Lihat Aku Sekali Saja

Lihat Aku Sekali Saja
Bab. 93. Suami Perkasa


__ADS_3

Asilla menggeliat, sangat terasa tubuhnya rasa di cabik-cabik. Semalam suaminya benar-benar seperti orang kesurupan memperlakukan tubuhnya.


Aaah


Asilla meringis, ternyata tubuh kecilnya di tindih lengan besar serta kaki sehingga membuatnya sulit bergerak.


Sesaat ia mengerjap-ngerjapkan mata berusaha membuka mata. Pertama buka mata wajah Filio menyambut bangun paginya. Sesaat ia mengingatkan malam panjang mereka, seketika wajahnya langsung bersemu merah.


Ia pandangi wajah tenang Filio disertai hembusan nafas halus. Senyuman merekah di bibir Asilla. Akhirnya ia menjadi milik seutuhnya pria tampan itu.


Jari-jemari lentik Asilla membuat tidur nyenyak Filio terganggu sehingga ia mengerjap-ngerjapkan mata.


"Sayang kamu sudah bangun?" tanyanya dengan suara serak khas tidur.


"Sayang tolong singkirkan tubuhmu, aku sulit bernafas," lirih Asilla.


"Maaf sayang, mana yang sakit?" refleks saja membuat Filio beranjak mendudukkan dirinya dan memeriksa tubuh Asilla.


"Stop sayang tidak ada yang sakit hanya sekedar sulit bernafas, bagaimana tidak lengan serta kakimu begitu besar," cicit Asilla.


Hmmm


Cup


"Morning kiss istriku," Filio sekilas mengecup bibir yang kelihatan membengkak akibat kebuasannya tadi malam.


"Sayang tubuh terasa sakit semua," lirih Asilla dengan manja, ya sekarang ia harus membiasakan dirinya. Kapan lagi ia bisa bermanja-manja karena selama ini sifat itu tidak pernah ia lakukan.


Filio menatap dengan senyuman.


"Maaf sayang tadi malam aku benar-benar bergair4h, hmmm tvbvhmu sangat menggoda," bisik Filio.


Kriuk


Tiba-tiba suara muncul dari perut Asilla sehingga membuat Asilla cukup malu.


"Sayang kamu lapar?"


Asilla mengangguk jujur.


Filio lalu meraih arloji di atas nakas.


"Pantas saja sekarang sudah jam 1 sayang,"


Ya saat ini sudah jam 1 siang, pantas saja Asilla lapar. Apa lagi mereka melewati sarapan pagi. Akhirnya mereka membersihkan diri dengan Filio mengendong ala bridal. Asilla tidak menolak karena ia memanglah lelah.


"Tvbvhku kenapa jadi begini sayang?" tanya Asilla dengan polosnya.


"Inilah bukti kebuasan suamimu malam panjang tadi," jawab Filio dengan santainya.

__ADS_1


Seluruh tvbvh Asilla dipenuhi stempel maha karya yang diciptakan oleh suaminya. Tvbvh itu persis seperti macan tutul.


"Aaha..." rengek Asilla dengan manja sembari memperhatikan tubuhnya. Yang lebih banyak adalah di area leher dan dva gvnvngg kmbarnya.


"Inilah bukti bahwa kamu sekarang adalah wanitaku sayang. Hmmm apa kamu tidak sadar? coba perhatikan dadaku," ujar Filio sembari menunjukan dadanya yang terdapat beberapa stempel yang diciptakan oleh Asilla.


Asilla mengikuti arah tangan Filio seketika wajahnya bersemu merah.


"Aku sangat suka sayang," goda Filio.


Kriuk


Bunyi memalukan itu sekali lagi memotong obrolan mereka.


"Baiklah aku tidak akan memakanmu saat ini," ujar Filio lalu dengan segera memandikan Asilla agar mereka segera mengisi perut.


...******...


Setelah makan siang kini mereka sedang bermanja-manja di balkon. Di sana mereka dapat memandangi kota Paris, tidak lupa menara Eiffel yang terkenal.


"Sayang aku merindukan anak-anak," lirih Asilla yang saat ini meletakkan kepalanya di dada bidang itu.


"Baru satu hari sayang," jawab Filio sembari mengecup berkali-kali pucuk kepala Asilla penuh cinta.


Asilla menghela nafas panjang. Lalu ikut menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


"Iya sayang aku mengerti, nanti kita akan menghubungi Mommy,"


"Singkirkan tanganmu sayang," kata Asilla sembari menepis tetapi tetap saja tangan nakal itu bermain.


"Sayang aku lapar?"


Dahi Asilla mengerti, bukankah tadi mereka baru saja siap makan tetapi dalam beberapa menit suaminya ini sudah merasa lapar.


"Lapar?"


Filio mengangguk dengan sorot mata ingin menerkam.


"Hmmm bukankah kita baru siap makan?" kata Asilla dengan polos tidak mencerna makna itu.


Tidak ingin berlama-lama Filio langsung mengendong tvbvh Asilla membawanya ke ranjang.


"Aku hanya ingin memakanmu sayang," bisik Filio.


Civmn panas itu tak terhindari lagi. Keduanya semakin bergairh tetapi Filio bermain pelan karena ia ingin memuaskan sang istri di ranjang.


Asilla pasrah di bawah pesona sang suami yang kini masih bermain-main dengan aset kedua berharganya sehingga membuat dirinya menggeliat geli serta nkmatt. Daging tak bertulang itu menyapu dari leher sampai ke bagian utama tanpa melepaskan jari jempol dan telunjuk bermain-main dengan dua bulatan daging kenyal berwarna merah ranum.


Asilla mngerangg sembari mremaz rambut Filio dengan kedua kaki terangkat. Di bawah sana Filio mengembangkan senyuman.

__ADS_1


Tidak lama Filio berhenti, ia beranjak dari tvbvhh Asilla. Hal itu membuat Asilla kecewa karena lagi enak-enaknya.


"Aku ingin melihat istri liarku di ranj4ngg. Kali ini kamu memimpin,"


Mata Asilla membulat tak percaya, ia tau apa maksudnya itu karena di bagian novel yang ia baca ada adegan begituan.


Tanpa menunggu lama Filio membaringkan tubuhnya, tentu saja adik kecilnya itu mnegangg mengacung ke atas.


Asilla mnelan salivanya dengan wajah memerah.


"Sayang bermain-main dulu dengan adik kecilmu itu, anggap saja ia sebuah permen lollipop," gumam Filio dengan nafas turun naik.


Asilla tak bergeming, ia tetap terdiam dengan tubuh bergetar.


"Sayang pvazkan suamimu! Pliss," gumam Filio dengan mata terpejam.


Asilla terperangah seketika ia mulai beringsut mendekat. Dengan tangan bergetar ia mengelus adik kecil itu. Sentuhan halus jari-jemari Asilla berhasil membuat Filio mngerangg dengan mengigit bwbrr bawahnya.


Asilla melakukan apa yang di minta Filio. Sore itu ia mnikmati permen lollipop berbeda dari produk lainnya untuk pertama kalinya.


Ssst


Desis Filio dengan tangan terkepal.


Merasa cukup ia menyudahi. Dalam sekejap kepemilikan mereka terbenam. Pnggvl itu Asilla gerakan tak buru-buru, sedangkan kedua tangan Filio tak tinggal diam. Ia memainkan dva bulatan kenyal itu sehingga menambah knikmatan tiada tara.


Asilla mngerangg dalam pelukan itu, lahar panas meledak didalam sana. Filio tersenyum senang karena pertahanan sang istri.


Merasa cukup Filio menggulingkan tvbvhnya sehingga kini ia yang berada di atas.


Asilla pasrah di bawah sana, sedangkan Filio mnggerakan pnggvlnya dengan lembut sekaligus kuat.


Kemudian berubah menjadi cepat dan lebih dalam, seiring sepasang kaki Asilla yang semakin mengapit pnggangnya.


Suara decapan khas percintaan memenuhi isi kamar itu. Hingga untuk beberapa saat kemudian, Filio semakin bertambah mnghentakan kepemilikannya berulang kali, sampai tenggelam sempurna. Ia mnggerangg ketika meledak di dalam sana seraya mereka saling berpelukan erat.


Keduanya terbaring mengatur nafas masing-masing. Tvbvh keduanya bersimbah peluh padahal AC dalam kamar itu menyala.


"Terima kasih sayang atas pelayanamu, aku puas"


"Hmmm suamiku sangat perkasa," puji Asilla bergumam masih dengan mata terpejam.


Cup


"Semoga akan segera tumbuh," kata Filio menciumi perut rata Asilla, berharap lahar panas mulai berkembang.


Keduanya kembali membersihkan diri. Bahkan di kamar mandi kembali mereka lakukan, sungguh Filio tak bosan-bosannya untuk menumpahkan larva panas. Asilla tidak dapat menolak karena ia juga menginginkannya, apa lagi pemanasan yang diciptakan suaminya ini tidak dapat di tolak.


...******...

__ADS_1


__ADS_2