
Hari bahagia itu tiba.
Resepsi pernikahan itu di gelar di kapal pesiar milik Sky dan Zefanya (Zeze) yang pernah di hadiahi Sky sebagai kado pernikahan mereka.
Ribuan tamu undangan menghadiri undangan itu, bahkan dari mancanegara juga. Ya ini adalah pesta pernikahan CEO terkenal.
Sebagian tamu undangan juga sangat penasaran siapa sosok wanita yang berhasil menaklukan hati sang CEO sekaligus Ibu dari triplets, karena selama ini publik belum tau.
Keluarga besar Januar dari generasi ke generasi sudah berkumpul bergabung dengan para tamu undangan yang kebanyakan para sahabat dan rekan bisnis.
Di kamar
Filio tanpa berkedip menikmati kecantikan Asilla. Ya Asilla sudah di dandani oleh MUA terkenal.
"Ada apa? apa ada yang salah?" tanya Asilla cukup heran.
Filio menggeleng sembari tersenyum.
"Kamu cantik sekali sayang," puji dan kagum Filio. "Maaf hari bahagia ini baru sekarang aku wujudkan," imbuhnya dengan mata sayu.
"Suamiku juga tampan sekali," balas Asilla sembari meletakan telapak tangannya menyelusuri dada Filio.
"Benarkah?"
"Iya sayang, kamulah pria yang paling tampan," jujur Asilla.
Hmmm
"Tidak mungkin," seketika raut wajah Filio berubah karena terlintas di ingatannya mantan kekasih Asilla.
"Ada apa?" Asilla kembali bertanya karena melihat perubahan wajah Filio, sungguh wanita cantik ini tak peka.
"Bukankah aku orang kedua," gumam Filio tak bersemangat.
Asilla tersenyum, sekarang ia tau apa penyebab perubahan raut wajah sang suami.
"Sayang aku ingin jujur,"
Filio mengernyit.
"Jujur?"
Asilla mengangguk.
"Pertama kali aku melihatmu di restoran beberapa tahun lalu, aku sempat terpesona dengan wajah tampan ini," ungkap Asilla sembari mengusap wajah Filio dengan lembut.
Deg
Mata Filio membulat tak percaya dengan apa yang barusan Asilla katakan.
"Hmmm tetapi pria tampan itu begitu cuek,"
Dengan cepat Filio memegang tangan yang sedang mengelus wajahnya, lalu ia kecup berkali-kali.
"Siapa bilang? kamu saja yang tak menyadari jika pria tampan itu ternyata diam-diam curi pandang," ungkap Filio.
__ADS_1
Hah....
Filio mengangguk.
"Berarti kita sama-sama-----,"
"Terpesona!" Filio mengakhiri.
Cup
Asilla terharu langsung menjinjitkan kaki menyambar bibir seksi itu.
Hmmm
"Uuh mata Dela ternodai," cicit Fredella karena tidak sengaja kedua mata sucinya memandangi kedua mempelai saling bermesraan.
"Sayang," gumam Asilla sehingga dengan refleks ia mendorong dada Filio agar menjauh.
"Selalu ada pengacau," tandas Filio.
"Maaf ya bukan berarti Dela ingin menganggu tetapi ini perintah dari Mommy. Waktunya kedua mempelai keluar dari kamar dan menemui para tamu undangan," jelas Fredella.
Hmmm
"Kakak ipar cantik sekali," puji Fredella mengagumi paras cantik Asilla hari ini.
Filio mengenakan tuxedo warna hitam, dengan dalaman kemeja warna putih. Sedangkan Asilla mengenakan gaun panjang warna putih dengan rambut terurai.
"Siapa dulu, istri Kakak. Ayo sayang," ujar bangga Filio dengan melingkarkan tangannya sehingga lengan Asilla kini memeluk tangannya.
Kedua mempelai di sambut ribuan undangan dari kalangan atas bahkan bawah. Semua karyawan dari JANUAR GROUP mendapat undangan dan wajib menghadiri. Semua gratis bahkan mendapat paket menginap.
Sungguh Sky dan Zeze ingin mengulangi momen sekali seumur hidup itu, sehingga mereka mengulangi kepada Filio dan Asilla. Dan hari itu pun terlaksanakan sesuai rencana. Senyuman keduanya merekah menyambut kedua mempelai seakan seorang pangeran dan ratu.
"Sayang cucu menantu kita mengingatkan Mommy puluhan tahun lalu," bisik Zeze.
Sky meraih tangan keriput itu lalu mengusapnya dengan penuh cinta.
"Iya sayang, dan akhirnya keinginan kita terwujud. Kita harus bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menyaksikan hari bahagia cucu menantu kita, dan masih berkumpul di tengah-tengah kebahagiaan ini," jawab Sky.
"Semoga mereka bahagia selalu!" doa Zeze.
Para tamu undangan terpesona dengan sosok Asilla yang menjadi mempelai wanita. Selama ini mereka penasaran siapa sosok Ibu dari triplets, tiga bocah tampan cantik itu.
"Wah cantiknya,"
"Pasangan serasi,"
"Pantas saja Tuan memilihnya. Menantu dari keluarga Januar sangat cantik,"
"Pangeran dan ratu yang sempurna,"
Begitulah kasak-kusuk para tamu undangan.
__ADS_1
Filio dan Asilla berjalan menuju singgasana sembari menebarkan senyuman, menggambarkan jika hari bersejarah ini mereka sangat bahagia.
Farres maupun Lyodra menyambut kedua mempelai dengan mata berkaca-kaca karena terharu. Bagaimana tidak karena mereka tau bagaimana proses perjalanan rumah tangga Filio dan Asilla tidaklah mudah. Bahkan keduanya sepakat untuk berpisah, tetapi karena memang sudah takdir semua itu tak terjadi dan kini mereka menciptakan hari paling bahagia itu dan disaksikan ribuan orang.
Acara demi acara berjalan lancar, dan kini kesempatan untuk Filio membaca puisi yang sudah ia persiapkan, dan itu murni dari lubuk hati yang paling dalam. Bahkan Asilla tidak tau itu dan ia cukup kaget mendengar sang pembawa acara menyampaikan kehadapan ribuan orang.
Filio tanpa rasa malu membawa Asilla berdiri dengan kedua tangan menggenggam tangan Asilla. Sehingga posisi mereka saling berhadapan.
*Melalui sumpah pernikahan yang dibuat beberapa tahun lalu kita sekarang adalah suami istri.
Kami bersumpah bahwa kami akan menghormati, cinta dan hargai seluruh hidup kita.
Sumpah janji yang rendah hati ini, ketika kita mengucapkan kata-kata, " Aku bersedia"
Adalah sumpah yang tidak akan kita anggap enteng, tetapi sumpah yang selamanya benar.
Aku meletakan cincin di tanganmu, dan kamu menempatkan dan satu di miliku.
Arti simbol ini, mudah untuk didefinisikan.
Untuk sumpah kami, kami akan setia.
Untuk satu sama lain, kami akan jujur.
Kepada Tuhan aku sangat bersyukur, untuk memberkati aku dengan kamu.
Kami akan dengan bangga memakai cincin ini kemanapun dalam hidup kita pergi.
Kami bergabung sekarang sebagai suami istri dan ingin dunia tau*.
Cup
Filio mengecup punggung kedua tangan Asilla.
*Bergandengan tangan kita berjalan bersama, kasih karunia Tuhan menghangatkan kita dari atas.
Itu Dia yang aku ucapkan Terima kasih setiap hari aku bangun karena memberkati aku dengan semua cintamu.
Kamu adalah sinar matahari di pagi aku dan burung yang menyanyikan laguku.
Dalam hidup ini saat aku bermasalah kaulah yang membuatku kuat.
Kamu adalah Ibu dari anak-anak aku dan udara yang memberiku kehidupan.
Temanku yang paling sejati, hatiku, jiwaku, istriku*.
"Dihadapan ribuan tamu undangan aku Filio Januar memperkenalkan Nyonya, menantu dari keluarga Januar yaitu Asilla Januar. Dia adalah istriku," ujar Filio setelah mengakhiri puisinya. "Dia wanita yang sangat aku cintai, dan dia wanita yang akan menua bersamaku." Imbuhnya mengakhiri.
Tes tes
Bulir bening sejak tadi membendung akhirnya bergulir membasahi kedua pipi mulus itu. Ya Asilla terenyuh dengan kata-kata yang keluar dari mulut Filio.
"Aku mengizinkan kamu menangis hari ini dan untuk seterusnya aku tidak ingin melihat kamu meneteskan air mata," kata Filio di hadapan para tamu undangan sembari menyeka air mata itu.
"Apa kamu ingin tau jika air mata ini adalah air mata kebahagiaan? aku sangat bahagia sehingga tidak dapat memendungnya. Terima kasih sayang atas cinta tulus kamu untukku. Kamu dan seluruh keluarga besar menerima diriku apa adanya, dengan derajat yang sangat jauh berbeda." Ungkap Asilla mengakhiri.
__ADS_1
"Papa.....Mama...." Triplets berulah.
...******...