
Pagi menjelang
Asilla sudah terbangun sebelum anggota keluarga terbangun. Tadi malam ia tidur bersama kedua putrinya karena mendapat paksaan. Mau tidak mau Filio mengizinkannya. Sungguh perilaku kedua putri mereka membuat Filio kesal, padahal ia ingin menuntaskan yang sempat tertunda tadi.
Sedangkan Moses ikut tidur dengan Opa sama Oma karena Farres dan Lyodra menginap.
Asilla sedang asik mengaduk sup. Tiba-tiba ia kaget mendapati kedua tangan melingkar di perutnya.
"Sayang mengagetkan saja," lirih Asilla sembari mengatur nafasnya karena jantungnya sedikit berdebar.
Hmmm
"Kamu wangi sekali sayang," bisik Filio sembari mengendus teguk Asilla.
Kening Asilla mengerut karena perkataan Filio padahal ia sekarang belumlah mandi.
"Aku bahkan belum mandi, dari mana datangnya wangi. Sangat gombal!" cicit Asilla.
Hmmm
"Mau aku temani mandi?" goda Filio memang sangat menginginkan tetapi hanya sekedar mandi saja karena untuk hari ini mereka tidak punya waktu akibat para pengacau.
"Aku lagi masak," jawab Asilla dengan wajah memerah bahkan ia mengendikan bahu agar pelukan itu terlepas.
"Tenang sayang aku akan menahannya sampai hari itu tiba. Aku ingin malam pertama kita sangat berkesan,"
"Malam pertama?" gumam Asilla.
Hmmm
"Masak apa? harum sekali," tanya Filio bersamaan aroma masakan itu memenuhi isi dapur. Ia mengalihkan pembahasan tadi karena jujur saja dadanya sesak dengan masa lalu itu.
"Sup kepiting sayang, hmmm kesukaan Daddy sama Mommy," jawab Asilla tangannya tetap bekerja.
Bibir Filio melengkung. Istrinya ini adalah menantu idaman. Bukan hanya cantik serta cerdas, Asilla juga pintar masak. Pokoknya perfek yang ada pada dirinya.
"Kamu memang istri idaman sayang, kamu sangat peduli kepada mertuamu. Aku sangat bersyukur bisa menjadi pendamping kamu, walau tidak mudah untuk sampai ke tahap ini," ungkap Filio tanpa melepaskan pelukannya.
"Sayang bukankah itu memang seharusnya. Orang tuamu adalah orang tuaku juga," balas Asilla dengan menyunggingkan senyuman.
Filio melepaskan pelukan itu lalu membalikan tubuh Asilla menghadap kepadanya.
"I love you!" Kata manis di pagi hari yang Asilla dapatkan dari seseorang yang sangat ia cintai yaitu suaminya sendiri.
"I love you too!" Balas Asilla dengan raut wajah terharu.
Filio langsung mendekap tubuh Asilla memeluknya dengan penuh cinta.
"Tetaplah seperti ini, selalu mencintaiku. Jangan pernah ucapkan kata bosan karena itu membuatku gila," bisik Filio sembari menghirup aroma pucuk kepala Asilla.
"Aku berjanji," balas Asilla mengangguk.
__ADS_1
Keduanya memejamkan mata dengan pikiran masing-masing. Keduanya merasakan hal baru, ya kebahagiaan yang baru lahir dan berkembang.
...******...
Di meja makan mereka menikmati sarapan yang dimasak oleh Asilla.
"Sayang ini enak sekali," ternyata sup kepiting buatan Asilla sama persisi rasanya dengan biasa ia masak.
"Terima kasih kalau Mommy menyukainya," jawab Asilla.
"Iya Nak ini enak sekali, tidak ada ubahnya dengan masakan Mommy," timpal Farres.
"Terima kasih Dad," balas Asilla tersenyum.
"Sayang jangan keseringan masak kesukaan Daddy sama Mommy,"
Mendengar perkataan Filio yang tidak enak didengar membuat semua orang menatap dengan penuh tanda tanya.
Hmmm
Filio pura-pura tidak menyadari jika dirinya sedang di tatap dengan tatapan penuh tanya.
"Maksudmu apa sayang berkata begitu," tanya Lyodra.
"Bukan kenapa-kenapa Mom, Iyo hanya tidak ingin diganggu saja," jawab Filio masih penuh teka-teki.
"Jadi menurutmu kami pengganggu?" sambung Farres menghentikan suapan.
"Daddy sama Mommy tidak tau saja dengan momen seperti ini. Tadi malam saja sudah gagal total," desis Filio.
"Kamu memang jahil sayang, kenapa masalah ini kamu bicarakan lagi," batin Asilla sembari merapikan leher bajunya takut sesuatu terlihat.
"Mama ingin itu," suara manja Isabella menyadarkan Asilla. Isabella menunjuk puding.
"Abel mau? ini sayang," Asilla langsung menyodorkan potongan puding jagung kepada Isabella. "Sayang kalian mau juga?" tanya Asilla kepada Gabriella dan Moses.
"Gaby akan makan sepulang sekolah Ma," jawab Gabriella.
"Moses sudah kenyang Mama," sambung Moses.
Asilla mengangguk.
Mereka kembali melanjutkan menikmati sarapan pagi disertai obrolan. Setelah sarapan anak-anak pergi ke sekolah dan begitu juga dengan Farres dan Lyodra mereka pulang ke Mansion. Dan tinggallah Filio dan Asilla di rumah. Hari ini dan seterusnya selama menjelang resepsi pernikahan Filio cuti dan melemparkan tanggung jawab kepada Gio sang Asisten.
Asilla datang menghampiri Filio yang tengah selesai menghubungi seseorang.
"Sayang aku sudah memerintahkan seseorang, jadi kamu jangan khawatir lagi," ujar Filio sembari mengelus rambut indah terurai itu.
Tatapan tak percaya Asilla mencermati wajah Filio.
"Benarkah sayang?" tanya Asilla dengan lirih.
__ADS_1
"Apapun yang kamu minta aku akan turuti sayang, walaupun bertentangan dengan hatiku tetapi demi kebahagiaanmu aku mengalahkan ego ini," ungkap Filio.
"Terima kasih sayang dan maafkan aku," lirih Asilla tanpa bisa membendung air matanya.
"Cukup ! Kamu lupa apa yang kukatakan?" Filio menyeka air mata itu.
Asilla mengangguk seakan mengerti.
...******...
Hari-hari berlalu dan kini tibanya mereka fitting baju, sedangkan lusa adalah hari bahagia itu.
Karena keinginan serta permintaan Sky dan Zeze, maka Filio dan Asilla akan menggenakan busana yang dirancang oleh seorang desainer ternama dari luar negeri. Dengan tidak menolak keduanya menyetujui, padahal Asilla adalah seorang desainer juga.
Kini mereka berdua sudah berada di Mansion Opa, Oma mereka. Keduanya sedang asik berbincang dengan Opa dan Oma, walaupun sedikit tetapi tidak membosankan bagi mereka. Ya pendengaran serta pengelihatan Sky dan Zeze sedikit terganggu, maklum sudah berumur dan mengalami pikun.
"Maaf Tuan, Nyonya menganggu. Ada yang ingin bertemu," tiba-tiba pelayan menghampiri sehingga membuat obrolan mereka terputus.
"Persilahkan masuk!" Titah Sky.
Ternyata yang ingin bertemu adalah Asisten yang merancang gaun serta tuxedo mereka. Filio dan Asilla langsung mencobanya.
Asilla keluar dan memperlihatkannya kepada Zeze.
"Ya ampun cantik sekali kamu sayang, gaun ini sangat pas di tubuhmu.
"Terima kasih Mom,"
Tidak lama Filio juga keluar dengan mengenakan tuxedo.
"Kamu sangat tampan Nak," puji Zeze.
"Sangat cantik," kagum Filio.
"Kamu juga tampan sayang,"
Sky maupun Zeze merasa sangat bahagia dengan apa yang dicapai oleh kedua cucu yang sangat mereka sayangi. Apa lagi Filio adalah cucu laki satu-satunya di sebelum Moses lahir.
Kini mereka kembali mengobrol di ruang keluarga.
"Sesuai janji Oma, maka kami menyerahkan Mansion ini kepada kalian," ungkap Zeze. "Kami ikut bahagia, terlebih kamu seutuhnya menjadi menantu kami sayang," imbuhnya sembari mengelus sayang kepala Asilla.
"Oma," Asilla mengelus punggung tangan yang sudah keriput itu.
Huk huk
Sky terbatuk sehingga dengan cepat Asilla memberikan air minum.
"Iya Nak jaga Mansion ini karena banyak kenangan di sini," timpal Sky. "Dan umur Opa, Oma sudah tidak lama lagi," imbuhnya.
"Iya Opa, Oma," jawab mereka serentak.
__ADS_1
...******...
•Bab 79 masih di revisi sehingga updatenya jadi meloncat.