Lihat Aku Sekali Saja

Lihat Aku Sekali Saja
Bab. 39. Rahasia Besar Terkuak 2


__ADS_3

Demi apapun Filio sangat terkejut dan tak percaya dengan apa yang di ceritakan Farhan beserta Mira dan Asinta kepada dirinya.


"Brengse*" teriak Filio sembari menumbrak meja sofa sehingga menimbulkan bunyi keras. Tentu saja membuat ketiga orang itu terkejut.


Farhan, Mira dan Asinta hanya bisa menunduk menerima amukan dari Filio.


"Ceritakan selanjutnya!" Bentak Filio dengan amarah menggebu karena ketiganya lama terdiam.


# FLASHBACK #


Dengan kejadian itu membuat Asilla mengandung tanpa tau siapa Ayah dari calon janin yang ia kandung. Bertepatan dengan itu juga ternyata Asinta juga mengandung darah dagingnya dengan kekasih gelapnya.


Di rumah kediaman keluarga Candrawinata. Telah duduk Asinta beserta sang kekasih.


"Kalian sangat ceroboh," kata Mira sangat murka.


"Maaf Mama," jawab Asinta juga menyesal atas kecerobohannya. Bisa-bisa mereka melupakan pakai pengaman ketika berhubungan. Ya Asinta dengan sang kekasih selayaknya sepasang suami istri.


"Kalian harus segera menikah secara diam-diam," suara bariton dari Farhan membuat pria itu terkejut. Sungguh ia sangat menghindari hal itu.


"Tapi Om," sanggah pria itu.


"Tidak ada tapi-tapinya," bentak Farhan.


"Tetapi bagaimana karirku Papa?" rengek Asinta dengan manjanya. "Belum lagi menutupi semuanya dari Filio," imbuhnya.


Farhan maupun Mira terdiam. Mereka tau jika putri sulung mereka sejak lama melakoni pekerjaan model. Bahkan untuk sampai puncak bukanlah hal mudah. Banyak pengorbanan yang harus di korbankan. Keduanya berpikir bagaimana cara merencanakan sesuatu agar mereka bisa menutupi semuanya dari publik terlebih lagi dari putra penerus Januar.


Sedangkan Asinta dengan sang kekasih hanya terdiam. Keduanya pasrah menjalani apa yang akan diperintahkan oleh kedua paruh baya itu.


Seketika Mira mendapat ide cemerlang luar biasa menurutnya.


"Mama punya ide bagus," kata Mira membuyarkan keadaan yang sempat hening.


"Apa itu Ma?" tanya Asinta dengan tidak sabarnya.


"Dalam waktu dekat ini kamu harus segera menghilang didepan publik selama mengandung," jelas Mira dengan sorot mata memandang ke depan.

__ADS_1


Farhan maupun Asinta beserta sang kekasih saling memandang. Belum tau apa maksud dari rencana yang dirancang Mira.


"Kamu harus menghilang sayang. Tenang saja semua Mama yang atur," Mira beri tahu.


"Tapi Ma bagaimana mungkin? bagaimana dengan Filio?" kata Asinta tidak percaya dengan rencana itu.


"Kamu dengar dulu sampai selesai," kata Mira dengan sedikit emosi karena Asinta memotong begitu saja akan perkataannya.


"Harap dengar dulu Sinta atas rencana Mama kamu," ujar bariton Farhan.


Hmmm


Asinta mengangguk patuh begitu saja.


"Atas menghilangnya kamu nanti kita limpahkan saja kepada Adik kamu Sila. Sebelum itu kita membuat media cetak menyebarkan kehamilan Sila ke muka publik. Itu bermaksud atas kehilanganmu yang tidak diketahui akibat menanggung malu atas ulah Adikmu itu," kata Mira menjelaskan. "Untuk Filio kamu jangan khawatir karena ia akan termakan oleh kebohongan kita. Kamu harus mengirim pesan atas kepergianmu yang mendadak dan tidak memberi tau keberadaanmu, untuk itu kita harus berhati-hati karena kita sedang berhadapan dengan siapa." Imbuh Mira.


Mendengar rencana Mira tentu saja membuat kekasih dari Asinta tidak setuju tetapi ia tidak berani menolak. Lain halnya dengan Farhan dan Asinta mereka bahkan memuji kecerdasan otak wanita sosialita itu.


"Mama memang dapat dipercaya," sanjung Asinta sembari memeluk wanita yang telah banyak berjasa dalam hidupnya dari nol sampai sukses.


"Kamu semakin cerdas Ma," timpal Farhan sembari tersenyum.


Hmmm


Asinta berdehem karena tau apa yang akan dipikirkan oleh sang kekasih.


Atas kesepakatan itu maka mereka menjalankan rencana sesuai yang dirancang Mira.


...******...


Pagi itu Mira mendapat telepon mendadak dari pihak RS di kota x dimana tempat Asinta selama 9 bulan bersembunyi. Sungguh kabar itu bagai disambar petir bagi dirinya. Mira sempat pingsan mendengar hal itu.


Dengan tergesa-gesa Mira beserta Farhan berangkat ke kota x.


Tiba di RS mereka langsung menuju dimana Asinta di rawat.


"Sayang bangun," tangis Mira sembari memeluk tubuh terbaring Asinta yang dipenuhi alat medis. "Bangun sayang, jangan membuat Mama takut," imbuhnya terisak.

__ADS_1


"Sabar Ma," Farhan berusaha menenangkan sang istri.


Merasa puas mereka keluar langsung menuju ruang dokter. Mendengar penjelasan dokter membuat kedua paruh baya itu tidak bisa berkata apa-apa. Asinta dinyatakan koma dan rahimnya terpaksa diangkat akibat kecelakaan hebat itu. Akibat itu juga calon bayinya tidak bisa diselamatkan karena meninggal dalam kandungan akibat benturan keras menghantam pembatas.


Setelah itu mereka menemui menantu mereka yang menyebabkan kecelakaan karena ia yang sedang menyetir ketika mereka menuju RS ketika Asinta mengalami kontraksi. Dalam perjalanan mobil mereka menabrak sebuah truk yang bermuatan berat berlawan arah.


"Apa yang kamu perbuat?" bentak Mira dengan amarah sembari memukul-mukul tubuh kekar sang menantu.


"Kamu telah membuat putri kami mengalami koma serta kehilangan calon menantu," timpal Farhan tidak kalah tingginya.


"Aku tidak sengaja melakukan hal itu Pa, Ma." Jelasnya dengan wajah sedihnya. Dia juga mengalami luka kecil di seluruh tubuhnya tetapi tidak separah yang dialami Asinta.


"Kamu menghancurkan rencana yang telah dirancang," teriak Mira murka.


Dret dret


Ponsel Mira bergetar. Dengan segera ia meraih ponsel dalam tas bermerek miliknya. Ternyata ART yang menghubunginya.


Mira keluar dari ruangan dan berbicara dengan ART. Mendengar kabar itu membuat Mira tersenyum licik. Sungguh keberuntungan sedang berpihak kepada dirinya dalam situasi mencengkam seperti saat ini.


Setelah menutup sambungan telepon. Mira langsung mendapat ide cemerlang. Tidak ingin membuang waktu Mira langsung bergegas kembali masuk kedalam ruangan dimana ruang rawat sang menantu.


Dengan wajah cerita Mira menundukan dirinya di samping Farhan.


"Ada apa dengan Mama?" tanya Farhan sedikit curiga karena bisa melihat wajah ceria Mira. Bukankah barusan wajah sedih serta mata sembam Mira menangisi kondisi Asinta.


"Mama punya ide sesuai rencana yang sudah kita rancang tetapi ini sedikit beda karena semuanya berantakan akibat ulah dia," kata Mira sembari menunjuk sang menantu.


Mira menjelaskan maksudnya. Dengan hati lega Farhan setuju begitu saja tetapi tidak dengan sang menantu. Pria itu hanya bisa menghela nafas, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.


...******...


Di RS


Wanita berparas cantik sedang meronta menahan rasa amat sakit di perutnya. Tidak lama Mira masuk ke ruang persalinan Asilla. Dengan perasaan senang Asilla menyambut kehadiran sang Mama, sungguh ia tidak percaya hal itu karena selama mengandung Mira tidak peduli kepada dirinya.


Akhirnya Asilla berhasil melahirkan kedua putri cantiknya. Setelah anak kedua lahir ia tiba-tiba sedikit hilang kesadaran. Sampai ia kembali melahirkan anak ketiga tanpa di saudarinya. Setelah itu ia benar-benar hilang kesadaran. Ternyata bayi yang dikandungnya bukanlah kembar dua tetapi kembar tiga.

__ADS_1


Dengan itu Mira mengambil bayi ke tiga berjenis laki-laki untuk dinyatakan sebagai putra Asinta dengan Filio tanpa diketahui orang lain selain mereka. Ia membayar dokter beserta perawat yang menangani Asilla agar bekerja sama untuk menyembunyikan rahasia besar itu karena mereka tau sedang berurusan dengan siapa.


...******...


__ADS_2