
Filio menggendong Asilla ala bridal keluar dari dalam mobil. Rupanya dalam perjalanan Asilla tertidur dalam pelukan Filio. Sedangkan ketiga buah hati mereka dibawa ke Mansion. Lyodra sengaja memberi ruang untuk kedua pasangan yang baru bahagia itu.
Sepanjang menuju kamar pribadinya, tatapan Filio tidak lepas dari wajah teduh Asilla.
"Sayang semua bagaikan mimpi," gumam Filio sesekali mengecup kening Asilla. Karena saking lelah serta ngantuk Asilla sama sekali tak terganggu.
Ceklek
Handle pintu dibuka Filio dengan hati-hati karena ia cukup kesusahan untuk membuka pintu. Ia juga tidak ingin Asilla terbangun karena ia tidak tega. dlihat sang pujaan hati kelelahan.
Dengan penuh hati-hati Filio membaringkan Asilla, lalu menyelimutinya sampai sebatas dada.
Cup
"Sangat mengemaskan," gemes Filio setelah mendaratkan kecupan di kening.
Filio beranjak menuju kamar mandi. Ia akan membasuh wajah serta mengantikan pakaian, kecuali baju couple ia tetap mengenakannya.
Tidak butuh waktu lama Filio kembali ke ranjang. Ia membaringkan diri di samping Asilla. Dengan hati-hati ia mengangkat kepala Asilla agar lengan kekar itu menjadikan bantal buat Asilla.
Filio memiringkan tubuhnya menghadap Asilla. Ia tatap intens wajah polos itu dengan bibir tersenyum.
"Tidur saja kamu cantik," gumam Filio mengagumi kecantikan Asilla. "Tidurlah sayang," imbuhnya sembari mengusap halus bibir menggoda itu dengan ibu jari.
Hmmm
Asilla bergumam dengan mata tetap terpejam. Ternyata ia merasa terganggu oleh kenakalan jari Filio.
"Sayang jangan banyak bergerak," bisik Filio karena Asilla menggeliatkan tubuhnya berulang kali, hal itu membuat sesuatu didalam celana meronta.
Hoam...
Asilla menguap dan berusaha membuka kedua matanya. Seketika ia kaget melihat wajah Filio di depan matanya.
"Sayang," lirih Asilla serak khas bangun tidur.
Filio menyambut dengan senyuman serta menatap gemas.
"Maaf aku ketiduran," kata Asilla dengan tidak enak hati.
"Tidak masalah, bahkan aku menyukai itu,"
Cup
Kecupan di kening Asilla. Asilla tidak menolak malahan ia menyukai ciuman itu.
"Sayang tunggu sebenar aku ingin ganti baju,"
"Tidak perlu sayang, tetaplah di sini," Filio semakin mengeratkan pelukan itu sehingga membuat Asilla pasrah.
Huh....
Asilla menarik nafas panjang lalu mengeluarkan dengan mulut mengembung.
"Sayang lanjutkan tidurmu,"
Asilla menadahkan wajahnya ke atas dengan jari-jemari menyelusuri leher jenjang sampai wajah tampan itu. Kelembutan jari lentik Asilla membuat kedua mata Filio terpejam. Sedangkan jari lentik itu tak berhenti menyelusuri seluruh wajah itu.
Hap
"Sayang," teriak Asilla karena jari telunjuknya dilahap oleh Filio.
"Jangan memancing singa yang sedang kelaparan sayang," bisik Filio tanpa melepaskan jari itu.
"Sakit sayang," cicit manja Asilla.
Filio melepaskan jari itu lalu mengelap sisa saliva dan menggenggamnya.
"Hmmm apa kamu tidak ingin menanyakan sesuatu?" kata Asilla memberi kesempatan untuk Filio.
__ADS_1
"Ini sudah malam sayang jadi sebaiknya kita tidur, terlebih untuk kamu," ujar Filio sembari menyelipkan helaian rambut di telinga Asilla.
"Aku akan menceritakan masa laluku dengan hmmm dia," kata Asilla dengan dada sesak ketika mengingatkan nama Grey yang ingin ia ceritakan.
Filio terdiam, jujur saat mendengar nama mantan kekasih sang istri membuat hatinya seperti dihantam bebatuan.
# Flashback #
Di negara x
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah tingkat pertama. Asilla lulus sekolah dasar dengan nilai yang sangat memuaskan. Ia didaftarkan oleh kedua orang tuanya di sekolah tempat Asinta bersekolah.
"Ingat jangan menyusahkan Kakakmu," kata Mira dengan sinis ketika mereka menikmati sarapan pagi.
"Mama Sila tidak pernah menyusahkan Sinta," Asinta ingin protes.
"Sayang dia itu selalu menyusahkan dirimu. Apa kamu lupa dengan kejadian 3 tahun lalu? Mama tidak ingin kamu menjadi penyelamat terus-menerus," sinis Mira dengan tatapan tidak suka.
Mendengar perkataan sang Mama membuat Asilla menunduk dengan mata berkaca-kaca.
"Papa.juga tidak ingin mendengar kamu berulah lagi," timpal Farhan.
"Sinta sudah kenyang. Dek ayo kita segera berangkat," Asinta sengaja menyudahi sarapannya karena tidak ingin kedua orang tuanya mencerca Asilla.
Asilla beranjak lalu tidak lupa menyalami kedua orang tuanya, walaupun judes terapi ia sama sekali tidak mendendam. Karena bagi Asilla kedua orang tuanya adalah pahlawan terhebat.
"Papa, Mama kami berangkat," pamit Asilla.
Hmmm
"Sayang hati-hati,"
Cup
Mira mencium pipi Asinta dengan penuh kasih sayang. Tetapi tidak dengan Asilla sehingga membuatnya terpaku dengan tatapan sendu.
Cup
"Kakak," gumam Asilla dengan mata berkaca-kaca. Sungguh ia sangat terharu.
Akhirnya mereka berangkat ke sekolah berjalan kaki karena jarak sekolah dengan apartemen hanya menempuh waktu 10 menit.
Tiba di sekolah Asinta mengantar Asilla sampai di kelas. Di sana sudah berkumpul murid baru.
"Dek Kakak akan ke kelas. Kamu bergabunglah dengan teman-teman," kata Asinta.
"Iya Kak," jawab Asilla.
Murid baru akan melaksanakan kegiatan MOS (masa orientasi siswa). Mereka akan melakukan kegiatan yang di arahkan oleh senior mereka.
Kini siswa baru telah berkumpul di aula sekolah. Mereka akan saling mengenalkan diri satu persatu maju ke depan.
"Asilla cantik," goda teman lelaki yang sedang duduk di samping Asilla.
Mendengar namanya disebutkan membuat kening Asilla mengerut.
"Nama kamu Asilla Candrawinata bukan?" lelaki gendut itu sembari menunjuk ke papan nama yang tergantung di dada.
Asilla tersenyum karena baru menyadari.
Satu-persatu maju ke depan dan sekarang giliran Asilla.
"Cantik sekarang giliran kamu," kata lelaki gendut sebut saja namanya Gadion.
Asilla maju ke depan dengan wajah menunduk. Bagaimanapun ia masih canggung karena merupakan murid baru.
Suit....
Goda para murid laki-laki menggoda Asilla.
__ADS_1
"Cantik sekali,"
"Wanita idaman,"
"Senyuman manisnya meneduhkan,"
Begitulah pujian beberapa murid lelaki mata keranjang.
"Terima kasih atas waktunya. Perkenalkan nama saya Asilla Candrawinata," Asilla memperkenalkan diri.
Di kursi barisan depan khusus untuk para OSIS seorang lelaki tampan diam-diam tersenyum dia adalah ketua OSIS. Cowok yang paling tampan di sekolah itu, bahkan ia dijuluki cowok favorit.
Di sampingnya wanita menebarkan senyuman manis kepada Asilla, dia adalah wakil ketua OSIS yaitu Asinta.
Setelah acara perkenalan diri kini murid baru berbaris di lapangan. Mereka semua mengikuti arahan para panita MOS. Tidak lama jam istirahat tiba sehingga semua murid bubar meninggalkan lapangan.
"Cantik ayo ke kantin," ajak Gadion.
"Baiklah," jawab Asilla kebetulan ia haus.
Mereka melangkah menuju kantin sekolah yang sudah dipadati oleh murid lainnya.
"Kamu pesan apa?" tanya Gadion.
"Hmmm jus lemon saja," jawab Asilla.
"Mau makan apa?"
"Aku tidak lapar, lagi pula tadi pagi sudah sarapan," kata Asilla karena ia memang belum lapar.
"Kamu harus makan. Sebagai perkenalan kita aku akan mentraktir," kata Gadion memaksa.
"Tidak perlu repot-repot Kak Dion,"
"Perintahku tidak boleh dibantah. Buat apa uang jajanku banyak kalau tidak bisa membeli makanan," cicit Dion menyombongkan diri.
Setelah mengatakan itu Gadion beranjak untuk memesan makanan. Sedangkan Asilla menggelengkan kepala melihat kepolosan Gadion.
"Hmmm by the way cantik dari SD mana?" Gadion sedikit ingin tau.
"Dari SD x. Kak Dion sendiri lulusan dari SD mana?" Asilla balik bertanya.
"Kita seumuran jadi panggil saja aku Dion. Aku lulusan dari SD x," kata Gadion tidak ingin Asilla memanggilnya Kakak.
"Hmmm kamu pindahan dari negara x?"
"Iya cantik,"
Asilla tersenyum.
"Aku ingin ke toilet sebentar," Asilla tiba-tiba kebelet.
"Baiklah! Toilet di sana," Gadion menunjuk arah toilet.
Asilla langsung bergegas menuju toilet. Sungguh ia sudah sangat kebelet sehingga ia berlari tanpa melihat orang disekitarnya.
Bruk
Aaaww....
Asilla menabrak seseorang sehingga tubuhnya memepet seseorang itu ke dinding.
"Maaf aku tidak sengaja," kata Asilla tanpa melihat orang yang ditabraknya sembari mundur lalu jongkok mengambil benda yang jatuh. "Ini sekali lagi aku minta maaf," Asilla memberikan buku milik orang yang ia tabrak.
Seseorang itu tak bergeming setelah melihat siapa yang menabraknya.
Deg
"Sangat cantik!"
__ADS_1
...******...