Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 6. Take n Gift kepada Arbakir


__ADS_3

Dua hari sebelumnya.


Tentunya bagi yang mengikuti kisah Landria sebelumnya penasaran. Bagaimana Ragil bisa berada di tempat ini dan bergabung bersama Komandan Sarr.


Episode terakhir, Ragil dan Arbakir keluar dari Ulgar, mereka menuju ke arah Utara. Dua malam mereka berjalan sampai ke sebuah pegunungan di tengah Landria. Jauh dari perbatasan kerajaan manapun.


Setelah malam tiba mereka beristirahat di dalam hutan.


Arbakir membuat api unggun dan membakar hasil buruan untuk makan malam.


"Arbakir. " Panggil Ragil setelah memakan sepotong paha besar. "Aku akan mencoba


Sesuatu yang sangat beresiko jika kau bersedia "


"Aku adalah abdimu Tuan. Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Bahkan berkorban nyawa pun aku rela."


"Hei. Kau bukan budak. Kau juga punya kehendak dan sudah berapa kali kukatakan jangan panggil aku Tuan."


"Baiklah. Apakah yang Tuan ingin aku lakukan."


"Ragil. Panggil aku Ragil."


"Baik. Tuan Ragil."


"Aahhh... Masa bodoh lah." Ragil jadi gregetan. "Dengarkan. Aku akan mencoba menggunakan sihir Take and Gift."


Ragil menjelaskan sihir itu, bahwasanya Sihir ini dapat menimbulkan resiko kehilangan Kekuatan Sihir secara random.


Ternyata Arbakir tidak keberatan jika dirinya kehilangan sebagian kekuatannya. Padahal ras Suku Naga sangat mengandalkan kekuatan.


"Tuan Ragil. Aku percaya selama mengikuti anda maka saya akan mempunyai pengalaman yang besar. Anda adalah titisan Dewa Perang." Itulah ucapan Arbakir yang tidak dapat di pahami. Suku Naga memang suka mendalami hal yang tahyul.


Selama ini memang kemampuan 'gift' hanya dilakukan kepada yang menderita sakit saja. Tapi saat ini Ragil hendak mencoba untuk melakukan Gift kepada orang yang tidak menderita sakit. Seperti Arbakir.


Beberapa contoh Sihir 'Gift' digunakan ketika Dewi Kumala, Guru dari Ragil pernah menggunakan sihir 'Gift' kepada Ragil yang mengakibatkan Tingkatan sihir atau Kapasitas milik Dewi Kumala merosot turun dari Tingkat Maha Dewa menjadi tingkat Akhir. Hal itu membuat Dewi Kumala tidak dapat membuat sihir besar yang memakan mana besar.


Sedangkan Sihir Take itu sendiri adalah kemampuan dari Raja Kegelapan yang sifatnya adalah mencuri kemampuan lawan yang telah di kalahkan. Artinya ketika lawan tidak berdaya dalam posisi lemah setelah pertarungan maka pada saat itu pertahanannya akan melemah. Saat itulah sihir Take bisa di aktifkan.


Setelah sihir Take diwariskan ke Ragil maka dia memanfaatkan sihir itu tidak dengan lawan atau musuh yang sedang kalah atau lemah. Tapi justru di padukan dengan Sihir Gift dan di tujukan kepada kawan yang dengan suka rela menyerahkan kekuatannya ketika sedang sakit menderita. Sebagai balasan Ragil juga menyembuhkan dan memberikan bagian dari kekuatannya (Gift)

__ADS_1


Ragil juga pernah menggunakan sihir 'Take and Gift' (bukan 'give') kepada Sueros Vhestee Puteri dari Raja Sueros Ahazee, yang mengakibatkan Vhestee kehilangan skill Body Shifting miliknya. Tapi Vhestee juga mendapatkan skill milik Ragil atau milik Dewi Kumala yaitu 'Dimension Space' dan 'Back to Young'.


Jadi skill ini memang menanggung resiko. Alasan Ragil ingin menggunakan skill ini karena dirinya ingin bertambah kuat.


Alasan lain kenapa Ragil sulit untuk berkembang akan kekuatan sihirnya adalah karena dia tidak punya bakat sihir sehingga Dewi Kumala memberikan sebagian bibit akar sihirnya kepada Ragil.


Dewi Kumala pernah melarang untuk tidak menggunakan Sihir Gift kepada orang yang sehat. Karena Gift itu sifatnya adalah untuk menolong orang lain. Tapi tidak diberi tahu apa akibatnya jika Sihir Gift digunakan kepada orang yang masih sehat. Lagi pula belum pernah ada orang yang melakukannya. Jadi efek nya melakukan Gift kepada orang yang masih sehat masih terhitung sebuah misteri.


Kini Ragil akan mencoba menggunakan skill tersebut kepada Arbakir. Tekadnya karena membutuhkan kekuatan membuat dirinya tidak perduli akan resikonya.


Seperti sebelum-sebelumnya, Untuk menggunakan sihir itu, Ragil harus memasuki alam jiwa dari Arbakir terlebih dahulu.


Didalam alam jiwa Arbakir, Ragil merasa berbeda dari yang lainnya. Disini dia merasa seperti berada di Padang pasir pada malam bulan purnama. Tandus, gelap dan ada cahaya samar-samar.


Sejauh mata memandang hanya terlihat Padang pasir. Ada satu buah pohon kehidupan milik Arbakir.


Bijinya bergelembung-gelembung seperti buah anggur di padatkan. Gumpalan biji itu berwarna orange ke coklatan. Serabut akarnya yang berwarna hitam ketinting menjulur ke bawah. Satu batang tinggi besar dan kokoh seperti batang pohon kelapa. Diatas puncaknya baru ada pecahan batang nya yang berwarna warni dan daunnya yang rindang berwarna coklat kehitaman.


"Apakah kau tahu apa artinya ini?" Ragil seolah berbicara dengan dirinya sendiri.


Sebuah gumpalan asap muncul di samping Ragil dan ada suara dari gumpalan tersebut. "Ini adalah alam jiwa tanah Suku Naga. Dan Pohon ini menunjukan pria ini memiliki elemen tanah yang lebih besar.


"Kalau hanya sihir 'Take' sudah pasti bisa. Ini pohon sihir yang sehat dan menjulang tinggi. Tapi kalau sihir 'Gift' aku tidak yakin." Ucap pria berpenampilan serba hitam ini. Wajahnya yang hitam tampak mengerikan dengan tanduk di kepalanya.


Bagi Pembaca yang telah membaca Landria sebelumnya pasti tahu kalau pria ini salah satu rekan Dewi Kumala yang di juluki Raja Kegelapan. Kirk Van Buschen.


"Kau bisa gunakan Sihir 'Take' saja yang sudah pasti ke amanan nya. Bukankah dia hanya Abdi mu." Kirk meneruskan ucapannya.


"Tidak. Tidak. Dia terlalu percaya kepadaku. Bahkan dia menganggap aku adalah titisan Dewa. Masakan aku tega memanfaatkannya dengan mengambil kemampuannya begitu saja."


"Ya sudah kalau begitu. Mulai saja sekarang dan aku akan membantumu."


"Baik." Dengan jari telunjuk mengeluarkan cahaya, Ragil membuat tulisan Array untuk mengaktifkan sihir Gift.


Kedua tangan Ragil di letakkan ke Biji dari Pohon Sihir miliknya Arbakir. Muncul sebuah cahaya dari sentuhan tangan Ragil dengan Gelembung Biji Buah. Cahaya itu semakin membesar. Sampai keseluruhan biji itu di selimuti cahaya putih.


Kemudian batang pohon itu mulai berlumuran cairan kental berwarna hitam. Cairan hitam itu muncul dari gelembung biji buat itu. Cairan itu tidak mengalir kebawah tapi justru mengalir ke atas. Semakin lama semakin ke atas.


Didalam alam jiwa, segalanya tidak selamanya sesuai dengan hukum alam di dunia nyata. Gravitasi terjadi hanya di dunia nyata. Di alam jiwa bisa terjadi apapun di luar nalar manusia. Seperti hal nya air yang mengalir ke atas. Atau pohon kehidupan yang melayang di udara tanpa di tanam. dan lain sebagainya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi" Ragil mulai khawatir. Tapi tangannya tidak bisa dilepaskan begitu saja sebelum proses selesai, kalau tidak akibatnya bisa fatal.


"Cahaya di biji itu adalah 'Gift' dan yang melumuri batang pohon itu adalah Black Blood dari Sihir Take."


"Lantas apa efeknya?"


"Masih belum di ketahui." Jawab Raja Kegelapan.


"Kirk. Kenapa aku merasakan tubuhku di dunia nyata semakin me lemah." Ragil merasakan dalam fisik tubuhnya semakin melemah tak bertenaga. "Aku seperti habis minum obat tidur dan di penuhi rasa kantuk.


Apa yang di alami Ragil meskipun di alam jiwa, itu masih memiliki hubungan yang sama ke pada tubuh fisiknya yang di luar alam jiwa. Jika mengalami rasa kantuk dalam tubuh fisik maka tubuh roh di alam jiwa pun dapat me rasakan nya. Namun ketika mengalami tidur di dalam fisik tubuh maka roh di dalam alam jiwa tidak pernah mengalami tidur. Hanya perasaan saja dapat mengalami kontak dengan tubuh fisik.


"Jangan biarkan tubuh fisikmu tertidur. Jika itu terjadi maka penyaluran energi ke Pohon Sihir Arbakir juga akan semakin melemah." Tubuh hitam berasap itu memperingatkan.


Ragil berusaha keras agar tetap stabil. Perlahan-lahan Biji Pohon itu mulai redup cahayanya. Dan warna sebelumnya orange ke coklatan kini berubah menjadi kuning. Entah apa Arti dari perubahan itu.


Demikian juga Barang Pohon yang kokoh semua sudah terselimuti oleh cairan Black Blood membuat warna nya menjadi hitam pekat.


Setelah tidak ada proses perubahan lagi dan energi yang di salurkan Ragil juga sudah terhenti maka pekerjaan Take n Gift telah selesai. Tinggal melihat hasilnya di alam nyata.


Sebelum Ragil ke dunia nyata, dia pergi ke Alam Jiwanya terlebih dahulu. Di dalam alam jiwanya tidak ada perubahan. Pohonnya tetap kecil dengan batang berwarna putih. Bijinya tetap seperti sebelumnya hanya sebesar segenggam tangan. Serabutnya warna warni tipis-tipis.


"Sepertinya tidak ada yang berubah." Ucap Ragil.


"Ada sedikit perubahan." Jawab Kirk si Raja Kegelapan. " Bijinya tampak mulai berbentuk beberapa gelembung. Kalau di lihat sepintas tidak kelihatan. Tapi kalau di perhatikan maka terlihat gelembungnya."


"Yah kau benar. Batang pohonnya juga sedikit gemuk. Berbeda tipis dari sebelumnya."


"Sekarang kita kembali ke dunia nyata." Ajak Ragil.


"Kau saja sendiri. Sudah tahu aku tidak bisa kesana " Raja Kegelapan menghilang di ganti dengan gumpalan asap.


Ragil membuka matanya. Dia kembali berada di tengah hutan. Api unggun mulai mengecil apinya. Arbakir masih dihadapannya menutup mata dan duduk bersila seperti sebelumnya.


"Bangun Arbakir. Kuta sudah selesai." Ragil menyenggol bahu nya Arbakir.


Tubuh Arbakir tiba-tiba jatuh tergelatak tidur. Masih tidak sadarkan diri.


Ragil tampak cemas. Dia menyentuh urat lehernya ternyata masih hidup hanya tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2