Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 14. Memasuki Lembah Phanouel


__ADS_3

Lembah Phanouel.


Di ujung tebing sebelah Barat terlihat tiga orang dengan santai nya sedang memasuki daerah kekuasaan Binoang.


Beberapa penjaga dari atas tebing menyiapkan panah untuk menembak.


Salah seorang Penyihir Tingkat Menengah berteriak dari atas tebing.


"Kalian sudah terkepung. Tinggalkan barang bawaan kalian lalu kembali jalan pulang."


"Yang berteriak itu namanya Shagarr. Penyihir tingkat menengah tahap akhir. Elemen Tanah dan senjatanya tombak." Sarr memberikan informasi.


"Hei Shagarr. Penyihir Tingkat Menengah Tahap Akhir dan memiliki Elemen Tanah. Panggilkan Binoang aku akan memberikan keuntungan buat pasukanmu." Ragil juga berteriak.


"Sial. Bagaimana dia bisa tahu namaku. Orang itu sudah bosan hidup." Orang yang di panggil Shagarr berbicara kepada anak buahnya.


"Aku tidak perduli siapa kalian. Cepat serahkan barang bawaan kalian dan gadis itu disini kalau ingin selamat." Teriak Shagarr lagi.


"Kami hanya ingin negosiasi." Balas Ragil.


"Siapkan panah." Perintah Shagarr. "Ini peringatan terakhir. Serahkan bawaan kalian dan gadis itu disini."


Ragil membuat Array ruang dimensi kecil lalu memasukan tangannya dalam ruang tersebut hingga terlihat sebagian tangannya seperti menghilang. Kemudian tangannya keluar dari array itu dengan membawa satu kantong besar.


"Saya membawa lima ribu keping emas untuk Binoang. Jika kau tidak mau maka kau tidak akan mendapatkan satu keping pun."


"Bagus. Kita kedatangan kakap." Shagarr sangat senang begitu melihat keping emas. "Bunuh mereka semuaaa..."


Saat itu juga hujan panah menyerang Ragil dan kelompoknya. Begitu juga batu-batu besar di lempar dari atas tebing.


Tapi tidak ada satu batu atau panah yang dapat menyentuh mereka. Karena saat panah mendekat maka seperti menabrak tembok lalu terpantul kembali. Setiap tabrakan itu mengeluarkan percikan cahaya putih.


"Sial. Array Pelindung." Maki Shagarr. "Semua serbuuu.... Hancurkan Array pelindungnya..."


Saat itu juga puluhan orang berlari dari tebing membawa senjata untuk menyerang. Mereka semua berteriak penuh semangat.


"Ragil sudah menduga perlawanan ini. Sebelum pasukan itu datang, dia sudah melempar dua buah benda.


"Dhhuuaaerrr... Dhhuuaaerrr...."


Itu adalah peledak milik Militer. Ledakan itu tidak memakan korban jiwa karena benda itu meledak sebelum pasukan itu datang.


"Ini sebuah peringatan sebelum kalian menyesal." Ragil mengancam.


"Jangannn mendekat ..." Teriak Shagarr. "Semua yang bisa sihir jarak jauh... Gunakan sekaranggg"


Mereka yang memiliki sihir jarak jauh melakukan serangan jarak jauh untuk menghancurkan Perisai Array.


"Darr... Derr.... Darrrr." Ledakan seperti bunyi petasan.


Beberapa orang terkapar kesakitan memegang kakinya. Ternyata Ragil menembak menggunakan senjata yang mirip dengan milik Militer. Hanya saja senjata ini berwarna hitam.


"Aku masih punya banyak peluru. Sebelum perisai ini hancur maka sebagian dari kalian akan menderita. Selanjutnya aku tidak akan menembak di kaki tapi di kepala." Ancamnya.


"Sial... Orang itu banyak akalnya." Gigi Shagarr terdengar menggerutuk. " Segera melapor."


Seorang bawahan mengambil sebuah benda berbentuk seperti batang pohon kecil dengan tali. Benda itu di hadapkan kelangit lalu talinya di tarik kuat-kuat. Seketika itu keluarlah cahaya dari batang itu kemudian meledak di udara. Terlihat banyak cahaya seperti kembang api berwarna kuning.


"Cahaya kuning berarti memanggil wakilnya." Sarr memberikan informasi.


Selama beberapa menit tidak ada yang menyerang. Mereka semua menunggu Wakil dari Binoang datang.

__ADS_1


Tak lama kemudian yang di tunggu pun datang. Wakil Ketua dan dua orang lainnya datang ke tempat dimana Ragil berada.


Wakil Ketua ini berperawakan kurus dan jangkung serta ber kumis hanya di pinggirnya saja sedangkan dibawah hidungnya tidak tumbuh kumis, hingga terlihat seperti kumis tikus


Walau penampilannya terlihat lucu namun aura sihir di sekeliling tubuhnya begitu besar menunjukan kalau ilmunya tidak bisa di anggap sederhana.


"Yang paling depan itu Agroo berada di tingkat Atas tahap Akhir dan adiknya yang di belakangnya bernama Gumoo masih tingkat menengah." Sarr memberikan informasi kepada Ragil


"Menurutmu, Apakah kau bisa memenangkan pertarungan jika melawan dengan dia.?" Ragil berbisik.


"Aku tidak yakin. Tapi akan ku coba. Dengan Beberapa bahan peledak ku rasa cukup untuk menghancurkan sihir pertahanannya."


Strategi Militer dalam menghadapi Penyihir adalah menggunakan Pistol untuk menghancurkan Pertahanan jika menghadapi lawan Level E dan D. jika menghadapi Penyihir Level C, B dan A harus menggunakan Bahan Peledak untuk menghancurkan Pertahanan nya, Semakin tinggi levelnya maka semakin banyak bahan peledak yang di gunakan. Lalu untuk menghadapi Level S dan SS harus menggunakan Basoka atau Mortir Pekuncur. Hanya saja kadang tidak bisa tertembus ketika melawan Penyihir SS.


"Kau akan menghancurkan lembah ini jika menggunakan banyak bahan peledak milik Militer." Tahan Ragil karena suara keras akan menyebabkan getaran tanah longsor.


"Setan manakah yang berani datang ke tempat ini." Teriak Agroo si kumis tikus.


Agroo datang mendekat dan seluruh anak buahnya berkerumun di belakangnya. Wajah mereka semua begitu beringas seperti kucing hendak menerkam mangsa.


"Kakak, biarkan yang wanita itu untukku." Ucap seorang yang jangkung juga. Hanya saja dua gigi di depannya muncul hingga di luar bibir. Jadi kalau berbicara bibirnya tidak bisa menutup rapat karena terhalang oleh gigi depannya.


"Diam kau Gumoo." Bentak Agroo.


Ragil mengeluarkan sebuah benda bulat berwarna hitam dan menempel puluhan jarum di benda itu. Diberikannya kepada Arbakir benda tersebut.


"Arbakir. Jika aku mengangkat tanganku maka lemparkan benda ini tepat di atas kepala muka tikus itu." Bisik Ragil.


"Baik Tuan."


"Apa itu?" Tanya Sarr penasaran. Entah akal licik apa lagi yang akan digunakan oleh orang yang tidak disukainya ini.


"Sebelum aku menghancurkan Perisai mu sebaiknya kau katakan apa maksud kedatangan mu." Agroo terus mendekat ke arah Ragil dan kelompoknya. Hingga jarak diantara mereka sekitar sepuluh meter. "Kalau kau hanya ingin lewat, kurasa keping emas itu sudah cukup. Tapi rasanya kalian punya maksud lain."


"Yah. Kau benar tikus tua." Balas Ragil. "Kami datang ingin menantang kekuatan dari Binoang. Tapi siapa sangka yang menyambut kami hanya dua tikus kering kekurangan makanan.


Merasa di hina, membuat Agroo menjadi naik pitam.


"Rupanya kalian benar-benar sudah bosan hidup." Tangan Agroo sudah di penuhi aura sihir yang siap di lepaskan.


"Sekarang saatnya, Arba..." Perintah Ragil.


Arbakir melempar bola hitam yang di penuhi jarum itu ke udara. Benda itu melesat di udara.


Agroo yang melihat itu segera mengarahkan tangannya yang dipenuhi aura sihir ke atas benda itu.


Sebuah cahaya biru keluar dari tangan Agroo melesat ke arah benda hitam itu.


"Dhhuuaaerrr..." Ledakan di udara.


"Bahan Peledak." Sarr Bergumam.


"Benar. Bahan peledak yang di bungkus Black Blood dan di tanam puluhan jarum pelumpuh." Ragil tersenyum. "Kombinasi yang bagus bukan?"


Hasil dari ledakan itu kelihatannya berhasil dengan mulus. Sebagian besar para penghuni Lembah Phanouel tergeletak di tanah dengan tubuh lemas tak berdaya. Mereka semua terkena jarum pelumpuh milik Militer.


Beberapa orang masih berdiri seperti Agroo, Gumoo, Shagarr dan beberapa orang terlolos dari ledakan jarum pelumpuh.


Akhirnya tinggal mereka ber empat yang masih berdiri. Ragil dan kelompoknya dengan Agroo yang masih bertarung dengan Arbakir.


Agroo yang menyaksikan semua pasukannya tidak berdaya sebenarnya mulai gentar. Tapi dia sudah tidak dapat melarikan diri.

__ADS_1


Ragil hendak menembak kaki dari Agroo, tapi Arbakir mencegah.


"Jangan Tuan. Aku ingin bertarung secara adil." Pinta nya.


"Adil? Ini tidak adil. Kau berbeda tingkat dengannya. Dia Level B dan mencapai Akhir. Sementara kau hanya Level C Tahap Akhir . Kau akan kalah."


"Lebih baik kalah secara terhormat dari pada menang seperti pengecut."


"Dalam perang tidak ada adil dan pengecut." Sarr tersinggung.


Karena selama ini gaya perang berperang Militer adalah melakukan segala cara. Baik dengan mengeroyok atau pun menggunakan tembakan jarum pelumpuh dari tempat tersembunyi secata diam-diam.


"Sudah biarkan saja." Ucap Ragil. "Aku juga ingin lihat kekuatan Arbakir."


"Kalau dilihat secara tingkatan , sepertinya Arbakir akan kalah karena perbedaan tingkatannya cukup besar " Sarr berharap akan membantu Arbakir biar pekerjaan cepat selesai tanpa buang banyak waktu. Tapi Ragil menyadari posisinya saat ini adalah bukan pembuat keputusan. Gadis ini hanya dapat menggenggam tangannya dengan gemas.


"Kurasa perbedaan tingkatnya hanya satu level. Arbakir Level C dan Agroo Level B. Jadi tidak terlalu jauh. Lagi pula aku masih penasaran dengan Take n Gift yang kulakukan dengannya. Masakan tidak berpengaruh sama sekali padanya."


"Apa itu Level B dan Level C?"


"Rasanya Aku pernah menjelaskan kepadamu. Tapi karena kau meremehkan Aku maka semua perkataan ku dianggap angin lalu. Aku akan menjelaskan sekali lagi dan harap kau rekam ini dalam data mu." Selanjutnya Ragil menjelaskan tentang Tingkat dan Level sesuai apa yang pernah di ajarkan Dewi Kumala kepadanya.


"Jadi bisa di katakan Arbakir Level C tahap Akhir dan Agroo Level B tahap Akhir." Konfirmasi Sarr.


"Betul. Jadi perbedaan mereka hanya satu level saja."


"Tidak. Perbedaan mereka tiga tahap. Tahap Awal, Tahap Lanjutan baru Tahap Akhir. Setiap Level ada tiga Tahap perubahan."


"Perbedaan Tahap itu sangat tipis hanya perbedaan Level yang jenjangnya sangat besar."


Maksud dari perkataan Ragil, seseorang saat menaikan ingin menaikan satu level bisa 3 sampai 10 tahun. Khususnya dari Level C ke B. Dari B ke A akan semakin lama lagi. Apa lagi kalau dari A ke S, Itu lebih sulit lagi.


Jadi tidak heran umur Agroo yang sudah Tua masih dalam Level B. Karena begitu sulitnya menaikan Level kalau tidak di tunjang dengan Dasar yang tepat, Bahan obat-obatan berkualitas dan yang terakhir Bakat.


...-----------------...


Catatan


Level dan Tingkatan di Landria


Level SS - Tingkat Maha Dewa


Level S - Tingkat Dewa


Level A - Tingkat Mahir


Level B - Tingkat Atas


Level C - Tingkat Menengah


Level D - Tingkat Dasar


Level E - Tingkat Pemula


Ada 3 Tahap untuk setiap Level /Tingkat


Tahap Awal


Tahap Lanjutan


Tahap Akhir

__ADS_1


__ADS_2