
"Silahkan Nona Sarr menyerang terlebih dahulu." Paniell sebagai seorang pria segan untuk memulai menyerang.
Tanpa sungkan lagi, Naery Sarr langsung menyerang. Gerakannya sangat cepat, dalam sekejap sudah berada di depan Paniell. Sebuah tendangan melayang ke arah kepala.
Spontan Paniell melompat mundur. Tapi tendangan kedua dari Sarr tidak dapat di hindari telak mengenai dadanya
Ini pertama kalinya Paniell menyaksikan ada orang sekuat itu dan secepat itu tanpa menggunakan kekuatan sihir. Apalagi hanya seorang wanita. Dadanya masih terasa sakit bukan kepalang.
"Silahkan gunakan senjata. Jangan sungkan." Sarr menawarkan lawannya karena merasa berada diatas angin.
""Kakak cantik. Ingat jangan membunuh mereka yang membawa keping emas." Celoteh Ragil di belakang meja sambil menikmati makanan yang belum di habiskan.
Sebuah belati meluncur dengan cepat ke arah Ragil. Tapi Ragil sudah mempersiapkan pertahanannya. Belati itu menancap tepat di daging yang masih di makannya itu.
"Sudah kubilang hati-hati dengan lidahmu." Ancam Sarr.
Paniell yang menyaksikan kecepatan belati tanpa kekuatan sihir itu membuat dirinya mulai gentar. Dengan terpaksa dia mengambil tombak besi dari salah satu mayat anggota dari kerajaan Haduz tanpa malu-malu lagi. Hanya saja tidak bisa di pungkiri kalau dirinya malu terhadap Murid Yakove.
Paniell mulai membuat gerakan-gerakan jurus tombak dengan memutar tombak kedepan dan ke belakang. Jelas Ahli obat ini menguasai jurus tombak dengan baik. Semua gerakan yang dilakukan sangat indah dan memiliki kekuatan yang dalam meskipun tanpa menggunakan kekuatan sihir.
Sarr tampak semangat wajahnya berseri. Wanita hobby berkelahi ini merasa mendapat lawan yang sesuai.
Satu pijakan membuat tubuh gadis ramping ini melejit cepat menyerang Paniell.
Paniell melakukan perlawanan dengan gelombang tombaknya. Mereka mengadu beberapa jurus.
Meskipun Jurus tombak ini sangat kuat namun tanpa kekuatan sihir sama sekali tidak berguna melawan kecepatan Komandan Sarr Pembunuh No 1 dari pasukan Valkirie ini.
Kecepatan bertarungnya sangat mengagumkan. Hanya dengan tangan kosong saja telah membuat Penyihir tingkat Dewa ini terdesak kelabakan.
Setelah mengadu jurus dalam satu menit tampak Paniell kewalahan. Sebuah kaki ramping milik Pembunuh No 1 ini menyerang dada lawannya.
Tongkat yang di pegang ahli obat ini menghadang serangan tendangan tersebut. Tongkat besi itu tidak dapat menahan tenaga kekuatan tendangan dari seorang wanita itu. Tongkat terlepas dari tangannya dan menabrak dadanya bersama tendangan dari Sarr.
Tubuh Tabib itu terpental kebelakang dan berguling-guling.
Naery Sarr tidak akan membiarkan lawannya bernafas lega, Dia melaju lagi dan akan melancarkan serangan selanjutnya.
"Ayahhh..." Lamuel berteriak khawatir.
Tabib itu mengangkat tangannya dan berkata, "Aku menyerah."
"Tidak menarik." Naery Sarr berhenti dari niat menyerang. "Bagaimana jika kalian bertiga ayah dan anak menyerangku bersamaan."
__ADS_1
Ragil hendak mencegah wanita itu mengucapkan perkataan bodoh namun sudah terlambat.
Lamuell menggunakan ucapan Sarr sebagai suatu tantangan maka dia langsung menyerang gadis petarung berambut pendek itu.
Lamuell adalah petarung dengan menggunakan tangan kosong. Dia lebih percayakan tinjunya dari pada senjata lainnya. Jadi gaya bertarungnya adalah menggunakan tangan kosong. Setiap tinjunya mengandung kekuatan besar yang dapat menghancurkan batu kecil.
Paniell, Ayahnya hendak menahan anaknya melakukan perbuatan bodoh. Anaknya bukankah lawan dari Sarr. Tapi tindakan anaknya lebih cepat dari perkataan di bibirnya.
"Mohon untuk tidak memberi tangan kejam kepada anak saya. Lawanmu adalah aku." Paniell kembali menyerang Sarr demi menyelamatkan anaknya. "Lamuell mundurlah kau. Dia bukan lawanmu. Biar Ayah yang menghadapinya."
"Ayah. Untuk membasmi orang jahat janganlah terlalu sungkan. Aku akan membantu." Funuell sudah masuk dalam pertarungan menggunakan sebuah pedang yang di ambil dari salah satu mayat prajurit Haduz. Kini menjadi tiga lawan satu.
"Ini bukanlah sifat seorang Pahlawan melakukan pengeroyokan memprovokasi lawan." Orang tua ini sangat malu melihat tindakan anaknya. Tapi apa mau dikata, jika dirinya tidak bertarung maka di khawatirkan kedua anaknya akan menderita parah.
Pertarungan tiga lawan satu ini menjadi seru dan sangat berimbang. Karena keluarga Paniell dapat bekerja sama saling mendukung dan menutup kelemahan sekutunya.
Meskipun demikian Sarr dapat mengimbanginya. Terlihat jelas sunggingan senyuman yang merasa puas menemui lawan yang pantas.
Semua orang yang berada di lembah itu menyaksikan tanpa berkedip. Mereka semua kagum melihat gerakan-gerakan luar biasa dari pertarungan ini.
Ragil baru kali ini melihat kehebatan bekas Komandannya ini bertarung secara langsung dengan kekuatannya sendiri tanpa dukungan dari kekuatan militer dan anak buahnya. Karena biasanya bekas Komandannya ini bertarung bersama dengan dua bawahannya.
Lima menit berlalu pertarungan tampak berimbang. Sesekali Sarr mundur satu langkah. Dalam hal kecepatan, Sarr tidak kalah. tetapi melawan tiga serangan yang dimana keluarga ini saling bekerja sama dengan kompak, tentu saja membuat Sarr harus menambah kecepatan gerakannya.
"Tunggu sebentar." Wanita petarung ini mengangkat satu tangannya.
"Bukankah kau yang menantang kami untuk turun bertiga melawan mu. Jadi jangan salahkan kami jika kami mengalahkan mu." Ketus Funuell. " Jangan buat alasan untuk menutupi kekalahan mu seolah kami tidak adil."
"Tidak. Aku hanya minta waktu sebentar. karena aku tidak bisa bergerak dengan leluasa." Sarr melepaskan mantel hitam yang menutupi tubuhnya.
Kini terlihat Sarr mengenakan jaket kebesaran Pasukan Pembunuh Valkirie yang berwarna putih.
"Pembunuh Valkirie dari pihak Militer." Paniell mengucapkan begitu saja secara spontan.
Orang tua pengguna tombak ini adalah salah satu tokoh besar di Landria, tentu saja dia juga tahu sepak terjang pasukan khusus dari Pihak Militer yang beranggotakan wanita semua. Kini dia dan keluarganya sedang bertempur dengan salah satu dari para pembunuh itu.
"Oh iya. Saya belum memberi tahu kalau dia dari Militer, Pasukan Pembunuh Valkirie No 1." Ucap Ragil sambil mencabut pisau dari daging makanannya. Yang sebelumnya di lempar oleh Sarr.
Sarr terlihat ingin membuka jaketnya. Terlihat Sarr sedang melorotkan retsleting jaket putihnya itu. Didalam Jaketnya itu terlihat kaos putih yang menyelimuti tubuh Pembunuh No 1 ini.
"Jangan lakukan." Perintah Ragil yang sedang mendekati Sarr.
Dia mencoba mencegah Sarr melepaskan jaketnya. Gadis yang keras kepala itu mau juga menuruti perintahnya.
__ADS_1
"Jangan pernah kau lepaskan jaket itu memamerkan tubuh sexi mu." Ragil memasang jaketnya kembali. "Sebelum gadis berambut pendek ini berbicara, Ragil sudah memotong. "Aku tahu apa yang kau maksudkan. Tenang saja.
Bagai di hipnoptis, Pembunuh wanita ini menuruti perkataan Ragil. Entah kemana Kekasaran dan Keras kepalanya menghilang.
Ragil menggunakan belati ditangannya untuk merobek Kedua lengan jaket itu sehingga terlihat Sarr mengenakan Jaket tangan pendek. Dipergelangan tangannya terlihat Baja Hitam tipis melilit Legan gadis itu dari pergelangan sampai betis tangan.
Pria pengguna Array Kuno ini melepaskan Baja Hitam di tangan gadis itu.
"Klankkk..." Baja hitam itu jatuh ketanah.
Begitu juga lengan yang lainnya dilepaskannya juga gelang baja itu.
"Baja Hitam " Paniell bergumam.
"Benda apa itu ayah. kenapa kelihatan berat padahal bentuknya kecil." Funuell tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya.
"Biji baja hitam hanya terdapat di gua bagian Utara. Besi itu sangat padat, kuat dan sangat berat. itu bisa 50 kali berat dari besi biasa." Paniell mendecak kagum. "Dia menggunakan di tubuhnya agar melatih tubuhnya untuk dapat bergerak cepat."
Ragil ternyata juga memotong celana kulit putih milik Sarr hingga terlihat gadis ini menggunakan celana kulit pendek. Lalu dilepaskan juga Besi baja hitam yang ada di kedua kaki gadis itu. Besi baja itu juga menutupi dari pergelangan kaki hingga ke betisnya.
Kini ke empat bongkahan besi itu terlepas dari tubuh Sarr. Gadis ini kelihatan ramping dan tangkas.
Orang yang melihat apa yang dilakukan Ragil dengan Sarr tampak seperti sangat akrab. Tapi terkadang mereka juga sering terlihat saling membenci satu dengan yang lainnya seperti hendak saling menerkam.
Mereka berdua adalah orang yang saling bermusuhan tapi sekarang berada di jalan yang sama.
"Mari kita lanjutkan." Tantang gadis berambut pendek yang mengenakan jaket lengan pendek dan celana kulit pendek.
"Tanpa di komando lagi, Keluarga Paniell melakukan serangan lebih gencar lagi. Mereka sadar dengan terlepasnya besi di tubuh wanita itu akan membuat gerakannya lebih cepat.
Kali ini keluarga Paniell tampak terdesak Baru beberapa saat saja sebuah tendangan mengenai Lamuell membuat pria itu terguling ke belakang.
Kecepatan gerakan Sarr sangat luar biasa. Sangat sulit mengikuti gerakan kecepatan tangannya jika hanya di lihat oleh mata biasa. Gerakannya itu seperti melihat seribu tangan yang bergerak.
Sebuah tinju terpaksa membuat Funuell harus keluar dari pertandingan.
Tak lama kemudian Paniell melompat mundur dan berkata, "Kami Menyerah."
Gerakan Nafas dari keluarga Paniell seperti orang habis lari maraton. sementara Nafas Sarr tetap teratur. Menunjukkan Gadis itu memiliki stamina yang luar biasa.
"Tidak bisa." Protes Funuell. "Kau menang karena kau sering berlatih tanpa kekuatan sihir. Sedangkan kami selalu melatih kekuatan sihir kami dari pada kekuatan fisik."
Naery Sarr tidak menanggapi perkataan gadis itu. Dia membalik badan mengambil mantel hitamnya dan gelang besi yang berat lalu kembali ke tempatnya semula.
__ADS_1