
Di negara x
Di sebuah cafe tempat para muda-mudi berkencan
Plak....
Tamparan melayang di wajah pria bertubuh tinggi tegap serta tampan.
"Kamu berani menamparku?" bentak pria itu tetapi ia tidak ingin membalas karena bagaimanapun wanita itu sudah menjadi bagian dari hidupnya.
"Kamu jahat sayang pergi begitu saja meninggalkan diriku! Apa maksud dari itu semua? hah....?" Bentak wanita tinggi semampai.
"Kamu juga sudah tau alasannya apa. Hmmm jadi tidak perlu diperjelaskan lagi, aku lelah dengan semua itu." Ujar pria itu.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku sayang, itu semua bukan ulahku," tangis wanita itu sembari memohon.
"Semua karena kamu aku kehilangan orang yang sangat aku cintai, bahkan aku ikut serta menyakitinya tanpa ia ketahui. Aku sangat menyesal dengan apa yang aku lakukan selama ini. Aku bodoh telah mempercayaimu," ujar pria itu sembari mengusap wajahnya. "Mulai sekarang kita tidak memiliki hubungan lagi, pergi menjauh dari diriku. Aku sangat muak dengan ulah dirimu serta keluargamu!" Bentaknya dengan sorot mata berapi-api.
"Tidak semudah itu sayang hiks hiks...." Tangisnya sembari menarik-narik lengan pria itu.
"Lepaskan Sinta. Untuk apa lagi? atas dasar apa aku tetap bersamamu? semua sudah tidak ada gunanya lagi," ujarnya dengan wajah memerah sembari menepis lengan Asinta, ya wanita itu adalah Asinta. "Jangan pernah temui aku lagi, aku muak melihat wajahmu serta kedua orang tuamu. Aku tidak ingin punya urusan lagi dengan kalian," sambungnya.
"Tidak sayang, aku hanya memiliki dirimu. Jangan tinggalkan aku, aku bela-belain menyusulmu kesini," mohon Asinta sembari terisak.
"Singkirkan tanganmu dan simpan air mata buayamu itu," bentaknya sembari merapikan kamera yang bertengkar di leher. "Ingat jangan pernah ikut campur dalam masalah pribadiku lagi, jika itu terjadi akan aku ceritakan semua atas apa yang kalian sembunyikan," ancam pria itu sembari melangkahkan kaki.
Hahaha....
"Apa kamu bilang? ingin ceritakan? silahkan saja jika kamu berani. Ingat kamu juga berperan dalam hal ini," tawa Asinta sembari memandangi punggung pria itu.
Mendengar hal itu membuat pria itu menghentikan langkahnya, lalu berbalik dengan raut wajah marah disertai sorot mata yang tajam.
"Apa kamu takut sayang? hmmm apa setelah ia mengetahui kebusukanmu akan kembali kepadamu? begitu maksudmu?" tawa Asinta dengan sikap berani.
"Tutup mulutmu!" Bentaknya sembari mencengkram wajah Asinta sehingga membuat Asinta mendesis.
Setelah mengatakan hal itu pria itu pergi begitu saja, tetapi sebelumnya ia menghempaskan tubuh Asinta sehingga membuatnya tersungkur di lantai.
"Kurang aja*!" Amarah Asinta setelah mendapatkan perbuatan pria yang ia cintai.
Prok....Prok.... prok
Tepuk tangan seseorang mengejutkan Asinta sehingga membuatnya menoleh kebelakang. Seketika membuatnya tercengang serta wajah berubah menjadi pucat pasi.
__ADS_1
Deg
"Honey," gumam Asinta dengan raut wajah tidak bisa dibayangkan. Sungguh ia sangat terkejut melihat kehadiran sang kekasih tanpa ia ketahui.
"Kamu terkejut melihat kedatanganku? bahkan telah mendengar semua perbincangan kalian?" ujar Filio sembari melangkahkan kaki semakin mendekati Asinta. "Jelaskan semua itu kepadaku! Ternyata kamu adalah wanita licik," bentak Filio sembari mencengkram wajah Asinta dengan sangat keras sehingga membuat Asinta mengaduh menahan rasa sakit.
"Lepas honey ini sangat sakit," lirih Asinta memohon sembari menggapai lengan Filio bermaksud melepaskan cengkraman itu tetapi sayangnya itu tidaklah berhasil.
"Jangan pernah ulangi lagi panggilan itu dari mulut licikmu!" Bentak Filio sembari menghempaskan wajah Asinta yang seperti mayat hidup.
Aaakkk
Ringis Asinta
"Jelaskan rahasia apa yang kalian sembunyikan?" ujar Filio dengan amarah luar biasa.
"Ho....eh," lirih gugup Asinta dengan sangat takut.
"Jelaskan!" Bentaknya dengan nada meninggi sehingga mengundang para pengunjung cafe memperhatikan mereka.
"I... ini bukan. Aku juga tidak tau," elak Asinta.
"Kamu masih bisa berbohong? kamu lupa sedang berhadapan dengan siapa? aku bisa saja melakukan apa, " Filio kembali mencengkram wajah Asinta lebih keras lagi. Sungguh emosi Filio di atas puncak.
Mendengar hal itu membuat Filio melepaskan cengkraman itu sehingga membuat Asinta bernafas lega.
"Ikut aku!" Bentak Filio sembari menyeret tangan Asinta membawanya pergi dari cafe itu. Mau tidak mau Asinta mengikutinya.
Filio membawa Asinta ke bandara. Hari ini juga mereka harus kembali ke tanah air. Sungguh Filio tidak sabaran mengetahui sebuah rahasia itu. Dalam perjalanan ia tidak bisa tenang. Percuma ia menyuruh Asinta menjelaskannya karena wanita itu tidak ingin menjawab. Ia serahkan semuanya nanti kepada kedua orang tuanya.
...******...
Di rumah mewah
Brak
Tubuh semampai indah milik Asinta tersungkur di atas lantai tepat pada kaki Farhan. Sungguh kedua paruh baya itu terkejut melihat apa yang terjadi. Filio dengan Asinta datang tiba-tiba, dan apa yang dilakukan Filio kepada putri mereka sungguh hal yang mustahil yang mereka kira.
Aaaw
Ringis Asinta karena keningnya menyentuh kaki sofa.
"Apa yang kamu lakukan?" bentak Farhan sembari bangkit.
__ADS_1
"Tanyakan saja kepada putri kalian itu. Bahkan tanpa aku beritahu kalian juga sudah tau apa yang telah terjadi karena ini semua juga ulah dari kalian," ujar Filio tanpa merasa takut.
Deg
Mendengar perkataan Filio membuat kedua paruh baya itu saling memandang dengan perasaan was-was. Tidak lama keduanya menatap Asinta yang hanya tertunduk terdiam.
"Apa maksudmu?" ujar Farhan berusaha bersikap tenang seperti tidak ada yang terjadi.
Filio melangkah lalu menduduki dirinya di sofa yang berada dihadapan mereka dengan kaki disilangkan. Melihat sikap Filio membuat sorot mata Farhan maupun Mira melotot. Sedangkan Asinta tidak bergeming, wanita itu sudah pasrah atas apa yang terjadi nantinya.
"Jelaskan semuanya kepadaku sekarang juga!" Tegas Filio sembari menatap tajam kepada ketiganya.
Mendengar perkataan Filio membuat Farhan maupun Mira menegang. Dalam pikiran keduanya apakah putra penerus JANUAR GRUP telah mengetahui apa yang menjadi rahasia mereka selama ini. Tetapi setenang mungkin keduanya berusaha bersikap tenang seperti tidak tau apa-apa.
Melihat perkataannya di acuhkan membuat Filio sangat murka.
Prang
Dengan buku-buku jarinya Filio melemparkan asbak terbuat dari kaca di lantai marmer tepat berada di kaki Farhan. Tentu saja asbak itu menjadi hancur terpecah.
"Apa kalian ingin menjadi asbak ini baru mengatakan semuanya?" ancam serta bentak Filio dengan sikap tenangnya.
Farhan maupun Mira begitu kaget. Ya sekarang mereka paham jika apa yang mereka kira itu benar.
"Papa, Mama." Lirih Asinta. "Pa, Ma jelaskan semua apa yang terjadi," kata Asinta gugup.
"Mak-maksudmu menjelaskan apa sayang?" tanya Mira masih berpura-pura.
"Apa yang harus kami jelaskan? bahkan kami tidak tau apa yang menjadi pertanyaan Filio," timpal Farhan ikut berpura-pura.
Prok prok
"Sungguh akting dan sandiwara kalian diacungi jempol," ejek Filio.
"Papa, Mama dia sudah mengetahuinya," ungkap Asinta. "Untuk itu jelaskan semuanya dari awal," sambung Asinta dengan lirih.
Deg
Kedua paruh baya itu sangat kaget.
...******...
Untuk 1 minggu crazy up 3 bab perhari. Semoga tidak ada halangan atau kesulitan bagi author untuk menulis🙏
__ADS_1