Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 38. Empat Jurus Pedang Inti Es


__ADS_3

Kembali di Alam Jiwa milik Funuell.


Orpahh sedang memperagakan jurus-jurus Pedang Inti Es. Setiap gerakan selalu di barengi dengan penjelasan-penjelasan.


"Jurus Sihir Pedang Inti Es terdiri dari Tujuh Jurus.


"Jurus Pertama : Penghancur. Pusatkan energi di ujung Pedang dengan menggunakan elemen angin. Kemampuan ini dapat menghancurkan segala jenis sihir."


Setelah mengatakan jurusnya, Orpahh memperagakan gerakannya. Gerakan dala satu jurus menghabiskan waktu lima menit. Hanya untuk gerakannya saja.


Setelah selesai, Orpahh mengucapkan Jurus-jurus selanjutnya lalu di barengi gerakan-gerakan. Demikian seterusnya.


"Jurus kedua : Angin. Menciptakan Gelombang angin dengan tebasan Vertikal dan Horisontal. Kemampuan ini dapat merusak persendian tulang lawan."


"Jurus ke tiga : Air. Menyalurkan Elemen Air ke ujung Pedang dan lakukan Tarian Air. Percikan air nya dapat membekukan lawan."


"Jurus ke empat : Hujan. Bentuk Elemen air yang ada di udara untuk di jadikan senjata."


Itulah kata-kata yang keluar dari Bibir Orpahh.


Funuell memperhatikan semua gerakan dan perkataan Orpahh dengan seksama. Semua gerakan Nenek nya ini diserap dalam-dalam.


Kemudian Orpahh berhenti dari gerakannya dan terdiam.


"Ada apa Nenek Orpahh?" Funuell terheran. "Nenek baru memperagakan empat jurus dari tujuh jurus."


"Aku merasakan ada sesuatu yang terjadi di luar sana." Kembali Insting Orpahh merasakan tanda bahaya.


"Naluri Nenek sudah begitu tajam. Baik aku akan keluar melihat keadaan sebentar."


"Hati-hati Nak..." Cemas Orpahh. "Aku kuatir terhadap Nak Ragil."


"Aku mengerti, Nek."


Funuell mengangguk dan akhirnya dia kembali ke dunia nya. Ketika dia mencelik kan matanya dicarinya wajah Ragil. Tapi didalam ruangan itu hanya dirinya tinggal sendirian.


Bergegas dia merapihkan pakaiannya dan akan segera menuju ke luar goa.


Funuell merasakan adanya sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Rupanya Array Pembatas kekuatan sihir buatan Ragil sudah hilang. Dia merasakan kalau kekuatan sihirnya dapat di keluarkan di ruangan ini.


Gadis ini masih penasaran, lalu dicobanya mengeluarkan Pedang Es ditangannya. Pedang Es itu pun muncul dari tangannya dimulai dari gagang pegangannya, Lalu batang pedang mulai muncul secara perlahan hingga akhirnya sampai ujung pedang tercipta. Kini dia dapat mengeluarkan Sihir Es tanpa hambatan. Berarti benar Pembatas Array nya sudah di copot.


Dia berlari dengan cepat untuk keluar dari goa ini. Aura dingin dapat dirasakan nya sepanjang lorong goa.


Ternyata di ujung lorong telah tertutup jalan keluar oleh bongkahan es. Funuell dapat menduga kalau ini perbuatan Ayahnya agar tidak seorangpun yang mengganggu meditasi nya.


Ini saatnya menguji Jurus Pedang Es. Jurus Sihir Pedang Es Pertama, 'Penghancur'. Jurus ini dapat mematahkan semua sihir lawan .

__ADS_1


Dengan gerakan menusuk, Funuell mengeluarkan jurus Pertama. Sebuah lingkaran angin bagaikan angin puyuh keluar dari pedangnya yang di putar-putar. Ketika angin itu mengenai dinding es ciptaan Paniell, maka dinding itu tersedot oleh angin puyuh itu membuat semua dinding nya rusak dan pecah-pecah.


Dinding es itu lenyap sudah. Dihadapan Funuell sudah ada Paniell, Ayahnya dan Tamave.


"Ayah, Apa yang terjadi.?" Tanya Gadis itu kepada Paniell.


"Ada yang menyerang Lembah ini." Ucap Paniell. Matanya masih menyoroti tubuh Anaknya yang telah mematahkan dinding es buatannya. Dinding Es itu tidak mudah dihancurkan tapi sekarang Puterinya menghancurkan nya dengan mudah. "Aku di suruh Ragil untuk menjagamu. Kulihat kau tampak berbeda sekarang anakku."


"Ragil berhasil menyembuhkan Aku. Bahkan sekarang aku sudah di tingkat Mahir."


"Tidak... Tidak mungkin. Itu bohong." Tamave terkejut mendengar penjelasan itu. Wajahnya mengkerut seperti keriput. Ini membuat hatinya hancur. Artinya Dia tidak dapat menikahi Funuell.


"Apa yang telah di perbuat Ragil hingga kau bisa naik dua tingkat dengan cepat." Ayahnya masih seakan tidak percaya dengan perkembangan Puterinya.


"Ayah. Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Aku sekarang harus keluar membantu Ragil." Funuell langsung beranjak menuju jalan keluar dari Goa


Snow Wind


Salah satu skill dari keluarga Paniell yang dapat menciptakan sihir angin salju sebagai pendorong tubuh agar dapat melaju cepat.


Gerakan Funuell sangat cepat. Angin dingin berhembus kencang meninggalkan jejak dari hentakkan kaki Funuell yang sudah memiliki kekuatan besar.


"Hebat... " Paniell mendecak kagum melihat Puterinya mengeluarkan kemampuan Skill Snow Wind, Jurus Angin dingin yang mendorong tubuh.


Sebelum nya Puteri nya kurang mahir menggunakan Skill itu. Bahkan adiknya, Lamuell lebih ahli menggunakan skill itu. Untuk melompat tinggi pun menggunakan Snow Wind, Lamuell lebih tinggi lompatannya.


Funuell juga menggunakan skill Snow Wind mengejar Puteri nya meninggalkan Tamave sendiri.


Terdengar suara gigi beradu dengan keras. Seperti suara ranting patah. Itu adalah suara gigi dari Tamave yang menahan rasa sakit hatinya. "Ragiiilll... Awas Kau. tunggu saja pembalasanku,"


Kembali di luar Goa pertarungan antara Arbakir dan Arch.


Tubuh Arbakir dengan ringan dapat menerima semua pukulan dari Arch baik kekuatan tinju listrik ataupun sengatan listrik itu sendiri.


Tapi setiap balasan dari pukulan Arbakir membuat Arch goyah dan sempoyongan. Arch tidak sanggup menahan serangan Arbakir. Meskipun perbedaannya hanya sedikit tapi mampu untuk mengalahkan nya."


Arch merupakan orang yang keras kepala. Dia tidak mengakui kalau dirinya sedang terdesak. Energi Listrik dengan tegangan tinggi semakin di tingkatkan di kedua tangannya. Percikan Listrik pun muncul dari kedua lengannya.


Selanjutnya mereka berdua saling pukul dalam jarak dekat. Karena mereka berdua sama-sama bertipe defender. Kedua nya bertarung dengan pukulan-pukulan yang dahsyat. Setiap tinju Arch yang mengenai sasaran maka akan muncul kilatan cahaya. Demikian juga Arbakir memiliki pukulan yang sangat keras. Bagaikan petinju kelas dunia, mereka berdua saling jotos.


Tapi Arbakir juga tubuhnya berevolusi terus menjadi semakin kuat. Meskipun muncul ledakan petir, tetap saja tidak berpengaruh bagi tubuh hitamnya yang licin


Sebenarnya Tinju Arch ini bisa bertambah beberapa kali lipat dari pukulan milik nya karena di bantu oleh ledakan Petir. Jadi untuk ukuran tubuh yang setingkat dengan Arbakir seharusnya dapat meledak atau terlempar jauh oleh karena adanya tegangan listrik yang tinggi.


Masalahnya tubuh Arbakir terus ber evolusi menyesuaikan diri dengan kekuatan lawan. Jadi semakin kuat Pukulan Arch maka Semakin kuat juga Tubuh Arbakir bertahan. Apa lagi sekarang Arbakir tidak terpengaruh dengan listrik bertegangan tinggi.


Pukulan Arch ada batasannya sedangkan kekuatan Arbakir semakin berkembang dan semakin kuat.

__ADS_1


Hingga suatu saat pukulan Arbakir membuat tubuhnya Arch terjatuh dan memuntahkan darah segar.


Melihat hal ini, Dupp berusaha membantu temannya dengan mengeluarkan sihir cahaya hijau ke arah Arbakir.


Sebelum cahaya hijau itu mencapai Arbakir, sebuah hembusan udara dingin seperti ****** beliung membekukan sihir hijau milik Dupp.


Jurus Pertama : Penghancur


Sebuah jurus dari Pedang Inti Es yang dapat menghancurkan segala sihir lawan menjadi pecahan batu es


Disana telah muncul Funuell dengan pedang Inti Es nya mematahkan kekuatan Sihir dari Dupp.


"Pedang Inti Es?" Dupp mengucapkan dengan rasa kaget "Penghancur."


Funuell kaget mendengar lawannya mengetahui jurus Pedang Inti Es.


Funuell tidak perduli dan tidak berhenti sampai disitu, Dia langsung menyerang Dupp lagi yang dianggap berbahaya. Kemanapun gerakan Funuell selalu di ikuti gelombang salju, seolah-olah angin salju terus mengikuti kemanapun gadis ini pergi.


Jurus Kedua : Angin


Pedang Funuell di kibaskan dalam jarak dua puluh meter dari Dupp, tapi efeknya Dupp menggigil kedinginan sampai menusuk tulang.


Jurus kedua ini menciptakan angin dingin di area pertarungan. Siapapun yang ada di area akan terserang angin dingin. Jurus angin dingin ini tidak dapat di deteksi serangannya karena tidak terlihat oleh mata. Tapi dapat di rasakan angin dingin yang menusuk tulang.


Dupp mencoba mundur untuk menjauh dari serangan Angin Dingin.


Jurus Ketiga : Air


Di ujung pedang Inti Es milik Funuell mengeluarkan air yang semakin memanjang. Seolah ujung pedang itu adalah keran air yang mencucurkan air tiada henti. Gerakan Funuell seperti seorang penari balet yang menggunakan kertas panjang berwarna yang di putar menggulung-gulung di udara. Tapi ini yang menggulung-gulung di udara adalah air yang dikeluarkan Pedang Inti Es.


Setiap cipratan air nya ini sangat mematikan. Hanya dengan beberapa tetes air saja yang mengenai kaki Dupp, air itu bagaikan hidup lalu semakin membesar menggulung kakinya. Dalam sekejap salah satu kakinya sudah terbungkus es sampai ke paha.


Kali ini Dupp kelabakan karena serangan Pedang Inti Es adalah serangan jarak jauh semua. Lagi pula cipratan air agak sulit di hindari.


Ini membuat pria tampan setengah baya pengguna bandana ini mulai kewalahan.


"Luar biasa." Gumamnya memuji. "Apakah kau akan menggunakan Jurus Keempat dari Pedang Inti Es : Hujan?"


Funuell semakin heran. Bagaimana lawannya bisa tahu jurus-jurusnya.


Jurus Ke empat : Hujan


Seperti sebelumnya, Funuell tidak perduli. Dia mengangkat pedangnya ke atas. Perlahan-lahan muncul butiran air diatas kepala Funuell. Butiran air sebanyak puluhan itu semakin membesar dan membentuk tombak panjang.


Jurus ini pernah di keluarkan Orpahh ketika melawan Kirk.


Dupp menyadari dampak dari Jurus Keempat itu. Yakni jika mengenai sedikit saja dari tubuhnya maka langsung membuat tubuhnya menjadi kristal es. Kalau sudah tubuhnya menjadi kristal es maka hanya membutuhkan pukulan kecil saja untuk dapat membuat tubuh kristal es itu pecah menjadi bongkahan es kecil. Yang Artinya adalah sebuah kematian.

__ADS_1


__ADS_2