
Ragil memegangi tubuh Arch, dengan Soul Watcher miliknya, Ragil dapat mengetahui kalau saluran Kapasitas Arch sudah tidak berfungsi sementara. Membutuhkan istirahat untuk memulihkan Kapasitas nya lagi.
Jika Ragil dalam tubuh transformasi menjadi Raja Penjahat, dia tidak dapat menggunakan atau membuat Array Kuno. Tapi Soul Watcher adalah Kemampuan Insting yang sifatnya Pasif Magic jadi hanya itu yang dapat di gunakan jika menjadi mahkluk ber elemen bayangan.
"Cukup sampai disini Archie. Kau sudah kalah " Ragil berjalan mendekati Dupp dan Avatar pun menghilang menjadi asab. "Ini adalah batasan terakhirmu. Seharusnya kau tidak menantang ku setelah kau telah terluka oleh Arbakir."
Arch tidak dapat membalas perkataan Ragil karena sudah kehilangan kesadaran alias Dia pingsan.
Ragil kembali berubah tubuhnya ke bentuk semula. Elemen bayangan pun lenyap. Dia melangkah menuju ke Dupp dengan membusungkan dada. Sekali lagi dia telah meraih kemenangan.
Dupp yang menyaksikan pertarungan Ragil tidak menyangka kalau Arch dapat di kalahkan. Secara tingkatan seharusnya Arch tidak akan kalah. Dupp memang mengetahui akan penyakit dalam yang diderita Arch jika terlalu di berlebihan menggunakan efek ledakan tapi dia tidak tahu kalau Ragil juga mengetahui akan penyakit sirkulasi kapasitas nya Arch.
"Kau tahu kalau kelemahannya di perutnya, tapi kenapa kau terus membanting punggungnya?" Dupp mendekat.
"Kapasitas sihir itu bukan terdiri dari darah dan daging. Tapi kemampuan seseorang menampung aura sihir. Ini bisa di katakan kekuatan roh. Jika tubuh di jasmani maka paru paru adalah kekuatan untuk stamina seseorang tapi kalau sihir maka kapasitas lah kekuatan seseorang penyihir." Bagaikan seorang ahli sihir Ragil menjelaskan. Padahal itu semua dia pelajari dari buku dasar sihir yang diterima dari Vhestee
"Aku tahu teori itu. bahkan aku membuat bukunya." Dupp menggeleng. "Tapi kenapa di punggung?"
Ragil merasa penasaran dengan perkataan Dupp yang mengatakan dia yang membuat buku tentang sihir. Padahal Ragil mempelajari semua teori sihir itu dari buku yang diberikan oleh Vhestee. Apakah buku itu yang dibuat Dupp?.
Tapi Ragil tidak mau membahas soal buku. Dia lebih fokus terhadap upah dari sebuah kemenangan.
"lebih efektif memang jika di serang di perutnya karena disitu merupakan tempat sirkulasi kekuatan sihir seseorang yang di sebut kapasitas." Ragil mengerutkan dahi nya. "Aku ini bekas Militer dan di ajarkan cara mengalahkan lawan yang lebih kuat. Pertama serang mentalnya dengan membuat marah atau ketakutan. Kedua alihkan serangan di daerah yang mudah di serang, ketika lawan semakin tidak berdaya barulah serang alat vitalnya. Ketiga gunakan berbagai cara untuk menjatuhkan lawan karena ini adalah perang bukan arena pertandingan yang banyak aturan." Ragil mengutip perkataan Naery Sarr sewaktu masih menjadi pelatihnya di Militer. "Jadi sebelum menyerang alat vitalnya yang di jaga dengan pertahanan kuat maka terlebih dahulu serang daerah yang terlemah. yaitu punggungnya yang berdekatan dengan perut."
"Itulah sebabnya kau menyerang dengan cara hit and run alias sembunyi sembunyi." Dupp kecewa karena kemenangan yang diraih Ragil dengan cara licik sembunyi didalam gelap. Tapi seperti katanya, Ini adalah perang dan bukan pertandingan arena yang ditonton oleh para pengunjung. Lalu lanjutnya kemudian. "Kalau kau tidak tahu akan kelemahan Arch, apakah kau bisa memenangkan pertarungan ini?"
__ADS_1
Pertanyaan Dupp karena dirinya masih tidak terima menerima kekalahan Arch. Pemuda Petir itu cukup lama bersamanya. Dia juga melatih mengasah kemampuan sihir nya. Dia yakin untuk melawan yang tingkat Dewa pun Arch tidak akan mudah dikalahkan. Andalan nya adalah Lightning Explotion. Damage yang di akibatkan oleh sihir ini tidak ada yang sanggup menahannya termasuk Dewa sekalipun. Seorang tingkat Dewa rata rata memiliki Damage sampai 10.000 tapi Arch bisa mencapai 20.000. Bahkan jika dia tidak sakit perutnya dia bisa mencapai 25.000 atau lebih lagi.
Ragil dengan kemampuan Transformasi yang hanya mencapai Tingkat Atas dapat mengalahkan Arch begitu saja. Ini tidak masuk di akal. Si Jubah hitam itu tidak memiliki pukulan mematikan.Black Blood meskipun cukup kuat bukanlah tandingannya petir.
Bagi Ragil, dia tidak perduli dengan sindiran yang mengatakan dirinya hanya bermain sembunyi di balik asab gelap Yang Utama tujuan pertarungan adalah menang. tidak perduli bagaimana pun cara nya. Kalau mengikuti peraturan dalam Arena maka dapat dipastikan dirinya bisa kalah.
"Aku pasti memenangkan pertarungan. Ada dua hal yang menyebabkan kalian kalah. Pertama, terlalu menganggap enteng lawan. Kedua, sejak awal pertarungan ini tidak seimbang. Arch sudah terluka dalam sewaktu bertarung dengan Arbakir. Seharusnya kalian menantang kami untuk hari berikutnya saat kekuatan Arch sudah pulih dan kapasitasnya yang terluka juga sudah pulih. Kemungkinan aku tidak dapat menang. Karena Tinju Ledakannya masih dalam keadaan Prima. Jujur saja, aku masih takut dengan skill itu. Cukup satu sentuhan dari tangan Arch dapat membuat tubuhku hancur."
Ragil mengatakan apa adanya tanpa ada yang disembunyikan. Caranya bertarung adalah bagian dari strategi. Dia sudah di gembleng dengan cara Militer untuk mencapai kemenangan dengan segala cara
Dupp puas dengan jawaban pemuda yang di hadapannya. Secara tidak langsung jawaban itu memberi pengertian bahwa kemenangan yang di capai pemuda itu bukanlah kebetulan semata tapi karena otak. Pertarungan antara otak dan kekuatan.
Dupp seorang pria gentle, jantan dan bertanggung jawab. Berani mengakui kekalahan berada di pihaknya. Walaupun kekalahannya tidak seharusnya seperti itu.
Dupp juga bukanlah seorang bertangan keji. Jika dia mau dia Bisa saja membalas dan membunuh Ragil dan Arbakir. Dengan kemampuan pria setengah baya ini dengan mudah untuk melakukan itu, tapi itu tidak di lakukan nya. Karena dia sangat menghormati pertarungan atau tantangan. Dupp bukanlah orang yang licik seperti penjahat pada umumnya.
"Musuh. Kalau Arch dapat kulihat wajah permusuhannya serta kebenciannya. Aura membunuh yang besar. Tapi kau. Kau tidak ingin membunuh sembarangan. Kalau kau punya niat jahat sejak awal anak buah Binoang pasti sudah kehilangan nyawanya. Wajah permusuhanmu dan aura membunuhmu pernah kulihat sewaktu hendak membunuh Dewi Kumala sewaktu di Arena Black Market Ulgar."
Pria setengah baya ini memang berhati lembut meskipun sangat sakti. Dia tidak akan turun tangan mengambil nyawa begitu saja. Tujuannya datang ketempat ini hanya untuk mendapatkan Array Absolute Critical. Tapi kini karena kalah bertaruh jadi dirinya hanya bisa mengelus dada.
Dupp juga memang pernah hampir membunuh Dewi Kumala jika tidak di cegah oleh Vhestee. Keinginan untuk menyingkirkan Dewi begitu kuat. Padahal tidak ada dendam diantara mereka.
"Sungguh menyakitkan, Arch yang tidak pernah kalah dalam pertarungan tapi dapat di kalahkan oleh lukanya sendiri. Seharusnya dia dengan mudah dapat mengalahkanmu." Dupp merasa menyesal akan kebodohannya karena menganggap enteng lawannya. "Aku yakin jika dia tidak punya penyakit dalam kapasitasnya maka dia tidak akan kalah dengan Arbakir sekalipun."
"Kau harus membimbingnya untuk mengubah tipe bertarungnya menjadi Long Range. Kalau tidak. Saat dia berhadapan lawan yang kuat, kapasitasnya dapat terluka lagi. Saat itu dia tidak dapat memaksimalkan akan kekuatannya. Karena semakin tinggi unsur ledakan yang di bangkitkan maka membuat kapasitasnya akan semakin terluka."
__ADS_1
"Aku tahu sebelum bertarung melawan mu, kondisi stamina HP Arch telah berkurang seperempat. Tapi karena kulihat MP mana nya masih banyak maka ku biarkan kalian bertarung. Seharusnya seperti katamu, pertarungan dilanjutkan ke esokan hari nya."
"HP? MP? Kau berbicara apa?" Ragil tampak bingung dengan perkataan Dupp.
"Ahhh... Jadi Dewi Kumala tidak mengajari kepadamu akan hal itu. Yah sudah lah." Dupp tidak mau memperpanjang. "Itu hanya ukuran kemampuan sihir seseorang. Seperti halnya aku dapat melihat Tinju petir punya Arch pernah mencapai 20.000 Knot. Tidak pernah kulihat seseorang memiliki Damage sebesar itu. Itulah sebabnya aku sangat tertarik dengan Absolute Critical yang dapat menambah damage berkali lipat "
"Aku helum kalah Manusia Pecundang." Arch sudah siuman. Dia berusaha bangkit berdiri. Kondisinya memang lemah tapi tekadnya sangat kuat.
Kembali tubuhnya mengeluarkan cahaya kuning dan siap menyerang Ragil. "Ayo kita bertanding lagi. Keluarkan Transformasi elemen bayangan milikmu."
"Jangan lakukan Archie." Dupp berteriak. "Sudah cukup."
"Kau akan mati jika kau memaksa, Arch.,." Ragil juga tidak mau bekas sahabatnya mati karena dirinya.
"Jangan banyak bicara. Cepat lakukan transformasi sebelum ku hancurkan tubuh lemah mu itu."
Arch menaikan voltase tubuhnya juga efek ledakan di tangannya. Tubuhnya sudah di tutupi cahaya kuning. Percikan listrik mulai memancar. Tangannya juga sudah di penuhi Lightning Explotion."
"Jangan lakukan Arch...." Ragil berteriak cemas. "Kau sudah sampai di titik terakhirmu. Hentikan sebelum kau akan menyesal nanti."
Tapi terlambat. Arch sudah menyemburkan darah segar yang sangat banyak. Dia lalu terjatuh lagi ke tanah. Cahaya kuning di tubuhnya kembali pudar.
Ragil dan Dupp berlari mendekati Arch. Tapi Pemuda penyihir petir itu sudah tidak sadarkan diri lagi.
"Archie....." Dupp berteriak. Dupp khawatir keadaan Arch semakin bertambah parah.
__ADS_1
"Gawat ... Kenapa dia bisa siuman. Seharusnya dia tak sadarkan diri paling lambat 6 jam." Ragil semakin cemas. "Takutnya salurannya pecah mengakibatkan kehilangan kemampuan sihir atau kematian.