Lihat Aku Sekali Saja

Lihat Aku Sekali Saja
Bab. 84. Cerita Lucu Sepasang Pengantin


__ADS_3

Malam tiba, pesta berakhir. Setiap para tamu undangan beristirahat di kamar masing-masing dan bersantai di bioskop.


Kini hanya keluarga besar Januar serta kerabat dan para sahabat yang masih berkumpul. Kebahagiaan tentu saja dirasakan mereka, termasuk kedua mempelai.


"Sayang pelan-pelan," lirih Asilla, ya saat ini Filio sedang memijit kedua kakinya yang sempat kram.


"Maaf,"


Asilla tersenyum, lalu mengusap wajah Filio dengan penuh cinta. Dengan secepat kilat tangan itu diraih lalu dikecup oleh Filio berkali-kali, seakan kedua pasangan berbahagia ini tidak memperdulikan setiap mata yang memandang.


Hmmm


"Sepertinya sudah tak sabaran," ledek Dirly.


"Kakak jangan di sini, tahan napa," timpal Fredella.


Hahaha


Seketika semuanya terkekeh sehingga membuat Filio maupun Asilla tersenyum.


"Kapan rencana kalian honeymoon?" tanya Dirly kepo.


"Besok," jawab Filio.


"Baiklah ini sudah malam, sebaiknya kita sudahi dan beristirahat." Ujar Farres nampak kelelahan.


Sebagian sudah meninggalkan tempat.


"Sayang triplets sudah berada di kamar. Hmmm kalian segeralah beristirahat, kalian pasti kelelahan," kata Lyodra.


Tanpa rasa canggung Filio langsung menggendong Asilla ala bridal menuju lift lantai atas, akses ke kamar yang sudah di tempati oleh triplets. Ya untuk malam ini mereka ingin tidur bersama ketiga buah hati mereka.


Farres, Lyodra, Veronica dan Hardynata tersenyum memandangi kedua pasangan itu sampai menghilang.


"Menantu kalian benar-benar cantik seperti yang kalian katakan. Suaranya lembut sekali dan itu membuatku merasa tenang," ungkap Veronica dengan tatapan nanar.


"Iya Vero, aku menyayangi dia seperti putri kami sendiri," ungkap Lyodra.


"Sayang seandainya putri kita masih hidup, maka sekarang kita juga merasakan kebahagiaan ini, menyaksikan putri serta menantu kita di pelaminan. Tetapi semua itu hanya angan-angan hiks hiks.... " Seketika tangis Veronica pecah.


Mendengar jeritan hati Veronica tentu saja membuat mereka ikut sedih dan merasakan apa yang Veronica rasakan.


"Sayang, sudahlah sampai kapan kamu seperti ini terus? apa kamu tidak lelah? ikhlas semua sudah di atur oleh yang di atas," Hardynata berusaha selalu menenangkan Veronica.


"Aku seorang Ibu yang gagal sayang, karena kelalaianku mengakibatkan putri kita," lirih Veronica terisak dalam dekapan Hardynata.


Filio maupun Lyodra menatap iba.


"Vero apa yang dikatakan Hardy itu benar, jangan menyiksa dirimu terus-menerus dan bahkan menyalahkan diri sendiri," ujar Farres.


"Vero aku paham dan mengerti apa yang selama ini kamu rasakan, tetapi cobalah ikhlaskan. Lihatlah kamu menyiksa dirimu sendiri, apa kamu tidak kasian dengan Hardy. Hardy pasti ikut sedih melihat kamu terus-menerus menyalahkan diri sendiri," timpal Lyodra ikut sesak.


Veronica menguraikan pelukan lalu ia menyeka air matanya. Dan berusaha tersenyum.


"Terima kasih atas support kalian selama ini," lirih Veronica lalu menghela nafas panjang. "Mulai saat ini aku tidak akan bergelut dengan kesedihanku yang sudah puluhan tahun, aku akan berusaha belajar untuk melupakan semuanya. Tetapi maaf hati ini tidak bisa aku gantikan namanya," imbuhnya dengan tersenyum tanpa mengeluarkan air mata lagi.


Farres, Lyodra, Hardynata bernafas lega melihat Veronica ingin berubah.


"Kami mendukungmu!" Kata Lyodra langsung mendekap tubuh kurus Veronica.


Setelah itu mereka masing-masing menuju kamar untuk beristirahat.


...******...

__ADS_1


Di kamar


Membuka pintu mereka di suguhkan dengan pemandangan mengemaskan, bagaimana tidak posisi tidur triplets yang amburadul menciptakan kelucuan.


"Sayang mereka sangat mengemaskan," gumam Asilla masih dalam gendongan. "Hmmm turunkan aku sayang, apa kamu tidak lelah?" imbuhnya dengan menatap wajah tampan yang masih tersenyum itu.


"Bahkan jika sekarang kita menghabiskan malam panjang suamimu ini masih kuat sayang," goda Filio sehingga wajah Asilla bersemu merah. Suaminya ini kembali berulah.


"Dasar pencuri,"


Mendengar gumaman Isabella membuat Filio maupun Asilla saling memandang dengan kening mengernyit.


"Abel mengigau sayang," lirih Asilla.


"Hmmm dia sampai terbawa mimpi," sambung Filio.


"Sangat lucu. Hmmm bocah tampan itu begitu cuek tetapi bahwasananya dia anak baik," yakin Asilla.


"Itu karena mereka kehilangan sosok Ibu sayang, mungkin karena dia sudah mengerti sedangkan Adiknya mungkin belum terlalu paham karena usianya seumuran dengan triplets," balas Filio.


Hmmm


"Sebaiknya kita segera membersihkan diri, aku sudah gerah. Sini aku bantu bukakan gaun," tanpa mendapat persetujuan Filio langsung membuka resleting.


"Sayang aku bisa sendiri," Asilla menepis tangan yang mulai meraih resleting.


"Biar cepat, tidak perlu malu aku bahkan sudah nafas setiap jengkal tubuh menggoda ini, hanya saja untuk mencapai kenikmatan hanya sekali hmmm itupun tanpa sadar. Aku tidak akan memakan kamu malam ini tetapi besok ketika kita tiba di Paris," ujar Filio tanpa rasa malu. "Walaupun aku mati-matian menahan adik kecilku ini," godanya kembali.


Glek


Tentu saja ia menelan ludah dengan keadaan itu.


Huh


Asilla menghela nafas dengan wajah memerah. Kini keadaan Asilla hanya menggenakan penutup kedua harta berharganya. Sungguh ia sangat malu dengan keadaan tubuhnya ini.


Tanpa banyak drama lagi Asilla menuruti. Ia harus terbiasa dengan hal ini, toh mereka adalah sepasang suami-istri. Dengan jari bergetar Asilla membuka pakaian itu dan akhirnya tubuh itu polos. Asilla menelan ludah mendapati pahatan sempurna yang ada di hadapannya saat ini bahkan sudah merapat di kulit halusnya.


Filio langsung kembali menggendong Asilla meletakkannya di bathtub yang sudah terisi air hangat. Sungguh Asilla sangat malu.


Kini mereka merendamkan tubuh lelah di air hangat itu dengan Filio memeluk Asilla dari arah belakang.


"Sayang aku punya cerita lucu, apa kamu mau mendengarkannya? ini fakta," ya Filio punya cerita yang sangat lucu dan ia yakin istri tercintanya ini akan tertawa terbahak-bahak setelah cerita berakhir.


Asilla menolehkan kepala ke belakang dengan mata menyipit, tentu saja ia sedikit penasaran dengan cerita yang dimiliki suaminya ini.


"Cerita apa sayang?" tanya Asilla sembari mengeram karena sejak tadi jari-jemari nakal itu bermain-main di aset berharganya yang kedua.


Hmmm


"Aaah....Sakit," teriak wanita itu.


"Aku akan pelan-pelan. Sakitnya hanya sebentar saja, setelah itu kau akan keenakan," jawab pria itu.


"Aaakk....Pelan-pelan Tuan, ini sangat sakit," teriak wanita itu lagi sembari terisak tanpa ditahan lagi.


"Tahanlah sebentar lagi," pria itu tetap memaksa.


"Aaakk....., " Teriak semakin keras dengan nafas turun naik.


"Bagaimana apakah sudah enakan?" tanya pria itu karena melihat si wanita bernafas lega.


Hmmm

__ADS_1


"Wanita itu hanya bisa berdehem.


Seketika wajah Asilla bersemu merah.


" Apa, apa ini cerita sepasang pengantin baru saat MP?" tanya Asilla sedikit ragu, karena rasa penasaran lebih kuat.


Hahaha


"Dimana lucunya?"


"Belum berakhir sayang," Filio terkekeh kecil sejak tadi, sungguh ia tidak sanggup untuk bercerita karena menurutnya sangat lucu.


Asilla menutup bibirnya sembari berpikir.


"Setelah selesai pria dan wanita itu keluar dari kamar mandi,"


"Hah....Mereka melakukannya di kamar mandi?" potong Asilla dengan mulut di bungkam.


"Dengar dulu sayang,"


Hmmm


"Mereka keluar dari kamar mandi dengan wajah berseri-seri, seketika membuka pintu keduanya terkejut melihat orang cukup ramai di dalam kamar rawat dengan tatapan tajam, sedangkan wanita paruh baya sedang terisak tanpa sebab.


Plak... Plak...


" Tamparan dua kali melayang di kedua pipi sang pria. Tentu saja hal itu membuat sang pria dan wanita terkejut. Apa yang kamu lakukan hah? apa didikan Mommy selama ini tidak ada artinya? Mommy kecewa kepadamu, cecar sang Mommy. Keduanya saling memandang karena tidak paham. Maksud Mommy apa? aku benar-benar tidak mengerti? pria itu ingin tau apa kesalahan mereka. Rapikan penampilan kalian titah seorang pria sebut saja sang Daddy. Jika ingin begituan harap pintunya ditutup rapat agar suara-suara aneh yang bergentayangan tidak menodai telingaku, aku masih dibawah umur Kak, kata sang Adik. Kalian tidak ingin menjelaskan sesuatu? sang Daddy kembali bertanya. Sedangkan kedua pasangan itu saling menatap masih belum mengerti. Sebenarnya kalian ini ada apa? tanya si pria dengan kesabaran sudah di ubun-ubun,"


Filio berhenti sejenak karena perutnya sudah kram menahan tawa.


Hahahah....


Tanpa bisa ditahan ia tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Asilla melepaskan kedua tangan itu dan membalikkan badan menghadap Filio yang masih tertawa.


"Sayang ini sangat lucu," gumam Filio menahan perutnya.


"Sepertinya orang-orang itu salah paham," tebak Asilla.


Hmmm


"Pernikahan kalian harus dipercepat. Mommy tidak ingin cucu Mommy terlahir lebih duluan dari pada orang tuanya belum menikah, kata sang Mommy. Tentu saja membuat pasangan itu kaget, ternyata mereka salah paham dengan kejadian yang mereka dengar dalam kamar mandi," cerita Filio.


"Jadi salah pahamnya dimana sayang?"


"Apa kamu ingin tau sebenarnya apa yang kedua pasangan itu lakukan?" tanya Filio dan Asilla mengangguk. "Acara pijit-memijit sayang.... hahaha..."


Hahaha....


Asilla akhirnya ikut tertawa.


Entah sudah berapa lama mereka tertawa lepas.


"Sayang apa kamu ingin tau siapa pemeran dalam cerita lucu ini?" Asilla mengangguk.


"Opa Sky sama Oma Zeze!"


Hah....


"Iya sayang, satu minggu lalu Opa menceritakannya kepadaku," ya beberapa hari itu Sky menyempatkan waktu untuk menceritakan kisah masa lalunya yang menurutnya lucu.


(Bab. 167-168) TERPAKSA MENIKAH


Cup cup cup

__ADS_1


"Stop sayang.... Stop....! Ini saja belum hilang jangan ditambah lagi," Asilla meronta karena kedua aset berharganya di terkam kembali sehingga meninggalkan banyak jejak.


...******...


__ADS_2