Lihat Aku Sekali Saja

Lihat Aku Sekali Saja
Bab. 69. Aku Mencintaimu


__ADS_3

Mendengar suara lirih Asilla seperti memohon berhasil membuat Filio memandangi Asilla dengan intens.


Keduanya saling menatap dengan mata berkaca-kaca tanpa berkata-kata.


"Aku ingin mengatakan sesuatu,"


Kata Asilla sembari menelan ludahnya. Sungguh posisi atau keadaan ini membuat jantungnya berdebar-debar tetapi ia berusaha menahannya.


"Katakan saja apa yang ingin kamu katakan,"


Filio tidak melepas tatapannya, ia tau jika Asilla ingin mengatakan ucapan terima kasih atas berakhirnya hubungan ini. Begitulah yang dipikirkan Filio.


Asilla mengatur sedikit nafasnya agar tidak menganggu ketika ia berbicara. Asilla meraih kedua tangan Filio lalu menggenggamnya erat. Tentu saja perlakuan Asilla tersebut membuat kaget Filio sehingga matanya sedikit melebar, ditambah lagi jantungnya tak karuan.


"Aku mencintaimu!"


Duarr


Dua kalimat itu berhasil membuat jantung Filio ingin meledak lalu berhenti berdetak. Tetapi tidak lama kesadarannya kembali dan ia langsung tertawa seperti mengejek dirinya sendiri. Apa yang Asilla barusan ungkapan itu adalah lelucon baginya.


Seketika wajah Asilla menjadi mendung seperti akan turun hujan deras membasahi pipi mulus bersih itu, karena apa yang ia ungkapkan sama sekali tidak ditanggapi oleh Filio.


"Aku mencintaimu!"


Dua kalimat itu kembali lagi keluar dari mulut Asilla agar tidak salah dalam pendengaran Filio. Sekali lagi membuat jantung Filio ingin meledak.


"Lelucon apa yang kamu katakan?"


Filio menganggap apa yang sudah dikatakan Asilla barusan tadi adalah sebuah lelucon. Sungguh itu tidaklah lucu baginya dan ia tidak mengerti atas keuntungan apa yang Asilla dapatkan atas ejekan itu. Itulah yang adalah dalam pikiran negatif seorang CEO terkenal itu.


Asilla tercengang mendengar ucapan Filio. Lalu ia menggelengkan kepala berkali-kali. Tanpa terasa bulir bening itu kembali bergulir membasahi wajahnya yang belum mengering.


"Papa, Mama ayo kita pulang." Seru triplets dengan polosnya.


Asilla memejamkan mata sesaat karena sedikit terganggu.


"Sayang tolong tinggalkan Mama sama Papa sebentar saja. Kalian tunggu di luar," bujuk Asilla berusaha tersenyum. Ia menyeka air mata itu, hal itu tidak lepas dari pandangan Filio. Sedangkan tangan Asilla satunya masih menggenggam erat telapak tangan Filio menandakan ia butuh kekuatan.


"Iya Mama!" Seru mereka serempak tanpa membantah sedangkan Filio tidak membuka suara karena kehadiran empat orang yang disayangi dan dicintainya itu adalah hal yang sangat mustahil.


Kini tinggallah mereka berdua.


"Aku mencintaimu dan sangat mencintaimu!"


Deg


Filio menggelengkan kepala berulang kali. Ia masih berpikir jika itu hanya sebuah lelucon saja.


Asilla mendesah karena apa yang ia ungkapkan tidak digubris oleh Filio. Seketika bayangan terlintas disaat Filio menyatakan cinta kepadanya beberapa bulan lalu. Apakah sesakit ini yang pernah Filio rasakan ketika ia menolak cinta itu.


"Filio aku mencintaimu! Sungguh aku mencintaimu hiks hiks....."


Cup cup cup

__ADS_1


Ciuman didaratkan di kedua pipi serta kening Filio. Dengan memberanikan diri Asilla lakukan itu padahal jantungnya tak karuan serta tubuh menegang. Ia tidak peduli jika pria itu mengecap dirinya sangat murahan atau tidak tau malu. Asilla hanya ingin menunjukan kesungguhannya atas ucapannya itu agar Filio percaya dan tidak salah sangka.


Cup


Ciuman kembali dilayangkan Asilla di bibir seksi Filio, bahkan kedua bibir itu saling menempel tanpa berniat menyudahi.


Deg


Apa yang Asilla lakukan tentu saja membuat kedua mata Filio membulat serta tubuh menegang tak percaya. Sedangkan Asilla mati-matian menahan detak jantung serta rasa malunya.


"Aku mencintaimu!


Gumam Asilla dengan bibir masih menempel sehingga membuat kedua bibir itu saling bersentuhan.


Kali ini pernyataan cinta Asilla di gubris oleh Filio. Filio dapat melihat ketulusan yang di ucapkan Asilla dari kedua bola mata coklat itu. Didalam sana tidak ada kebohongan yang tersembunyi.


Bup


Seketika ia langsung mendekap tubuh lemah Asilla kedalam pelukannya. Hal itu membuat Asilla memejamkan mata dengan mengigit bibir bawahnya mendapati tubuhnya dipeluk oleh sang pujaan hati.


"Aku mencintaimu..... jangan tinggalkan aku hiks hiks...." Bisik Asilla sembari terisak dan ia menyembunyikan wajahnya di dada Filio.


Filio dapat merasakan getaran dari tubuh Asilla karena akibat menangis sehingga membuatnya semakin mengeratkan pelukan itu sembari mengusap kepala serta punggung Asilla.


"Apakah itu benar? kata yang selalu aku tunggu-tunggu darimu. Demi apapun kedua kalimat itu yang keluar dari mulutmu seperti hadiah tak bisa dinilai oleh apapun." Batin Filio.


Karena merasa cukup lama Filio menyudahi pelukan itu, lalu membawa Asilla duduk di kasur. Sedangkan Asilla tidak ingin melepaskan pandangannya dari wajah Filio.


"Katakan sekali lagi,"


Asilla tersenyum disertai air mata.


"I love you....! Itu tidaklah lelucon." Ungkap Asilla tanpa rasa gugup.


Entah kata keramat itu sudah beberapa kali diulangi Asilla tetapi baginya itu belum cukup untuk menyakinkan Filio.


Filio membalas dengan bibir mengembang sembari menyeka air mata yang terus mengalir membasahi wajah cantik itu. Lalu ia raih teguk Asilla dan mendaratkan ciuman.


Cup


Tanpa segan Filio mencium bibir Asilla. Sesaat bibir itu awalnya hanya menempel tetapi karena keduanya tidak sadar sehingga keduanya memperdalam kan ciuman itu. Asilla tidak segan mengalungkan kedua tangannya di leher Filio. Keduanya menikmati ciuman yang tak pernah mereka sangka dengan mata terpejam.


Merasa kehabisan oksigen keduanya menyudahi. Seketika keduanya menjadi canggung dan kini wajah mereka memerah. Tetapi sebagai lelaki Filio berusaha tenang.


Cup


Filio kembali mengecup kening Asilla dengan penuh kasih sayang.


"I love you too....Terima kasih sayang kamu akhirnya membalas perasaanku,"


"Terima kasih. Aku minta maaf," balas Asilla dengan mata berkaca-kaca.


Seketika Filio memperhatikan Asilla dari ujung kaki sampai ujung rambut.

__ADS_1


Deg


Matanya membulat baru menyadari jika kedua kaki Asilla penuh dengan luka dan mengeluarkan darah. Filio beranjak dari duduknya lalu berlutut di lantai. Ia raih telapak kaki Asilla.


"Kenapa bisa seperti ini?" tanya Filio dengan perasaan perih melihat luka itu.


Asilla hanya balas dengan senyuman.


Filio ingin bangkit untuk mengambil kotak P3K tetapi dengan cepat dicegah oleh Asilla sehingga ia tetap berlutut.


"Aku akan mengambil obat,"


Asilla menggeleng pertanda tidak setuju.


Filio raih kembali kedua telapak kaki itu dengan lembut.


"Apakah ini sakit?"


Asilla meraih tangan Filio lalu meletakkannya tepat di dada.


"Ini yang sakit," lirih Asilla menunjuk kepada dada yang di letakan tangan Filio.


Filio tidak paham.


"Ini yang sakit ketika mengetahui kamu pergi," tandas Asilla dengan mata berkaca-kaca.


Filio bangkit langsung membawa Asilla kedalam pelukannya kembali.


"Sayang aku minta maaf," bisik Filio sembari berkali-kali mengecup pucuk kepala Asilla dengan dada yang sesak.


Asilla tergugu serta terenyuh mendengar permintaan maaf Filio. Seharusnya justru ia yang minta maaf karena semua berawal dari kesalahannya.


Hiks hiks....


Tangis Asilla kembali pecah, ia tidak peduli dengan harga dirinya lagi. Semua hari ini ia akan keluarkan agar tidak menjadi beban baginya lagi.


"Sayang cukup jangan kamu keluarkan lagi air mata berharga itu," bisik Filio tetap mengecup pucuk kepala Asilla dengan tangan mengelus punggung tergoncang itu.


Sungguh Asilla tidak salah me,milih pasangan hidup lagi. Ternyata pria yang pernah ia tolak itu adalah pria atau suami idaman setiap wanita yang berhasil merebut cintanya.


"Ini adalah air mata kebahagiaan," balas Asilla dengan wajah disembunyikan di dada kekar itu. Ia merasa lega dengan semua ini. Ketakutan yang teramat kini berubah menjadi keberaniannya untuk menghadapi masa depan bersama keluarga kecilnya.


"Mari kita mulai dari awal dan akan memperbaiki pondasi yang sempat runtuh,"


Asilla mengangguk dengan mata terpejam.



...******...


•Happy Valentine Day❤


•Tepat di hari kasih sayang Asilla menyatakan cintanya. So sweet banget sih😀 jiwa ABG author meronta🤣😂

__ADS_1


__ADS_2