Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 39. Kekuatan Vacuum Dupp Sebenarnya


__ADS_3

Jadi Sebelum tombak-tombak es itu menyerang dirinya, Dupp melepaskan bandana nya lalu di letakkan di lehernya. Jadi terlihat seperti Syal.


"Kini aku akan lihat sehebat apa Jurus ke empat mu itu."


Setelah Dupp melepaskan bandana nya, Aura sihir di tubuhnya meningkat drastis. Cahaya Hijau yang masih memerangkap beberapa anak buah Binoang semakin membesar.


Batu, pasir dan kerikil seperti kehilangan gravitasi dan mulai terangkat semua. Baju yang di kenakan Dupp berkibar kencang seperti tertiup angin besar


"Bandana itu adalah alat artefak untuk menahan kekuatan sihir seseorang." Ucap Ragil yang cukup kaget melihat perubahan Dupp. Dia dapat melihat sepintas kalau di bandana itu ada goresan Array Kuno.


"Kau memang cerdas anak muda." Dupp menyeringai.


Fire Body


Tiba-tiba tubuh Dupp mengeluarkan api besar menutupi seluruh tubuh nya. Kakinya yang tadi terbungkus es mulai mencair. Tapi anehnya semua pakaian dan rambutnya tidak ada yang terbakar.


"Fire Body Itu Skill Guru Yakove. " Ucap Tamave yang baru tiba setelah menyusul tabib Paniell dari belakang.


Puluhan tombak es telah dilancarkan Funuell menyerang Dupp.


Tapi tubuh pria setengah baya ini sekarang sudah berbeda. Tubuhnya bukan hanya terbungkus api saja, tapi juga api itu berputar bagaikan angin puyuh menutupi tubuh nya.


Semua serangan tombak es tidak dapat menyentuh tubuhnya karena terhempas oleh api ****** beliung buatan Sihir Dupp.


"Ternyata Dia di tingkat Maha Dewa. Bahkan lebih tinggi lagi. Dia Triple S." Ragil merasakan bahaya dari Pria bernama Dupp ini.


"Triple Es?" Funuell belum pernah mendengar istilah tersebut.


"Kekuatan yang lebih besar dari Maha Dewa. Memiliki kapasitas mana yang lebih besar dari manusia normal."


Funuell masih tidak puas akan jawaban itu. Tapi ini Bukan saatnya ngobrol. Ada yang lebih utama harus diselesaikan.


Tubuh Dupp kemudian mengeluarkan kabut yang semakin tebal. Itu adalah Sihir kabut Ilusi.


"Bagaimana mungkin dia dapat mengeluarkan tiga kekuatan sihir yang berbeda dalam waktu bersamaan." Funuell melompat mundur. Panas dari tubuh Dupp mulai terasa menyengat.


Sebenarnya Funuell baru menguasai empat jurus itu dan semua jurusnya tidak dapat mengalahkan Dupp.


Tiga kekuatan sihir katamu? Perhatikan baik-baik." Dupp mulai memamerkan kemampuannya. Sebuah pedang Inti Es juga keluar dari tangan kiri. Dupp mulai mengeluarkan udara dingin yang mengejar Funuell.


Jurus ke empat : Hujan


Tubuh Dupp di bungkus api. Tapi tangan kanan Dupp di udara menciptakan butiran air yang nantinya akan menjadi tombak es. Tangan kanannya masih mengeluarkan cahaya hijau yang membuat anak buah Binoang tidak berkutik.

__ADS_1


Funuell melompat mundur. "Bagaimana dia membuat duplikat inti es dalam sekejap."


"Tidak. Aku tidak membuat duplikat dari dirimu. Kemampuan ini sudah kumiliki cukup lama. Tapi Aku tidak perlu menjelaskan dari mana aku mendapatkannya."


"Kita harus mengalahkan pria itu, Puteriku." Paniell terlihat cemas melihat anak laki-laki nya berada dalam genggaman lawan. "Bebaskan adikmu."


"Aku mengerti Ayah." Jawab Funuell.


Ragil yang membaca situasi tahu kalau butiran air untuk menjadi tombak itu membutuhkan waktu dalam pembuatannya. Jadi harus bertindak lebih dulu.


"Dengar semuanya. Hari ini kita harus kompak." Teriak Ragil. "Jurus ke empat Inti Es ini membutuhkan waktu dalam menciptakannya. Jadi ini kesempatan kita untuk menyerang secara bersama an sebelum butiran air itu menjadi tombak."


Ragil pernah melihat jurus itu dari Orpahh, jadi dia tahu akan bahaya nya jurus itu jika menyentuh tubuh manusia.


Funuell, Sarr, Binoang, Paniell dan Tamave semua menyerang Dupp secara bersamaan.


Tapi Dupp sulit di dekati karena panasnya tubuhnya yang tinggi dapat membuat seseorang di dekatnya terbakar. Jadi mereka mencoba menyerang dalam jarak jauh. Long Range.


Dalam sekejap saja terlihat beberapa kekuatan sihir saling menyerang. Termasuk juga serangan kapak terbang dan pisau terbang.


Seperti dugaan Ragil, akhirnya jurus ke empat dapat di batalkan karena Dupp sibuk menghadapi serangan dari berbagai arah. Semua butiran air di udara mulai berguguran ke bumi. Karena Dupp lebih mementingkan membuat pertahanannya dahulu dari pada membuat hujan tombak es.


Hammerdat terbang menjauh semakin tinggi. Dia tidak mau terlibat dalam pertempuran ini. dia tahu diri jika ini bukan pertarungannya.


Arch juga masih melakukan perlawanan dengan Arbakir. Walau demikian kedua orang ini semakin kendor dalam bertarung karena mata mereka terus mengawasi pertarungan yang lebih besar di hadapan.


Ragil memantau dari jauh menyaksikan pertarungan itu.


Binoang merasa gerakan Dupp semakin cepat sampai sulit dilihat oleh mata.


Funuell juga merasakan ada yang aneh dengan lawannya yang dapat mengeluarkan sihir tombak es seperti milik Ayahnya.


Demikian juga Tamave yang melihat Dupp menggunakan kapak terbang seperti senjata milik Binoang.


Dari jauh Ragil hanya melihat teman-temannya bertarung melawan angin kosong belaka. Sementara Dupp berada seratus meter di udara menyaksikan pertarungan itu.


"Mundur semua..." Perintah Ragil. "Kalian bertarung melawan kabut ilusi."


Ragil dengan Skill Soul Watcher menyadari kalau mereka saling bertarung dengan teman sendiri.


Binoang tanpa menyadari telah bertarung dengan Tamave dan Sarr. Sedangkan Funuell bertarung dengan Ayahnya sendiri. Semua itu terjadi karena Sihir kabut Ilusi yang di keluarkan Dupp.


Sebagaimana kita tahu sebelumnya kalau jurus sihir kabut ilusi adalah milik anak buah Arch yang tewas di Arena Pasar Gelap Ketajaan Ulgar. Sebelum tewas skill itu sempat di buat duplikatnya.

__ADS_1


Mereka semua mendengar teriakan Ragil. Secara serempak mereka semua melompat mundur ke arah Ragil.


"Oke cukup bermainnya. Kalian semua tidak akan menang melawanku." Vacuum Dupp menggunakan suara nya yang besar menggunakan sihir suara besar. "Sementara anak buah Binoang ini akan sangat mudah bagiku untuk membunuhnya "


Binoang terlihat nafasnya memburu. Sarr dapat mengatur nafasnya dengan baik. Paniell, Funuell dan Tamave masih belum terlihat lelah. Tapi Dupp masih dalam kondisi prima. Tidak terlihat nafas yang tersengal.


Pertarungan ini tidak akan mudah di selesaikan. Harus ada solusi yang tepat untuk mengakhirinya sebelum berjatuhan korban.


Pria setengah baya yang mengenakan bandana ini sangat menakutkan. Dia sanggup menahan semua serangan tanpa terluka dirinya sama sekali.


Pertarungan Arbakir dan Arch pun terhenti. Mereka saling memandang satu dan lainnya.


Ragil berpikir, seharusnya dengan kemampuan mereka semua tidak akan mudah dikalahkan jika semua dapat di organisir dengan baik. Hanya saja memang kemampuan Dupp masih tidak terduga jadi agak sulit mencari kelemahannya.


Semua satu per satu hanya saling memandang menunggu siapa yang mulai bergerak pertama.


"Dari ucapan mu aku dapat menyimpulkan kalau kau datang kesini bukan untuk membunuh." Ragil memecahkan suasana.


"Kami hanya datang untuk menemuimu, tapi orang-orang ini langsung menyerang. Untungnya aku tidak ada maksud membunuh jadi tidak satupun yang nyawa yang melayang " kata Dupp dengan enteng tanpa beban.


Dupp melemparkan ke lima tawanannya ke tanah. Mereka semua masih bernafas.


Agroo yang sejak awal masih siuman hanya menahan rasa sakit, Setelah di buang di tanah langsung terjatuh dan tak kuat untuk berdiri.


"Apakah kalian masih mengejar Segel kunci?" Ragil melangkah maju. Dibelakangnya di dampingi Sarr dan Arbakir."


"Aku yang mengejar Segel Kunci." Arch dengan lantang maju menghadap Ragil.


"Eehhh... Kalau aku... Aku hanya ingin mengundang Tuan Ragil untuk datang ke kerajaan Argag sebagai tamu kehormatan." Hammerdat turun ke darat dan juga membuka suara.


"Apakah kau juga ada maksud lain Pak Dupp?"


"Hahahah... Kau memang cerdas Ragil." Dupp bertolak pinggang. "Aku hanya ingin membuat duplikat sihir Array mu?"


Ragil sudah menduga akan kedatangan Arch dan yang lainnya. Hanya yang tidak di duga adalah Kekuatan lawannya begitu besar.


Entah kenapa tidak ada informasi dari Militer tentang kedatangannya begitu tiba-tiba. Apakah Sarr tidak di beri informasi mengenai kedatangan mereka.


Kali ini dia belum mempersiapkan diri bagaimana menghadapi lawannya. Untuk mengalahkan Arch dan Hammerdat mungkin masih bisa di atasi. Tapi untuk melawan Dupp yang kemampuannya masih tersembunyi akan merepotkan.


Kalaupun bisa menang pasti akan banyak korban yang berjatuhan.


"Untuk meluluskan permintaan kalian bertiga akan merepotkan. Undangan ke Argag masih bisa kulakukan tapi jadwalnya pasti panjang karena ada hal lain yang harus diselesaikan. Untuk melepaskan segel, harus datang ke Aramaa Land. Dan untuk Array. Kurasa aku tidak bisa memberikan tanpa ijin dari Dewi Kumala."

__ADS_1


"Sebenarnya tidaklah terlalu sulit jadi kau jangan mempersulitnya." Arch terus melangkah perlahan. "Jadi aku akan jelaskan apa yang akan kami lakukan jika kau tidak mendengar permintaan kami. Pertama kami akan hancurkan lembah ini. Percayalah itu tidak sulit. Kedua kami akan menangkap mu. Ini juga pekerjaan mudah karena yang menghalangi akan kami bunuh. Ketiga, kami akan membawamu dalam kondisi cacat untuk di bawa ke markas besar Valkirie untuk menguras seluruh energimu. Pasti energi Raja Kegelapan yang di panggil Kirk itu akan ikut terkuras."


"Yang dimaksud adalah Penjara para Penyihir untuk di kuras energi mana mereka setiap harinya." Sarr menjelaskan kepada Ragil setengah berbisik.


__ADS_2