Lihat Aku Sekali Saja

Lihat Aku Sekali Saja
Bab. 76. Kasmaran


__ADS_3

Di ruang keluarga kini kedua pasangan kasmaran itu saling tukar cerita, padahal sekarang sudah menunjukan jam 1 malam tetapi seakan rasa kantuk itu hilang.


Kini Filio yang membaringkan tubuhnya dengan kepala diletakan di kedua paha Asilla. Mereka berlantaikan kasur tipis yang biasa menjadi tempat rebahan anak-anak.


"Sayang boleh aku menanyakan ini? karena menyangkut pribadi hmmm masa lalu kamu," kata Asilla dengan hati-hati, bahkan ia mengigit bibir bawahnya.


Seketika membuat Filio menghentikan tangannya bermain di jari-jemari lentik Asilla.


"Masa lalu?" gumam Filio dengan pandangan nanar.


Asilla mengangguk.


"Masa lalu kalian," gumam Asilla tidak ingin menyebutkan nama itu, seakan lidahnya keluh.


"Aku tidak ingin mengingat siluman itu," decak serta umpat Filio.


"Sayang dia Kakakku berarti Kakak ipar kamu juga,"


"Tidak ada seorang saudara yang tega memperlakukan tindakan keji itu kepada saudara kandungnya sendiri, kecuali dia terlahir dari hewaaan," ujar Filio tersulut amarah. "Hmmm tidak, hewaaan saja punya hati nurani," imbuhnya kembali.


Ssst


Asilla meletakan jari telunjuk di bibirnya dengan kepala menggeleng. Seakan mengistirahatkan hatinya tidak terima dengan perkataan Filio.


"Baiklah jika kamu keberatan untuk menceritakan masa lalu itu. Simpan saja kenangan-kenangan terindah itu," rajuk Asilla.


Dia wanita biasa seperti wanita lainnya yang kepo dengan masa lalu kekasih bahkan suami. Apa lagi hubungan Filio dengan Asinta bisa dikatakan pasangan terkenal di mata publik.


Filio tidak mengindahkan sindiran perkataan Asilla karena ia lebih fokus membenamkan wajahnya di perut ramping itu.


Sedangkan Asilla berdecak dengan wajah cemberut tanpa menghiraukan kicauan Filio. Bahkan kini jari-jemari itu tidak berada di kepala Filio, padahal tadi dengan lembutnya ia menyisir rambut halus itu menggunakan jari-jemarinya.


Tentu saja hal itu membuat Filio bertanya-tanya dalam hati.


"Sayang apa kamu sudah mengantuk?"


"Tidak,"


"Apa kamu ingin memakan sesuatu?"


"Tidak,"


"Apa kamu baik-baik saja?"


"Tidak,"


Kedua alis Filio menyatu masih memeluk perut Asilla mendengar jawaban singkat serta sama. Seketika ia paham jika bayi besarnya ngambek merajuk karena masalah itu.


"Hmmm apa kamu marah?"

__ADS_1


"Iya,"


"Apa kamu sedang merajuk?"


"Iya,"


"Apa kamu ingin tau masa laluku?"


"Iya,"


Hahaha


Seketika Filio terbahak-bahak menertawai Asilla karena baginya itu sangat lucu.


Hah....


Asilla menutup mulutnya karena baru sadar.


Cup


Tanpa aba-aba Filio menyambar bhibir menggoda itu.


Huh....


"Seenaknya saja," decak Asilla dengan wajah masih cemberut hal itu membuat Filio semakin gemes.


Filio bangkit lalu menjajarkan duduknya sehingga mereka sama-sama bersandar pada sofa.


"Baiklah jika kamu memaksa, dan seharusnya kamu juga perlu tau."


Hmmm


"Apapun yang aku katakan jangan cemburu dan bawa perasaan karena itu semua hanyalah masa lalu yang tak membekas," ungkap Filio dengan sikap dewasa.


"Asalkan tidak ada adegan yang merugikan wanita," decak Asilla berharap adegan itu tidak berlaku di kisah asmara masa lalu sang suami, sama seperti kisah asmaranya dimasa lalu jauh dari hal itu. Bahkan pria di sampingnya yang status sebagai suaminya lah orang pertama yang memiliki tubuhnya, dalam artian orang pertama yang mendapat ciuman pertama, serta merenggut mahkota yang selama itu ia jaga.


Filio menyunggingkan senyuman. Ternyata istrinya ini cemburu dan hal itu sangat menguntungkan baginya karena dalam arti wanita ini benar-benar mencintainya.


"Kamulah orang pertama dan terakhir," bisik Filio tepat di telinga Asilla.


Seketika Asilla memundurkan wajahnya. Ia awam sehingga tidak dapat mencerna akan perkataan Filio. Tetapi ia cukup penasaran.


"Mak-maksud kamu?" tanya Asilla dengan gagap.


Hmmm


Filio langsung menceritakan awal mula perjalanan asmaranya dengan Asinta. Sedikitpun tidak terlewatkan, semua ia ceritakan sampai pada akhir masalah itu.


"Siapa sih pria yang tidak tertarik atau tercantol dengan Kak Sinta," gumam Asilla setelah Filio mengakhiri ceritanya. Jujur saja Asilla sedikit terbawa perasaan.

__ADS_1


Dulu hatinya tidak akan sakit bahkan tidak peduli dengan hubungan Filio dengan Asinta. Tetapi kini ia sangat peduli bahkan sedikit meringis karena tidak rela pria yang dicintainya pernah ada nama Asinta terukir di hatinya.


Filio menghela nafas. Lalu ia memegang kedua bahu Asilla.


"Sayang aku tidak pernah merasakan kebahagiaan atau jatuh cinta seperti saat ini. Kamulah wanita yang berhasil menguasai diriku, dan kamulah nafas hidupku saat ini," ungkap Filio dengan mata berkaca-kaca.


Hati Asilla terenyuh mendengar langsung dari mulut Filio.


"Kami menjalin hubungan sewajarnya, tidak ada yang spesial. Bahkan aku tidak pernah melakukan tindakan seperti yang ada di otakmu saat ini. Aku bukanlah pria seperti itu, melakukan tindakan sebelum ada ikatan karena aku sadar memiliki dua Adik perempuan," ungkap Filio menjurus ke hal intim. Sungguh ia menjunjung tinggi kehormatan kaum hawa.


Asilla tersentak mendengar keterangan dari Filio. Ia salut dengan tindakan itu.


"Sayang kamulah orang pertama yang mencuri civman, dan seluruh tubuh indah ini serta hmmm merebut keperjakaanku," Filio kembali ingin menggoda.


Kedua mata Asilla membulat dengan mulut menganga mendengar tuduhan tidak benar itu.


Cup


Secepat kilat Filio membungkam mulut itu. Sehingga membuat Asilla kaget dan secepat mungkin mendorong dada kekar itu.


"Enak saja. Kamu juga mencuri civman serta merampas hal milikku," decak Asilla dengan bibir cemberut.


Filio terpaku dan tidak yakin dengan apa yang dikatakan Asilla. Tetapi masalah kehormatan ia menyadari hal itu jika Asilla ternodai oleh dirinya tetapi masalah civman ia tidak yakin.


"Aku tidak yakin," gumam Filio dengan rahang mengeras.


"Hubungan kami juga sewajarnya. Dia bukan pria brengsek pada umumnya, dia menghormati dan menjunjung tinggi," jelas Asilla tidak sadar jika ia sedang memuji mantan kekasih yang telah mengkhianati dirinya dan hal itu menghantam hati Filio.


"Kamu masih memujanya?" desis Filio dengan rahang mengeras.


Seketika Asilla bungkam dan ia sadar atas perkataannya.


"Bukan begitu sayang," Asilla tersenyum sembari menangkup wajah Filio. "Kamulah orang pertama yang aku civm dan mendapat civman pertama dari pria," ungkap Asilla dengan serius tanpa mengalihkan tatapannya.


Filio menatap bola mata coklat itu, mencari kebohongan di sana tetapi sayangnya ia tidak mendapatkan apa yang dicarinya. Sungguh tiba-tiba hatinya berbunga-bunga, merasa sangat bahagia.


"Aku percaya sayang....Terima kasih telah menjaganya untukku hmmm walaupun banyak kerikil-kerikil yang telah kita lewati," ungkap Filio.


Asilla mengangguk seketika bulir bening itu bergulir membasahi kedua pipi mulusnya. Sungguh ia tidak tahan mendapat ketulusan hati Filio.


"Mari kita membersihkan kerikil-kerikil itu untuk meraih kebahagiaan, dan menjadi keluarga harmonis untuk ketiga buah hati hmmm buah cinta kita. Mari menua denganku, menjadi pendamping hidupku di sepanjang masa," ungkap Filio dengan bibir melengkung.


Asilla mengangguk tanpa bisa berkata-kata, sungguh perkataan Filio sangat menyentuh sehingga membuat lidahnya kaku.


Karena rasa kantuk menyerang membuat Filio kembali merebahkan tubuhnya. Dalam sekejap ia terlelap sangat nyenyak di pangkuan Asilla. Ditambah lagi Asilla menghantar mimpinya dengan mengusap pucuk kepala Filio dengan penuh cinta.



...******...

__ADS_1


__ADS_2