
"Maksudmu listrik itu dapat di kontrol dan menjadikannya sebuah lapisan perisai?" Ragil ingin memastikan pendapatnya.
"Benar." Arch menjawab. "Sekarang perhatikan ini. Ini yang kumaksud dengan sihir baru milikku."
"Bzzzttt... bzzzttt..." Suara percikan listrik tegangan tinggi.
Seperti air mengalir, demikian juga arus listrik di tubuh Arch mengalir menjalar satu tempat. Ke tangan kiri Arch. Cahaya kuning yang tadinya menutupi Arch kini semua terkumpul di tangan kidalnya. Tapi bukan menyelimuti tangannya seperti saat menciptakan Lightning Explotion. Tapi terkumpul menjadi bola listrik diatas telapak tangannya. Bola istrik itu berbentuk bulat sebesar bola kasti
Apakah itu memiliki damage yang besar?'" Ragil teringat kalau Dewi Kumala dapat membuat Ball Shield. Tapi ini dalam versi beda. Jika ball Shield dalam bentuk bola dengan isi yang kopong untuk sebuah perlindungan tapi milik Arch di penuhi energi yang padat tidak ada tempat kopong. Itu juga bukan untuk perlindungan tapi untuk serangan."
"Tidak. Ini belum kuat." Arch menaikan alis mata kirinya. "Aku akan menambahkan Voltage lalu kusalurkan ke tangan seperti membuat Lightning Explotion. Lalu ku keluarkan dari tanganku."
Prosesnya terlihat jelas aliran listrik dari tubuh Arch menjalar ke tangan dengan percikan listrik kemudian keluar dari jarinya berkumpul disatu titik dan membuat pola seperti bola yang berisikan Medan listrik dan bentuknya semakin besar. Kini bola listrik itu membesar sebesar bola sepak takraw. Percikan listriknya juga semakin besar. Bola Listrik itu melayang dalam jarak 5cm diatas telapak tangan Arch.
Lightning Ball
"Waw... Apakah bola listrik itu dapat menghancurkan tembokku." Ragil ragu.
"Aku tidak tahu. Tapi rasanya masih kurang besar."
Arch menaikan lagi Voltage nya tanpa khawatir kapasitasnya rusak. Karena listrik itu di keluarkan dan tidak bersarang ke dalam tubuhnya. terlihat percikan listrik yang menjalar menuju ke tangan kirinya lalu berkumpul. Bola listrik itu semakin besar sebesar bola yang digunakan untuk bermain sepak bola.
Kondisi seperti ini baik tubuh ataupun kapasitasnya tetap aman. karena tidak ada Medan liatrik yang bersarang di tubuh.
"Arch. Kau akan menghabiskan mana mu. Kalau di gunakan dalam pertarungan akan menjadi pemborosan mana." Ragil memperingatkan.
"Dia memiliki kapasitas 9870 mana dan saat ini baru di gunakan 4.000 mana." Dupp dengan tenang mengatakannya seolah tidak akan berbahaya.
"Itu sudah 40 %. Cukup Arch Jangan terlalu boros menggunakan energi mana." Ragil memperingati agar menggunakan pemakaian mana sebijaksana mungkin.
Jumlah mana dalam kapasitas seorang penyihir akan sangat berarti. Jika sampai kehabisan mana dalam pertarungan maka akan mengakibatkan kekalahan. Itulah sebabnya dalam pertarungan , seorang penyihir harus menggunakan strategi dalam menggunakan mana. Harus disimpan untuk saat terakhir saat menggunakan kartu Truff atau Sihir pamungkas yang memakan mana besar. Paling tidak bisa di gunakan sampai tiga kali sihir pamungkas
Jika Arch sudah menggunakan 40% dari mana miliknya maka hanya bisa dua kali menggunakan sihir ini.
"Sudah 5.000 mana." Ucap Dupp.
Kondisi bola listrik sudah sebesar bola basket.
"Cukup Arch " Ragil mendesak. Entah karena tampak mengerikan atau memang rasa khawatir yang berlebihan.
"Baik. Cukup disini dulu meskipun sebenarnya aku masih dapat membesarkan bola listrik ini." Arch tidak ingin Ragil marah
Kini tangan Ragil yang terdapat bola listrik di arahkan ke tembok buatan Ragil.
"Zzhoottsss..." Bola Listrik meluncur cepat bagaikan roket.
__ADS_1
"Dhuaaaarrrrrkkkk...." Ledakan besar terjadi.
Tembok buatan Ragil hancur berkeping keping. Pecahan nya berserakan dalam jarak yang jauh. Asab yang diakibatkan benturan itu menguap di udara.
Ragil terbelalak dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar. Tikuspun dapat masuk ke lobang mulut yang terbuka lebar itu.
"Kau hanya membutuhkan 40% sampai 50% dari kapasitasmu. Itu hanya sekitar 5.000 mana yang kau keluarkan namun Damage nya setingkat dengan Sihir Maha Dewa untuk menghancurkan tembokku." Ragil seakan masih tidak percaya.
Menurut Ragil hanya orang tingkat Maha Dewa yang dapat menghancurkan temboknya dalam hitungan detik. Tapi Arch melancarkan hanya dalam satu serangan.
Dia hanya membutuhkan 5.000 mana untuk menghancurkan tembok ciptaan Ragil. Itu juga jumlah mana yang sama di keluarkan seseorang yang berada di tingkat Maha Dewa. Kualitas Damage Arch yang berada di Level A sama kualitas damage nya dengan orang yang berada di level SS.
Tapi memang seperti itulah kenyataannya. Karena Arch adalah elemen Kilat yang unik. Damage nya berada diatas rata-rata dari penyihir yang sekelas dengannya. Sifat petir itupun juga adalah penghancur. Kekuatannya diatas dari penyihir normal.
Elemen Normal menghasilkan Damage yang normal (Api, Air, Angin, Bumi). Elemen Khusus menghasilkan Damage lebih besar dari elemen normal (Bayangan, Cahaya). Elemen Unik menghasilkan Damage yang lebih besar lagi dari elemen khusus (Petir, Es, Kayu)
Hanya masalahnya Ragil sulit menerima akan hal itu. Bagi pemain game online itu seperti cheat saja. Level cupu dapat mengalahkan level yang lebih besar.
Damage nya juga luar biasa. Apakah yang terjadi jika dia dapat menyalurkan 90% dari kapasitas miliknya? Bagaimana jika dia sudah menjadi dewa atau maha Dewa? Ragil sendiri pun tak mampu menjawab semua pertanyaan itu.
Kalau Arch menjadi musuh maka akan menjadi lawan yang menakutkan bagi Ragil. Itulah sebabnya kepalanya terus memikirkan segala kemungkinan di masa yang akan datang
"Ini bukan yang terhebat Ragil." Arch menepuk pundak pemuda itu seperi dua orang sahabat. Arch seolah melupakan permusuhannya dan teringat hubungannya di masa lalu. "Tapi yang satu inilah baru kukatakan sesuatu yang hebat " Arch mempersiapkan diri untuk memamerkan kebolehannya.
"Aaaaaa...." Arch seperti sedang menahan sesuatu. Tubuh Arch mengeluarkan kilat kecil namun hanya sebentar. "Nahh... Sekarang mana ku sudah terisi penuh."
Kali ini Ragil seperti tertiban batu ribuan kilo. Dia tidak dapat mengatakan apapun. Hanya terdiam dengan wajah tatapan kosong.
Dupp tertawa terbahak bahak melihat mimik Ragil yang seperti orang idiot.
"Sa... ve..." Hanya satu kata itu saja yang keluar dari bibirnya.
"Menyimpan (save). Apa maksudnya itu?" Dupp berusaha memecahkan teka teki dari kata itu.
"Save. Itu Adalah salah satu dari sihir milik Dewi. Sihir itu hanya bisa digunakan Dewi kalau dia berada di tingkat Mahir tahap Akhir." Ucap Ragil dengan pandangan mata masih tetap kosong. "Save, forward, rewind, pause, record dan slow motion adalah kemampuan Sihir Waktu milik Dewi. Tapi hanya bisa di gunakan di tingkat Mahir tahap akhir, Tingkat Dewa dan Maha Dewa."
"Aku mengerti. Jadi Arch memiliki Sihir 'save', yang artinya kembali ke titik semula. Seberapa besar dikeluarkan mana nya maka akan dapat kembali seperti semula." Dupp menjabarkan.
"Benar. Dengan catatan sihir yang di gunakan sudah lenyap. Tapi jika masih ada maka tidak dapat kembali ke titik save " Ragil mengingatkan. "Misalkan saja seperti kekuatan tembok yang kuciptakan ini. Pecahan nya masih ada dan belum di lenyapkan. Maka jika aku memiliki sihir save berarti tidak akan aktif sihir save itu. Karena masih tersisa sihir diluar."
Kejutan sihir baru ini tentu saja membuat miris hati Ragil. Artinya Arch dapat melakukan sihir tembakan petirnya berkali kali sesuka hatinya tanpa kuatir kehabisan mana. Ditambah kekuatan petirnya itu memiliki damage yang luar biasa.
Hanya saja proses mengumpulkan Energi listriknya membutuhkan waktu agak lama. Kelemahan itu dapat di tutupi dengan dahsyatnya akan hasilnya. Semakin lama akan semakin luar biasa kekuatan damage nya.
Ragil dulu merasa bangga karena kemampuan Array Kuno miliknya yang membuat dirinya berbeda dari yang lainnya. Karena Array kuno lah yang menjadikannya terkenal. Bisa dekat dengan cewe papan atas setingkat Puteri dan Ratu. Tapi melihat kemujuran Arch membuat hatinya ciut jika di bandingkan.
__ADS_1
≠\=\=≠\=\=\=≠\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=
Catatan :
tingkat Penyihir dan Kapasitas Energi Seorang Penyihir.
Tingkatan
- Pemula/Level E \= 1 - 1000 mana
- Dasar/Level D \= 1001 - 2000 mana
- Menengah/Level C \= 2001 - 3000 mana
- Atas/Level B \= 3000 - 6000 Mana
- Akhir/Level A \= 6000 - 10000 mana
- Dewa/Level S \= 10000 - 15000 mana
- Maha Dewa/Level SS \= 15000 - 21000 mana
- **** /Level SSS \= 21000 - 21000++ Mana
Semakin tinggi tingkatan seseorang maka akan semakin besar juga Damage yang di hasilkan.
contoh : Ketika Arch berada ditingkat mahir, dengan 5000 mana menghasilkan damage 20000 Knot maka jika Arch di tingkat Dewa (Level S) dengan menggunakan jumlah mana yang sama, 5000 mana maka damage yang di hasilkan bisa diatas dari 25.000 knot
Damage
Kemampuan damage tidak selalu sama meskipun tingkatan sama karena Damage di tentukan oleh elemen seseorang.
Misalkan. Arch di Level A menggunakan sihir petir menghabiskan 5000 mana menghasilkan kehancuran (damage) sebesar 20000-25000 Knot. Ini disebut Damage Unik.
Sementara Tamave di Level yang sama Level A menggunakan sihir Api menghabiskan 5000 mana juga namun menghasilkan kehancuran (damage) hanya sebesar 10000-15000 Knot. Ini disebut Damage Normal.
Jikalau Penyihir Tingkat Dewa Level SS Elemen Normal, juga menggunakan Sihir Elemen Normal dengan mengkonsumsi mana 5000 juga maka akan menghasilkan dermaga normal sebesar 15000-20000 Knot. Kecuali jika Penyihir tingkat Ular memiliki Sihir khusus dan unik. Unik dalam arti sihir dalam kategori diluar batas kenormalan (contoh : Lightning Explotion, Lightning Bullet / Sihir Pedang Inti Es) merupakan sihir unik menghasilkan damage besar. damage yang dihasilkan diluar dari kewajaran juga.
Seandainya Arch menggunakan Array Critical Damage dari Ragil dengan jumlah mana yang sama maka akan menghasilkan kehancuran sebesar 80000-100000 Knot. Ini sama dengan Sihir Pamungkas tingkatan Maha Dewa ++ (Level SSS)
Tingkatan Elemen dan Damage
Elemen Normal menghasilkan Damage yang normal (Api, Air, Angin, Bumi). Elemen Khusus menghasilkan Damage lebih besar dari elemen normal (Bayangan, Cahaya). Elemen Unik menghasilkan Damage yang lebih besar lagi dari elemen khusus (Petir, Es, Kayu
.
__ADS_1