Landria : Raja Penjahat

Landria : Raja Penjahat
Bab 51. Lumpuh Dan Sisa Hidup 6 Bulan


__ADS_3

"Kakak percaya kau adalah tabib nya dalam hal ilmu sihir. Tapi dalam hal tubuh manusia dan kesehatan tubuh maka Aku lebih baik dari padamu. Jadi ijinkan aku merawat mu selama kau sakit."


"Kau belum menjawab pertanyaan ku. Apa artinya semua itu?. Dan bagaimana kondisi tubuhku? Waktuku tidak banyak dan besok aku harus pergi bersama Sarr ke tempat Militer."


"Kakak rasa... Kurasa.. tidak mungkin."


"Kurasa apa? Katakan saja. Aku siap mendengar hal yang buruk sekalipun."


Funuell merasa berat. Genggaman tangannya semakin erat menekan. "Baik. Kakak akan katakan yang sebenarnya. Sekarang adik telah mengalami lumpuh dan tidak dapat berjalan normal. Kakak tidak tahu apa yang terjadi dalam pertarungan adik. Tapi Kakak melihat kalau Adik lebih parah menderita dari pada Arch yang telah dikalahkan. Arch, Dupp dan Arbakir tidak mau menjelaskan apa yang terjadi di ruang dimensi.


"Lumpuh?" Ragil bergumam dalam hati.?


Bayangan pikiran Ragil melayang layang mengimajinasikan bagaimana kelumpuhannya menghadapi kekacauan Landria saat ini.


Tidak ada yang harus di sesali. Ini sebuah resiko dari sikap yang dia ambil. Yang terpenting adalah bagaimana caranya agar tujuannya tetap tercapai meskipun dalam kondisi seperti ini. Jika kematian datang. menjemput pun dia tidak menyesalinya.


"Kakak. Coba kakak lepaskan semua tusukan jarum ini." pintanya.


"Tusukan ini untuk membangkitkan pergerakan saraf. Supaya cepat pulih. Paling tidak selama seminggu adik harus berada dalam tusukan akupunktur."


"Tolong Aku. Lepaskan lah semua jarum ini. Adikmu ini tetap akan mati jika tidak bertemu Valkirie. Karena adikmu ini telah melakukan Perjanjian Array."


Ragil menjelaskan tentang perjanjiannya dengan Naery Sarr yang juga alasan Sarr membantunya selama ini. Funuell kini menyadari apa alasannya Pembunuh No 1 andalan Valkirie ini membantu urusannya Ragil.


Funuell merasa sedih. Dia serba salah. Dia tidak menyangka kalau Ragil telah melakukan Perjanjian Array. Tapi kalau jarum dilepas maka umurnya tetap akan pendek. Tanpa pikir panjang Funuellpun memeluk Ragil. Air mata nya mulai membasahi pipi. Rasa iba menguasai dirinya. Pria yang begitu hebat dan telah menyembuhkan dirinya sementara tidak seorangpun yang dapat menyembuhkannya. Kini Dewa penolongnya berada dalam kesakitan dan tidak ada yang menyembuhkannya.


Awalnya Ragil tersentak kaget tidak menyangka. Setelah dilihat airmata dan wajah tulus Funuell, muncul rasa kasih yang dalam. Funuell benar benar menganggap dirinya seperti adiknya sendiri. Dia tidak sungkan untuk memeluk seorang pria. Aroma wangi dari gadis itu tercium oleh nya. Anehnya, Ragil tidak merasakan hasrat seperti pria dengan wanita terhadap Funuell. Bahkan keinginan menciumpun tidak ada di kepalanya. Yang ada hanya rasa kasih sayang.


Ragilpun membalas pelukan itu dengan perasaan. Jari dari lengan tangan kanannya menyeka air mata. Kemudian dengan tangan yang sama membelai rambut gadis itu.


"Terima kasih Kakak. Aku tidak menyangka sedemikan besar perhatian Kakak kepadaku." Suara Ragil lembut penuh perasaan.


Funuell memang sudah sangat menaruh kasih sayang kepada pemuda yang belum lama di temuinya ini. Ketika Ragil menyinggung pembicaraan menjadi kakak dan adik, hatinya menyambut sangat senang. Tapi untuk melepaskan jarum akupunktur membuat hatinya semakin sedih.


Sering terjadi di Landria, Dua orang mengangkat sumpah sebagai saudara. Itu biasanya untuk dua orang pria atau dua orang wanita yang mengangkat saudara. Tapi kali ini persaudaraan terjadi antara pria dan wanita.

__ADS_1


Tentu saja Ragil enggan mengangkat sumpah. Dia juga berharap agar Funuell tidak meminta untuk mengangkat sumpah. Apalagi awalnya dia menyebut kakak adik itu secara asal saja bukan karena ingin menjadi adiknya. Hanya agar komunikasi mereka lebih lugas tanpa ada batasan oleh perasaan sopan santun. Tapi siapa sangka justru itu membuat hati Funuell sangat senang di panggil kakak.


"Aku akan melepaskan jarumnya. Tapi harus kau ingat bahwa umurmu tidak akan mencapai enam bulan. Jadi Kakakmu ini akan selalu berada di sisimu kemanapun kau pergi. Supaya kakak bisa melakukan tusuk jarum akupuntur saat ada kesempatan.


Ragil juga terkejut tidak menyangka kalau masa hidupnya tinggal enam bulan. Dengan Saul Watcher nya dia tahu memang akan segera mati. Hanya tinggal tunggu waktu. Tapi tetap tidak menyangka kalau sesingkat itu.


Walau demikian dengan berat hati Ragil harus mengatakan dengan jujur kepada saudara yang baru diangkatnya ini. "Adikmu ini berjanji akan mencari mu untuk tusuk jarum. Tapi untuk pergi ke Valkirie sepertinya tidak mungkin bisa mengajakmu. Karena yang pergi hanya aku dan Sarr saja.


Mendengar itu bagai di sambar geledek, Funuell melepaskan pelukannya "Tidak bisa..." Belum lagi Funuell menyelesaikan kalimatnya, Ragil telah menutup mulutnya.


"Aku berjanji tidak akan mati dan akan langsung datang kepadamu setelah urusanku selesai dengan Valkirie." Ragil tidak ingin membuat saudara angkat barunya ini semakin bersedih. "Aku memiliki kartu Truf yang membuat Valkirie tidak akan membunuhnya."


Ragil menceritakan tentang Cermin Bulan yang begitu sangat di inginkan oleh Valkirie. Dia tidak mungkin menceritakan kepada orang lain kecuali orang yang sangat di percayai.


Mendengar penjelasan Ragil membuat hati Funuell tenang kembali.


"Aku berjanji akan selalu menjaga kakak seperti kakakku sendiri selama aku masih bernafas."


Biasanya seorang gadis, hatinya akan luluh mendengar gombalannya laki laki. Tapi tidak demikian dengan Funuell.


Ragill melihat di sudut ruangan terdapat sebuah kursi roda. Pasti itu sudah di persiapkan Paniell untuk nya.


"Apakah itu kursi roda yang di persiapkan untukku."


"Benar. Ayah menyediakan untuk mu sebelum dia pergi."


"Mengapa bukan Ayahmu saja yang merawatku Tapi malah kakak yang tinggal disini "


"Apakah kau tidak senang dirawat wanita cantik seperti kakakmu ini. Atau lebih suka dirawat oleh orang tua yang selalu serius. Ini semua kemauanku sebagai balas Budi akan kebaikanmu. Tapi kalau kau tidak senang maka aku akan pergi." Mimik wajahnya terlihat cemberut.


"Owh begitu. Kupikir karena kau naksir aku. Ahhh... Ternyata aku salah duga. Hilang kebahagiaanku sesaat." Ragil sudah kembali ke sifatnya semula yang suka bercanda tidak pernah serius


"Dasar kau. " Sebuah tinju kecil memukul pundak Ragil. "Aku adalah kakakmu.tahu."


"Yahhh... Kakak saat ketemu sudah besar."

__ADS_1


"Ragil Biarlah seperti itu. Aku senang menjadi kakakmu dengan demikian aku bisa semakin dekat denganmu. Kakakmu ini tidak pernah memikirkan naksir naksiran. Kakakmu tidak pernah memikirkan tentang pernikahan sama sekali. Kakak lebih tertarik akan kemajuan ilmu Sihir. Karena itu Kakak anggap pernikahan hanyalah penghambat perkembangan sihir seseorang. Terutama bagi wanita." Funuell kembali ceria, Rasa duka di hatinya sudah lenyap.


"Aku kan tidak pernah mengatakan ingin menikah. Aku cuman berpikir kau naksir aku." Ragil berkilah.


"Dasar memang mulut jahat." Funuell sudah selesai melepaskan semua jarum nya. "Mulai sekarang Kakak akan menjadi dokter pribadimu yang selalu pergi dan merawat dirimu. Kemanapun kau berada. menyiapkan makanan sehat untukmu, memandikanku, membawa kursi rodamu."


"Betapa bahagianya diriku ada seorang Kakak yang sangat cantik selalu berada di sisiku. Merawat aku, menyuapi makanan untukku dan juga memandikan aku."


"Hei. Kakak melakukan ini karena tugas sebagai tabib adalah seperti itu. Jadi jangan bicara omong kosong. Ini sudah biasa ku lakukan di tempat asalku."


"Aku bisa saja tidak mengatakan. Tapi hatiku tidak bisa berbohong kalau aku akan merasa bahagia. Pria mana coba yang tidak mau dilayani oleh mu."


"Jangan diteruskan gombalanmu. Aku tadi lupa mengatakan sejak pagi ada beberapa orang datang mencari Raja Kegelapan." Funuell membantu Ragil untuk duduk di dipan.


"Wahh, cepat sekali mereka datang. Bisakah kau membantuku memanggil Arch dan Dupp."


"Baik. Tapi sebelumnya kau harus mencoba kursi roda ini. Semoga sesuai dengan mu." Funuell mengambil kursi roda yang terbuat dari kayu dan karet sebagai ban.


Kursi roda itu di letakkan di hadapan Ragil. Kemudian Funuell dengan hati hati mengangkat punggung Ragil dan kaki nya.


Kini Funuell sedang membopong Ragil. Pertunjukkan ini terlihat seperti pengantin baru dimana si mempelai pria menggendong mempelai wanita untuk masuk ke pelaminan. Hanya ini beda nya yang mengangkat seorang gadis dan yang di angkat seorang pria menuju ke kursi roda.


Ragil pasrah ketika di gendong oleh gadis putih mulus ini. Wajah mereka saling berdekatan. Kembali Tercium aroma wangi dari tubuh Funuell.


"Seharusnya kau taruh kursi rodanya yang jauh agar aku bisa menikmati di gendong olehmu."


Funuell tersenyum. Dia sudah terbiasa dengan perkataan Ragil. "Jangan kuatir adikku. Kalau kau bisa sembuh maka kakak akan selalu menggendong mu sesuka hatimu."


Funuell dengan cekatan meletakkan Ragil di kursi roda. merapihkan pakaiannya agar memberikan penampilan yang baik. Setelah semuanya selesai, dia mohon pamit untuk mencari Dupp dan Arch.


Setelah Funuell menghilang dari situ, Ragil mulai mencoba menggerakkan kakinya. Ternyata benar kalau kaki nya sudah tidak dapat di gerakkan Ragil. Dia benar, benar cacat.


Ragil mulai menerawang kursi roda iitu dengan Soul Watcher miliknya. Ukurannya, panjangnya, beratnya semua bentuknya. Semua informasi itu masuk dalam pikirannya kemudian terbentuk sebuah kursi roda di dalam imajinasinya. kelak dia dapat membuat kursi roda yang mirip dengan menggunakan material Blackblood.


.

__ADS_1


__ADS_2