Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 42. Masa Kecil : Arch, Ragil dan Dewi


__ADS_3

"Ragil, apakah kau tidak apa-apa."


"Tidak apa-apa." Jawabnya meskipun kepala nya sudah berdarah.


"Kepalamu berdarah. Ayo kita pergi ke Biarawati Dewi Kumala agar di rawat kepalamu." Arch mendesak.


"Aku tidak apa-apa. Biarkan saja aku sendiri."


"Tidak. Kau harus ikut denganku untuk di rawat kepalamu."


"Kau tidak perlu memperdulikan aku. Aku sudah terbiasa sendiri."


Akhirnya Ragil dengan setengah hati mau juga di ajak oleh Arch. Tubuhnya di panggul melintasi area berbatuan.


Meskipun langkah kedua remaja ini lambat namun secara perlahan mereka mulai meninggalkan pantai memasuki daerah bebatuan.


Ragil dan Arch tidak menyadari kalau ternyata ke tiga anak nakal itu bersembunyi di balik batu karang besar sedang menunggu kedatangan mereka.


Ketiga anak yang masih seumuran itu tidak senang atas campur tangan Arch. Mereka sebenarnya gentar menghadapi anak yang memiliki elemen spesial seperti Arch. Elemen yang langka. Elemen Petir.


Para anak nakal ini akan melakukan serangan tiba-tiba agar kemungkinan memangnya lebih tinggi.


"Sebuah suara seperti berbisik terdengar di telinga Arch. "Awas. Mereka bertiga bersembunyi di balik batu karang."


Arch menengok sekitar mencari pemilik suara tersebut. Tapi tidak terlihat batang hidungnya. Pemuda Petir ini berpikir kalau itu hanya hembusan angin yang menyerupai suara berbisik. Jadi dia kembali menggotong Ragil untuk kembali ke desa.


Kemudian suara bisikan itu datang lagi, tapi kali ini terdengar di telinga Ragil. Jadi anak yang terluka ini menghentikan langkahnya. Tentu saja hal ini membuat Arch ikut menghentikan langkahnya.


Ragil selama ini sudah mengetahui kemampuan sihir si badut dari ayahnya, Meskipun tidak pernah menyaksikan secara langsung tapi di ingatannya perkataan ayahnya selalu di ingatnya.


"Awas..." Teriaknya.


Memang benar, suara bisikan itu adalah suara si badut. Seperti kita ketahui kemampuan badut adalah berbicara jarak jauh dan mendengar jarak jauh. Bahkan dia dapat mendengar suara detak jantung meskipun dalam jarak yang jauh.


"Para pembuli itu ada disini." Ragil membalikkan tubuhnya.


Arch yang mendengar teriakan Ragil langsung hendak berbalik menghadapi penyerang dari belakang.


Tapi sudah terlambat. Sihir api mulai mengurung kedua kawanan itu dari belakang Arch dan Ragil.


Tidak hanya sampai disitu, batu-batu mulai berterbangan menyerang kedua anak ini.


Ragil jatuh tersungkur di tanah. Baju di punggungnya terbakar dan kulitnya terkena panas api. Rambutnya juga mulai terbakar. Luka bakar itu membuat anak ini kesakitan. Tapi dia tidak berteriak, bahkan terkesan menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Arch memasang badan untuk melindungi kawannya. Tangannya yang di aliri listrik memukul setiap batu yang datang. Bajunya sudah terbakar tapi tubuhnya kebal terhadap api.


Tanpa ragu lagi, Arch langsung mendatangi ketiga penyerang itu.


Suatu semburan air yang keras menyerang Arch membuat dirinya tidak dapat mendekati ke para lawannya. Bahkan untuk maju satu langkah juga sangat sulit. Dorongan semburan air ini sangat kuat. Dia berusaha menahan tubuhnya untuk tetap berdiri, jangan sampai terlempar ke belakang.


Karena air adalah penghantar listrik maka dibuatnya listrik bertegangan tinggi untuk menangkis semburan air itu.


Kekuatan listrik itu dengan cepat menjalar di air dan menyengat langsung ke pemilik sihir air itu. Spontan tegangan listrik yang tinggi ini membuat si kaca mata tersetrum dan langsung rubuh pingsan. Tubuhnya mengeluarkan asap.


Kedua temannya yang lain tidak menyangka kalau si kaca mata akan tumbang dengan mudah. Ketakutan dari sifat pengecut anak anak itu mulai merambat di kepala mereka.


Ketika tidak ada semburan air yang membatasi geraknya, Arch langsung menyerang ke pemilik sihir api si anak yang gendut. Arch hanya memegang tangan si gendut sambil di aliri listrik. Tentu saja si gendut langsung kejang-kejang kemudian jatuh pingsan.


Sebuah batu besar mengenai kepala Arch dari belakang. Sakitnya bukan main. Anak ini memiliki tekad kuat. Dia tidak boleh pingsan sebelum mengalahkan para pengeroyoknya.


Arch berbalik badan dan melotot marah ke arah si kurus. Emosinya memuncak.


Melihat keadaan tidak menguntungkan, Si kurus langsung berlari ketakutan menjauh dari Arch.


"Dasar pengecut." Teriak Arch jengkel.


Diambilnya sebuah batu, dengan bantuan ledakan petir di lemparnya batu itu ke arah si kurus yang sedang berlari.


Kali ini susah untuk menjangkau lawannya. Arch membiarkan musuhnya melarikan diri.


"Kau tidak apa-apa Ragil?" Arch kembali mengangkat tubuh yang lemah itu.


Dipunggung Ragil terdapat sedikit luka bakar. Dia menahan sakit akibat luka bakar tersebut.


Semenjak Ayahnya tidak pernah memperdulikan Ragil ketika mengadu tentang perbuatan dan kenakalan ketiga anak itu, Ragil sudah tidak pernah mengeluh lagi kepada ayahnya. Semua penderitaannya hanya disimpan sendiri. Semua pandangan sinis dari orang di desa tidak pernah di hiraukan nya. Keinginannya hanya satu yakni meninggalkan pulau neraka ini.


Kali ini rasa sakit yang begitu besar tidak membuat Ragil mengeluh. Bahkan meringis pun tidak. Dia hanya menerima takdirnya sebagai remaja yang di kucilkan. Dia adalah satu-satunya orang yang tidak mempunyai kekuatan sihir di pulau itu.


Ragil membiarkan dirinya di bopong oleh Arch. Sementara dari jauh di atas bukit si badut dengan wajah di lukis untuk tertawa kembali duduk memandang laut.


Arch dan Ragil sampai ke tempat kediaman biarawati Dewi Kumala. Melihat kondisi ke dua anak ini membuat Dewi bergegas mengatasi luka mereka.


Akhirnya kedua anak itu berada di rumah Dewi sepanjang sore. Mereka makan bersama dan saling bercerita. Arch pun menjadi semakin akrab dengan Dewi.


Arch menceritakan kalau dia seorang anak tak memiliki orang tua hingga membuat Dewi iba.


Dewi juga menceritakan kalau dirinya adalah orang yang di beri tugas Ayah Ragil untuk membangkitkan kekuatan sihir Ragil.

__ADS_1


Sejak semula kenapa Arch membiarkan Ragil sampai terluka adalah tujuannya untuk dapat mendekati Dewi. Kini strateginya telah tercapai. Arch bisa semakin akrab dengan Dewi.


Semenjak hari itu Arch sering datang bersama Ragil ke tempat Dewi. Pemuda Petir ini kini mempunyai alasan mendekati Dewi yakni menemani Ragil agar tidak ada lagi yang mengganggunya.


Beberapa hari kemudian, Kapal pembajak datang. Para pembajak itu sering bepergian dan kembali dalam waktu yang lama. Terkadang seminggu. Jika banyak target bisa sampai sebulan.


Orang tua dari para pembuli itu sangatlah marah saat melihat anaknya tergeletak di tempat tidur hasil ulah listrik nya Arch.


Suatu ketika ketika Arch hendak datang ke pantai menjumpai Ragil. Tanpa di sangka nya ketiga orang tua dari para pembuli itu menghadang.


Sekalipun Arch memiliki kemampuan tapi untuk menghadapi ketiga orang tua itu bukanlah lawan yang seimbang.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat Arch menjadi babak belur.


Anak ini sengaja di biarkan hidup hanya karena dia di pungut oleh Kepala Bajak. Seandainya tidak, mungkin remaja petir ini sudah kehilangan nyawa.


Ketika Ragil kembali dari pantai, dilihatnya Arch sudah terkapar penuh luka. Darah ada dimana-mana. Sebelah matanya bengkak. Kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau tidak segera ditolong nyawanya akan berada dalam bahaya.


"Badutttt... Kalau kau mendengar aku, tolong aku. Arch terkapar babak belur."


Teriakan Ragil terdengar sayup sayup di telinga Badut karena jaraknya cukup jauh. Segera Badut bergegas ke arah suara itu.


"Apakah kau tidak mendengar ketika Arch di hajar?" Tanya Ragil ketika melihat kedatangan Badut.


Si Badut hanya menggeleng.


Kini Ragil dan Badut membopong Arch. Dengan perlahan Ragil mengangkatnya. Sebentar sebentar Arch berteriak kesakitan.


Akhirnya mereka sampai di tempat Dewi.


"Apa yang terjadi?" Dewi tampak cemas melihat Arch.


"Dia di hajar oleh orang tua dari ketiga anak nakal itu." Ragil meletakkan tubuhnya di salah satu kursi untuk melepas lelah.


Dewi mulai memprediksi penyebab luka yang di alami oleh Pemuda Petir ini. Rupanya Arch mengalami siksaan yang berat. Tulang rusuk patah, Ada memar bekas tertimpa benda berat. Diduga ini adalah bekas tertimpa batu. Sebuah Sobekan di perutnya seperti sebuah sayatan benda tajam. Baju nya juga sobek dan basah penuh air. Jadi sayatan ini bekas air yang di ubah menjadi senjata tajam. Sayatan itu cukup dalam tapi tidak mengenai alat vitalnya.


Memang tidak ada bekas jejak api tapi wajahnya yang lebam terlihat bekas pukulan sesuatu yang sangat panas.


Ravalard yang mengetahui kejadian itu hanya berdiam diri saja. Bahkan luka bakar yang di alami anaknya, Ragil saja tidak diperdulikannya, apa lagi hanya orang luar.


Putera Dev Ravalard ini merasa sedih atas Apa yang dialami Arch, itu terjadi karena Arch membantu nya. Jadi Ragil merasa bersalah atas kejadian yang di alami temannya itu.


Dewi yang memang memiliki kemampuan penyembuh dapat menyembuhkan Arch dengan melalui proses beberapa hari.

__ADS_1


__ADS_2