
--- Keluar dari Soul Realm / Alam Jiwa
"Plak,.." Sebuah tamparan .
"Komandan Apa yang kau lakukan." Ragil meraba pipinya sampai terasa ada benjolan di pipi. Pipinya pasti telah di tampar beberapa kali. "Lihat pipiku sampai bengkak begini."
"Akhirnya kau sadar juga." Sarr seperti ingin menampar lagi, sebagai pelampiasan kekesalannya, tapi di urungkannya. "Kau tidak boleh mati selain aku yang membunuhmu."
"Tuan apa yang terjadi padamu?" Arbakir di belakang Sarr kelihatan sangat cemas.
Ragil menengok sekeliling untuk melihat dimana mereka berada. Ternyata Mereka telah mendarat di suatu tempat. Entah dimana. Ragil yang masih dalam keadaan bingung karena baru terbangun di pesawat, terus meraba pipinya yang bengkak dan terasa sakit.
Sarr dan Arbakir berada di luar pesawat menatap dirinya yang masih duduk di dalam pesawat dengan wajah yang aneh.
"Apa yang terjadi sebenarnya. Mengapa kalian seperti orang gila."
"Plak... " Sebuah tamparan lagi dengan cepat dan tidak terelakkan.
"Kau harus memegang janjimu untuk tidak membunuh diri di alam jiwa." Bentak Sarr. Telunjuknya di rentangkan di hadapan wajah Ragil. Matanya melotot seolah biji matanya hendak keluar dari kelopaknya.
"Mengapa Tuan ingin membunuh diri? Lebih terhormat mati dalam pertarungan bukan karena bunuh diri. Itu perbuatan tercela bagi pejuang seperti kita." Arbakir memerlihatkan wajah garangnya.
"Bunuh diri?"
Rupanya mereka menganggap dirinya ingin bunuh diri. Setelah merasakan tangannya dan baju nya basah oleh darah, barulah Ragil menyadari kalau ternyata hal ini membuat kedua rekan seperjalanannya menjadi salah paham.
Ada bekas darah yang menghitam. Ada luka goresan di tangannya yang mulai mengering. Penampilannya memang seperti orang mau bunuh diri.
Rupanya luka dan darah yang tercurah di dalam alam jiwa ternyata juga berdampak pada kehidupan nyata.
Sarr mendaratkan pesawatnya ketika melihat tubuh Ragil berlumuran darah. Lalu Sarr melakukan pendaratan secepatnya di daerah terdekat dan aman. gr
"Aku peringatkan. Jangan melakukan hal yang bodoh lagi " Ancam dari Komandan sambil menaiki pesawat lagi. "Kau tidak boleh mati sebelum ku ijinkan. Kau juga masih ada tugas yang belum kau selesaikan."
Pesawat kembali mengudara. Mereka kembali menuju Phanouel.
...-----------------...
Sementara dalam waktu yang sama di tempat api unggun dimana Ragil dan Sarr terakhir makan sup, telah di datangi Arch dan kelompoknya.
Tampak Arch sedang meraba-raba di tanah untuk mencari informasi dari lokasi itu. Bagaikan seorang detektif kawakan, Arch menyelidiki setiap jengkal tanah.
"Mereka baru saja meninggalkan tempat ini." Ucap Arch sambil meraba debu dan bekas kayu bakar. "Sekitar 40 sampai 60 menit yang lalu. Bara nya masih terasa hangat."
__ADS_1
"Menurutmu kemana mereka pergi.," Pria setengah baya dengan bandana dikepalanya, bertanya.
"Dia naik ke atas bukit. Ada bekas pijakan disana. Coba Pangeran Hammerdat periksa diatas bukit."
Seorang Pemuda yang di panggil Hammerdat pun melakukan seperti yang di perintahkan Arch.
"Baik. Arch." Dipunggung Hammerdat muncul sepasang sayap sihir lalu dia mulai terbang ke atas bukit."
"Hei. Kau memperlakukan Pangeran itu seperti pembantu mu saja." Pria ber bandana menyeringai.
"Paman Dupp. Jangan berpikir seperti itu. Yang bisa terbang hanya dia saja. Kecuali Paman mau menggunakan sihir terbang duplikat nya Paman."
"Aku tidak akan mengeluarkan sihir terbang sebelum ada hal yang penting. Karena sihir terbang ku tersisa 30 menit penggunaannya." Jawab orang yang dipanggil Dupp atau nama lengkapnya Vacuum Dupp.
"Dari siapakah kau menduplikasi sihir terbangmu? Sehingga kau menyimpannya dengan rasa sayang untuk di keluarkan. Apakah dari seorang wanita?"
Vacuum Dupp adalah penyihir duplikat. Menduplikat sihir orang yang di sentuhnya. Jenis sihir Touch.
"Bukan begitu. Hanya saja sihir terbang ini sedikit berbeda dengan sihir terbang yang lain."
"Jika tidak salah tebakanku, pasti Ragil telah terbang bersama Arbakir yang menjadi abdi nya itu. Bukankah Suku Naga mempunyai kemampuan Summon Binatang." Arch ber asumsi.
Tak lama kemudian Hammerdat datang kembali. Wajahnya menunjukan rasa cemas.
"Tidak mungkin." Arch terperanjat sebentar. "Bagaimana kau yakin disana bekas pesawat kapsul."
"Banyak rumput disana bekas di tekan benda berat dengan bentuk seperti Pesawat Kapsul."
"Apakah dia ditangkap Militer?" Dupp berpendapat.
"Apakah tanpa sengaja Ragil menemukan pesawat kapsul yang disembunyikan disini." Hammerdat menambahkan.
"Kalau melihat tumpahan sup dan bekas tapak kaki disini sepertinya Pembunuh Valkirie sengaja datang mengunjungi Ragil. Kemungkinan No 1 datang mengunjunginya. Bekas komandan dari Ragil." Arch meraba setiap tanah disekitar untuk mendapatkan informasi.
"Jejak kaki disana bekas dua orang berjalan dan salah satu pijakannya terasa lebih berat. Kemungkinan Ragil sedang menggotong Abdi nya." Arch mencoba mereka-reka.
"Meskipun Ragil itu hebat dalam hal Array tapi dalam kekuatan seperti nya dia tidak sanggup mengangkat orang sambil menaiki bukit." Bantah Hammerdat.
"Jejak kaki itu jelas jejak dua sepatu. Salah satunya sepatu perempuan dengan ujung belakang lebih runcing. Sedangkan Suku Naga menggunakan sandal yang di ikat. Jejak kaki sendal hanya ada dari bawah gunung sampai disini saja. Tapi ke atasnya tidak ada jejak sandal. Berarti yang di gotong adalah Suku Naga."
"Anggaplah perkataanmu benar. Lantas kemana mereka pergi." Dupp menguji kemampuan nalar dari Arch. Yang memang di ketahui dan di kenalnya sebagai Pemburu Bayaran dari tiga Guild Kerajaan.
"Ke Timur. Karena kalau mereka ke selatan atau ke Utara, pasti akan terlihat oleh kita yang datang dari arah Barat. Tapi kalau dia ke Timur maka dengan terbang merendah sudah dapat menutupi pandangan kita."Jawab Arch.
__ADS_1
"Bukankah tujuannya adalah ke Amaraa Land di Selatan. Mengapa mereka ke Timur?" Hammerdat masih belum mengerti akan situasi.
"Ada dua kemungkinan kenapa mereka ke Timur. Pertama Valkirie memerintahkan No 1 untuk membawa Ragil ke Timur dalam sebuah misi yang berhubungan dengan kerajaan Timur dan kemungkinan ke dua Ragil yang mempunyai rencana ke Timur. Jejak kaki Ragil dan Arbakir di bawah bukit menunjukkan mereka ke arah Timur. Karena kalau hanya sekedar membawa Ragil ke markas militer maka pesawatnya harus terbang ke langit untuk bergabung dengan Pesawat besar CLOUD. Bahan bakar pesawat Kapsul tidak bisa berjalan jauh menuju sampai ke markas Militer di Selatan." Arch menjelaskan.
"Tidak percuma kalau kau di sebut Pemburu Bayaran Tiga Kerajaan." Puji Dupp sambil melangkah menuruni bukit. "Ayo kita ke Timur."
*Sebenarnya agak malas ke Timur jika harus melewati Binoang di Lembah Phanouel." Ucap Hammerdat.
"Sudahlah... Binoang itu hanya kecoa. tidak perlu di khawatirkan." Dupp menyeringai.
Demikianlah mereka bertiga menyusuri jalan menuju ke arah Timut.
Mengapa Arch di sebut sebagai Pemburu Bayaran Tiga Kerajaan. Karena status Arch di Guild Tiga Kerajaan seperti Kerajaan Ulgar, Kerajaan Nulubez dan Kerajaan Argag diakui sebagai Pemburu Bayaran Senior.
Di setiap Kerajaan terdapat Guild yang mengelola pencarian orang jahat yang di modali dari kerajaan setempat demi keamanan kerajaan tersebut.
Seorang yang ahli dalam sihir biasanya mencari uang dengan cara berburu penjahat yang telah di hargai dengan sejumlah besar keping emas. Semakin besar kejahatan orang itu maka harganya pun semakin tinggi.
Setiap buronan dan jenis pekerjaan biasanya di tempel di dinding Guild agar seeorang pemburu dapat melihat siapa saja yang jadi buronan atau apa saja jenis pekerjaan yang di tawarkan oleh Guild.
Jadi para pemburu selalu melihat ke dinding Tugas untuk mencari jenis pekerjaan yang di anggap dia mampu.
Tapi Arch tidak seperti pemburu lainnya yang datang ke Guild untuk mencari order dengan mencari informasi di dinding siapa saja yang ditawarkan untuk di buru. Arch di undang secara khusus oleh Guild untuk mencari buronan kelas kakap. Arch di anggap sebagai pemburu kawakan.
Seorang Pemburu kawakan biasanya di berikan Token Guild khusus agar dapat masuk keluar kerajaan dengan mudah tanpa banyak interogasi dari penjaga pintu. Meskipun bukan sebagai warga kerajaan setempat.
Hingga suatu ketika Arch berhasil menangkap buronan kelas kakap dari kerajaan Argag yang tidak lain adalah Paman dari Hammerdat yang memberontak. Sejak saat itulah Hammerdat begitu mengagumi Arch hingga akhirnya mereka berteman.
Pada akhirnya Guild dari kerajaan Argag mengundang Arch untuk menangkap Ragil hidup-hidup untuk di bawa ke kerajaan Argag dengan tawaran sejumlah besar keping emas. Order itu langsung dari Raja Hammard sendiri. Karena Arch juga punya kepentingan sendiri dengan Ragil, maka dia menyetujui mengambil tugas itu.
Raja Hammard yang mempunyai hubungan baik dengan Arch juga mengutus anaknya Pangeran Hammerdat untuk ikut serta dengan Arch agar putera nya ini bisa belajar lebih banyak dari pengalaman ini.
Itulah sebabnya mengapa Hammerdat bisa bersama dengan Arch.
Siapa Arch sebenarnya. Seperti kita ketahui Arch adalah mata-mata yang bekerja untuk Ayahnya, Jendral Anchord Bald yang bekerja untuk Valkirie.
Arch menjalin hubungan baik ke setiap kerajaan semata-mata hanya untuk pekerjaan mata-mata nya. Jadi tidak heran jika suatu saat hubungan Arch dan Hammerdat bisa berakhir men jadi musuh dengan cepat karena semua yang dilakukannya itu sesuai instruksi ayahnya.
Seperti hal nya dengan Ragil dan Arch. Di Pulau Harta sebenarnya mereka berkawan baik. Namun tiba-tiba Arch menjadi musuh Ragil ketika Pulau Harta diserang oleh Militer.
Pekerjaan Utama Arch adalah mata-mata yang bekerja di bawah perintah Bald. jadi apapun perintah Ayahnya pasti akan dilakukan.
Mengenai hubungan Arch dan Bald bukanlah hubungan antara anak dan orang tua seperti yang pernah di katakan Naery Sarr juga masih belum jelas.
__ADS_1
Namun dilihat dari namanya Anchord Bald dan Anchord Arch jelas memiliki hubungan keluarga.