
Di taman restoran berbintang milik keluarga Januar kini sudah dipersiapkan seindah mungkin. Keluarga besar Januar sudah berkumpul menempati kursi yang sudah tersusun rapi. Mereka hanya menunggu kedua pasangan yang baru merasakan kebahagiaan.
"Sayang untuk hari ini kalian naik mobil bersama Aunty Riri," bujuk Filio karena ia ingin hanya berduaan dengan Asilla.
"Tidak mau Papa," tolak Isabella si cerewet.
"Gaby juga tidak mau,"
"Moses juga tidak mau,"
Mendengar penolakan triplets membuat Filio menepuk keningnya. Sedangkan Asilla hanya menggelengkan kepala. Filio memikirkan cara untuk membujuk ketiga buah hatinya seketika ia menemukan ide cemerlang.
"Gaby, Abel dan son hmmm kalian ingin Adik bayi?"
Pertanyaan Filio tentu saja membuat triplets saling memandang satu sama lain. Sedangkan Asilla melebarkan mata mendengar pertanyaan konyol itu.
"Adik bayi?" seru mereka.
"Apa kalian ingin Adik?" Filio mengulangi pertanyaan yang sama.
"Tentu Abel mau Papa,"
"Gaby juga mau,"
"Moses mau Adik bayi laki-laki biar ada teman Moses,"
Mendengar celoteh ceria ketiga buah hatinya membuat Filio menyunggingkan senyuman.
"Kalau begitu jangan menganggu Papa sama Mama karena Papa sama Mama ingin mencetak Adik bayi didalam mobil," terang Filio.
Mata Asilla membuat dengan mulut menganga mendengar perkataan konyol Filio. Seketika wajahnya bersemu merah.
"Baik Papa," seru mereka.
"Anak pintar," puji Filio merasa lega.
"Sembarangan," bisik Asilla.
"Mereka ingin Adik bayi sayang, jadi kabulkan." Goda Filio sehingga membuat Asilla memalingkan wajah karena saat ini wajahnya bersemu merah.
Tiba-tiba Riri menghampiri.
"Aunty ayo kita berangkat. Kami akan berangkat dengan Aunty karena kami tidak mau menganggu Papa sama Mama mencetak Adik bayi didalam mobil," cicit Isabella dengan polosnya. Tanpa ingin berlama mereka langsung memasuki mobil tanpa menghiraukan ketiga orang dewasa itu.
Mata Asilla langsung melototi Filio atas ucapan polos Isabella. Sungguh saat ini ia ingin menghilang dari pandangan Riri. Sedangkan Riri diam-diam tersenyum mendengar kepolosan Isabella. Sedangkan Filio tenang-tenang saja tanpa merasa malu sedikitpun malahan ia ingin menggoda Asilla kembali.
"Mari Tuan, Nona. Semoga berhasil," kata Riri ikut menggoda kedua pasangan itu.
Mata Asilla melotot tetapi dengan segera Riri berlalu masuk kedalam mobil.
"Ayo sayang sudah kebelet," goda Filio kembali sehingga mendapat geraman dari Asilla.
Ternyata jati asli seorang CEO terkenal ini sudah terbongkar. Asilla bari menyadari hal itu.
...******...
Tiba di restoran mereka di sambutan dengan penuh kebahagiaan. Khususnya Farres dan Lyodra. Mereka ikut bahagia karena rumah tangga anak serta menantunya bisa terselamatkan atas campur tangan mereka. Sedangkan kedua orang tua Asilla tidak mungkin ikut bergabung atas apa yang pernah mereka perbuat. Melihat hal itu seketika membuat dada Asilla sesak karena ia merasa kebahagiaan ini belum sempurna karena kedua orang tuanya belum juga menerima dirinya.
"Sayang demi apapun Mommy sangat bahagia," Lyodra langsung memeluk Asilla sembari terisak. "Terima kasih sayang kamu berhasil menghentikan si bodo* itu," imbuh Lyodra sembari melotot melirik Filio.
"Mom!" Seru Filio ingin protes.
"Lebih baik kita sekarang bergabung dengan yang lainnya," ujar Farres sehingga membuat Lyodra melepaskan pelukan dari Asilla.
"Ayo sayang," Filio merengkuh pinggang ramping Asilla menuntunnya ke kursi yang sudah di tempati oleh keluarga besar Januar.
"Enak saja. Ayo sayang ikut Mommy," Lyodra langsung menepis tangan Filio yang melingkar di pinggang ramping Asilla.
"Mommy," seru Filio dengan geram.
Sedangkan kedua wanita berparas cantik beda usia itu melenggang berlalu tanpa menghiraukan Filio yang sedang kesal.
"Rasain," gumam Lyodra sembari tertawa kecil.
Farres menggelengkan kepala melihat hal itu. Jujur ia merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakan Filio sama Asilla.
Puk
Farres menepuk punggung Filio sehingga mereka. buat ia menolehkan kepala.
"Dad!"
Farres menyunggingkan senyuman, pertanda jika hatinya sedang sangat bahagia. Orang tua mana yang tidak ikut bahagia.
"Daddy bangga kepadamu Nak,"
"Terima kasih Dad," Filio langsung memeluk Farres.
Farres mengangguk sembari mengusap punggung Filio.
"Iyo sangat bahagia Dad. Sungguh kebahagiaan ini tidak bisa di ukur oleh apapun," sambungnya dengan mata berkaca-kaca.
"Daddy juga ikut bahagia Nak,"
Kini keluarga besar Januar sedang berbincang-bincang. Mereka ikut merasakan kebahagiaan ini.
Macam-macam hidangan sudah tertata di atas meja. Sebentar lagi mereka akan menikmati makan malam bersama, bertepatan dengan hari kasih sayang.
__ADS_1
"Baiklah kita akan menikmati makan malam terlebih dahulu. Setelah ini ada hal yang ingin Daddy katakan," titah Farres mewakili sebagai kepala keluarga karena Sky sudah tidak dapat melakukan hal yang normal seperti biasanya karena sudah terlalu berumur.
Semua mengangguk seakan mengerti.
Mereka menikmati hidangan yang dimasak oleh koki handal dari restoran itu.
"Papa mana Adik bayi? katanya Papa sama Mama akan mencetak Adik bayi didalam mobil," tiba-tiba pertanyaan polos Isabella membuat Filio maupun Asilla tersedak.
Huk huk....
Filio maupun Asilla menelan ludah dan saling memandang. Sungguh Asilla saat ini ingin sekali menghilang. Ia tidak ingin menunjukan wajah yang saat ini seperti kepiting rebus.
"Hati-hati sayang," kata Lyodra disertai senyuman.
"Mana Adik bayinya Papa?" timpal Gabriella.
Hmmm
Pertanyaan polos kedua bocah cantik itu membuat semua orang menghentikan kunyahan.
"Semua gara-gara kamu," bisik Asilla sembari mencubit paha Filio cukup keras sehingga membuatnya menjerit.
Aawww
"Sakit sayang," rigis Filio sehingga membuat semua orang memusatkan pandangan kepada dia sejoli ini.
Hmmm
Filio menghela nafas. Sedangkan Asilla sudah tidak ingin mengangkat wajahnya.
"Cucu-cucu kesayangan Oma, tenang saja sebentar lagi kalian pasti dapat Adik bayi. Bukankah begitu menantu Mommy?" tiba-tiba Lyodra ikut menjawab bahkan dia sengaja menyudutkan kedua sejoli itu.
Hah....
Asilla kaget minta ampun sehingga membuat ya mengangkat wajah. Semua dapat melihat wajah memerah itu.
"Mommy memang is the best," tandas Filio.
"Dengar itu Kakak dan Kakak ipar," timpal Fiona.
"Hore akan dapat keponakan lagi," sambung Fredella.
"Sudahi!" Tegur Farres sehingga membuat semua terdiam. Pria paruh baya itu menggelengkan kepala. Seketika ingatan dulu terlintas dibenaknya. Ia juga pernah merasakan hal itu.
"Seandainya aku adalah jinny oh jinny sudah lama aku bersembunyi didalam gelas ini," batin Asilla.
...******...
Seusai menikmati makan malam. Kini mereka kembali melanjutkan obrolan. Sedangkan triplets bermain bersama kedua Aunty mereka atas perintah Farres agar tidak menganggu pembicaraan mereka.
Hmmm
Filio maupun Asilla membalas dengan senyuman.
"Langkah apa selanjutnya?" tanya Farres.
"Daddy, Iyo ingin segera menikahi Sila kembali," ujar Filio sembari menggenggam erat telapak tangan Asilla.
Perkataan Filio tentu saja membuat Farres, Lyodra, Sky maupun Zeze saling memandang.
"Menikah?" gumam Lyodra dengan alis menyatu.
"Tentu Mom. Bukankah surat cerai itu sudah Iyo tanda tangani? maka dari itu kami ingin memulai dari awal." Ungkap Filio dengan serius. Sungguh hatinya perih ketika mengingat ketika ia membubuhkan tanda tangan tersebut. Demi apapun ia menyesali tindakannya.
Mendengar perkataan Filio membuat Farres maupun Lyodra tersenyum sehingga membuat kening Filio dan Asilla mengerut karena cukup aneh.
Filio memegang kedua bahu Asilla membantunya berdiri. Dan ia segera berlutut di kedua kaki Asilla sembari menggenggam telapak tangannya.
Apa yang dilakukan Filio tentu saja membuat Asilla kadet dan merasa tidak enak hati. Sedangkan kedua paruh baya serta kedua lansia menonton tanpa ingin berkata-kata.
"Asilla i will marry you?"
Deg
Seketika mata Asilla berkaca-kaca. Perkataan Filio berhasil membuatnya kembali meneteskan air mata, air mata kebahagiaan.
Hmmm
"Kalian tidak perlu melakukan pernikahan lagi karena kalian masih sah menjadi sepasang suami-istri," Farres terpaksa memotong.
"Maksud Daddy?" mendengar perkataan Farres refleks membuat Filio bangkit dan menatap dengan sorot mata minta penjelasan.
"Akte surat cerai asli itu sudah Daddy bakar. Yang telah kamu tanda tangani waktu itu adalah akte surat cerai palsu, yang sengaja Daddy palsukan." Terang Farres dan di angguk okeh Lyodra serta Sky, Zeze.
Deg
Filio maupun Asilla tercengang tidak percaya.
"Sayang apa yang Daddy katakan itu benar. Kalian masih sah sebagai pasangan suami-istri karena akte cerai itu tidak pernah ada bahkan tercatat," Lyodra ikut menjelaskan.
Filio langsung membawa Asilla kedalam pelukannya. Kedua sejoli sedang berbahagia ini terharu atas kepedulian kedua orang tua mereka.
"Sayang aku sangat mencintaimu," bisik Filio sembari mengecup berkali-kali pucuk kepala Asilla dengan mata mengembun.
"Aku juga sangat mencintaimu sayang," balas Asilla semakin mengeratkan pelukan ternyaman itu.
Deg
__ADS_1
Tubuh Filio membeku didalam pelukan Asilla. Bagaimana tidak satu kalimat yang sudah lama di impikannya terjawab sudah malam ini.
"Sayang?"
Asilla mengangguk.
"Kamu memanggil aku sayang?" Filio ingin lebih jelas.
"Iya suamiku sayang," Asilla langsung menyebabkan. bunyikan wajah bersemu merah itu di dada kekar yang sedang ia peluk.
Filio memejamkan mata sembari membatin, perkataan Asilla berhasil menyentuh hatinya.
Hem Hem Hem
"Huh kasian sekali kita-kita hanya sebagai nyamuk saja di sini Mami," sindir Lyodra.
Filio maupun Asilla menyudahi. Mereka tertawa kecil mendengar ejekan Lyodra.
Seketika semuanya berkumpul. Inilah saatnya Filio menyampaikan sesuatu.
"Valentine ini akan menjadi yang terindah dalam hidupku, karena ada kamu di belahan hatiku dan namamu mengalir di detak jantungku. Mungkin aku tidak bisa memberikan benda berharga, namun aku hanya bisa memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus kepadamu selamanya. Sayang di hari Valentine ini aku ingin memulai semuanya, memulai mengarungi bahtera rumah tangga yang bahagia dan aku berjanji hanya memberi cinta dan kebahagiaan untuk kamu dan ketiga buah cinta kita," ungkap Filio.
Ungkapan tulus Filio sangat menyentuh hati Asilla sehingga membuat matanya mengembun.
Filio mengeluarkan benda dalam kantong celananya. Lalu ia kembali berlutut di hadapan Asilla.
"Asilla i will marry you!"
" Ya aku mau," balas Asilla sembari mengangguk.
Mendengar jawaban Asilla, Filio bangkit lalu membuka kotak kecil berwarna merah. Ia lalu meraih benda kecil itu. Memasukan kedalam jari manis Asilla, lalu mengecup punggung tangan Asilla.
"Sayang ini adalah cincin pemberian Oma sewaktu aku masih lajang. Oma mengatakan cincin itu akan jatuh kepada orang yang aku cintai dan akan menjadi menantu keluarga Januar. Malam ini aku menyerahkan cincin bertahta berlian ini kepada orang yang sangat aku cintai serta menantu keluarga Januar yaitu kamu istriku," ungkap Filio sembari memasukan cincin bertahta berlian dengan desain tidak sembarangan pemberian Zeze.
Deg
Tes tes
Bulir bening itu bergulir tanpa di minta. Pernyataan Filio membuat Asilla tersentuh, dan ia tidak pernah menyangka hal ini terjadi. Karena ia tau sendiri bagaimana hubungannya dulu dengan Filio. Mereka menikah dengan perjanjian di atas kertas yang tidak diketahui oleh keluarga besar Januar.
Filio menyeka air mata itu, lalu mengecup kening Asilla cukup lama. Semua yang melihat ikut terharu dan merasa bahagia.
"Dalam waktu dekat kita akan menggelar resepsi pernikahan kita yang sempat kita sembunyikan. Aku akan mengumumkan pernikahan kita ini di depan publik," ujar Filio.
"Tidak perlu lakukan itu sayang. Dengan ini saja aku sudah sangat bahagia," potong Asilla.
"Tidak sayang aku akan menjadikan kamu ratu sehari seperti impian setiap wanita. Maaf jika aku terlambat memenuhi impianmu itu. Maaf dari awal aku telah menorehkan luka untukmu,"
Asilla menggeleng berulang kali.
"Tidak sayang jangan menyalahkan dirimu sendiri karena aku juga bersalah dalam hal ini. Mari kita keringkan bekas luka yang dulu agar tidak membekas lagi. Mari kita bersama-sama membesarkan ketiga buah cinta kita sampai mereka dewasa, memberi kasih sayang sepanjang masa." Ungkap Asilla.
"Aku berjanji hanya memberikan cinta kasih sayang dan kebahagiaan untuk kalian,"
Farres dan Lyodra serta Sky, Zeze merasa lega. Akhirnya mereka berhasil menyatukan mereka kembali.
"Papa sama Mama kenapa Aunty?" tanya Isabella dengan polos.
"Seperti Cinderella dan Pangeran dalam dongeng," timpal Gabriella.
"Membingungkan," celoteh Moses.
"Papa melamar Mama sayang," jawab Fredella.
"Melamar?" seru mereka serempak tidak akan mengerti.
Hahaha
Fredella membalas dengan tawa karena ia tidak paham bagaimana untuk menjelaskannya kepada anak seusia triplets.
Tanggal 14 februari 2022 ini adalah momen bersejarah bagi keluarga Januar. Hari dimana putra penerus Januar berhasil menemukan cinta sejatinya.
# Flashback #
Melihat akte cerai Filio di atas meja sofa. Tentu saja membuat Farres dan Lyodra sesak.
"Sayang lakukan sesuatu," kata Lyodra dengan panik, sungguh ia tidak menginginkan hal itu terjadi.
Farres berpikir mencari cara untuk membatalkan semua ini. Seketika ide cemerlang terlintas dalam benaknya.
"Sayang aku punya ide," ujar Farres kepada Lyodra.
"Apa sayang?" lirih Lyodra seperti ingin menangis.
Farres membisikan sesuatu, seketika raut wajah sendu Lyodra kini berseri setelah mendengar rencana Farres.
"Tetapi putra kita bukan bodoh sayang, dia akan menyadari hal itu. Daddy tau sendiri jika putra kita orang yang teliti," kata Lyodra cemas.
Hmmm
"Kita akan mencobanya sayang, semoga keberuntungan berpihak kepada kita. Kita hanya bisa berdoa memberi yang terbaik untuk mereka," jawab Farres.
"Mommy serahkan kepada Daddy,"
Hari itu juga Farres melaksanakan rencananya karena ia tidak ada waktu lagi. Ternyata rencananya membuahkan hasil, tanpa diteliti Filio langsung membubuhkan tanda tangan di akte cerai palsu.
...******...
__ADS_1