angkat suara. "Bahkan Bandit Binoang pun tidak berani menahan kami."


"Sebelum merugikan diri sendiri sebaiknya di pertimbangkan baik-baik. Saya hanya di tugaskan oleh Tuan saya untuk menyampaikan 3 cara melewati tempat ini." Arbakir tetap dalam sikap hormat yang di buat-buat. Bagaimanapun juga Arbakir dari suku naga sudah terbiasa berbicara apa adanya, kasar, tanpa ada etika penghormatan segala. Bahkan mereka di kenal sebagai suku bar-bar. Tapi karena perintah Ragil harus menghormati lawan maka mau tidak mau diapun melakukannya meskipun tampak sedikit aneh


"Katakan saja, pesan apa yang kau bawa " Paniell juga menanggapi dengan rasa hormat. Bagaimanapun juga Pria Tua ini sudah berpengalaman dalam dunia Landria. Jika Binoang yang Penyihir tingkat atas saja di taklukkan maka orang yang di sebut Ragil itu tentunya berada dalam tingkat Dewa atau Maha Dewa. "Apakah Tuanmu yang bernama Ragil?."


"Benar. Adapun Pesan dari Tuan Ragil hanya ada 3 cara untuk melewati tempat ini. Pertama adalah membayar 5 keping per orang. Kedua, berperang dengan taruhan nyawa yang pastinya akan merugikan kedua belah pihak..."


"Kau pikir kita takut untuk bertempur. Bahkan dirimu pun bisa kubunuh di tempat ini." Lamuell yang berdarah panas memotong ucapan Arbakir dan sudah siap menggempur.


Sekali lagi Ayahnya mencegah. "Tenangkan dirimu Lamuell. Orang suku Naga di hadapanmu ini sudah tingkat Menengah Akhir seperti kakakmu. "


"Bukankah ayah berkata kalau tingkatan tidak menentukan pemenang. Tingkatan hanyalah sebuah kapasitas menampung energi sihir atau mana. Tapi Siapa yang memiliki Damage paling besar lah yang menentukan." Lamuell membela diri .


"Yang di katakan adik Lamuell benar, Ayah." Kakaknya mendukung. "Ayah juga pernah bilang, Lebih baik memiliki Tingkat yang kecil tapi memiliki daya hancur yang besar dari pada memiliki tingkat yang besar tapi daya hancurnya kecil. Seperti Ayah yang masih tingkat Dewa tapi bisa mengimbangi bahkan saya percaya kalau Ayah dapat mengalahkan Pak Tua Yakove sekalipun dia berada di tingkat Maha Dewa."


Kali ini Paniell terdiam atas perkataan anak-anaknya. secara garis besar memang perkataan Lamuell dan Funuell ada benarnya. Yang di sebut tingkatan Sihir atau Level seseorang adalah Hanya kapasitas daya tampung energi sihir setiap orang. bukan Jenis sihirnya. Sihir yang hebat adalah sihir yang memiliki daya hancur atau damage yang besar.


Ada orang yang memiliki jumlah mana yang sedikit tapi memiliki sihir yang dahsyat dapat menghancurkan bukit hanya dalam satu kali serang, itu akan lebih baik dari pada memiliki mana yang besar tapi untuk menghancurkan bukit harus berkali-kali serangan.


"Baiklah Ayah tidak membantah. Tapi sekarang biarkan ayah berbicara kepada orang suku Naga ini. " Balas ayahnya. "Baiklah Arbakir, katakan hal yang ketiga."


"Yang ketiga adalah satu lawan satu. Jika menang maka seluruh rombongannya dapat lewat dan mendapat hadiah 500 keping emas dari Tuan Ragil. Tapi jika kalah maka harus menyerahkan 500 keping emas dan ditahan selama tiga hari."


"Hahaha,.... Jelas Tuanmu memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Apakah benar jika kalah maka kau akan memberikan 500 keping?" Tabib ini tampak bersemangat.


"Itu pasti dibayar. Jika ingin menaikan taruhan, maka Tuanku akan menyanggupinya." Balas Arbakir.

__ADS_1


"Baik. Mari kita lihat kesanggupan Tuanmu itu." Paniell sepertinya merasa diatas angin.


"Silahkan Tuan ...." Arbakir mempersilahkan Paniell untuk berjalan ke depan.


Mereka semua berjalan menyusuri jalanan yang di apit oleh dua tembok tebing. Hingga akhirnya mereka melewati tikungan.


Di balik tikungan terdapat pemandangan yang membuat mata enggan berkedip. Bagaimana tidak. Beberapa tubuh terkapar tak bernyawa. Mayat-mayat itu kebanyakan bertelanjang dada dan mengenakan kulit binatang dililit di pinggangnya. Bukan hanya mayat manusia tapi juga mayat binatang Srigala yang di gunakan sebagai tunggangan.


Sebagian orang yang terkapar itu mati akibat runtuhan batu-batu besar yang menimpa kepala mereka. Dan beberapa yang lain mati karena lehernya tersayat benda tajam.


Bahkan tampak seseorang sepertinya pemimpin dari pasukan itu mati dengan kepala pecah akibat dari senjata pistol milik Militer.


"Ini mayat dari pasukan Selatan kerajaan Haduz." Bak seorang Guide Arbakir memimpin sebuah Tur, menjelaskan kepada Paniell bersama anaknya.


"Ini adalah pasukan khususnya kerajaan Haduz. Apa urusannya sampai kerajaan Haduz datang kesini." Lamuell yang juga mengetahui sedikit tentang Kerajaan Selatan merasa ada kejanggalan. Kerajaan Selatan dikenal sebagai kerajaan yang tidak mencampuri urusan kerajaan lain.


"Ini aneh. Mereka mati karena kejatuhan batu dari atas. Mereka semua adalah para penyihir hebat masakan tidak dapat menghindar dari serangan batu seperti itu." Funuell juga menimpali.


Paniell sedikit terusik melihat mayat-mayat itu. Apa yang dikatakan kedua anaknya memang benar adanya. Kemunculan pasukan Kerajaan Haduz di tempat ini saja sudah terasa aneh. Sejak kapan pasukan dari kerajaan Selatan ini keluar menyerang bangsa lain. Mereka biasanya tidak pernah mengganggu kerajaan lain.


"Ayah. Coba lihat diatas." Lamuell menunjuk ke arah atas bukit. "Bukankah itu Binoang dan pasukannya "


Diatas bukit tampak beberapa orang berjejer di tepi tebing. Mereka semua bersiap untuk menjatuhkan batu-batu besar. Tentu saja siapapun yang tanpa keahlian akan dengan mudah tewas tertimpa batu-batu itu.


Binoang yang dahulunya menjadi kepala bandit. Tapi tampaknya sekarang bukan dia lagi yang memimpin. Tampaknya kini Binoang dan pasukannya hanya menjadi kaki tangan dari seorang bernama Ragil.


Binoang dari atas bukit masih memberikan penghormatan kepada Paniell. Bagaimanapun juga Binoang pernah dikalahkan oleh Paniell dan tidak di bunuhnya. Jadi Binoang masih menaruh rasa segan kepada Ahli obat-obatan ini.


Paniell juga membalas penghormatan itu.


"Mereka adalah penguasa Lembah Phanouel sebelumnya. Sebelum ditaklukkan oleh Tuan saya." Arbakir menjelaskan.


"Apakah Tuan mu itu setingkat dengan Dewa atau Maha Dewa? Mengapa sebelumnya saya tidak mendengar Nama Ragil." Funuell bertanya dengan rasa penasaran.


"Kapasitas milik Tuanku hanya setingkat dengan tingkat Dasar."


"Apa? Apa aku tidak salah dengar?" Lamuell merasa tak percaya. "Dan Suku Naga tingkat Menengah mengabdi kepada seseorang yang masih tingkat dasar?".


"Bahkan seorang penyihir tingkat dasar dapat membuat Binoang bertekuk lutut. Ini sulit di percaya." Funuell juga meragukan.


"Saya tidak pernah menyesal mengabdi kepada Tuan Ragil." Arbakir bangga.

__ADS_1


"Bukankah kalian sendiri mengatakan kalau tingkatan tidak mempengaruhi kemenangan." Ayahnya membalas ucapan kedua anaknya.


"Tapi Ayah, perbedaan tingkatannya amat jauh. Apa itu mungkin." Lamuell penasaran.


"Ayahhh... " Funuell menghentikan langkahnya. Dia tampak kaget melihat apa yang ada dihadapannya, jauhnya sekitar lima puluh meter di hadapannya. "Lihat kesana. Ayah."


Disana terlihat sebuah meja dan sebuah kursi yang sedang diduduki seorang pemuda yang sedang makan paha binatang buas. Dibelakang pemuda itu terdapat seorang wanita berkerudung menutupi wajahnya seperti seorang petarung.


Pemandangan itu tidaklah membuat si gadis berlesung Pipit ini terkejut. Tapi yang buat dia terkejut adalah ke empat sosok yang sedang berlutut di samping meja itu. Mereka semua adalah orang-orang yang di kenal semuanya.


"Apa yang di perbuat ke empat murid dari Yakove itu? Kenapa mereka berlutut." Tanya Paniell dengan tenang.


"Mereka bersikap kurang ajar dan hendak mengacau di tempat ini." Balas Arbakir.


"Mereka bukanlah orang yang mudah di kalahkan dan bukan orang yang bisa berlutut kepada sembarang orang. Murid Yakove yang paling tua sudah berada di peringkat Atas. " Paniell mulai merasa ada yang tidak beres. Siapa sesungguhnya Ragil yang penuh misteri ini.


"Mereka bukan dikalahkan oleh Tuanku tapi oleh bawahan Binoang dan saya sendiri." Arbakir menjelaskan.


"Tingkat berapakah wanita itu." Paniell mencoba menyalurkan kekuatan sihirnya ke mata nya untuk melihat aura sihir milik orang yang di belakang Ragil.


 


Keterangan Tambahan


Kapasitas Sihir.


Setiap Penyihir memiliki kapasitas. Tingkat seseorang dilihat dari besarnya kapasitas miliknya. Kapasitas merupakan daya tampung mana atau energi sihir seseorang.


Energi Murni :


Energi yang digunakan untuk menciptakan sihir tapi belum di gunakan atau masih dalam tubuh seseorang disebut energi Murni. Energi Murni ini dapat di gunakan untuk menambah kekuatan seseorang atau menyembuhkan seseorang dengan cara menyalurkan energinya melalui tangan ke tubuh orang yang membutuhkan.


Mana :


Sama seperti energi sihir, hanya biasanya sering dipakai sebagai satuan jumlah sihir yang digunakan.


misalkan. : Untuk menggunakan Jurus Tinju Es membutuhkan 50 mana. Atau Kapasitas milik Lamuell sebesar 1000 mana.


Daya Hancur atau Damage:


Sihir yang di ciptakan seseorang memiliki daya hancur yang berbeda.

__ADS_1


Misalkan. : Lamuell menggunakan sihir Tinju es menggunakan 50 mana dapat menghancurkan sebuah batu berukuran dua manusia sedangkan Funuell menggunakan Sihir Tusukan Pedang Es dengan jumlah mana yang sama tapi dapat menghancurkan Batu berukuran tiga manusia. Daya hancur sihir milik Funuell lebih besar dari Lamuell meskipun dengan mana yang sama besar.


Masih ingat jurus milik Ragil yang di sebut Absolute Critical dengan kekuatan damage 4X lebih besar dan sangat di takuti oleh Raja Hammard dari Kerajaan Argag.


__ADS_2