Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 49. Take n Gift Lagi?


__ADS_3

Sebelum Ragil dan Dupp mendekati tubuh Arch, sesuatu dari kantongnya Arch menggelinding sebuah benda berputar. bagai roda besi yang mungil.


Itu sebuah benda kecil seperti benda untuk kalung tapi tanpa rantai. benda itu berhenti berputar tepat di kaki Ragil.


Dipungutnya benda itu. Ternyata benda kecil itu mirip dengan kalung nya Vhestee. Dia menyerahkan liontin itu ke Dupp. Saat ini Dia hanya mau melihat keadaan Arch. Tidak perduli dengan yang lainnya.


"Dasar bodoh. Saluran Kapasitas nya benar-benar telah pecah." Ucap Ragil saat menyentuh tubuh sahabat masa kecilnya.


"Apa?" Dupp kaget. "Apakah dia kehilangan kemampuan sihirnya?"


"Bukan hanya itu. Umurnya juga tidak akan panjang. Dia sekarat." Ragil mengangkat tubuh Arch untuk berada dalam posisi duduk.


Keadaan Arch sungguh amat parah. Pemuda Petir ini tidak memperdulikan keadaannya. Keinginan tidak mau kalah, begitu kuat dalam dirinya. Sekalipun akan berakhir kematian bagi dirinya.


Begitu juga saat menolong Ragil disaat masa kecilnya. Dia tidak perduli akan pembalasan orang tua dari para pembuli itu. Bagi Arch menolong Ragil adalah yang terpenting dari nyawa nya sendiri. Bahkan misinya juga di abaikan.


Sungguh Sifat karakter yang sulit di pahami. Cara meletakkan prioritas utama dalam dirinya suka berubah-ubah.


Manakah yang lebih penting Ragil atau Misi. Suatu saat Ragil ingin menanyakan tentang misteri di jalan pikiran teman masa lalu nya ini.


"Arch ... Bangun.... Arch....". Ragil berusaha membuat Arch siuman.


Beberapa kali pun usaha Ragil dan Dupp membangunkan Arch, tetap saja dia tidak bangun.


"Aku akan segera memanggil Tabib Paniell." Dupp hendak beranjak.


"Tidak perlu." Ragil menahan. "Ini bukan bagian kerja seorang tabib. Ini bukan penyembuhan dari penyakit. Ini masalah Kapasitas mana."


"Lalu apa yang harus kita lakukan supaya anak ini tidak mati." Cemas Dupp.


"Aku akan melakukan sihir Take n Gift tapi hasilnya Arch akan kehilangan sebagian kemampuan skill nya."


"Lakukan saja. Yang terpenting nyawa nya terselamatkan."


"Aku kuatir nyawanya tidak tertolong. Arch terlalu memaksakan diri.."


"Tunggu apa lagi segera lakukan penyembuhannya." Dupp memaksa.


"Aku harus menyadarkan Arch dulu untuk meminta ijin melakukan sihir Take n Gift. Itu adalah syaratnya." Ragil menarik nafas dalam-dalam. "Tapi karena dia tidak sadarkan diri maka aku minta ijin dari mu sebagai orang tua nya."


"Aku? Orang tua nya? Jangan sembarang bicara."


Liontin itu mirip dengan milik Vhestee. Aku pernah melihat pertarungan mu dengan Dewi Kumala. Kau seharusnya dapat membunuh Dewi Kumala. Tapi Vhestee menghentikan serangan mu ketika dia membuang kalungnya. Kalungnya yang mirip dengan milik Arch. Maka aku menganggap kalung ini adalah milikmu dan Vhestee juga adalah anakmu bersama Ratu Ulgar. Demikian juga dengan Arch yang memiliki liontin milikmu."


"Kau terlalu banyak menduga. Sekalipun liontin ini milikku bukan berarti dia anakku." Dupp menyangkal.

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Aku memang mendekati banyak wanita sebelumnya. Setiap wanita yang pernah dekat denganku pasti ku berikan mata perhiasan seperti ini. Jadi walaupun Arch memiliki liontin punyaku tapi anak itu tidak ingat siapa orang tua nya. Jadi aku belum yakin kalau Arch adalah anakku. Lagi pula genetik ku selalu memiliki anak perempuan. Tidak pernah memiliki anak laki-laki"


Dupp secara tersirat mengakui kalau Puteri Vhestee adalah anak gadisnya. Sementara Vhestee di kenal adalah Puteri dari Raja Ulgar.


Ragil tidaklah terlalu memperdulikan petualangan Cinta Dupp di masa lalunya. Baginya proses pemulihan Arch harus segera di tindak lanjuti sebelum segalanya jadi terlambat.


"Vhestee itu anakmu?" Ragil jadi penasaran. "Apakah yakin Arch bukan anakmu?"


Liontin itu membuat Ragil yakin kalau Arch anaknya Dupp. Tapi kalau salah bertindak menggunakan Take n Gift, ternyata dia bukan anaknya maka akan berakibat fatal untuk dirinya sendiri.


Dupp awalnya berdiam tidak menjawab. Namun akhirnya dia mengakuinya juga.


"Vhestee memang anakku. Dan keturunanku. Apakah sekarang sudah bisa melakukan proses penyembuhan Archie."


Jawaban Dupp dan bukti Liontin membuat Ragil berspekulasi. "Anggap saja kau orang tuanya dan aku membutuhkan ijin mu. Kau harus cepat mengatakan sebelum semua terlambat dan aku tidak bisa memulihkan kapasitas energinya. Jika saluran kapasitasnya terputus maka aku tidak bisa mengembalikan kemampuan sihirnya."


"Baik. Aku ijinkan. Segera sembuhkan anak ini." Dupp segera menjawabnya walaupun dirinya juga tidak yakin.


Dupp sebenarnya sudah mengetahui keberadaan Liontin milik Arch. Salah satu alasan mengapa dia terus membantu Dupp untuk menyelidiki tentang orang tua Arch. Terutama dari garis ibunya.


"Kalau begitu kau segera menjauh dari Ku . Jangan dekat-,dekat. Jika kau mendekati aku maka aku langsung membatalkan usahaku menyelamatkannya. Karena aku tidak mau kau membuat duplikat dari kemampuanku."


"Baik aku menjauh sekarang dan tidak akan mendekatimu." Dupp benar-benar menuruti kehendak Ragil.


 


Alam Jiwa Arch.


"Glegharrr.... Dhuarrr.... "


Guntur menggelegar di langit. Tapi tidak ada awan dan tidak ada mendung. Langit juga berwarna kuning menyala membawa cahaya yang panas. Ini alam jiwa yang cukup aneh. Bagaimanapun juga dalam alam jiwa tidaklah pernah sesuai dengan alam nyata.


"Alam jiwa ini sangat aneh. Biasanya kalau ada petir berarti ada hujan. Tapi ini panas terik tanpa matahari namun ada petir" Ragil merasa tidak nyaman berada di alam ini.


"Teman mu Arch itu memiliki dua elemen. Api dan Petir." Kirk menduga. "Kau akan melakukan Take n Gift lagi? Jadi ini Take n Gift yang ke tiga atau terakhir kalinya."


"Iya benar." Ragil melangkah mencari Pohon Kehidupannya.


"Bukankah dia itu musuh mu? Kenapa kau berusaha menyelamatkannya."


"Dia pernah menolongku dan menderita luka parah karena aku. Apa lagi saat ini dia akan hancur karena perbuatan ku. Aku harus menyelamatkan nya"


"Meskipun suatu hari dia akan membunuhmu."

__ADS_1


"Suatu hari aku pasti akan mati. Mungkin juga bukan dia yang membunuhku. Semenjak aku mengambil tugas mewakili Dewi Kumala maka semenjak itu akan banyak musuhku. Secara tidak langsung aku sudah teken kontrak dalam kematian yang tidak tahu kapan akan datanga. Jadi kita tidak akan tahu siapa yang akan membunuhku." Ragil menemukan Pohon kehidupan nya Arch. "Sekarang bukan saatnya untuk berbicara kematian. Karena aku sedang berusaha membuat kehidupan."


Pohon kehidupan ini mengeluarkan cahaya kuning di seluruh batangnya. Hanya akarnya saja tidak mengeluarkan cahaya kuning. Batang pohonnya besar-besar tapi tidak ada batang yang tinggi. Batangnya pun berwarna kuning. Begitu juga semua daunnya berwarna kuning. Daunnya itu berbentuk seperti daun pepaya memiliki lima cabang, tapi ukurannya kecil-kecil. Yang anehnya Akarnya sangat besar sekali. Rasanya tidak sesuai, akar yang sangat besar tetapi memiliki pohon yang tidak tinggi.


Ragil teringat Pohon Bonsai yang batangnya tidak pernah tinggi. Dia mencoba membuat Array di pohon kehidupan itu.


"Dhuarr..."


Sebuah kilat datang menyambar pohon itu. Ragil pun terlempar ke belakang karena sengatan petir itu. Padahal Array nya masih belum selesai. Ini sungguh mengejutkan dan sangat mengganggu konsentrasi.


Ragil kembali lagi ke pohon kehidupan dan meneruskan Array nya.


Saat Petir datang menyambar, Ragil melepaskan tangannya agar tidak terkena sengatan petir. Kemudian di lanjutkan membuat Array.


Begitu seterunya yang di lakukan Ragil dalam membuat Array. Menghindar dari petir lalu melanjutkan lagi.


Akhirnya Array pun selesai di buat. Sekarang adalah langkah selanjutnya menyalurkan energi cahaya ke batang pohon itu. Hanya masalahnya, dalam menyalurkan energi cahaya tidak boleh terputus sekalipun kilat menyambar.


Ragil sudah membulatkan tekad untuk menyalurkan energi cahayanya sekalipun kilat menyambar.


"Kau harus membantuku agar aku tidak terlepas dari pohon ini sekalipun kilat menyambar."


"Lakukanlah. Aku akan membantumu." Jawab Kirk.


Ragil melakukan penyaluran energi cahaya ke batang pohon itu. Ketika kilat menyambar, Ragil memang tidak terlempar ke belakang karena Kirk dengan jubahnya menahan punggung Ragil agar tidak terlempar ke belakang.


Hanya saja Ragil terpaksa menahan sakit saat terkena sengatan itu.


Setelah lima kali tersambar petir dan dalam waktu yang cukup lama akhirnya selesai juga proses penyaluran energi.


Setelah meminta Kirk melepaskannya, Ragil pun tergeletak di tanah. Tubuhnya sangat lemah.


"Kau tidak apa apa Ragil. Jangan mati." Kirk cemas.


"Tidak apa-apa. Hanya badan ku terasa sakit semua." Ragil masih berbaring. " Bagaimana dengan pohon kehidupannya?"


"Tidak ada perubahan di batangnya. Hanya akarnya saja semakin besar."


"Bagus. Semoga semakin baik."


"Hanya saja batang pohon kehidupanmu semakin kering seperti pohon yang kekurangan air." Kirk sempat melihat pohon kehidupan Ragil saat Ragil selesai dengan pekerjaan pohon kehidupan Arch.


Kirk memang berdomisili di alam jiwa milik Ragil. Jadi untuk berpindah ke alam jiwa nya Ragil dapat dilakukan hanya dalam waktu sekejap saja. Sedangkan Bagi Ragil harus melalu beberapa proses untuk sampai ke alam jiwanya sendiri.


"Ayo kita kembali. Kuharap aku tidak pingsan di dunia nyata."

__ADS_1


Menurut pengalaman sebelumnya, Ragil pingsan tiga hari ketika melakukan Take n Gift kepada Vhestee. Kemudian Arbakir pingsan cukup lama saat melakukan Take n Gift dengannya. Sekaran adalah untuk ketiga kalinya dia melakukan Take n Gift.


Masalahnya, adalah dua hari ke depan dia harus berada di tempat Valkirie. Seandainya dia pingsan sampai tiga hari berarti itu adalah kematian baginya.


__ADS_2